UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN

UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN

Master
Saturday, July 6, 2019

UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN
UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN

Tujuan Pembelajaran
Pada bab ini kalian akan mempelajari tentang uang dan lembaga keuangan. Setelah mempelajari materi pada bab ini kalian diharapkan mampu mengidentifikasi uang sebagai alat pembayaran dan lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank dengan baik. Dengan demikian kalian mampu memanfaatkan uang dalam kehidupan sehari- hari serta menggunakan lembaga keuangan bank dan bukan bank dengan baik.

Kata Kunci
• Uang
• Bank
• Nilai uang
• Fungsi uang
• Lembaga keuangan
• Tabungan
Koperasi
• Asuransi
• Modal


Dalam kehidupan yang semakin berkembang, masyarakat dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti kebutuhan makan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya. Agar dapat mencukupi kebutuhan tersebut diperlukan uang sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sini uang mempunyai peranan yang sangat penting, tanpa uang orang sulit memenuhi kebutuhan hidup. Dengan kata lain, setiap orang baik di desa maupun di kota sangat membutuhkan uang sebagai sarana untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Selain uang, lembaga keuangan juga sangat berperan dalam penyediaan modal bagi masyarakat yang membutuhkan. Modal dipakai sebagai sarana untuk membiayai dalam menciptakan barang/jasa sebagai alat pemuas kebutuhan. Pada bab ini kalian diajak untuk mempelajari materi tentang uang dan lembaga keuangan. Pelajarilah materi berikut dengan baik!


UANG

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, kita sangat membutuhkan uang. Dengan uang kita dapat membeli kebutuhan seperti makan atau pakaian yang kita pakai sehari-hari. Selain untuk membeli barang, uang juga kita gunakan untuk membeli jasa, misalnya menjahitkan baju, membayar uang les, memperbaiki sepeda di bengkel, dan lain-lain. Sehingga dapat dikatakan uang merupakan alat untuk mempermudah dan memperlancar pemenuhan kebutuhan manusia. Sedangkan untuk mendapatkan uang, kita harus bekerja. Uang yang kita gunakan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari mempunyai beberapa fungsi, antara lain sebagai alat ukur, sebagai alat tukar, melakukan pembayaran yang berupa barang dan jasa, serta sebagai alat penimbun kekayaan. Bagaimana terciptanya uang yang
kita gunakan sekarang ini? Tentu ada sejarahnya bukan?

1. Sejarah/Asal-Usul Uang
Untuk mengetahui kapan masyarakat mulai menggunakan uang, maka perlu kita mempelajari perkembangan masyarakat karena uang merupakan hasil budaya dari perkembangan masyarakat. Pada masyarakat primitif, segala kebutuhan dicukupi sendiri dan diusahakan sendiri, sehingga sesuatu yang diusahakan dan diproduksi akan dipakai untuk konsumsi sendiri. Jadi pada masyarakat ini belum dikenal adanya barter (tukar- menukar barang).

Dengan semakin berkembangnya masyarakat dan semakin berkembangnya kebutuhan, maka manusia mulai sadar bahwa tidak mungkin semua kebutuhan dapat dipenuhi sendiri. Mereka membutuhkan orang lain untuk diajak melakukan pertukaran guna memenuhi kebutuhannya. Sejak itulah terjadi proses pertukaran barang, yang dikenal dengan istilah barter, contohnya beras ditukar dengan daging atau pakaian.

Sistem barter ini memiliki banyak kelemahan/kesulitan di antaranya:
a. sulit dalam menemukan orang yang mau diajak melakukan pertukaran
b. sulit dalam menemukan kebutuhan yang sesuai
c. sulit menentukan nilai barang yang akan dipertukarkan
d. sulit membawa/menyimpan barang yang dipertukarkan
e. tidak ada satuan ukuran umum yang tetap/pasti untuk menyatakan nilai barang yang dipertukarkan.

Setelah masyarakat bertambah maju dan merasakan bahwa sistem barter sulit dilaksanakan, maka dicarilah cara lain yaitu dengan menetapkan suatu macam barang sebagai alat perantara dalam tukar-menukar, yang dapat ditukarkan dengan segala macam barang kebutuhan. Barang yang digunakan sebagai alat perantara harus memenuhi syarat berikut.
a. Barang itu digemari, diterima, dan dibutuhkan semua orang.
b. Barang itu setiap saat dapat dipertukarkan.

Contoh uang barang tersebut adalah garam, tembakau, gading gajah, kerang, dan kulit binatang. Penggunaan uang barang itu akhirnya juga menimbulkan kesulitan antara lain:
a. tidak tahan lama,
b. tidak mudah dibawa/disimpan,
c. tidak mudah dibagi-bagi menjadi bagian kecil dengan tidak mengurangi nilai sebenarnya,
d. nilai uang barang tidak tetap.

