Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Kalimat Utama
Kalimat Utama

Kalimat Utama

Kalimat Utama -Kembali lagi di situs ilmu pengetahuan ID. Seperti judul yang sudah kita lihat bersama, rubrik atau kategori bahasa kali ini akan menguraikan materi terkait kalimat_utama. Mulai dari pengertian kalimat_utama, letak kalimat_utama, contoh, paragraf induktif, paragraf deduktif, paragraf campuran, kalimat penjelas, dan lainnya.

Sebagaimana yang telah kita jelaskan sebelumnya. Kalimat adalah satuan bahasa berupa rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan mengandung arti yang dapat difahami. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang berfungsi menyampaikan isi pikiran, baik melalui lisan maupun tulisan.

Secara umum, dalam sebuah paragraf hanya terdapat satu buah kalimat utama. Adapun kalimat lainnya di dalam sebuah paragraf cenderung berfungsi sebagai pendukung / penjelas dari kalimat_utama. Untuk penjelasan lebih lanjut, langsung saja cermati uraian kita di bawah ini.

Baca Juga : Pengertian Paragraf dan Alinea

 

Pengertian_Kalimat Utama

Kalimat utama adalah suatu kalimat yang mengandung pokok pikiran utama dan menjadi landasan dalam mengembangkan paragraf. Biasanya, kalimat_utama cenderung bersifat umum dan mencakup keseluruhan isi dari suatu paragraf. Kalimat_utama tidak selalu terletak di awal paragraf, sebab gagasan utama dari suatu paragraf juga bisa terletak di bagian akhir paragraf atau pun ditengahnya. Dalam keadaan tertentu, kalimat_utama juga bisa muncul bersamaan di awal dan akhir paragraf. Kalimat_utama biasa disebut dengan istilah kalimat topik. Hal tersebutlah yang membuat, mengapa kalimat_utama menjadi dasar dalam pengembangan paragraf.

 

Ciri-Ciri Kalimat Utama Adalah :

Berikut ini ada beberapa ciri-ciri kalimat_utama yaitu:

1. Kalimat utama memiliki arti serta makna yang jelas.
2. Dapat berdiri sendiri dan tidak membutuhkan kata sambung (konjungsi), baik antar kalimat ataupun intra kalimat.
3. Umumnya, kalimat_utama terletak di awal paragraf (Deduktif)
4. Dalam sebagian keadaan, kalimat_utama dapat terletak di bagian akhir paragraf (Induktif). Dan kita bisa mendeteksinya dengan menemukan kosa kata “Dengan demikian” atau “Jadi” dari paragraf tersebut.
5. Kalimat_utama cenderung bersifat umum, dan dapat dikembangkan lebih luas dengan beberapa penafsiran.

 

Contoh_Kalimat Utama Adalah

Gagasan Utama / Ide Pokok : “Abdul Sholeh”
Bentuk kalimat utamanya: Abdul adalah anak yang sholeh
Bentuk kalimat penjelasan: Dia senantiasa menjaga sholat lima waktu, dan membaca Alquran di malam hari selepas sholat maghrib. Terkadang ia pergi ke kajian untuk menyimak dan mengambil faedah dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bentuk paragraf yang dihasilkan: Abdul adalah anak yang sholeh. Dia senantiasa menjaga sholat lima waktu, dan membaca Alquran di malam hari selepas sholat maghrib. Terkadang ia juga pergi ke kajian untuk menyimak dan mengambil faedah dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Kalimat Penjelas

Kalimat penjelas adalah uraian kata yang membentuk sebuah kalimat, yang mengandung penjelasan mengenai gagasan/ide yang terdapat di dalam kalimat_utama. Berbeda dengan kalimat utama yang bersifat umum. Kalimat penjelas umumnya cenderung bersifat khusus, dan memiliki uraian yang jauh lebih detail terkait gagasan atau ide pokok dari kalimat_utama dalam sebuah paragraf.

