Penataan Produk – Materi Seputar Penjualan

Penataan Produk – Materi Seputar Penjualan

Penataan Produk
Penataan Produk – Materi Seputar Penjualan

Kegiatan display atau penataan produk merupakan kegiatan dari suatu perusahaan untuk memajangkan barang dagangan baik dalam ruangan maupun diluar luar ruangan untuk dapat mempengaruhi calon konsumen secara langsung maupun tak langsung terhadap barang yang akan dijual, dengan demikian  display  merupakan  suatu peragaan  untuk  mempengaruhi konsumen melalui demontrasi pemajangan barang sehingga memperoleh kesan tersendiri bagi konsumen (semi personal)

Baca Juga : Pengertian Pemasaran

Pengertian dan Fungsi Penataan Produk

Display (pemajangan barang) merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam keseharian operasional  pengelolaan  sebuah  toko  Output yang dihasilkan dari aktivitas yang satu ini berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan penjualan di dalam toko, terlebih bagi toko-toko ritel modern yang memiliki format layanan mandiri (swalayan) seperti minimarket, supermarket maupun hypermarket. belakangan, display yang dilakukan oleh para peritel modern berkembang  semakin  inovatif,  terutama sejak semakin banyaknya peritel yang memahami konsep dan pemanfaatan alat bantu display (visual merchandising) yang kini semakin populer. bentuk  arsitektur  sebuah toko menunjukkan status sosial, budaya dan perubahan  dari ekonomi  setempat.  dahulu,  bentuk  ritel berupa toko-toko milik suatau keluarga yang berdiri sendiri. Kini berubah menjadi toko-toko di dalam satu arcade atau suatu mall di mana arcade, promenade, gallery, sebagai satu area terlindung dengan suasana menyenangkan. konsep ini menjadi gambaran makin besarnya kebutuhan ruang wisata belanja. Marc Gobe, penulis buku pemasaran dalam salah satu buku terlarisnya, Emotional Branding mengungkapkan munculnya kecenderungan perdagangan eceran (retail) yang  mampu  menjadi sebuah kekuatan promosi. Mengalahkan kekuatan dari media periklanan sendiri. Retailing has become advertising. Hal ini diperoleh lewat kekuatan ritel-ritel yang tak semata karena menawarkan harga produk yang murah. Melainkan lebih karena kecerdikan retailer  menciptakan  kesan nyaman kepada konsumen saat  menghadapi  produk  dalam  sebuah pusat perbelanjaan.

 

a. Pengertian Penataan Produk (Display)

Pemajangan barang dagangan (Display) adalah penataan barang dagangan di tempat tertentu dengan tujuan menarik minat  konsumen  untuk melihat dan akhirnya membeli produk yang ditawarkan. Secara  umum display dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

1. window display

2. interior display

3. eksterior display

♥ Window Display

Window display adalah pemajangan barang dagangan di  etalase atau jendela  kegiatan usaha.  Tujuan  window display  adalah  untuk menarik minat konsumen sekaligus menjaga keamanan barang dagangan.window display hanya memperlihatkan barang dagangan yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen, sehingga pengamanan menjadi lebih mudah. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia dipersilahkan untuk masuk lebih memperjelas pengamatannya.fungsi window display adalah:

• Untuk menarik perhatian orang

• Memancing perhatian terhadap barang barang yang dijual di toko

• Menimbulkan impulse buying ( dorongan seketika)

• Menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko

• Menyatakan kualitas barang yang baik dan ciri khas toko tersebut

♥ Interior Display

Interior display adalah pemajangan barang dagangan di dalam toko. Interior display banyak dipergunakan untuk barang-barang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Interior display terdiri dari :