Tukar-menukar dengan perantara uang barang masih jauh dari sempurna dan banyak menemui kesulitan. Untuk itu dicarilah barang yang lebih praktis sebagai alat penukar yaitu logam mulia (emas dan perak), karena emas dan perak mempunyai ciri-ciri yang diperlukan untuk menjadi uang. Ciri-ciri tersebut adalah:
a. tidak mudah rusak/tahan lama
b. memiliki nilai tinggi dan relatif stabil
c. mudah dipindah-pindah
d. mudah dibagi tanpa mengurangi nilai
e. mudah disimpan/dibawa
f. jumlahnya terbatas
g. disenangi umum.

Contoh uang logam ini adalah uang logam Romawi kuno, uang Mesir, uang Dukaton, dan uang Gulden. Uang logam ini dalam praktiknya juga memiliki kesulitan-kesulitan yaitu:
a. memerlukan tempat penyimpanan yang besar,
b. sulit membawa dalam jumlah banyak karena berat,
c. sulit menambah jumlahnya,
d. jumlah logam mulia tidak lagi dapat menyesuaikan dengan kebutuhan,
e. persediaan emas/perak sangat terbatas sekali.

Penggunaan logam mulia sebagai perantara pertukaran dirasakan kurang dapat memenuhi tuntutan kebutuhan, maka digunakanlah kertas sebagai bahan pembuat uang. Uang kertas ini nilai intrinsiknya kecil sekali jika dibandingkan dengan nilai nominal.

Sehingga akhirnya uang kertas merupakan uang kepercayaan karena dipercaya masyarakat sebagai alat tukar. Dalam peredarannya uang kertas ini didampingi dengan uang logam dan berlaku sampai sekarang.


2. Pengertian Uang

Setiap hari hampir setiap orang membutuhkan uang sebagai sarana uantuk mendapatkan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhannya, misalnya membeli bensin bagi pengendara kendaraan bermotor, membayar pajak, membeli tiket pertunjukan, membeli aneka barang, membayar uang sekolah, dan sebagainya. Tapi tahukah kalian apa yang dimaksud dengan uang? Untuk mengetahui dan memahami pengertian uang, di bawah ini dikemukakan beberapa definisi uang dari para ahli ekonomi.
a. D.H. Robetson, uang adalah sesuatu yang umum diterima untuk pembayaran barang.
b. Albert Gailort Hart, uang adalah kekayaan yang dapat digunakan oleh pemiliknya untuk melunasi hutang dalam jumlah tertentu pada waktu itu juga.
c. Rollin G. Thomas, uang adalah segala sesuatu yang diterima secara umum sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang, jasa, dan kekayaan berharga serta untuk pembayaran hutang.
d. R.S. Sayers, uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai alat pembayaran hutang.
e. A.C. Pigou, uang adalah segala sesuatu yang umum digunakan sebagai alat penukar.
f. George N. Halm, uang adalah alat untuk mempermudah pertukaran dan dapat mengatasi kesukaran-kesukaran dari barter.

Dari beberapa definisi tersebut dapat diketahui bahwa para ahli ekonomi dalam mendefinisikan uang menitikberatkan pada fungsi uang, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa uang merupakan alat pembayaran yang sah untuk mempermudah pertukaran dan pertukaran.


3. Syarat Uang

Telah dijelaskan di depan bahwa tidak setiap barang atau benda dapat dijadikan uang, terbukti uang barang seperti kerang, gading, atau kulit binatang sulit dijadikan sebagai uang. Berarti agar suatu benda atau barang dapat dijadikan sebagai uang harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Adapun suatu benda dapat berfungsi sebagai uang apabila memenuhi kriteria atau syarat berikut:
a. diterima umum
b. mudah disimpan
c. mudah dibawa
d. tidak mudah rusak
e. mudah dibagi-bagi menjadi satuan ukuran nominal yang lebih kecil
f. mempunyai kestabilan nilai
g. jumlah terbatas
h. tidak mudah ditiru/dipalsukan

Saat ini uang yang beredar di masyarakat adalah uang kertas dan uang logam. Masyarakat menerima dua jenis uang tersebut karena keduanya merupakan uang kepercayaan. Keberadaan uang tersebut dijamin oleh pemerintah.



4. Nilai Uang

Apakah uang memiliki nilai? Lalu nilai apa saja yang terkadung pada uang itu?
Mengingat uang dapat digunakan untuk membeli barang kebutuhan, tentu saja uang mempunyai nilai. Nilai uang dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.
a. Nilai nominal
Nilai nominal adalah nilai yang tertulis/tertera pada uang itu sendiri. Contoh: selembar uang bertuliskan 1.000.000 maka pemerintah atau masyarakat menerima uang tersebut dengan nilai seratus ribu rupiah.

b. Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat mata uang. Jadi uang kertas Rp1.000,00 nilai intrinsiknya sama dengan harga/nilai kertas yang digunakan untuk membuat uang kertas Rp1.000,00. Uang logam Rp100,00 nilai intrinsiknya sama dengan harga bahan aluminium yang digunakan untuk membuat uang logam Rp100,00.

c. Nilai Internal
Nilai internal adalah kemampuan/daya beli uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang atau jasa.

d. Nilai Eksternal (kurs mata uang)
Nilai eksternal adalah nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang asing. Misalnya uang rupiah senilai Rp9.800,00 sama nilainya dengan 1 dollar Amerika.

