Literasi : Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Prinsip

Literasi

Literasi – Halo para pembaca dimana_pun Anda_berada, kembali lagi di situs Ilmu Pengetahuan ID, media edukasi gratis untuk para pelajar Indonesia. Pada edisi kali ini, seperti judul yang telah kita lihat bersama, kita akan membahas seputar seluk beluk Literasi. Mulai dari pengertian, jenis, manfaat serta tujuannya. Diharapkan dengan materi yang akan kami sampaikan berikut ini mampu memberi pencerahan dalam memahami hakikat seputar dunia Literasi.

Baca Juga : Pengertian Paragraf dan Alinea

 

Pengertian Literasi

Literasi adalah istilah umum yang mengarah pada kemampuan berbahasa seseorang, baik dalam hal membaca, menulis, berbicara, serta mengolah informasi yang melibatkan unsur-unsur dalam tatanan bahasa.

 

Literasi Menurut UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) 

Yaitu seperangkat keterampilan nyata, terutama ketrampilan dalam membaca dan menulis, terlepas dari konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh dan siapa yang memperolehnya.

Literasi Menurut Elizabeth Sulzby

Elizabeth Sulzby adalah seorang Profesor Pendidikan di University of Michigan, yang terkenal karena karya perintisnya dalam literasi_yang muncul. Sebelum datang ke Michigan pada tahun 1986, Sulzby adalah associate professor dengan masa jabatan di Northwestern University. Menurut Elizabeth Sulzby, Literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi (membaca, menulis, berbicara, dan menyimak) dengan cara yang berbeda (namun tetap) sesuai dengan tujuannya.

Literasi Menurut Merriam-Webster 

Merriam-Webster adalah kamus online Amerika paling tepercaya untuk definisi, arti, dan pengucapan kata bahasa Inggris. Dalam Merriam-Webster (Learner’s Dictionary) menyebutkan bahwa literasi adalah “the ability to read and write”. Yang artinya adalah kemampuan membaca dan menulis.

 

Jenis-Jenis Literasi 

Setelah membaca dan memahami definisi atau pengertian dari literasi, langkah berikutnya yang perlu kita ketahui adalah mengenal jenis-jenis dari literasi. Berikut di bawah ini adalah beberapa jenis literasi_yang berhasil kami rangkum, semoga dapat bermanfaat.

1. Literasi Informasi

Literasi_informasi adalah ability atau kemampuan seseorang dalam mengetahui kapan suatu informasi dibutuhkan, atau kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi informasi, untuk kemudian memanfaatkan informasi tersebut secara efektif dalam format yang mudah difahami.

2. Literasi_Finansial

Literasi finansial adalah kemampuan individu dalam membuat penilaian terhadap informasi, sehingga mampu menghasilkan keputusan yang efektif terhadap pihak-pihak/bidang-bidang yang berkaitan dengan sektor ekonomi/keuangan.

3. Literasi Media

Literasi media merupakan suatu kemampuan dalam memahami atau menganalisis, serta mendekonstruksikan pencitraan media. Adapun salah satu tujuan dari literasi_media yaitu: mengkondisikan pemirsa sebagai konsumen media, agar menjadi sadar (faham) tentang cara media dibuat dan dapat diakses.

4. Literasi Kesehatan

Literasi_kesehatan adalah suatu kemampuan dalam mengolah, memahami, serta memperoleh informasi dasar mengenai kesehatan. Termasuk di dalamnya yaitu: informasi terkait layanan yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah keputusan kesehatan yang tepat sasaran.

5. Literasi Visual

Literasi visual yaitu kemampuan seseorang dalam menjelaskan, menguraikan, menjabarkan, menafsirkan, dan menegosiasikan makna yang terkandung dari suatu informasi berupa gambar, maupun informasi lainnya yang bersifat visual. Dalam definisi lain, literasi_visual juga bisa diartikan sebagai suatu kemampuan dasar seseorang dalam menginterpretasikan informasi berupa teks menjadi informasi visual dalam bentuk video, gambar, sketsa, ilustrasi, poster, grafik dan bentuk-bentuk informasi visual lainnya.

6. Literasi Digital Inklusif

Literasi Digital Inklusif merupakan bagian dari program Hackathon_Merdeka yang secara spesifik mengajarkan_literasi berbasis digital kepada para siswa Sekolah Menengah Pertama didaerah-daerah di seluruh wilayah Indonesia. Berhubung yang menjadi target pengajaran adalah para remaja, maka materi yang diajarkan pun tidak jauh-jauh dari konten yang masih berhubungan dengan hiburan, seperti : game.

7. Literasi_Saintifik

Literasi saintifik yaitu suatu kemampuan individu dalam menerapkan informasi sains, guna menyelesaikan beragam permasalahan yang sedang atau akan dihadapi. Seiring berjalannya waktu, literasi_saintifik kerap dipilih sebagai tujuan utama dari sebuah pendidikan sains. Hal ini dikarenakan, literasi_saintifik dianggap mampu mempersiapkan generasi saat ini untuk menghadapi beragam permasalahan di masa mendatang kelak.

8. Literasi Statistik

Literasi_statistik yaitu kemampuan seseorang dalam memahami statistik. Penguasaan literasi_statistik yang baik sangat diperlukan, terutama berperan penting dalam memahami materi yang dipublikasikan oleh pihak media.

 

Manfaat Literasi

Mengingat begitu banyak aspek yang dimasuki oleh literasi, tentu tidak bisa kita pungkiri ada begitu banyak pula manfaat yang bisa kita peroleh ketika kita menguasai dunia literasi dengan baik. Berikut di bawah ini adalah beberapa manfaat dari literasi.