Adapun ciri-ciri dari kalimat penjelas antara lain sebagai berikut:
1. 
Bersifat melengkapi serta memperjelas gagasan pokok dari kalimat utama di dalam sebuah paragraf.
2. Bersifat menguraikan atau mendeskripsikan topik menjadi lebih mudah dipahami.
3. Membutuhkan kata penghubung agar terciptanya koherensi kalimat yang sempurna dan mudah dimengerti.
4. Kalimat tidak dapat berdiri sendiri.

 

Cara Mengetahui Letak Kalimat Utama Dalam Sebuah Paragraf

Salah satu hal penting dalam ilmu bahasa Indonesia adalah mengetahui letak kalimat utama dari sebuah paragraf. Hal ini menjadi penting, sebab dengan mengetahui posisi atau letak kalimat_utama di dalam sebuah paragraf, kita akan lebih mudah dalam menentukan jenis paragraf tersebut. Sejauh ini, ada tiga posisi penempatan kalimat_utama di dalam sebuah. Cermati uraian berikut.

1. Penempatan Kalimat Utama Di Awal Paragraf (Deduktif)

Paragraf Deduktif adalah suatu paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Strukturnya seperti di bawah ini.

  • Kalimat Utama (Umum)
  • Kalimat Penjelasan (Khusus)
  • Kalimat Penjelasan (Khusus)

Contohnya_kalimat utama di dalam paragraf deduktif:
“(1)Abdul adalah anak yang sholeh. (2)Dia senantiasa menjaga sholat lima waktu, dan membaca Alquran di malam hari selepas sholat maghrib. (3)Terkadang ia juga pergi ke kajian untuk menyimak dan mengambil faedah dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Penempatan Kalimat Utama Di Akhir Paragraf (Induktif)

Paragraf Induktif adalah jenis paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Strukturnya seperti di bawah ini.

  • Kalimat Penjelas (Khusus)
  • Kalimat Penjelas (Khusus)
  • Kalimat Utama (Umum)

Contoh_Kalimat Utama Di Dalam Paragraf Induktif:
(1)Setiap yang berlebihan tidak akan pernah berdampak baik. (2)Termasuk dalam hal mengkonsumsi makanan, jika tubuh terlalu banyak mengasup makanan, justru akan memberi dampak buruk pada kesehatan tubuh. (3)Jadi, konsumsilah Makanan secukupnya.

3. Penempatan Kalimat_Utama Di Awal dan Di Akhir Paragraf (Paragraf Campuran)

Paragraf campuran adalah jenis paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf. Berikut struktur kalimat di dalam paragraf campuran.

  • Kalimat_Utama (Umum)
  • Kalimat Penjelas (khusus)
  • Kalimat penjelas (khusus)
  • Kalimat Utama (Umum)

Contoh_kalimat utama di dalam paragraf campuran :
(1)Malas mengkonsumsi sayuran tidak baik untuk kesehatan. (2)Kita akan mudah terserang penyakit anemia karena kekurangan zat besi dan vitamin B12. (3)Apabila penyakit tersebut semakin parah dan kronis, tentu akan mengganggu aktivitas sehari-hari. (4)Jadi, mari kita biasakan mengkonsumsi sayuran setiap hari.

 

Penutup Materi Kalimat Utama

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai kalimat utama. Semoga bermanfaat buat para pembaca, khususnya para pelajar Indonesia dimana pun kalian berada. Tetap semangat menuntut ilmu, raih cita-cita mulia, dan taklukan dunia dengan ilmu pengetahuan!

Bagikan artikel ini ke sosial mediamu sebagai bentuk kontribusi dalam mengembangkan media edukasi kami 🙂

Author : Mantan Guru SDIT Alhanif Cilegon Banten, dan Madrasah Ibtidaiyah Jamilurrahman Assalafy, Wirokerten, Bantul, Yogyakarta, Indonesia.

Partner : Contoh-Contoh.Com