Kata kerja mental, pengertian dan ciri-ciri Kata Kerja Imperatif

Kata kerja mental

Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri dan Contohnya - Apakah yang dimaksud dengan kata kerja mental?, Pada kesempatan ini Ilmu pengetahuan id akan membahasnya, termasuk ciri, contoh dan tentunya hal-hal lain yang juga melingkupinya.Mari kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya. 

Kata Kerja Mental: Pengertian, Ciri dan Contohnya

Secara sederhana, pengertian kata kerja mental adalah jenis kata kerja yang mengekspresikan respon atau sikap seseorang terhadap suatu tindakan, keberadaan, atau pengalaman.

Jenis kata kerja ini disebut juga dengan verba tingkah laku atau kata kerja behavioral, yaitu kata kerja yang menggambarkan suatu tindakan, proses, atau situasi tertentu.

Jenis kata kerja ini selalu mengacu pada suatu tindakakan yang dilakukan oleh subjek, dimana kata kerjanya bertindak sebagai predikat dalam konfigurasinya. Pada verba ini terdapat partisipan pengindera (senser) dan fenomena, sebagai contoh:

“Robert menikmati acara makan malam hari itu.”

Dari kalimat tersebut dapat dijelaskan bahwa kata “Robert” merupakan pengindera, kata “menikmati” merupakan verba mental, dan kata “makan malam” merupakan fenomena.

Ciri-ciri Kata Kerja Mental

Berikut dibawah ini adalah beberapa ciri yang bisa kita dapati pada kata kerja mental, yang bisa kita jadikan sebagai dasar atau landasan untuk mengidentifikasinya:

Kata kerja mental biasanya menerangkan unsur afeksi, kognisi, dan persepsi. Seperti : (persepsi:melihat), (kognisi : berpikir), dan (afeksi: khawatir).

Verba mental atau verba tingkah laku umumnya digunakan saat seseorang sedang mengajukan sebuah klaim.

Di dalam kata kerja mental terdapat partisipan fenomena dan pengindera atau senser.

Kata kerja mental biasanya berbentuk frasa yang bersifat mengindikasikan.

Contoh Kata Kerja Mental

Kata kerja mental dapat dengan mudah kita temukan dalam suatu kalimat, baik pada sebuah karya tulis maupun dalam percakapan sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh kata kerja mental dalam sebuah kalimat singkat:

Bernard merasa bahwa tindakannya menghentikan pekerjaan telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan perusahaan. (Kata “merasa” merupakan verba mental untuk menerangkan persepsi).

Pak Budi sangat khawatir karena anak perempuannya belum juga tiba di rumah hingga jam 10 malam. (Kata “khawatir” merupakan verba mental untuk menerangkan afeksi).

Saya telah berpikir tentang masa depan karir saya di klub sepak bola ini. (Kata “berpikir” adalah verba mental untuk menerangkan kognisi).

Saya menerima permintaan maaf dari pria itu karena dia sungguh-sungguh. (Kata “menerima” merupakan verba mental untuk menerangkan afeksi).

Saya berpendapat bahwa kerja keras yang kita lakukan akan segera membuahkan hasil yang memuaskan. (Kata “berpendapat” merupakan verba mental untuk menerangkan persepsi).

Budi tidak tersinggung meskipun banyak orang yang mentertawakan cara berpakaiannya (Kata “tidak tersinggung” merupakan verba mental untuk menerangkan afeksi).).

Johnny mengerti bahwa segala upaya yang dilakukannya tidak selalu membuahkan hasil sesuai yang diinginkannya. (Kata “mengerti” merupakan verba mental untuk menerangkan kognisi).

Ayah melihat dengan jelas semua peristiwa perampokan di Bank hari itu. (Kata “melihat” merupakan verba mental yang menerangkan persepsi).

Irwan berpikir bahwa kekayaan dapat membantunya untuk membahagiakan orang tuanya. (Kata “berpikir” merupakan verba mental yang menerangkan kognisi).

Ayah suka membelikan bunga untuk ibu setiap merayakan ulang tahun. (Kata “suka” merupakan verba mental untuk menerangkan afeksi).

Sepeda motor Jono yang raib dibawa maling membuat Aku Berpikir dua kali jika harus parkir di pinggir jalan raya. (kata kerja mental : Berpikir)

Sasuke Yakin bahwa bimbingan intensif yang ia lakoni selama seminggu penuh, akan membuahkan hasil pada nilai ujiannya. (kata kerja mental : Yakin)

Lisa Menolak lamaran Andi lantaran telah memiliki pria pilihannya sendiri. (kata kerja mental : Menolak)

Lisa Menerima lamaran Akhbar karena yakin bahwa Akhbar mampu mewujudkan keluarga yang sakinah dan mawaddah. (Kata kerja mental : Menerima)

Mirna Sedang Sedih karena uang sekolah yang ia bawa hilang entah kemana. (kata kerja mental : Sedang Sedih)

Joni Menyesal telah membuang waktu berharganya ketika duduk di bangku sekolah. (kata kerja mental : Menyesal)

Imam masjid itu tampak sangat Menghayati ayat demi ayat yang ia baca di dalam shalat sunnah tarawih. (kata kerja mental : Menghayati)

Meski tidak mendapatkan orderan, driver ojol itu Bersyukur karena dapat pulang ke rumah dengan selamat. (kata kerja mental : Bersyukur)

