Unsur-Unsur Seni Rupa dan Penjelasannya

Unsur-Unsur Seni Rupa – Seni Rupa adalah salah satu cabang ilmu seni yang membentuk sebuah karya yang dapat ditangkap oleh indra penglihatan dan dirasakan oleh indra peraba. Contoh-contoh karya yang termasuk ke dalam seni rupa, seperti: seni pahat, seni lukis, seni grafis, seni arsitektur, seni desain interior, kriya bambu, kriya kulit, desain grafis, dan seni-seni lainnya.

Seni Rupa dapat terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: seni rupa murni dan seni rupa terapan. Adapun yang dimaksud dengan seni rupa murni ialah sebuah karya seni yang menitikberatkan estetika dan keindahan di dalamnya. Sedangkan yang dimaksud dengan seni rupa terapan adalah sebuah suatu karya seni yang lebih menekankan fungsionalitas dan kegunaannya. Dalam aspek lain, yakni peninjauan seni rupa dari segi dimensi, seni rupa terbagi menjadi 2 juga, yaitu seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi.

Dalam sebuah karya seni rupa, keberadaan unsur-unsur seni rupa tentu menjadi sebuah faktor penting dalam menghasilkan karya yang baik dan sempurna.  Dengan adanya unsur seni rupa yang seimbang, sebuah karya juga akan terlihat lebih menarik dan dapat dinikmati serta diapresiasi oleh orang-orang.  Lalu apakah yang dimaksud dengan unsur-unsur seni rupa ? Unsur-Unsur seni rupa adalah unsur-unsur yang membentuk satu kesatuan, sehingga terlahirlah sebuah karya seni yang dapat dinikmati, serta diapresiasi bagi siapa saja yang melihat atau menyentuhnya.

 

Unsur-Unsur Seni Rupa

Secara garis besar, ada 8 unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur seni rupa tersebut antara lain ialah: titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur dan gelap terang. Lalu bagaimana penjelasan dari setiap unsur-unsur seni rupa tersebut? Dan bagaimanakah ciri-cirinya? Untuk lebih mengetahui secara detail mengenai unsur-unsur seni rupa, simak uraian selengkapnya di bawah ini. Berikut di bawah ini adalah penjelasan secara rinci mengenai unsur-unsur seni rupa, termasuk gambar, ciri dan contohnya.

1. Titik

unsur-unsur seni rupa
unsur-unsur seni rupa

Titik merupakan instrumen atau unsur seni rupa paling dasar, yang wajib diterkandung saat melakukan proses penghasilan sebuah karya seni rupa. Keberadaan titik sangatlah penting, sebab titik merupakan unsur terkecil dalam membentuk garis, bidang, atau pun bentuk. Maka tidak heran, bila dikatakan bahwa seluruh ide dari sebuah karya seni rupa selalu bermula dari sebuah titik.

 

2, Garis

Unsur-Unsur Seni Rupa
Unsur-Unsur Seni Rupa

Garis termasuk unsur seni rupa 2 dimensi, dan merupakan bentuk lanjutan dari dari unsur seni rupa titik. Unsur seni rupa garis memiliki bentuk atau dimensi memanjang, serta memiliki arah tertentu. Untuk jenis atau macamnya sendiri sangat bervariasi, mulai dari garis horizontal, vertikal, panjang dan pendek.

 

3. Bidang 

Unsur seni rupa bidang merupakan gabungan dari beberapa unsur atau instrumen garis, sehingga melahirkan bentuk yang memiliki beberapa sisi. Unsur bidang adalah dimensi kedua yang memiliki ukuran lebar, dan panjang. Adapun beberapa contoh dari instrumen bidang antara lain, seperti : persegi panjang, segi empat, segitiga, trapesium, dan lain lain.

 

4. Bentuk

unsur-unsur seni rupa

Bentuk adalah unsur seni rupa yang berperan penting sebagai instrumen yang membuat hasil dari karya seni rupa dapat terlihat lebih hidup dan menarik. Bentuk itu sendiri secara umum terbagi menjadi beberapa jenis atau kategori, seperti : balok, kubus, tabung, dan bentuk bentuk non geometris seperti hewan, manusia, dan alam.

 

5. Ruang

unsur-unsur seni rupa

Ruang adalah salah satu dari unsur-unsur seni rupa yang memiliki 2 sifat utama, yakni: semu dan nyata. Dalam sebuah hasil karya 2 dimensi, unsur seni rupa ruang bersifat semu atau tidak nyata karena hanya berupa penggambaran semata. Adapun pada hasil karya 3 dimensi, unsur seni rupa ruang memiliki sifat yang nyata dan dapat dirasakan langsung dengan perantara indera peraba.

 

6. Warna

unsur-unsur seni rupa

Unsur seni rupa ke 6 adalah warna. Dengan keberadaan unsur warna sebuah hasil karya seni rupa akan tambah lebih hidup, cerah dan ekspresif. Menurut teori seni rupa, terdapat beberapa pengelompokkan warna sebagai berikut:

  • Warna Primer : warna dasar yang tidak bisa dihasilkan dari proses pencampuran warna-warna lain. Misal: merah, kuning, dan biru.
  • Warna Tersier : warna-warna yang berasal dari proses pencampuran atau penggabungan warna-warna sekunder.
  • Warna Analogus : barisan warna yang posisinya berdampingan dengan di dalam lingkaran warna. Contoh: Oranye kemerah-merahan, atau kuning yang kehijau-hijauan.
  • Warna komplementer : Warna-warna kontras yang posisinya bersebrangan dalam lingkaran warna. Contoh: merah dengan hijau, kuning dengan ungu. Dan lain-lain.

 

7. Tekstur

unsur-unsur seni rupa

Tekstur adalah salah satu instrumen dari unsur seni rupa, yang termasuk ke dalam kategori unsur seni rupa 3 dimensi. Dalam cabang ilmu seni rupa, tekstur merupakan sifat atau kondisi permukaan dari sebuah karya seni rupa. Untuk jenisnya, tekstur dalam ilmu seni rupa terbagi menjadi 2, yaitu : nyata dan semu. Masing-masing karya seni rupa umumnya memiliki tekstur yang berbeda-beda dan khas sesuai dengan peruntukannya, meski tidak kita nafikan banyak terjadi kesamaan tekstur pada karya seni rupa.

 

8. Gelap dan Terang

Diposisi terakhir dalam daftar unsur seni rupa kali ini adalah gelap dan terang. Keberadaan unsur ini sangat bergantung dengan kondisi atau tingkat intensitas cahaya. Oleh sebab itu, semakin tinggi intensitas cahaya pada sebuah karya seni rupa, maka akan membuat “gelap” semakin berkurang, begitu pula sebaliknya. Di dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi, unsur seni rupa gelap dan terang dihasilkan melalui gradiensi dan pemilihan warna yang tepat.

Mungkin itu saja yang bisa kita hadirkan kali ini mengenai unsur-unsur seni rupa. Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi para pembaca. Dan jangan lupa, mari berkontribusi dalam pembangunan media edukasi kami dengan menshare artikel ini. Ingat, share itu gratis! Terima kasih.

Baca Juga : Cara Menggunakan WhatsApp Web