Motif Ekonomi – Materi IPS Ekonomi

Motif Ekonomi – Materi IPS Ekonomi

Motif Ekonomi
Motif Ekonomi

Motif Ekonomi

Setiap orang memiliki alasan, mengapa ia melakukan tindakan ekonomi? Misalnya, kamu membeli tas baru karena tas yang lama sudah rusak. Alasan yang mendorong kamu membeli tas baru disebut motif ekonomi. Jadi, motif ekonomi adalah alasan atau keinginan yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi.

Motif manusia untuk melakukan tindakan ekonomi bermacam-macam dan berbeda antara yang satu dan yang lainnya. Secara umum, ada dua motif yang mendasari seseorang melakukan tindakan ekonomi, yaitu motif berdasarkan asalnya dan motif berdasarkan aspeknya.

Baca Juga : Ekonomi Mikro

 

1. Motif Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya, motif ekonomi terdiri atas motif intrinsik dan motif ekstrinsik.

a. Motif Intrinsik

Motif intrinsik adalah motif yang timbul atas dasar kesadaran manusia itu sendiri. Misalnya, kamu ingin prestasi belajarmu di sekolah bagus. Tentunya, kamu akan bersungguh-sungguh dalam belajar. Tindakan yang kamu lakukan, di antaranya memerhatikan setiap penjelasan guru dengan saksama, rajin mengerjakan tugas dari guru, di rumah mengulang kembali pelajaran yang diberikan di sekolah, dan banyak membaca buku. Tindakan-tindakan tersebut kamu lakukan atas dasar kesadaran sendiri karena kamu ingin menjadi siswa berprestasi.

Motif Ekonomi
Motif Ekonomi – Materi IPS Ekonomi

b. Motif Ekstrinsik

Motif ekstrinsik adalah motif ekonomi yang dilandasi atas dasar dorongan atau pengaruh dari orang lain atau lingkungan. Misalnya, kamu ingin membeli sepatu baru karena melihat teman kelasmu membeli sepatu baru. Kamu berusaha menabung uang saku yang diberikan orangtuamu agar bisa membeli sepatu baru. Contoh lainnya, orangtuamu ingin menyekolahkan semua anaknya sampai perguruan tinggi seperti anak-anak tetanggamu. Tentunya, orangtuamu akan berusaha keras untuk memperoleh pendapatan tambahan agar dapat menabung. Kemudian, uang tersebut digunakan untuk biaya pendidikan anak-anaknya sampai perguruan tinggi. Oleh karena itu, kamu harus belajar sungguh-sungguh agar bisa mewujudkan cita-cita orangtuamu.

 

2. Motif Berdasarkan Aspeknya

Berdasarkan aspeknya, motif yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi dapat dikelompokkan menjadi motif-motif ekonomi sebagai berikut.

a. Motif Ekonomi untuk Memenuhi Kebutuhan

Motif ini akan mendorong manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga dapat mencapai kemakmuran. Misalnya, Pak Fauzi seorang karyawan pabrik yang telah memiliki istri dan satu orang anak. Pendapatannya sebagai karyawan pabrik tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Oleh karena itu, untuk menambah pendapatannya pada malam hari ia berjualan nasi goreng di depan rumahnya. Tindakan Pak Fauzi tersebut dilakukan atas dasar keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga keluarganya dapat hidup makmur.

b. Motif untuk  Memperoleh Kekuasaan

Motif ini akan mendorong manusia melakukan tindakan untuk memperoleh kekuasaan di masyarakat atau perusahaan. Contoh motif memperoleh kekuasaan adalah pemilihan calon kepala daerah (Pilkada) yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Mereka berkampanye, berlomba meraih simpati massa. Harapanya adalah agar banyak masyarakat memilih dirinya. Motif utama para peserta Pilkada tentunya untuk memperoleh kekuasaan, yaitu menjadi kepala daerah. Tindakan tersebut, biasanya dilakukan atas dasar motif untuk memperoleh kekuasaan di masyarakat.

c. Motif Ekonomi untuk Kepentingan Sosial

Motif ini mendorong manusia melakukan tindakan untuk menolong sesamanya. Misalnya, orangtuamu bekerja untuk memperoleh pendapatan. Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, orangtuamu juga menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membiayai sekolah anak tetanggamu yang sudah yatim. Tindakan tersebut merupakan salah satu contoh tindakan yang dilakukan atas dasar motif untuk kepentingan sosial.

d. Motif untuk Memperoleh Penghargaan

Motif ini mendorong manusia melakukan tindakan dengan tujuan ingin dihargai oleh orang lain. Misalnya, Pak Ramli karyawan sebuah instansi swasta dengan pendidikan sarjana (S-1). Meskipun sudah bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup, Pak Ramli ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang S-2 agar lebih dihargai karena memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Pak Ramli melanjutkan pendidikannya di sebuah perguruan tinggi. Tindakan Pak Ramli tersebut merupakan salah satu tindakan yang didorong motif memperoleh penghargaan.

e. Motif Ekonomi  untuk  Memperoleh Keutungan

Motif ini mendorong manusia melakukan tindakan untuk memperoleh laba atau keuntungan dalam melakukan usahanya. Misalnya, Ibu Ratna memiliki usaha berdagang pakaian di sebuah pasar di Jakarta. Setiap hari, ia membeli lima kodi pakaian dari toko grosiran. Kemudian, menjual pakaian tersebut secara eceran dengan harga yang lebih tinggi dari harga pokok pembeliannya. Selisih hasil penjualan dengan harga pokok pembelian pakaian tersebut merupakan keuntungan bagi Ibu Ratna. Dengan keuntungan tersebut, Ibu Ratna dapat membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga. Tindakan Ibu Ratna tersebut merupakan contoh tindakan yang didorong motif untuk memperoleh keuntungan.

Apakah semua keinginan yang mendorong manusia melakukan suatu tindakan merupakan motif ekonomi? Jawabannya, tentu saja tidak karena tidak semua tindakan manusia dilandasi motif ekonomi. Ada juga tindakan manusia yang dilakukan bukan berdasarkan motif ekonomi. Misalnya, karena adat istiadat atau kebiasaan. Jadi, motif manusia melakukan suatu tindakan dapat dibedakan menjadi motif ekonomi dan motif non-ekonomi.

Perbedaan Motif Ekonomi dan Motif Non- Ekonomi, yaitu sebagai berikut:

1) Motif ekonomi, yaitu motif yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi. Adapun motif non- ekonomi, yaitu motif yang mendorong manusia melakukan tindakan bukan karena alasan ekonomi. Misalnya, karena alasan kewajiban, adat istiadat, atau perbuatan yang tiba-tiba dan tidak disengaja.

2) Motif ekonomi mendorong manusia melakukan tindakan berkaitan dengan kegiatan pokok ekonomi, Misalnya, kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Adapun motif non-ekonomi mendorong manusia melakukan tindakan di luar kegiatan pokok ekonomi.

Baca Juga : Ekonomi Makro

 

DAFTAR PUSTAKA MATERI MOTIF EKONOMI

Jelajah Cakrawala Sosial 1 : Ilmu Pengetahuan Sosial; Untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah / penulis, Nurhadi…[et al] editor, Ayahtullah Khomaeni, Oka Sumarlin, Beti Dwi Septiningsih . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Partner : Contoh-Contoh.Com