1. Merchandise display : Ialah menempatkan barang dagangan di dalam toko terbagi menjadi tiga bagian yaitu;

a) Open Interior Display
Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan secara terbuka sehingga konsumen dapat melihat,  dan  mengamati  tanpa  bantuan  petugas penjualan (pramuniaga). Kebaikan dari open interior display antara lain;
1) Barang dagangan dapat dijual dengan cepat
2) Pemilik toko dengan mudah mengadakan perubahan susunan pajangan bilamana sewaktu waktu diperlukan.
3). Alat alat yang dipakai untuk memamerkan barang barang sederhana, barang barang yang dipajangkan biasanya :
– Barang barang yang lama lakunya
– Barang barang yang ingin cepat habis terjual
– Barang barang yang dibeli atas dorongan kata hati

b) Close Interior Display
Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan dalam tempat tertentu, sehingga konsumen hanya dapat mengamati saja. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia akan minta tolong pada wiraniaga untuk mengambilkannya.

2. Architectural Display : yaitu menata  gambar  yang menunjukkan  gambaran  mengenai penggunaan barang yang diperdagangkan, misalnya ruang tamu, mebeleur, dikamar tidur.

3. Store Sign and Decoration : Merupakan simbul, tanda, poster, lambang, gambar, dan semboyan yang diletakkan diatas meja atau digantung dalam ruangan  toko, store sign digunakan untuk memberi arah kepada calon pembeli ke arah barang dagangan dan memberi informasinya mengenai kegunaan barang tersebut, decoration pada umumnya digunakan dalam acara acara khusus ,sepoerti pada hari raya, natal dan menyambut tahun baru.

4. Dealer display : Dealer display merupakan simbol, petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan barang yang dibuat oleh produsen, simbol-simbol tersebut seakan-akan memberi peringatan kepada pramuniaga agar tidak memberikan informasi yang tidak sesuai atau tidak benar.

♥ Eksterior Display

Eksterior display adalah pemajangan barang dagangan di tempat tertentu di luar kegiatan  usaha  yang biasa  digunakan.  Pemajangan sistem ini banyak digunakan untuk promosi barang, pengenalan produk baru, penjualan istimewa seperti cuci gudang, discount dan sejenisnya. Untuk pemasaran secara tetap pemajangan sistem ini kurang optimal karena kelemahan faktor pengamanan, cuaca, pengiriman barang dan sebagainya. Intinya, eksterior display hanya tepat dipergunakan untuk kondisi penjualan tertentu.

Fungsi Eksterior display adalah;

 Memperkenalkan produk denngan cepat dan ekonomis

• Membantu mengkoordinir advertising dan merchandising

• Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,seperti pada waktu Hari Raya ,ulang tahun dan sebagainya

• Mendistribusikan barang ke konsumen dengan cepat.

Solari Display / Penataan Produk

Solari display yaitu menempatkan barang dagangan di bagian Depaertement Store sebagai daya tarik bagi konsumen setelah masuk kedalam toko, misalnya pakaian yang digunakan oleh boneka model (menequin) Baik dengan open interior display, maupun dengan closed interior display, barang dagangan itu perlu diatur, ditata, disusun  sedemikian rupa, agar para konsumen atau para pelanggan dapat  tertarik  dan berminat mau membelinya.

Banyak cara yang dilakukan para pengusaha untuk memikat, merangsang agar barang dagangannya banyak diminati, disenangi para konsumen dan para pelanggan. Salah satu  cara  untuk  memajukan barang dagangannya, diantaranya dengan ikut serta menyelenggarakan pameran. Pameran (exhibition) adalah salah satu cara promosi barang dagangan dengan melalui pameran khusus.

 

b. Tujuan Display atau Penataan Produk

a. Attention dan interest customer

Attention dan interest customer artinya menarik perhatian pembeli dilakukan  dengan  cara menggunakan  warna-warna,lampu lampu dan sebagainya.

b. Desire dan action customer

Desire dan actioan customer artinya untuk menimbulkan keinginan memiliki barang-barang yang dipamerkan di toko tersebut ,setelah masuk ke toko, kemudian melakukan pembelian

 

c. Syarat-Syarat Penataan Produk (Display)

