Ilmu Pengetahuan : Definisi, Fungsi, dan Cirinya

 

Ilmu Pengetahuan

Selamat datang didalam situs Ilmu Pengetahuan. Disini anda akan mendapatkan beragam artikel terkait ilmu pengetahuan seputar negara, alam, umum, sosial, flora, fauna, geografi, ekonomi, dan kesehatan. Selamat membaca dan menikmati hidup dengan menjadi orang yang cerdas.

 

Definisi Ilmu Pengetahuan

Mengenai Defisini Ilmu Pengetahuan, sebenarnya sangat relatif tergantung siapa yang menafsirkan arti dari ilmu pengetahuan tersebut. Bila penafsiran makna ilmu pengetahuan kita serahkan pada praktisi atau ahli yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas, maka penjabaran arti dari ilmu pengetahuan itu sendiri tentu akan meluas dan dapat mencakup hampir semua sendi keilmuan. Namun bila kita menyerahkan penafsiran ilmu tersebut pada individu yang memiliki keterbatasan ilmu (dalam arti minim) tentu penjelasannya tidak akan mendetail dan mungkin hanya dasar dasarnya saja.

Oleh karena, penting bagi kita dalam memilih rujukan, siapa yang akan mendefinisikan makna yang terkandung di dalam kata “ilmu pengetahuan”. Jadi, bila kami memang harus mendefinisikan makna dari Ilmu Pengetahuan, maka ilmu pengetahuan adalah suatu informasi yang telah melalui tahapan proses, serta telah terorganisir, agar dapat memperoleh sebuah pemahaman, pembelajaran dan pengalaman. Dimana informasi dari pembelajaran, pemahaman, dan pengalaman tersebut, dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan beragam permasalahan tertentu.

 

Fungsi Ilmu Pengetahuan

Tentu ada banyak sekali fungsi dari ilmu pengetahuan, dan tidak terbatas pada satu hal saja. Terlebih lagi, setiap cabang ilmu pengetahuan umumnya akan memiliki fungsi yang berbeda beda antara satu sama lain. Namun, bila dinilai secara umum, fungsi ilmu pengetahuan dapat kita rangkum menjadi beberapa poin seperti di bawah ini.

1. Ilmu pengetahuan berfungsi menanamkan keyakinan di dalam diri seseorang.

2. Ilmu pengetahuan dapat merusak serta mengacaukan suatu hal keyakinan yang telah lama ada dalam benak seseorang

3. Ilmu pengetahuan berfungsi sebagai informasi dalam membuka beragam cabang ilmu pengetahuan lainnya, sekaligus data penunjang untuk menemukan penemuan baru.

4. ilmu pengetahuann berfungsi untuk mengembangkan teknologi baru, memecahkan beragam masalah praktis, dan membuat keputusan secara tepat serta akurat.

 

Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan

Arti “Ilmu” Secara Bahasa

Penggalan kata “Ilmu” dalam kalimat Ilmu Pengetahuann berasal dari mufrodats (kosa kata) bahasa arab = علم (dibaca : ‘Alima) yang berarti Mengetahui. Kemudian kosa kata ini pun diserap kedalam bahasa indonesia menjadi kosa kata Ilmu.  Ilmu sendiri bisa bermakna mengetahui, atau memahami suatu hal.

 

CIRI CIRI ILMU PENGETAHUAN

Sedikit berbeda dengan makna atau arti yang terkandung di dalam kata Pengetahuan, definisi ilmu jauh lebih spesifik dan bersifat ilmiah, serta didasari aspek aspek penting yang membuat sesuatu tersebut layak disebut sebagai ilmu. Berikut di bawah ini beberapa poin penting yang harus dipenuhi, agar sesuatu tersebut dapat dikategorikan ke dalam cabang ilmu.