Apabila nilai intrinsik uang sama dengan nilai nominalnya maka hal ini disebut full bodied money, contohnya uang logam. Sedangkan uang yang nilai intrinsiknya lebih kecil dari pada nilai nominalnya disebut fiduciary money, contohnya uang kertas.


5. Jenis-Jenis Uang

Tentu kalian telah mengenal jenis uang yang beredar di masyarakat, bahkan sering kali mengunakannya untuk membeli berbagai kebutuhan hidup kalian. Uang yang beredar secara umum di masyarakat terdiri dari dua jenis, yaitu uang kartal dan uang giral.
a. Uang Kartal (Common Money)
Uang kartal adalah uang yang diterima oleh masyarakat sebagai alat pembayaran yang sah (dilindungi UU) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia).

Jenis uang kartal ada dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
1) Uang logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam tertentu seperti emas, perak, tembaga, perunggu atau aluminium yang diberikan tanda/cap sebagai alat pembayaran yang sah. Contoh uang logam di antaranya: uang logam bernilai Rp100,00; Rp200,00; Rp500,00; dan Rp1.000,00.

2) Uang kertas
Uang kertas sering disebut uang fidusier (uang kepercayaan). Masyarakat mau menerima uang tersebut karena adanya kepercayaan kepada pemerintah yang mengeluarkan uang kertas tersebut, walaupun nilai intrinsiknya sangat kecil dibandingkan dengan nilai nominalnya. Contoh uang kertas Indonesia bernilai nominal: Rp500,00; Rp1.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00; Rp20.000,00; Rp50.000,00; dan Rp100.000,00. Jadi uang kertas ini merupakan uang yang dikeluarkan oleh pemerintah yang terbuat dari kertas dengan nilai nominal tertentu dan gambar tertentu serta ada benang pengaman untuk menghindari pemalsuan.


b. Uang Giral/Deposit Money
Tahukah kalian apakah yang dimaksud uang giral? Uang giral adalah simpanan atau rekening pada suatu bank dalam bentuk giro (rekening koran) yang dapat diambil sewaktu- waktu dengan cek, giro bilyet, atau telegrafic transfer. Uang giral ini dike-luarkan oleh bank umum. Agar lebih jelas tentang uang giral, perhatikan contoh berikut!

"Anton menabung uang di Bank Rakyat Indonesia, maka Anton dikatakan telah membuka rekening koran di bank tersebut. Rekening tersebut dicatat atas nama Anton, dengan demikian uang Anton kini telah berubah dari lembaran uang kartal (kertas atau logam) menjadi catatan atau rekening dalam buku bank. Catatan atau rekening yang dicatat dalam buku bank itulah yang disebut uang giral. Jika sewaktu-waktu Anton akan melakukan pembayaran dengan menggunakan uang giralnya, ia dapat melakukannya dengan perantara cek/giro/telegrafic transfer. Jadi syarat utama seseorang memiliki uang giral adalah ia harus mempunyai simpanan atau rekening di bank.
1) Macam-Macam Uang Giral
a) Cek
Cek adalah surat perintah dari nasabah yang mempunyai rekening atau simpanan di bank agar bank membayar sejumlah uang kepada pihak atau orang yang disebutkan dalam cek.
Contoh pembayaran dengan menggunakan cek:
"Pak Jono mempunyai simpanan uang di bank dalam bentuk rekening koran/giro sebesar Rp20.000.000,00. Pada suatu hari Pak Jono membeli sepeda motor seharga Rp12.000. 000,00 milik Ibu Tutik. Karena Pak Jono tidak memiliki uang tunai sebanyak itu, maka Pak Jono membayar dengan uang cek. Pak Jono menulis dalam blangko cek senilai Rp12.000.000,00 untuk dibayarkan kepada Ibu Tutik. Selanjutnya Ibu Tutik dapat menukarkan cek tersebut dengan uang tunai pada bank yang tersebut dalam cek itu. Setelah cek ditukar ke bank, berarti Ibu Tutik menerima uang kartal senilai Rp12.000.000,00 sedangkan rekening Pak Jono di bank berkurang sebesar Rp12.000.000,00.

