Pantun : Pengertian, Kaidah, Ciri, dan Jenisnya

pantun

 

Kembali lagi di Ilmu Pengetahuan ID. Sebagaimana judul yang kita lihat bersama, kali ini kita akan membahas mengenai pantun. Mulai dari pengertiannya, kaidah penulisan yang benar, ciri-cirinya, dan jenis-jenisnya. Semoga dengan materi ini, dapat membantu para siswa dimana pun berada dan dapat memberi secuil kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa. Langsung saja, simak selengkapnya di bawah ini. (Baca Juga : Pengertian Paragraf)

 

Pengertian

1. Pantun merupakan jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat baris dan memiliki sampiran, serta isi.
2. Pantun merupakan sebuah karya yang memiliki nilai pengajaran di dalamnya disamping memiliki bunyi yang indah.
3. Pantun adalah salah satu bentuk puisi melayu lama yang terdiri dari “isi” dan “sampiran” yang mempunyai rima a-b-a-b.
4. Pantun adalah sebuah karya yang di dalamnya mengandung nilai edukasi, sekaligus memiliki bunyi yang indah.

Penggunaan istilah “Pantun” itu sendiri sebenarnya berasal dari bahasa jawa kuno yaitu tuntun. Tuntun memiliki makna yaitu mengatur atau menyusun. Pada zaman dahulu, pantun biasa disampaikan dalam bentuk ucapan / lisan. Namun, seiring berkembangnya zaman, pantun biasa disampaikan dalam bentuk sebuah karya tulis. Materi mengenai pantun, biasa menjadi bahan yang diajarkan pada mata pelajaran sekolah baik itu tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, maupun Sekolah Menengah Atas. Umumnya, materi mengenai pantun yang diajarkan di sekolah-sekolah yaitu tentang kaidah teks pantun, bagaimana cara menganalisis teks pantun dengan benar, serta mengambil sebuah evaluasi dari teks pantun tersebut. Baca Juga : Contoh CV yang Baik

 

Kaidah Teks Pantun yang Benar

Kaidah kebahasaan atau yang biasa dikenal dengan sebutan unsur kebahasaan teks pantun, terdiri dari 4 poin utama, yaitu:
1. Diksi
Diksi merupakan proses atau langkah pemilihan kata yang tepat dalam membuat sebuah pantun. Kita bisa menganalisis sebuah teks pantun dan melihat pemilihan kata yang terdapat didalamnya. Setelah itu, kita bisa meniru atau menyusun sebuah pantun dengan lebih memerhatikan diksinya.

2. Imaji
Imaji adalah sebuah unsur di dalam pantun, yang berfungsi memberikan gambaran, sehingga pembaca atau pendengarnya dapat terbawa kedalam tujuan pantun tersebut.

3. Bahasa Kiasan
Bahasa Kiasan yaitu bahasa yang dipakai atau digunakan untuk menyampaikan sebuah makna secara tidak langsung.

4. Bunyi
Yang dimaksud dengan bunyi disini ialah tentang cara kita melafalkan sebuah pantun, yaitu dengan menggunakan intonasi yang tepat serta penekanan kata yang pas.

Baca Juga : Kata Kerja : Pengertian, dan Macam-Macamnya

 

Ciri-Ciri Pantun

Jenis puisi lama atau dalam hal ini yaitu pantun, berasal dari kata “patuntun” yang maknanya adalah mengatur atau menyusun. Sehingga, pada hakikatnya sebuah pantun diharapkan dapat memberikan suatu tuntunan, yang dapat mengatur atau menyusun kehidupan, menjadi lebih baik bagi siapapun yang mendengar atau pun membacanya. Berikut di bawah ini merupakan ciri-ciri pantun.