1. Harus Objektif
Sesuatu dapat dikatakan sebagai ilmu apabila memiliki objek kajian atau penelitian yang terdiri dari satu jenis masalah, serta memiliki sifat  hakikat yang sama, dan dapat terlihat dari luar maupun dari dalam. Sesuatu bisa dikatakan sebagai ilmu, bila objeknya jelas keberadaannya alias ADA, atau objek tersebut bisa menjadi ada dengan melalui tahap pengujian (contohnya : angin) tidak terlihat ada, namun dapat dibuktikan keberadaannya. Dan saat menguji, mengkaji, atau meneliti objek, maka yang dicari adalah kebenarannya. Maksudnya adalah proses penyelarasan antara Pengetahuan dengan Objek. Oleh sebab itulah kita mengenal istilah Kebenaran Objektif, bukan Kebenaran Subjektif.

2. Bersifat Metodis
Maksudnya adalah sebelum menetapkan sesuatu sebagai bentuk dari ILMU, selayaknya kita memeriksa, apakah telah dilakukan beragam bentuk upaya, atau cara untuk meminimalisir terjadi penyimpangan atau penyelewengan saat mencari kebenaran. Dan salah satu bentuk konsekuensi dari upaya yang kita maksudkan diatas adalah kita harus memiliki sebuah cara atau metode tertentu yang bisa menjamin kepastian akan kebenaran suatu ilmu. Oleh karenanya, sebuah ilmu hanya dapat dikatakan ilmu bila memiliki sebuah fondasi yang bersifat metodis.

3. Bersifat Sistematis
Sesuatu dapat dikategorikan kedalam ILMU bila bersifat sistematis. Maksudnya adalah ILMU harus dapat dijelaskan secara rinci, terurai, dan dapat dirumuskan secara logis dan memiliki keteraturan. Sehingga, masing masing unsur (rinci, teratur,terurai,logis) dapat membentuk suatu sistem yang bersifat utuh, terpadu, serta mampu dijelaskan dalam tinjauan sebab akibat.

 

Cabang Cabang Ilmu Pengetahuan Secara Umum

Ilmu Alam
Ilmu Sosial
Ilmu Terapan

 

Pembagian Secara Rinci Cabang Ilmu Pengetahuan (Sumber: Wikipedia)

Ilmu Pengetahuan Alam

Fisika
Akustik
Astrodinamika
Astrofisika
Astronomi
Biofisika
Fisika Atom, Molekul, dan Optik
Fisika bahan padat
Fisika komputasi
Dinamika
Dinamika fluida
Dinamika kendaraan
Fisika bahan
Fisika matematis
Fisika nuklir
Fisika partikel (atau fisika energi tinggi)
Fisika plasma
Fisika polimer
Kriogenik
Mekanika
Optik

Biologi
Anatomi
Antropologi fisik
Astrobiologi
Biokimia
Biofisika
Bioinformatika
Biologi air tawar
Biologi sel
Biologi struktur
Biologi molekul
Biologi pertumbuhan
Biologi pertumbuhan evolusioner (“Evo-devo” atau Evolusi pertumbuhan)
Biologi laut
Botani
Ekologi
Entomologi
Epidemiologi
Evolusi (Biologi evolusioner)
Fikologi (Algologi)
Filogeni
Fisiologi
Genetika (Genetika populasi, Genomika, Proteomika)
Histologi
Ilmu kesehatan (Farmakologi, Hematologi, Imunoserologi, Kedokteran, Kedokteran gigi, Kedokteran hewan, Onkologi (ilmu kanker), Toksikologi)
Ilmu saraf
Imunologi
Kladistika
Mikrobiologi
Morfologi
Ontogeni
Patologi
Sitologi
Taksonomi
Virologi
Zoologi

Ilmu Bumi
Geodesi
Geografi
Geologi
Limnologi
Meteorologi
Oseanografi
Paleontologi
Seismologi

Ilmu Kimia
Biokimia
Elektrokimia
Ilmu bahan
Kimia analitik
Kimia anorganik
Kimia fisik
Kimia komputasi
Kimia kuantum
Kimia organik
Spektroskopi
Stereokimia
Termokimia
Metode Penelitian Komunikasi

 