b) Bilyet Giro
Bilyet giro adalah surat perintah kepada bank supaya bank membayar dengan cara memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nasabah bank kepada rekening nasabah lain yang ditunjuk. Pada pembayaran melalui bilyet giro tidak terjadi pengeluaran atau serah terima uang tunai, yang terjadi hanya pemindahan rekening dari rekening seseorang kepada rekening orang lain. Sehingga pembayaran melalui bilyet giro lebih aman jika dibandingkan dengan pembayaran melalui uang tunai atau cek.
Contoh pembayaran dengan bilyet giro.
"Pak Harun mempunyai rekening di BNI sebesar Rp30.000.000,00 ia membeli TV di toko Sinar Jaya seharga Rp2.000.000,00 kebetulan toko Sinar Jaya juga mempunyai rekening di BNI yang besarnya Rp.100.000.000,00. Oleh karena itu pembayaran televisi yang dibeli Pak Harun dapat dilakukan dengan menggunakan bilyet giro. Caranya, Pak Harun mengisi blangko bilyet giro sebesar Rp2.000.000,00 untuk diserahkan kepada toko Sinar Jaya, kemudian toko Sinar Jaya datang ke BNI untuk menyerahkan bilyet giro yang diterimanya dari Pak Harun. Setelah menerima bilyet giro, BNI mengurangi rekening Pak Harun sebesar Rp2.000.000,00 dan memindahbukukan ke dalam rekening toko Sinar Jaya. Dengan demikian rekening Pak Harun berkurang Rp2.000. 000,00 dan tinggal sebesar Rp28.000.000,00 sedangkan rekening toko Sinar Jaya bertambah Rp2.000.000, menjadi Rp102.000.000,00.

Jadi pembayaran menggunakan bilyet giro hanya bisa terjadi apabila kedua belah pihak (penjual dan pembeli) mempunyai rekening di bank.

c) Telegrafic Transfer
Telegrafic transfer adalah perintah pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antarrekening dalam suatu bank yang sama melalui telegram. Pembayaran melalui telegrafic transfer dilakukan apabila jarak antara pembayar dengan yang dibayar berjauhan dan ingin cepat, aman, serta menghemat waktu.
Contoh pembayaran melalui telegrafic transfer.
"Andi tinggal di Jakarta dan mempunyai rekening di bank BCA Jakarta, sedangkan ayahnya tinggal di Solo dan punya rekening di BCA Solo. Andi ingin mengirim uang sebesar Rp10.000.000,00 kepada ayahnya dngan cepat. Maka Andi minta kepada BCA Jakarta untuk mengirim telegram perintah pemindahbukukan rekening kepada BCA Solo atas nama ayahnya sebesar Rp10.000.000,00 dan memberitahukan nomor rekening ayahnya yang ada di Solo kepada BCA Jakarta. Dengan mengetahui tiga cara pembayaran uang giral dapat disimpulkan bahwa pembayaran dengan cek, bilyet giro, dan telegrafic transfer lebih aman dibandingkan pembayaran menggunakan uang kartal.

2) Proses Terjadinya Uang Giral
Sebelum membahas proses terjadinya uang giral, ada baiknya apabila kalian mengetahui terlebih dahulu macam simpanan di bank. Simpanan di bank dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a) demand deposite money (call money), yaitu simpanan di bank yang dapat diambil sewaktu-waktu dengan cek dan bilyet giro.
b) time deposite money, yaitu simpanan di bank yang hanya dapat diambil setelah jangka waktu tertentu misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.

Proses terjadinya uang giral dapat dibedakan menjadi tiga yaitu sebagai berikut.
a) Primary deposit, adalah uang giral yang terjadinya karena seseorang menyimpan/ menitipkan uang kartal di bank. Sehingga uang kartal berubah menjadi uang giral.
b) Loan deposit, yaitu uang giral yang terjadinya karena seseorang meminjam uang di bank untuk disimpan atau dititipkan di bank. Jadi uang pinjaman tersebut tidak diambil melainkan disimpan di bank, agar sewaktu-waktu dapat diambil.
c) Uang kuasi, adalah uang yang tercipta karena adanya simpanan dari nasabah dalam bentuk time deposit money (simpanan berjangka) berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, maupun tabungan. Uang kuasi ini tidak dapat digunakan secara langsung dalam transaksi karena harus diambil dahulu dari bank atau lembaga keuangan bukan bank. Oleh karena itu uang kuasi disebut juga uang dekat (near money) karena hanya dalam waktu yang dekat (sesuai jatuh temponya) baru dapat diuangkan.

Selain itu dengan adanya kemajuan di bidang teknologi perbankan, keuangan, dan sistem pembayaran elektronik, sekarang ini banyak beredar alat-alat pembayaran seperti credit card (kartu kredit) dan debit card (kartu debit). Fungsi dari kedua jenis kartu ini sama yaitu sebagai alat pembayaran mendampingi uang kartal dan uang giral.


6. Fungsi Uang

Kalian telah mengetahui dan merasakan manfaat uang dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk membayar atau membeli sesuatu yang dibutuhkan. Ini menunjukakan bahwa uang mempunyai banyak fungsi.