Menyusun barang dagangan juga merupakan salah satu hal yang tidak kalah pentingnya, karena ini merupakan kesan pertama dari pengunjung toko tersebut, oleh karena itu barang-barang dagangan yang dipajang didalam ruangan toko maupun di etalase harus ditata sedemikian rupa sehingga kelihatan rapi, serasi dan menarik bagi setiap orang terutama calon pembeli,untuk penataan barang-barang ini diperlukan keahlian khusus, kreasi dan seni yang tinggi jadi tidak setiap orang bisa menata sendiri,agar penataan terlihat menarik, perlu menyewa orang-orang yang ahli dalam dekorasi dalam penataan barang/ pemajangan, dengan harapan, hal ini bisa dipakai sebagai dasar atau contoh atau acuan untuk penataan berikutnya,  penataan  barang  sebaiknya setiap saat diubah agar tidak membosankan dan disesuaikan dengan keadaannya, hal yang perlu  diperhatikan  ialah  bagaimana  bentuk, warna, ukuran, tempat  dan  perlengkapan-perlengkapan  lainnya  itu dipadukan sehingga penataan barang-barang itu kelihatan rapi dan menarik, yang pada akhirnya akan bisa menarik pengunjung/calon pembeli/pelanggan tertarik untuk memiliki barang-barang tersebut. Pemajangan barang dagangan adalah seni (applied art) dan merupakan unsure promosi yang cepat berkembang serta merupakan unsur yang dirasakan sangat penting ,terutama dilihat dari fungsinya yaitu untuk memperkenalkan barang dagangan ,untuk menarik perhatian pengunjung dan untuk melihat dan memegang barang dagangan yang kita pajang

Menata barang  dagangan  (Display)  harus  dilengkapi  dengan informasi keadaan toko dan barang yang dijualnya, hal ini dimaksudkan agar calon pembeli lebih mengenal barang dan semakin besar peminat untuk mengadakan transaksi. Semakin banyak barang yang ditampilkan, semakin mudah pula calon pembeli menentukan pilihannya, oleh karena  itu display harus disajikan berdasarkan sudut pandang pembeli. Selain menata barang dagangan, yang perlu diperhatikan juga adalah penataan ruangan toko (lay out) sebagai sarana strategis yang dapat dimanfaatkan dengan efektif untuk ditata apik sehingga memberikan ruang gerak yang bebas bagi calon  pembeli,  dengan  ruang gerak  yang bebas,  calon pembeli merasakan kenikmatan dalam berbelanja,disisi lain toko juga harus memberikan kemudahan  calon  pembeli  untuk  memilih  barang barang yang dibutuhkannya,maka letakkanlah barang dengan posisi mudah dilihat dan dijangkau.

Mengacu Pada Logika Konsumen

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan para  peritel  dalam melakukan display, yang seharusnya mengacu pada “logika” konsumen. Logika konsumen dapat dikatakan sebagai segala  sesuatu yang meliputi cara berpikir, kebiasaan atau kecenderungan psikologis konsumen yang mempengaruhi perilaku mereka saat berbelanja dan berada di dalam  toko.  Sebagai  contoh,  kebanyakan  konsumen yang memiliki kebiasaan belanja secara bulanan biasanya sudah mengetahui secara persis barang-barang apa saja yang harus mereka beli pada saat berbelanja. Saat berada di dalam toko, konsumen seperti ini akan memulai “perburuan” mencari barang-barang yang ia butuhkan dengan berjalan dari lorong ke lorong secara teratur. Jika pada saat itu mereka membutuhkan barang-barang untuk keperluan mandi dan cuci (toiletries) hampir dapat dipastikan mereka akan menyelesaikan perburuan atas barang-barang tersebut terlebih dahulu baru kemudian beralih untuk mencari barang-barang keperluan lainnya, sangat jarang terjadi seorang konsumen melakukan perburuannya secara acak kecuali si konsumen memang tidak mengidentifikasikan terlebih dahulu  barang-barang  apa  saja yang ia butuhkan.biasanya  konsumen  seperti ini tidak  memiliki kebiasaan belanja bulanan.

