Kalimat : Pengertian, Unsur, Macam, dan Fungsinya

kalimat

Kalimat

Masih di situs Ilmu Pengetahuan ID. Beberapa hari yang lalu kita baru saja membahas materi bahasa Indonesia terkait contoh peribahasa dan artinya lengkap. Adapun pada kesempatan kali ini, Author akan mencoba untuk menguraikan pembahasan mengenai kalimat kepada para pembaca sekalian dimana pun berada. Terlebih khusus kepada para pelajar Indonesia, semoga segala niat baik kalian dapat berjalan dengan lancar, Aamiin!

Langsung saja, mari kita simak penjelasan selengkapnya mengenai_kalimat, mulai dari pengertian, unsur, macam, serta fungsinya.

 

Pengertian Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa berupa rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan mengandung arti yang dapat difahami. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang berfungsi menyampaikan isi pikiran, baik melalui lisan maupun tulisan. Kalimat_dalam bentuk lisan, biasanya diucapkan dengan suara naik turun, keras dan lembut, memiliki jeda, dan diakhiri dengan aksen / intonasi “berhenti“. Adapun kalimat dalam bentuk tulisan berhuruf latin, biasanya dimulai dengan huruf kapital (huruf besar) dan diakhiri dengan tanda titik (.) apabila kalimat_tersebut dalam bentuk kalimat_berita atau yang bersifat informatif. Sedangkan untuk kalimat_yang bersifat pertanyaan, maka di akhiri dengan tanda tanya (?), dan kalimat_yang bersifat perintah diakhiri dengan tanda seru (!).

 

Unsur-Unsur Kalimat

Unsur kalimat merupakan fungsi sintaksis yang biasa dikenal dengan istilah jabatan kata atau peran kata. Di dalam bahasa Indonesia, unsur yang membangun sebuah kalimat_sempurna setidaknya terdiri dari dua unsur, yaitu : Subjek (S), dan Predikat (P). Adapun unsur – unsur lainnya adalah Objek (O), pelengkap (Pel), dan Keterangan (Ket). Ketiga unsur ini, yakni: objek, pelengkap dan keterangan, tidak wajib hadir dalam sebuah_kalimat. Berikut di bawah ini adalah uraian unsur-unsur_kalimat di dalam bahasa Indonesia.

1. Subjek (S)

Subjek (S) adalah unsur kalimat yang mengarah kepada pelaku, sosok, tokoh, sesuatu hal, atau permasalah yang menjadi pokok pembicaraan. Sebagian besar subjek diisi oleh kata benda/frasa nominal, kata kerja /frasa verbal, termasuk klausa. Subjek dalam sebuah kalimat_dapat kita temukan dengan rumus pertanyaan “apa” atau “siapa“.
ContohAndi sedang makan nasi. (Temukan subjek dengan melempar pertanyaan “Siapa” yang makan nasi?). Jawabannya : Andi. Maka Andi adalah subjeknya.

2. Predikat

Predikat (P) adalah unsur kalimat yang menginformasikan perbuatan (aksi) subjek di dalam suatu_kalimat. Predikat dapat berupa kata atau frasa, namun sebagian besar berkelas verbal atau adjektiva. Akan tetapi, dalam beberapa kondisi predikat juga bisa berbentuk numeral, nominal, atau frasa nominal. Dalam bahasa Indonesia, predikat biasanya terletak setelah subjek. Kita dapat menemukan predikat di dalam sebuah kalimat_dengan menggunakan rumus pertanyaan: bagaimana, sedang apa, kenapa, diapakan
Contoh: Mama
sedang memasak di dapur. (Temukan predikat dengan melempar pertanyaan seperti diatas, misal: sedang apa). Jadi seperti ini, Sedang apa Mama? Jawabannya: Memasak. Maka Memasak adalah predikat di dalam kalimat_tersebut.

3. Objek

Objek adalah unsur kalimat yang berperan melengkapi Predikat (P). Objek biasanya ditempati oleh nomina, frasa nominal atau klausa. Dalam_kalimat yang menggunakan verba transitif, letak Objek selalu berada di belakang Predikat. Secara umum, objek adalah unsur di dalam kalimat_yang dikenai perbuatan oleh subjek.
ContohAndi membaca buku biologi.
Dalam_kalimat contoh diatas, yang dikenai perbuatan oleh subjek adalah buku biologi.