Fungsi uang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.
a. Fungsi Asli
b. Fungsi Turunan

Fungsi asli uang ada dua, yaitu uang sebagai alat tukar dan uang sebagai satuan hitung.
1) Uang sebagai Alat Tukar
Uang dapat mengatasi kesulitan dan mempermudah pertukaran barang. Kesulitan dalam tukar-menukar secara barter dapat diatasi dengan adanya perantara uang. Dengan uang, tukar-menukar barang menjadi mudah dan lancar. Contoh, seorang petani membutuhkan baju, ia akan kesulitan menentukan ukuran apabila menukar beras miliknya dengan baju di toko baju. Akan tetapi dengan adanya uang kesulitan pertukaran beras dengan baju dapat diatasi. Beras milik petani itu dijual sehingga ia akan memperoleh uang, dengan uang itu ia dapat membeli baju yang diinginkannya.
Dengan perantara uang, maka proses tukar menukar dapat berlangsung sebagai berikut.
a) Barang ditukar uang kemudian uang ditukar barang yang dibutuhkan (barang - uang - barang)
b) Barang ditukar uang kemudian uang ditukar jasa yang dibutuhkan (barang - uang - jasa)
c) Jasa ditukar uang kemudian uang ditukar barang yang dibutuhkan (jasa - uang - barang)
d) Jasa ditukar uang kemudian uang ditukar jasa yang dibutuhkan (Jasa - uang - jasa)

2) Uang sebagai Satuan Hitung
Uang dapat digunakan untuk menentukan hitungan suatu barang atau jasa, besarnya kekayaan, dan menghitung besarnya kredit atau hutang. Misalnya di toko pakaian harga sebuah kaos Rp25.000,00 dan sebuah kemeja Rp50.000,00. Jika seseorang akan membeli kedua barang itu maka ia harus membayar dengan uang senilai Rp75.000,00. Dapat dikatakan bahwa harga sebuah kemeja sama dengan harga dua buah kaos.


Fungsi Turunan
Selain fungsi asli, uang juga mempunyai fungsi turunan sebagai berikut.
a. Uang sebagai Penunjuk Harga
Harga suatu barang atau jasa selalu dinyatakan dengan jumlah satuan uang. Misalnya harga sebuah buku Rp20.000,00; harga memotong rambut di salon Rp15.000,00. Hal ini menunjukkan bahwa uang sebagai penunjuk harga barang atau jasa.

b. Uang sebagai Alat Pembayaran
Uang dapat digunakan untuk membayar pajak, tiket pertunjukan, listrik atau membayar uang sekolah. Dalam hal ini jelas diketahui uang sebagai alat pembayaran.

c. Uang sebagai Alat Penyimpan atau Menabung
Dengan uang kita dapat menyimpan atau menabung, baik di bank maupun di rumah sebagai cadangan untuk keperluan di masa mendatang.

d. Uang sebagai Alat Pembentuk dan Pemindah Kekayaan
Dengan uang kita dapat membeli barang sebagai kekayaan, contohnya uang kita gunakan untuk membeli tanah atau perhiasan. Selain itu, uang dapat digunakan untuk memindahkan kekayaan. Sebagai contoh seseorang yang hendak pindah tempat tinggal, tidak mungkin ia membawa tanah dan rumah miliknya. Tanah dan rumah miliknya itu dapat dijual kemudian hasil penjualan itu dapat digunakan untuk membeli rumah baru di tempat lain.

e. Uang sebagai Pendorong Kegiatan Ekonomi
Setiap orang yang bekerja ingin mendapatkan uang. Dengan bekerja keras orang berharap mendapatkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi uang dapat berfungsi sebagai pendorong kegiatan ekonomi.

f. Uang sebagai Alat Pencipta Kesempatan Kerja
Dengan uang, seseorang dapat mendirikan suatu usaha atau perusahaan. Dalam hal ini akan terbuka kesempatan kerja. Dengan demikian uang dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan kesempatan kerja.



7. Mata Uang Asing

Setiap negara mempunyai mata uang yang berbeda-beda. Mata uang negara satu dengan negara lainnya memiliki nilai yang berbeda. Nilai perbandingan antara mata uang negara satu dengan mata uang negara lain disebut kurs.
a. Kurs Jual dan Kurs Beli
Jika kita akan pergi ke negara lain, tentu kita tidak dapat membawa uang yang berlaku di negara kita. Agar dapat membeli barang dan jasa di negara tujuan kita itu, maka kita harus menukarkan uang kita dengan uang yang berlaku di negara tujuan. Penukaran uang itu dapat dilakukan di bank atau money changer.

Kalian bisa datang di bank untuk menukar uang rupiah dengan mata uang asing seperti yen, dollar, atau mata uang asing lainnya. Penukaran uang tersebut didasarkan pada kurs yang berlaku.Dalam penukaran mata uang, bank tentu saja menginginkan adanya keuntungan. Oleh karena itu bank menetapkan kurs jual dan kurs beli terhadap mata uang asing. Kurs jual adalah kurs yang berlaku/ditetapkan oleh bank apabila bank menjual mata uang asing, sedangkan kurs beli adalah kurs yang diberlakukan oleh bank apabila bank membeli mata uang asing. Kurs jual selalu lebih tinggi daripada kurs beli. Selisih antara kurs jual dan kurs beli merupakan keuntungan bank.