Berdasarkan kecenderungan di atas, para peritel dapat menyiasati displaynya tidak hanya dengan mengatur  penempatan  barang berdasarkan grouping (pengelompokan barang) melainkan juga memajangnya secara runtut (berurut). Untuk contoh kasus, display produk-produk toiletries, peritel dapat melakukannya dengan mulai memajang produk-produk pasta gigi pada  rak/gondola  pertama.  Kemudian produk-produk sabun mandi pada rak kedua di sebelahnya. Dilanjutkan lagi dengan memajang produk-produk perawatan rambut atau sampo pada rak ketiga dan seterusnya,begitu juga saat mendisplay produk-produk konsumsi seperti mi instant. Jika mengacu pada logika konsumen, peritel sebaiknya memajang produk mi instantnya berdekatan dengan saos, sambal atau kecap,hal ini dikaitkan dengan kecenderungan konsumen saat mengkonsumsi mi instant yang biasanya  dilengkapi dengan saos, sambal dan kecap,saat memajang produk-produk kategori breakfast (sarapan pagi) seperti roti, selai, keju dan sereal, para peritel pun dapat memajang produk-produk tersebut dalam satu rak atau paling tidak berdekatan satu sama lain,kemudian tempatkan pula produk-produk seperti gula, teh, kopi termasuk SKM (susu kental manis) pada rak-rak tersebut karena produk-produk ini biasanya juga dikonsumsi  oleh konsumen pada saat sarapan pagi.

Masih banyak contoh-contoh siasat lain yang dapat diterapkan para peritel sehubungan  dengan  bagaimana beradaptasi  dengan  kecenderungan-kecenderungan konsumen ini,contoh lagi, apa  yang selama ini dikenal dengan istilah “customer eye level” atau level pandangan mata konsumen. Level pandangan mata konsumen (pengunjung) saat berada di depan rak display  biasanya  tertuju  pada  salah satu shelve (daun rak) yang berada pada tingkat tertentu, basanya shelve yang tingginya antara pinggang dan dada pengunjung, tak heran  jika banyak peritel yang jeli menyiasatinya dengan memajang barang- barang bermargin gemuk (high profit) pada shelve tersebut.

Display yang mengacu dengan logika-logika konsumen tidak hanya melahirkan nilai tambah (kemudahan) yang dirasakan langsung oleh konsumen atau pengunjung toko tetapi juga membantu para peritel dalam hal pengaturan display secara keseluruhan, misal, dalam mensiasati display produk-produk impulse agar lebih efektif.

Syarat Display / Penataan Produk Yang Baik

Disamping mengacu pada logika konsumen dalam menjalankan aktivitas display, para peritel juga harus mem perhatikan aspek-aspek penting lainnya yang merupakan syarat dalam mewujudkan display yang baik, yaitu;

1. Display harus mampu membuat barang-barang yang di pajang menjadi mudah dilihat, mudah dicari dan mudah  dijangkau.  Ketiga hal ini merupakan syarat mutlak yang  harus  mampu  diwujudkan oleh aktivitas display. Jika tidak, display yang menarik dan seatraktif apapun akan sia-sia.

2. Display harus memperhatikan  aspek  keamanan,baik  keamanan bagi pengelola toko dari potensi-potensi kehilangan, maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang berada di dalam toko,berkaitan dengan aspek keamanan ini, para peritel biasanya tidak akan menempatkan  barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak. barang-barang  yang mahal,  terutama  yang fisik ukurannya kecil biasanya di pajang di etalase. barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya ditempatkan pada shelve paling bawah untuk menghindari resiko timbulnya cidera bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang tersebut terjatuh.

3. Display yang dilakukan oleh peritel harus informative  dan  komunikatif, para peritel dapat memanfaatkan alat alat bantu seperti shelf talker,  standing  poster,  signage  dan jenis-jenis point of purchase (POP) materials yang lain.

 

Daftar Pustaka Materi Penataan Produk

Penjualan Jilid 3 untuk SMK oleh Devi Puspitasari– Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Partner : https://contoh-contoh.com/