Ilmu Pengetahuan Sosial

Antropologi
Arkeologi
Ekonomi
Ilmu politik
Linguistik (Ilmu bahasa)
Psikologi
Analisis perilaku
Biopsikologi
Neuropsikologi
Psikofisika
Psikometri
Psikologi eksperimen
Psikologi forensik
Psikologi humanis
Psikologi industri dan organisasi
Psikologi kepribadian
Psikologi kesehatan
Psikologi klinis
Psikologi kognitif
Psikologi pendidikan
Psikologi pertumbuhan
Psikologi sensasi dan persepsi
Psikologi sosial
Sosiologi
Hukum

 

Ilmu Terapan

Ilmu Komputer Dan Informatika
Ilmu komputer
Ilmu kognitif
Informatika
Cybernetics
Systemics
Ilmu Rekayasa
Ilmu biomedik
Ilmu pertanian
Rekayasa listrik
Rekayasa pertanian

 

Penjelasan Pembagian Cabang Ilmu

A. Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebuah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan cabang ilmu yang merujuk pada ilmu serta objek objek alam seperti benda benda alam,beragam hukum alam yang pasti, dan hal hal umum disekitar lingkungan kita yang termasuk bagian dari alam, dimana pun dan kapan pun. Orang orang yang menggeluti cabang ilmu ini biasa disebut dengan Saintis

Eksistensi Ilmu Pengetahuan Alam
Seiring perkembangan zaman, beragam jenis ilmu di sekitar kita pun juga ikut berkembang semakin pesat. Dan tentunya, kondisi ini bisa berarti baik bagi kelangsungan hidup manusia, namun tidak menutup kemungkinan perkembangan ilmu pengetahuan justru bertambah buruk bagi manusia dalam hal hal tertentu. Terkait eksistensi atau kedudukan Ilmu alam, perlu diketahui, pada dasarnya beragam cabang ilmu pengetahuan saat ini bersumber dari 2 cabang ilmu pengetahuan, yaitu : Ilmu pengetahuan Alam yang dikenal dengan the natural sciences, dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang dikenal dengan the social sciences.

Ilmu Pengetahuan Alam adalah sebuah pokok ilmu yang mempelajari seputar zat yang membentuk atau menyusun alam semesta makhluk hidup, serta mempelajari seluk beluk makhluk hidup yang berada di dalam alam semesta. Dalam pendidikan sekolah dasar, ilmu ini telah diajarkan dengan tingkat pembahasan yang belum mendalam (basic), dan umumnya dibagi ke dalam beberapa disiplin ilmu seperti : kimia, fisika, dan biologi.

B. Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial ialah sekelompok disiplin ilmu yang mempelajari beragam aspek, yang berkaitan dengan manusia dan lingkungan sosial disekitarnya. Ilmu ini berbeda dengan cabang ilmu seni atau humaniora. Sebab, dalam ilmu pengetahuan sosial, baik penjelasan, maupun pengaplikasian lebih menekankan pada penggunaan cara atau metode ilmiah saat mempelajari manusia, termasuk di dalamnya yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Sederhananya, Ilmu ini sangat erat kaitannya dengan perilaku dan interaksi manusia, baik saat ini maupun perilaku dan interaksi manusia pada masa lampau. Umumnya, cabang disiplin ilmu sosial yang diajarkan di bangku sekolah dasar di Indonesia (SD – SMP) adalah sejarah, dan ekonomi.

C. Ilmu Terapan
Pengertian Ilmu Terapan adalah suatu bentuk penerapan dari beberapa cabang disiplin ilmu, seperti : matematika, kimia, fisika, atau biologi, yang bertujuan memberikan solusi (penyelesaian) terhadap permasalahan praktis yang terjadi disekitar kita.

