Teks Debat : Pengertian, Ciri, Struktur, dan Kaidah

Teks Debat : Pengertian, Ciri, Struktur, dan Kaidah

Teks Debat
Teks Debat : Pengertian, Ciri, Struktur, dan Kaidah

Teks Debat – Kembali lagi di situs ilmu pengetahuan ID. Media edukasi yang menyampaikan seputar materi pelajaran terkait biologi, IPS, Sosiologi, PKN, ilmu kesehatan, bahasa, umum, seputar negara, dan lain-lain. Adapun pada kesempatan kali ini, seperti judul yang kita lihat bersama, kita akan menghadirkan pembahasan mengenai detail atau seluk beluk mengenai teks debat. Semoga materi yang kami sampaikan berikut ini dapat bermanfaat dan membantu para pembaca dimana pun berada. Langsung saja simak uraian selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga : Contoh Kata Ganti

1. Pengertian Teks Debat

Bila kita merujuk pada definisi yang diterbitkan oleh kamus besar bahasa Indonesia, pengertian teks yaitu naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang, atau bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan hal yang sebagainya. Sedangkan pengertian debat menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah suatu bentuk aktivitas dialog berupa pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal, dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat atau argumen masing-masing pihak.

Dengan memahami kedua pengertian di atas, dapat kita fahami bahwa, Teks Debat adalah teks yang didalamnya terdapat argumentasi ataupun pernyataan dari masing-masing pihak yang terlibat dalam debat, yang bertujuan mengkaji, mengevaluasi, dan mencari solusi dari sebuah permasalahan yang sedang, telah, atau akan terjadi.

 

2. Ciri-Ciri Debat

Untuk mengenal lebih dalam dan memahami seperti apa yang dimaksud dengan teks debat, berikut di bawah ini adalah beberapa ciri langsung yang biasanya dapat kita temui dari suatu atau sebuah debat resmi. Mengenal ciri-ciri debat resmi penting bagi kita, agar kita lebih mudah memahami seperti apa, dan bagaimana agar kita dapat menyusun teks debat dengan baik dan benar, menyesuaikan dengan kondisi debat yang sebenarnya. Berikut ciri-ciri debat resmi secara umum.

a. Umumnya dalam sebuah debat terdapat dua pihak atau tim yang saling beradu argumen. Kedua pihak ini disebut dengan tim afirmasi dan tim oposisi.

b. Dalam sebuah debat biasanya terdapat dua sisi atau sudut pandang yang saling kontradiksi atau bertentangan. Kedua sisi atau sudut pandang ini biasanya disebut dengan pihak pro dan pihak kontra.

c. Masing-masing pihak akan mengeluarkan sejumlah argumen untuk memenangkan pendapatnya.

d. Dalam sebuah debat umumnya terdapat pihak yang bertugas sebagai penengah, agar debat tetap berjalan dengan kondusif dan efektif.

 

3. Struktur Teks Debat

Dalam materi ilmu pengetahuan bahasa, sebuah teks pada umumnya memiliki struktur tersendiri yang membuatnya memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan jenis teks tersebut. Adapun terkait dengan teks debat, berikut dibawah ini adalah Struktur Teks Debat :

a. Tahap Perkenalan

Struktur pertama di dalam teks debat yaitu sesi atau tahap perkenalan. Pada bagian ini biasanya teks berisikan kalimat pembuka lengkap dengan memperkenalkan diri atau tim kepada para pemirsa, baik penonton, lawan debat, penengah, dan moderator.

b. Penyampaian Argumen

Pada sesi atau bagian ini, masing-masing pihak/tim yang terlibat dalam debat akan menyampaikan pendapat atau argumentasinya terhadap sebuah topik ataupun permasalahan yang sedang diangkat.

c. Tahap Debat

Dalam tahapan debat, masing masing tim, yakni : Tim Afirmasi dan Tim Oposisi akan saling melontarkan sanggahan dan komentar, untuk memenangkan argumen yang mereka anggap benar. Adapun pihak penengah, tugasnya yaitu menjaga ketertiban antara kedua belah pihak, agar debat dapat berjalan kondusif dan efektif.

d. Simpulan

Di dalam tahap ini, masing-masing pihak yakni : tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral akan menyampaikan kesimpulannya terkait dengan sanggahan, pendapat, dan termasuk dengan mosi (hasil rapat).

f. Penutup

Sesuai dengan namanya, yaitu penutup. Dalam sesi atau tahapan ini, sang moderator akan menyampaikan sebuah kesimpulan debat, yang tidak berpihak kepada tim manapun, sebagai penutup dari acara debat yang baru saja dilaksanakan. Kalimat terakhir penutup biasanya disampaikan dalam bentuk salam.

 

4. Kaidah Dalam Teks Debat

Berikut di bawah ini adalah beberapa kaidah umum yang biasa menjadi patokan dalam menyusun sebuah teks debat yang baik dan benar.

a. Menggunakan Kosa Kata atau Bahasa yang Baku

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, acara atau kegiatan debat resmi merupakan suatu kegiatan ilmiah yang didalamnya disampaikan kumpulan data valid untuk mengangkat sebuah kebenaran kehadapan publik. Oleh sebab itu, penggunaan kosa kata baku di dalam teks debat adalah salah satu kaidah pokok yang penting untuk diperhatikan, untuk menjaga debat tetap berjalan sesuai dengan koridornya dan dapat difahami oleh seluruh pihak yang hadir.

b. Menggunakan Kosa Kata Denotatif

Maksudnya adalah, di dalam sebuah teks debat hendaknya seseorang atau tim menggunakan kosa kata yang bermakna sebenarnya atau konseptual. Bukan menggunakan bahasa kiasan, yang akhirnya membuat debat menjadi rancu dan sulit dipahami oleh para penonton, tamu dan moderator.

c. Bersifat Faktual

Dalam hal ini, ide atau data yang diangkat di dalam sebuah teks debat hendaknya berdasarkan pada data yang valid, sesuai dengan fakta, dan dapat diterima dengan akal sehat. Bukan dengan imajinasi, berita hoax dan yang semisalnya.

 

Penutup Materi Teks Debat

Demikianlah tulisan singkat kali ini mengenai teks debat. Semoga informasi yang sedikit ini dapat bermanfaat dan membantu para pembaca dimana pun berada. Terima kasih atas perhatiannya dan sampai jumpa lagi dilain kesempatan.

Author : Mantan Guru SDIT Alhanif Cilegon Banten dan Madrasah Ibtidaiyah Jamilurrahman Assalafy

Kunjungi Juga : contoh-contoh.com