Kurs valuta asing setiap saat bisa berubah, yaitu naik atau turun tergantung kekuatan permintaan dan penawaran mata uang yang bersangkutan. Apabila permintaan terhadap mata uang dollar sangat kuat maka kurs dollar akan naik. Sebaliknya jika permintaan terhadap mata uang dollar melemah maka kurs dollar menjadi turun.

b. Macam-Macam Mata Uang Asing
Setiap negara tentu memiliki mata uang sendiri. Di bawah ini disajikan daftar macam- macam mata uang asing yang dimiliki negara-negara di dunia.


LEMBAGA KEUANGAN BANK

Dewasa ini dunia perbankan berkembang dengan pesat dan memegang peranan penting dalam tata perekonomian, terutama yang menyangkut penarikan dana dari masyarakat dan penyaluran dana kepada masyarakat. Hal ini terbukti dengan banyaknya masyarakat yang memanfaatkan jasa perbankan seperti menyimpan uang di bank, meminjam uang di bank untuk keperluan usaha, dan melakukan pengiriman uang/transfer. Sudahkah kalian memanfaatkan jasa perbankan? Bila belum, cobalah untuk menggunakan jasanya!

1. Pengertian Bank

Pernahkah kalian datang atau mengunjungi sebuah bank? Apakah yang dimaksud dengan bank itu? Untuk menjawabnya pelajarilah materi berikut ini. Secara etimologis, kata bank berasal dari bahasa Italia yaitu banca yang artinya bangku/ meja, yang pada waktu itu merupakan tempat para pedagang uang atau bankir dalam melakukan usahanya, yaitu kegiatan memperdagangkan uang atau menukar uang.

Beberapa pengertian bank dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu sebagai berikut.
a. Menurut G.M. Verryn Stuart
Bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat pembayarannya sendiri maupun dengan uang yang diperolehnya dari pihak lain atau dengan jalan mengedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral atau uang kartal.
b. Menurut Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan.
Bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, mengawasi peredaran mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan uang atau benda-benda berharga, dan membiayai usaha-usaha perusahaan.
c. Menurut Undang-Undang Perbankan No.7 Tahun 1992
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Simpanan tersebut merupakan dana yang dipercayakan masyarakat kepada bank dalam bentuk giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa bank adalah suatu lembaga keuangan sebagai tempat penitipan atau penyimpanan uang, penyalur atau perantara kredit, pencipta uang giral, dan pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran serta sebagai pengedar uang.


2. Macam dan Jenis Bank

Pengelompokan jenis-jenis bank di Indonesia didasarkan pada hal-hal berikut.
a. Berdasarkan Kelembagaan Penciptaan Uang
Berdasarkan kelembagaan yang menciptakan uang, bank dapat dibedakan menjadi
dua.
1) Bank primer, yaitu bank yang dapat menciptakan uang melalui simpanan masyarakat yang ada pada bank dalam bentuk simpanan giro. Contoh: bank umum dan bank sentral.
2) Bank sekunder, adalah bank yang tidak dapat menciptakan uang melalui simpanan masyarakat. Contoh: bank perkreditan rakyat, bank tabungan.

b. Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya, bank dapat dibedakan menjadi lima jenis.
1) Bank Sentral
Bank sentral di negara kita adalah bank Indonesia yang merupakan banknya para bank (the bankers bank) dan berkedudukan di Jakarta dengan kantor-kantor cabang di provinsi-provinsi tertentu di wilayah Indonesia. Bank sentral disebut juga bank sirkulasi karena berfungsi mengatur sirku- lasi/peredaran uang dalam negeri. Selain itu bank sentral mendapatkan hak monopoli (hak oktroi) dari pemerintah untuk mengeluarkan dan mengedarkan alat pembayaran yang sah.

Adapun ketentuan-ketentuan mengenai bank sentral diatur dalam UU Republik Indonesia No.23 tahun 1999 tentang kemandirian bank sentral.

2) Bank Umum
Bank umum adalah bank yang mengumpulkan dananya terutama menerima simpanan dari masyarakat dalam bentuk giro dan deposito serta memberikan pinjaman atau kredit jangka pendek.
Macam-macam bank umum adalah sebagai berikut.
a) Bank umum milik negara, seperti BNI 46, BDN, BRI, BBD, Bank Export Import Indo- nesia, Bank Mandiri, BTN.
b) Bank umum milik swasta nasional, misalnya: BII, BCA, Bank Lippo, Bank Niaga, Bank Danamon, Bank Umum Nasional, NISP.
c) Bank umum milik swasta asing, antara lain: City Bank, Bank of Amerika, Bank of Tokyo.
d) Bank umum milik koperasi: BUKOPIN, Bank Umum Koperasi Jawa Barat.