1. Tiap Baitnya Terdiri dari 4 Baris

Jika di dalam sebuah prosa kita mengenal yang namanya paragraf untuk setiap rangkaian kalimat, di dalam sebuah puisi atau pantun rangkaian kalimat tersebut biasa disebut dengan bait. Tiap bait dari puisi atau pantun umumnya berisi untaian kata yang berisikan satu gagasan dan biasanya memiliki ciri khas tersendiri tergantung dari jenis puisinya. Khusus untuk jenis pantun atau puisi lama, biasanya memiliki ciri khas yang kuat, dimana setiap bait dari pantun selalu terdiri dari 4 baris. Barisan kata-kata pada sebuah pantun disebut dengan larik.

2. Delapan – Dua Belas Suku Kata Pada Setiap Barisnya

Awalnya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan melalui ucapan atau lisan. Oleh sebab itu, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun dirancang agar tetap padat makna. Berangkat dari alasan inilah, mengapa tiap baris pantun pada umumnya terdiri dari 8—12 suku kata.

3. Memiliki Sampiran dan Isi

Salah satu ciri khas pantun yang membuatnya begitu mudah diingat adalah memiliki beragam bentuk pengantar, mulai dari yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar pantun tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, melainkan, menjabarkan tentang peristiswa atau kebiasaan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang biasa dikenal dengan sebutan sampiran. Terkait masalah penempatan sampiran di dalam pantun, biasanya selalu berada di baris pertama dan kedua. Selanjutnya, isi pantun menyusul di posisi baris ke-3 sampai ke-4.

4. Berima a-b-a-b

Rima atau yang biasa disebut dengan sajak merupakan kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama, yakni: pantun, sangat kental akan rima. Sangking kuatnya ciri khas rima dalam sebuah pantun, biasanya sebuah pantun memiliki rima yang hampir tidak pernah diabaikan, yaitu rima  a-b-a-b. Adapun yang dimaksud dengan rima a-b-a-b yaitu ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan baris ketiga pantun dan baris kedua pantun dengan baris keempatnya.

 

Jenis-Jenis Pantun

1. Pantun Nasehat, yaitu pantun yang dibuat untuk memberikan himbauan atau anjuran kepada seseorang ataupun masyarakat umum.

2. Pantun Jenaka, yaitu pantun yang memiliki kandungan atau isi yang lucu dan menarik, dengan tujuan untuk memberikan hiburan kepada orang yang mendengar ataupun siapapun yang membacanya.

3. Pantun Agama, yaitu pantun yang memiliki kandungan isi, terkait mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuan utama dari jenis pantun ini yaitu; memberikan pesan moral, sekaligus didikan kepada para pendengar atau pun para pembacanya.

4. Pantun Teka Teki, yaitu jenis pantun yang bertujuan untuk memberikan hiburan, dengan ciri khas pertanyaan pada setiap akhir lariknya.

5. Pantun Berkasih-kasihan, Jenis pantun ini umumnya tenar ditengah kalangan pemuda-pemudi melayu. Dan biasa digunakan sebagai bentuk ungkapan perasaan kasih, cinta, dan sayang kepada pasangan atau orang yang disukainya.

6. Pantun Anak, yaitu bentuk pantun yang mengandung isi pembahasan ringan dan menyenangkan bagi anak, dengan tujuan memberikan didikan moral, sekaligus hiburan dan mengakrabkan sang anak dengan dunia pantun.

Demikian pembahasan kita kali ini, semoga dapat bermanfaat dan menambah khazanah keilmuwan kita seputar dunia pantun. Terlebih khusus, semoga tulisan ini berguna bagi para pelajar dimana pun kalian berada, semoga sukses dengan segala impian dan cita-cita baikmu. Terima kasih atas perhatiannya, dan tidak henti-hentinya kami mengingatkan, mari bantu pengembangan media edukasi ini dengan membagikan postingan ini ke teman-teman kalian di sosial media. Karena satu share dari kalian, sangat berarti bagi kami. Ingat, share itu gratis. Terima kasih!

Baca Juga : Majas : Pengertian, Macam, dan Contohnya

Baca Juga : Konjungsi, pengertian dan Macamnya