4. Pelengkap

Pelengkap (Pel) atau biasa disebut dengan istilah komplemen adalah unsur kalimat yang melengkapi Predikat. Biasanya Pelengkap terletak di belakang Predikat yang berupa verbal. Posisi ini juga bisa ditempati oleh Objek. Pelengkap tidak dapat diubah menjadi subjek, dan dapat berupa nomina, frasa, ataupun klausa.
ContohAndi mengajarkan Budi Pelajaran Matematika
Dalam kalimat_contoh barusan, Andi sebagai subjek, Mengajarkan sebagai predikat, budi sebagai objek, dan Pelajaran Matematika sebagai Pelengkap.

5. Keterangan

Keterangan merupakan unsur_kalimat yang berfungsi menjelaskan Pelengkap dan klausa dalam sebuah kalimat lengkap. Keterangan biasanya diisi oleh adverbial, frasa nominal, frasa proposisional, ataupun klausa. Keterangan bisa kita letakkan dimana pun, baik itu di awal, di tengah, ataupun di akhir_kalimat.
ContohAbdul membaca Alquran kemarin malam
Dalam kalimat_contoh barusan, kemarin malam adalah keterangannya.

 

Macam-Macam Kalimat

Kalimat adalah gabungan dari beberapa kata yang mengandung sebuah makna dan ditandai dengan intonasi akhir. Berdasarkan peninjauannya, terdapat beberapa macam bentuk_kalimat, dan berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. BERDASARKAN NILAI INFORMASINYA

a. Kalimat berita, yaitu bentuk_kalimat yang mengandung sebuah informasi, berita atau peristiwa yang perlu diketahui orang, baik itu untuk diri sendiri, atau pun orang lain.
Contoh : Pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM

b. Kalimat Tanya, yaitu bentuk_kalimat yang sebenarnya belum utuh, sebab masih membutuhkan jawaban yang merupakan bagian dari kalimat_yang tersebut.
ContohKapan kamu berangkat ke sini?

c. Kalimat perintah, yaitu bentuk kalimat yang menyatakan perintah atau suruhan. Kalimat_perintah ini terbagi ke dalam 6 jenis, yakni : kalimat_perintah suruhan, permintaan, larangan, ajakan, pengandaian, dan harapan.
Contoh :
> Ambilkan segelas air di dapur (suruhan)!
> Mohon datang ke kantor pusat untuk mengkonfirmasi hadiahnya (permintaan)!
> Jangan masuk ke dalam ruangan ini! (larangan)
> Mari tegakkan sholat! (ajakan)

d. kalimat seru, yaitu kalimat_yang bermakna seruan dari si pembicara kepada pihak yang lain. Kalimat_seru ini biasa ditandai dengan adanya kosa kata seru, seperti: ah, amboi, bukan main, hai, halo, huh, hus, wah, wow, dan sebagainya.
ContohHai, boleh kenalan tidak?

2. BERDASARKAN DIATHESIS KALIMAT

a. Kalimat aktif, yaitu bentuk_kalimat dimana subjeknya melakukan pekerjaan yang mengenai langsung terhadap objeknya. Contoh : Budi memukul Andi.
b. Kalimat_pasif, yaitu bentuk kalimat_dimana subjek dari kalimat_tersebut yang menjadi objeknya. Contoh : Budi dipukul Andi.

3. BERDASARKAN URUTAN KATA

a. Kalimat_normal, yakni : subyek mendahului predikat.
b. Kalimat inverse, yakni : prediakat mendahului obyek.

 

Fungsi Kalimat

Berikut di bawah ini adalah beberapa fungsi utama dari kalimat;

  • Untuk bertanya kepada orang lain tentang sesuatu.
  • Untuk melarang ataupun meminta seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki si pembicara.
  • Untuk menyampaikan informasi atau berita mengenai sesuatu hal.
  • Untuk mendapatkan informasi mengenai sesuatu.

 

Penutup Materi Kalimat

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai kalimat, mulai dari pengertian, unsur, macam serta fungsinya. Semoga dapat bermanfaat bagi para pelajar dimana pun berada. Tetap semangat belajar, raih cita-cita mulia, dan taklukan dunia dengan ilmu pengetahuan.

Bantu share artikel ini di sosmedmu, agar media edukasi ini dapat berkembang lebih baik lagi

Author : Mantan Guru SDIT Alhanif Cilegon dan Madrasah Ibtidaiyah Jalurrahman Assalafy, Wirokerten, Bantul, Yogyakarta.

Partner : Contoh-Contoh.Com