1. Meningkatkan kualitas berbahasa dan kuantitas perbendaharaan kata.

2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Karena dengan banyak membaca, seseorang akan memiliki wawasan yang luas dan mampu mengsinkronisasikan antara ucapan lawan bicara dengan pusat informasi yang ia miliki.

3. Mampu meningkatkan fungsionalitas atau dayaguna otak. Semakin banyak seseorang membaca, maka secara umum kinerja, fungsi, atau dayaguna otak tersebut akan ikut berkembang dan memiliki kemampuan yang jauh lebih baik, dibandingkan dengan otak seseorang yang jarang membaca.

4. Mampu berpikir lebih objektif. Dengan penguasaan beragam informasi yang telah diyakini keabsahannya, seseorang seharusnya mampu berpikir lebih objektif dalam menentukan/memutuskan sesuatu.

5. Mampu meningkatkan kemampuan berbahasa seseorang. Sehingga merangkai kata dan menyusun tulisan bermakna bukan lagi menjadi hal yang sulit.

6. Mempertajam daya pikir, serta kemampuan analisis seseorang.

7. Mampu mengasah tingkat konsentrasi dengan sangat baik.

8. Meningkatkan kemampuan dalam memahami suatu informasi.

 

Tujuan Literasi

Sebagaimana yang telah kita jelaskan diatas, secara umum literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang, baik dalam hal membaca, menulis, berbicara, serta mengolah informasi yang melibatkan unsur-unsur dalam tatanan bahasa. Dari pengertian tersebut tentu kita dapat mengambil beberapa poin terkait dari tujuan literasi_tersebut. Berikut di bawah ini adalah beberapa tujuannya:

1. Meningkatkan kualitas serta kuantitas wawasan pengetahuan masyarakat, baik yang berasal dari kalangan pelajar maupun umum.

2. Memperbaiki manajemen waktu yang sebelumnya diisi dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, menjadi waktu yang lebih berkualitas dengan penambahan beragam informasi melalui proses membaca.

3. Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menarik sebuah kesimpulan saat memperoleh suatu informasi.

4. Membudayakan literasi_pada masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

5. Mengasah daya pikir menjadi lebih kritis, sehingga mampu memberikan penilaian yang objektif terhadap suatu tulisan.

6. Menanamkan adab, akhlak, etika dan moral yang baik di dalam diri masyarakat.

7. Membangun karakter positif di dalam diri seseorang, melalui beragam kegiatan literasi.

 

Prinsip-Prinsip Literasi

Kylene Beers , Ed.D adalah penulis buku terlaris When Kids Can’t Read/What Teachers Can Do , co-editor (with Bob Probst and Linda Rief ) of Adolescent Literacy: Turning Promise into Practice , dan co-author (with Bob Probst) of Notice and Note: Strategies for Close Reading dan Reading Nonfiction, Notice & Note Stances, Signposts, and Strategies. Menurut Kylene Beers , Ed.D, ada beberapa prinsip dalam pengembangan literasi_di sekolah. Berikut penjelasannya.

1. BERIMBANG

Salah satu prinsip yang harus dipegang ketika sekolah hendak mengembangkan literasi di lingkungannya adalah memahami betul bahwa setiap murid/siswa/pelajar tidaklah sama. Masing masing mereka memiliki kebutuhan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, sekolah harus mampu berimbang dalam menyajikan materi yang bersifat lebih variatif.

2. PENTINGNYA BAHASA LISAN

Prinsip lainnya adalah menyadari akan pentingnya bahasa lisan dalam pengembangan literasi_sekolah. Para siswa dituntut agar mampu berdiskusi secara terbuka membahas suatu topik, yang membuka celah munculnya perbedaan pendapat. Dengan munculnya beragam pendapat dalam sebuah diskusi terbuka, diharapkan siswa mampu beradaptasi dalam mengeluarkan sejumlah argumen/pendapatnya, serta melatih para siswa agar dapat berpikir lebih kritis.

3. BERLANGSUNG/DITERAPKAN DI SEMUA KURIKULUM

Kylene Beers , Ed.D berpendapat, apabila sekolah berniat mengembangkan literasi, maka sekolah harus mampu berprinsip untuk menerapkan program literasi_pada seluruh siswa dan tidak terbatas pada kurikulum tertentu saja. Itu artinya, program literasi_sekolah tersebut merupakan kewajiban seluruh perangkat sekolah, yakni mencakup seluruh guru dan semua bidang studi.

4. PENTINGNYA KEBERAGAMAN DI SEKOLAH

Menyadari dan memberi pemahaman akan keberagaman/perbedaan adalah suatu hal yang penting dalam pengembangan literasi sekolah. Keberagaman/perbedaan adalah suatu hal yang layak untuk dihargai, diapresiasi, serta dirayakan di setiap sekolah. Adapun salah satu langkah yang bisa sekolah ambil sebagai bentuk apresiasi mengenai keberagaman ini adalah dengan menyediakan beragam buku terkait kekayaan budaya Indonesia. Sehingga para pelajar dapat mengenal lebih jauh budaya bangsa, dan mampu berperan serta dalam melestarikannya.

 

Penutup Materi Seputar Literasi

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai literasi, mencakup pengertian, jenis, manfaat dan tujuan_literasi. Semoga dapat bermanfaat dan membantu para pembaca, khususnya para pelajar Indonesia dimana pun kalian berada. Tetap semangat belajar, raih cita-cita mulia, dan taklukan dunia dengan ilmu pengetahuan.

Share artikel ini di sosial mediamu sebagai bentuk dukungan pada kami agar berkembang lebih baik lagi

Author : Mantan Guru SDIT Alhanif Cilegon dan Madrasah Ibtidaiyah Jamilurrahman Assalafy

Partner : Contoh-Contoh.Com