 

Ilmu di Dalam Islam

Dalam tinjauan Islam, pedefinisian ilmu tentu tidak sama dengan pendefinisian ilmu menurut sains duniawi. Ilmu menurut Islam, umumnya lebih cenderung kepada hal hal yang bersifat ukhrowi / akhirat. Lebih kepada kandungan ayat ayat Alquran, riwayat riwayat hadits, perkataan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan perkataan para ulama terdahulu. Ilmu dalam tinjauan islam erat kaitannya dengan beragam unsur keagamaan. Jadi, yang dimaksud dengan ilmu dalam pandangan Islam lebih kepada makna ilmu pengetahuan syar’i, bukan ilmu duniawi. Namun, semua kembali bagaimana kita menempatkan pembicaraan saat berkomunikasi. Berikut dibawah ini adalah beberapa fungsi / manfaat ilmu menurut tinjauan syar’i.

1. Memahami Tujuan Penciptaan Makhluk
Ilmu syar’i akan menjadikan seseorang lebih mengenal dan mengetahui hakikat serta tujuan penciptaan segala sesuatu yang ada di dunia ini. Contohnya ialah; Apabila seseorang tidak mengetahui dan memahami ilmu syari dengan benar, maka akan sulit baginya untuk memahami tujuan dari penciptaan manusia di alam semesta ini. Namun berbeda cerita, bila seseorang memiliki ilmu syar’i, maka ia akan memahami, bahwa tujuan sebenarnya dari penciptaan manusia adalah untuk beribadah hanya kepada Allah semata.

2. Mengangkat Derajat Orang Orang Yang Berilmu
Manfaat Ilmu tidak hanya mencerdaskan umat manusia semata, lebih daripada itu, khususnya ilmu syari, akan meninggikan derajat dan memuliakan seseorang yang menguasai ilmu syar’i tersebut, baik di mata manusia, maupun di mata Sang Pencipta. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan didalam Alquran: “Allah akan mengangkat derajat orang orang yang beriman diantara kalian, dan orang orang yang diberikan ilmu (syari). (QS: Al-Mujadalah ayat 11).

3. Mengajarkan Manusia Agar Lebih Pandai Dalam Bersyukur
Salah satu manfaat dari ilmu syari adalah meningkatkan serta membangkitkan kesadaran di dalam diri seseorang agar lebih bersikap religius, dan lebih banyak bersyukur dalam menyikapi beraneka problem kehidupan. Ilmu syari akan mengingatkan manusia akan ayat ayat Allah, hadits hadits baginda Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa telah begitu banyak nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan kepada kita, namun kebanyakan kita lalai untuk mensyukurinya.

 

4 Pintu / Cara Mendapatkan Ilmu

1. Menggunakan Akal
Maksud dari menggunakan akal adalah memanfaatkan akal sebagai media berfikir untuk mengetahui hakikat dari suatu hal tertentu yang ingin kita ketahui kebenarannya.

2. Menggunakan Imajinasi
Untuk mendapatkan ilmu , terkadang kita bisa menggunakan imajinasi di dalam diri kita untuk meraba, mengira atau mentaksir sesuatu. Dimana imajinasi tersebut, (mungkin) dapat di aplikasikan melalui dukungan beberapa cabang disiplin ilmu.

3. Menggunakan Panca Indra
Salah satu cara mendapatkan ilmu adalah dengan mengoptimalkan panca indra yang terdapat di dalam diri kita. Sebagai contoh adalah indra penglihatan. Dengan mengoptimalkan indra penglihatan, seseorang dapat mengetahui bahwa “sesuatu tersebut” memiliki wujud atau bentuk sedemikian rupa. Atau dengan indra penglihatan, seseorang dapat melihat atau membaca beragam artikel ilmu yang sebelumnya tidak ia ketahui sama sekali. Dan hal hal semisalnya.

4. Menjauhi Kemaksiatan dan Menjaga Ketaatan
Cara mendapatkan ilmu yang keempat ini bisa dikatakan versi syar’i untuk mendapatkan ilmu. Hal ini disarikan dari kandungan ayat Alquran surat Albaqoroh ayat 282 :

وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ
“Dan bertaqwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarimu (memberikan ilmu).”

Bertaqwa maksudnya adalah mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya

Mungkin itu saja pembahasan yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat. Bila terdapat kekeliruan, baik ringan maupun fatal, segera laporkan kepada admin situs ini melalui contact us kita.