3) Bank Tabungan
Bank tabungan adalah bank yang mengumpulkan dananya terutama menerima simpanan dalam bentuk tabungan dan usaha utamanya membungakan dana dalam kertas berharga. Dana yang terkumpul tersebut diinvestasikan pada saham dan obligasi. Tujuan utama dari bank tabungan tidak semata-mata mencari keuntungan, tetapi untuk mendidik masyarakat agar gemar menabung serta tugas-tugas sosial. Contoh bank tabungan adalah BTN.

4) Bank Pembangunan
Bank pembangunan adalah bank yang mengumpulkan dana dengan menerima simpanan dalam bentuk deposito atau mengeluarkan kertas berharga jangka menengah dan panjang. Sedangkan usahanya adalah memberikan kredit di bidang pembangunan dalam jangka menengah dan jangka panjang. Contoh bank pembangunan adalah Bapindo, BPD.

5) Bank Perkreditan Rakyat (Bank Rural)
Bank perkreditan rakyat adalah bank yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka dan tabungan serta menyalurkannya dalam bentuk kredit kepada masyarakat, diutamakan untuk melayani usaha kecil. Contoh: bank pasar, badan kredit desa, bank desa, BKK.


3. Tugas Pokok Bank

Jenis bank yang telah disebutkan di atas mempunyai tugas yang berbeda-beda. Tugas masing-masing bank adalah sebagai berikut.
a. Bank Sentral
Sesuai dengan UU No.23 tahun 1999, bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia mempunyai tugas-tugas berikut.
1) Tugas Pokok
a) Mengatur sirkulasi uang, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
b) Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.

2) Tugas dalam Hubungannya dengan Pemerintah
a) Mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah.
b) Mengedarkan uang dan menarik kembali dari peredaran.
c) Bertindak sebagai pemegang kas pemerintah.
d) Memberikan kredit kepada pemerintah.
e) Membantu pemerintah dalam penjualan surat-surat hutang negara.

3) Tugas di Bidang Perbankan
a) Memajukan perkembangan urusan kredit dan perbankan yang sehat.
b) Menetapkan tingkat dan struktur bunga.
c) Memperluas, memperlancar, dan mengatur lalu lintas pembayaran.
d) Sebagai bankers bank.
e) Sebagai lender of last resort (pemberi pinjaman dalam tingkat yang terakhir).
f) Memberi pembinaan dan bimbingan kepada perbankan.
g) Mendorong pengerahan dana masyarakat untuk usaha yang produktif.

4) Tugas dalam Hubungan Internasional
a) Menyusun rencana devisa.
b) Menguasai, mengurus, dan menyelenggarakan tata usaha cadangan emas dan devisa milik negara.

b. Bank Umum
Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No.10 Tahun 1998 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Bentuk badan hukum bank umum yaitu berupa: Perseroan, Perseroan Terbatas, Perusahaan Daerah, dan koperasi. Menurut UU No.10 tahun 1998 dan pasal 6 UU No.7 Tahun 1992 tugas pokok bank umum adalah:
1) menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
2) memberikan kredit
3) menerbitkan surat pengakuan hutang
4) membeli, menjual atau menjamin risiki sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabah
5) memindahkan uang untuk kepentingan nasabah
6) menempatkan dana, meminjam, dan meminjamkan dana pada bank lain
7) menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga
8) menyediakan tempat untuk menyimpan barang berharga dan surat berharga
9) membeli agunan (barang jaminan) melalui pelelangan
10) melakukan usaha kartu kredit.

Kepemilikan bank umum yaitu:
1) bank umum yang dimiliki pemerintah, misalnya: BNI 1946, BRI, Bank Mandiri.
2) bank umum yang dimiliki swasta, contoh: Bank Central Asia, Bank Danamon, Bank Mega, Bank Niaga, dan lain-lain
3) bank umum milik koperasi, seperti Bukopin (Bank Umum Koperasi Indonesia).

c. Bank Tabungan
Tugas pokok bank tabungan antara lain:
1) menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan
2) mendidik masyarakat agar gemar menabung
3) melakukan tugas-tugas sosial
4) memberi kredit pemilikan rumah (KPR)

Contoh bank tabungan yaitu Bank Tabungan Negara.

d. Bank Pembangunan
Tugas pokok bank pembangunan antara lain:
1) menghimpun dana dengan menerima simpanan dalam bentuk deposito dan mengeluarkan kertas berharga
2) membantu dalam pembiayaan pembangunan
3) memberi pinjaman atau kredit di bidang pembangunan dalam jangka menengah dan panjang.

e. Bank Perkreditan Rakyat
Adakah Bank Perkreditan Rakyat di daerahmu? Saat ini banyak sekali bermunculan Bank Perkreditan Rakyat/BPR. Menurut UU No.10 Tahun 1998, Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau prinsip syariah, tetapi tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jika dibandingkan dengan bank umum, kegiatan di BPR lebih sempit, BPR hanya boleh menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lain yang sama selain itu juga memberikan kredit kepada masyarakat.

Tugas pokok bank perkreditan rakyat (BPR) berdasarkan undang-Undang No.10 Tahun 1998 pasal 13 antara lain:
1) menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan
2) memberikan kredit
3) menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil
4) menempatkan dananya dalam bentuk SBI (Sertifikat Bank Indonesia) deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan pada bank lain.