Reni Menyadari bahwa seluruh kerja keras yang dilakukan oleh orang tuanya adalah untuk kebahagiaan dirinya. (kata kerja mental : Menyadari)

Andi Menghormati kedua orang tuanya yang telah membesarkan dirinya dari kecil hingga saat ini. (kata kerja mental : Menghormati)

Masalah yang terus berdatangan membuat Andri Bingung harus menyelesaikan yang mana lebih dulu. (kata kerja mental : Bingung)

Bukan hanya mengajarkan materi, Pak Andi juga berbakat melawak di kelas yang membuat seluruh murid Tertawa lepas. (kata kerja mental : Tertawa)

Contoh Kata Kerja Imperatif beserta Ciri-cirinya

Contoh kata kerja imperatif- Kata kerja adalah golongan kata yang memiliki fungsi untuk menjelaskan sebuah tindakan, aktivitas, pengalaman, mkeberadaan, maupun penjelasan dinamis lainnya. Kata kerja memiliki beragam jenis, salah satunya adalah kata kerja imperatif. Kata kerja jenis imperatif ini sering ditemukan pada kalimat poster yang berisi ajakan, larangan, perintah, teks prosedur dan lain sebagainya. Lalu, apakah kata kerja imperatif itu

Pengertian Kata Kerja Imperatif

Yang dimaksud dengan Imperatif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti sebuah bentuk perintah pada kalimat atau verba yang menyatakan sebuah larangan atau keharusan dalam melaksanakan perbuatan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, kata kerja imperatif dapat didefinisikan sebagai kata kerja yang memiliki fungsi untuk memberikan perintah, larangan, atau keharusan kepada pendengar atau pembacanya. Sesuai dengan pengertiannya, kata kerja imperatif digunakan untuk memberikan sebuah perintah, larangan, bahkan ajakan kepada mitra tutur ataupun pembacanya. Selain itu, kata kerja imperatif juga dapat berfungsi sebagai sebuah bentuk ungkapan yang mengizinkan atau memberikan izin terhadap suatu aktivitas, perbuatan, maupun hal tertentu.

Ciri-Ciri Kata Kerja Imperatif

Penggunaan kata kerja imperatif dalam sebuah kalimat dengan beberapa ciri-ciri di antaranya, menggunakan intonasi meninggi pada awal kalimat dan intonasi merendah pada akhir kalimat, kemudian berisikan saran untuk seseorang, dikahiri tanda seru (!), Berisi sebuah perintah yang agak kasar atau permintaan yang sopan dan lembut, serta berisi konfirmasi petaun penyempurnaan.

Ciri lain dari sebuah kata kerja imperatif adalah memiliki bentuk struktur kalimat yang inversi, yang berarti bahwa subjek dan juga predikatnya bersifat kabur atau tidak dapat ditentukan. Oleh karena itu, biasanya pelaku atau aktor dalam sebuah kalimat dengan kata keja imperatif tidak selalu feed.

Contoh Kata Kerja Imperatif

Untuk memperdalam pemahaman mengenai kata kerja imperatif, berikut adalah beberapa contoh kata kerja imperatif dalam sebuah kalimat. Kalimat yang memiliki kata kerja imperatif, disebut sebagai kalimat imperatif. Kalimat imperatif sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis di antaranya, kalimat imperatif permintaan, kalimat imperatif larangan, kalimat imperatif ajakan, kalimat imperatif pembiaran, kalimat imperatif halus, kalimat imperatif transitif, kalimat imperatif intransitif, dan kalimat imperatif taktransitif. Berikut ini adalah contoh.

Matikan telepon ketika sedang dalam proses belajar mengajar di kelas!

Jangan buang sampah sembarangan!

Lakukan pekerjaanmu dengan benar!

Hiduplah mandiri dan jangan berikan kepada orang lain!

Tenang!

Ayo berangkat sekarang!

Harap tenang ! Ujian Nasional sedang berlangsung.

Tolong berikan uang ini kepada orang membutuhkan di luar sana!

Jangan kebenaran!

Silakan cicipi hidangan baru dari restoran kami!

Katakan padaku siapa dalang sebenarnya dari perampokan ini!

Mohon maafkan perkataan saya yang kurang sopan sebelumnya!

Mintalah keringanan UKT kepada pihak kampus, keuangan Ibu sedang sulit semenjak adanya wabah COVID-19 ini!

Marilah bersama-sama kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing sebelum memulai kegiatan pada pagi hari ini!

Hendaknya warga Indonesia saling bahu-membahu untuk menyelesaikan setiap permasalahan!

Biarkan saja dia tinggal di sini sementara, lagipula situasi saat ini sedang tidak memungkinkannya untuk pulang ke kampung halaman!

Demikianlah contoh kata kerja imperatif beserta pengertian dan juga ciri-cirinya. Kata kerja imperatif biasanya digunakan dalam poster yang berisi ajakan, perintah, maupun larangan. Oleh karena itu, utuk mengasah kemampuan dalam membuat dan mengaenali kata kerja imperatif, cobalah temukan kata kerja imperatif pada poster-poster lalu kemudian buatlah poster versimu sendiri. Selamat mencoba!

Akhbar Sanusi
Akhbar Sanusi Pendiri SEO Kilat, penulis e-book SEO Storm Resistant, desainer, dan kontributor konten SEO.

Tidak ada komentar untuk "Kata kerja mental, pengertian dan ciri-ciri Kata Kerja Imperatif"