Doa Safar Dalam Hadits dan Terjemahannya

doa safar
doa safar

Doa Safar Dalam Hadits dan Terjemahannya

Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa barakaatuh. Kembali lagi di situs ilmu pengetahuan ID dalam rubrik hadits. Sebagaimana judul kita kali ini,. Kami telah mempersiapkan untuk Anda doa safar sesuai dengan tuntunan baginda yang mulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai syariat islam, kami juga telah mempersiapkan beberapa materi yang masih terkait dengan safar. Berikut uraian selengkapnya.

Baca Juga : Hadits Tentang Ghibah

 

Pengertian Safar 

Safar berasal dari bahasa arab السفر yang berarti transisi dari satu tempat ke tempat lain, baik itu perjalanan pendek ataupun panjang, dalam hal jarak maupun durasi. Namun, definisi secara ilmiah mengenai safar menurut para ulama adalah keluarnya seseorang dari tempat tinggalnya untuk melakukan sebuah perjalanan yang jauh.

 

Doa Safar Teks Arab

سُبْحَانَ الََّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَ مَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَ إنَّا إلى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. اللهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ في سَفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَ التَقْوَى وَ مِنَ العَمَلِ مَا تَرْضَى . اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللهُمَّ أنْتَ الصَّاحِبُ في السَّفَرِ وَ الخَلِيْفَةُ في الأهْلِ اللهُمَّ إنّيِ أعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَ كَآبَةِ المَنْظَرِ وَ سُوْءِ المُنْقَلَبِ في المَالِ وَ الأهْلِ وَ الَوَلَدِ

 

Doa Safar Teks Latin

Subhaanalladzii sakh-khorolanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin wa innaa ilaa Robbinaa lamunqolobuun. Allahumma innaa as aluka fii safarinaa haadzaa albirru wattaqwa wa minal ‘amali maa tardhoo. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa wathwi ‘annaa bu’dahuu. Allahumma antash shoohibu fis-safari wal kholiifah fil ahli. Allahumma innii a’udzu bika min wa’tsa is-safari wa kaabatil mandzori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli wal waladi”

 

Terjemahan Doa Safar 

“Maha Suci Dzat yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami dahulu tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Rabb kamilah, kami akan kembali. Ya, Allah! Kami mohon kepadaMu dalam perjalanan kami ini kebajikan dan takwa, serta amal yang Engkau ridhai. Ya, Allah! Mudahkanlah perjalanan kami ini, serta dekatkanlah jarak perjalanan kami. Ya, Allah! Engkaulah teman dalam perjalanan, dan penjaga keluarga yang kami tinggal. “Ya, Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kesulitan dalam perjalanan, dari pemandangan yang menyedihkan, dan dari tempat kembali yang buruk dalam keluarga, harta dan anak”.

 

Adab-Adab Dalam Safar

1. Membaca doa safar ketika naik kendaraan, sebagai mana doa yang telah kita sampaikan di atas

2. Disunnahkan melakukan safar secara berombongan (tidak sendirian). Hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, dimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seandainya saja manusia mengetahui apa yang aku ketahui (tentang bahayanya kesendirian), niscaya tak ada seorang pun yang mau bepergian pada malam hari seorang diri. (HR. Bukhori)

3. Haram bagi wanita melakukan safar tanpa mahram. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak halal (Haram) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan dalam jarak sehari semalam, kecuali bersama mahramnya.

4. Mustahab (dianjurkan) melakukan safar pada hari kamis (sekitar waktu dhuha).

5. Di sunnahkan shalat dua rakaat di mesjid terdekat (maksudnya dekat dengan rumahnya), sebelum kembali ke rumahnya. Hal ini sebagaimana perkataan Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika datang dari perjalanan, Beliau mendatangi masjid, kemudian shalat dua raka’at. (Muttafaqun ‘alaihi).

 

Khazanah

Salah satu keutamaan yang diberikan kepada mereka yang melakukan safar adalah mustajabnya doa. Oleh sebab itu, hendaknya seorang muslim memperbanyak doa selama dalam perjalanannya. Adapun dalil yang menjelaskan perihal mustajabnya doa seorang musafir (orang yang bersafar) adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu.

Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

“Ada tiga doa yang pasti dikabulkan (dan) tidak ada keraguan di dalamnya : (1)Doa orang yang dizalimi, (2)Doa seorang musafir, (3)Doa orang tua kepada anaknya” (Hadits Riwayat Ahmad 2/434, Abu Daud no. 1536. Dishahihkan Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah).

Catatan : Namun perlu diingat, apabila kita berharap bahwa safar yang kita lakukan dapat menjadi wasilah terkabulnya doa, maka hendaknya kita memperhatikan adab-adab safar yang telah kita sampaikan diatas. Mulai dari membaca doa safar ketika naik kendaraan, hingga menjauhi hal-hal yang terlarang selama dalam perjalanan.

 

Teks Hadits Lengkap Terkait Doa Safar

Hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اسْتَوَى عَلَى بَعِيرِهِ خَارِجًا إِلَى سَفَرٍ، كَبَّرَ ثَلَاثًا، ثُمَّ قَالَ: «سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Terjemahan : “Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam ketika naik ke untanya untuk pergi safar, beliau bertakbir sebanyak 3x kemudian mengucapkan: “Subhaanalladzii sakh-khorolanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu muqriniin wa innaa ilaa Robbinaa lamunqolobuun. Allahumma innaa as aluka fii safarinaa haadzaa albirru wattaqwa wa minal ‘amali maa tardhoo. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa wathwi ‘annaa bu’dahuu. Allahumma antash shoohibu fis-safari wal kholiifah fil ahli. Allahumma innii a’udzu bika min wa’tsa is-safari wa kaabatil mandzori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli wal waladi” {HR. Muslim. 1342}

 

Penutup Materi Doa Safar Dalam Hadits dan Terjemahannya

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Doa Safar Dalam Hadits dan Terjemahannya. Semoga apa yang kami sampaikan barusan dapat bermanfaat bagi kita semua. Terlebih lagi bagi penulis, dan bagi para pembaca yang hendak melakukan safar. Jazakumullah khoir atas perhatiannya. Terima kasih dan Assalamu’alaikum.

Share artikel ini di sosial mediamu, agar kebaikan semakin tersebar luas

Editor : Alumni Ma’had Jamilurrahman Assalafy, Wirokerten, bantul, Yogyakarta

Partner : Contoh-Contoh.Com