4. Fungsi Bank

Secara garis besar fungsi bank di Indonesia dapat digolongkan sebagai berikut.
a. Sebagai Kredit Pasif
Dalam hal ini bank berfungsi sebagai penghimpun dana/pembeli dana dari masyarakat dengan berbagai cara yang berupa produk-produk berikut.
1) Giro, adalah simpanan di bank yang dapat diambil setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, surat pembayaran lain atau dengan cara pemindahbukuan.
2) Tabungan, adalah simpanan di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Beberapa contoh nama tabungan yang dikeluarkan oleh bank adalah: Tabanas, Tapelpram, Simpedes, Simaskot, Tabungan Jumbo,  Tahapan, Taska, Exim Save, Danamas, Tabungan Kesra, dan lain-lain.
3) Deposito berjangka, yaitu simpanan di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.
4) Sertifikat deposito, merupakan deposito berjangka yang dikeluarkan oleh bank sebagai bukti simpanan yang dapat diperjualbelikan/diperdagangkan.

b. Sebagai Kredit Aktif
Dalam posisi ini bank berfungsi sebagai penyalur atau penjual dana kepada masyarakat, dengan kata lain bank sebagai pemberi kredit kepada masyarakat. Dalam menyalurkan dananya, bank menggunakan berbagai cara yang merupakan produknya yaitu sebagai berikut.
1) Kredit dengan jaminan surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah untuk membeli surat-surat berharga di mana surat-surat berharga tersebut sekaligus berlaku sebagai jaminannya.
2) Kredit aksep, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan mengeluarkan wesel dan wesel tersebut dapat diperjualbelikan.
3) Kredit rekening koran, yaitu pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah yang dapat diambil sebagian sesuai dengan kebutuhan nasabah.
4) Letter of credit/ L/C, adalah pinjaman yang diberikan kepada nasabah/importir berupa pembayaran kepada eksportir atas pembelian barang yang dilakukan oleh importir.

c. Jasa Keuangan Lain
Bank juga mengeluarkan jasa keuangan lain yang berupa produk-produk berikut.
1) Transfer uang, yaitu pengiriman uang oleh bank atas permintaan nasabah.
2) Melakukan inkaso (penagihan), yaitu pemberian kuasa dari nasabah kepada bank untuk menagihkan atau memintakan persetujuan pembayaran (akseptasi) kepada pihak lain.
3) Menerbitkan credit card/kartu kredit yang berfungsi sebagai alat pembayaran apabila nasabah melakukan transaksi pembelian.
4) Traveler’s check, adalah sejenis cek yang dikeluarkan bank untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi-transaksi selama mereka dalam perjalanan.
5) Jasa pembayaran, seperti jasa pembayaran rekening listrik, telepon, uang sekolah atau SPP, pembayaran pajak, dan pembayaran uang denda.
6) Kliring, adalah suatu proses penyelesaian pembayaran antarbank dengan memindahkan saldo kepada pihak yang berhak menerimanya.


LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (LKBB)

Selain bank, masih ada beberapa lembaga keuangan bukan bank (LKBB). Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

Dasar hukum didirikannya Lembaga Keuangan Bukan Bank/LKBB adalah surat Keputusan Menteri Keuangan No.38/KMK/IV/I/1972 yang kemudian diubah dengan Keputusan Menteri Kuangan 280/KMK.01/1989 mengenai pengawasan dan pembinaan lembaga keuangan bukan bank dan peraturan perudang-undangan lain yang berkaitan dengan usaha yang dijalankan. Beberapa Lembaga Keuangan Bukan Bank/LKBB di Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Koperasi Simpan Pinjam/Koperasi Kredit

Koperasi kredit adalah suatu lembaga keuangan berbentuk koperasi yang usahanya di bidang perkreditan atau simpan pinjam dengan tujuan membantu memperbaiki keadaan ekonomi dan kesejahteraan anggotanya. Kegiatan koperasi kredit yaitu menerima simpanan dari anggotanya dan meminjamkan kepada anggota yang membutuhkan dengan syarat yang mudah dan bunga ringan.
Koperasi kredit mempunyai fungsi sebagai berikut.
a. Sebagai pendorong kegiatan menabung di kalangan anggota.
b. Sebagai lembaga yang melayani anggota yang membutuhkan pinjaman.
c. Membimbing anggota dalam memanfaatkan pinjaman/kredit.
d. Membantu anggota dari cengkeraman lintah darat.

Dalam menjalankan usahanya, koperasi kredit memperolah dana atau modalnya dari beberapa sumber, yaitu sebagai berikut.
a. Simpanan pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota koperasi, yang besarnya sama untuk tiap anggota.
b. Simpanan wajib
Simpanan wajib adalah simpanan yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi secara rutin yang besarnya sama untuk tiap anggota. Pembayaran rutin di sini bisa setiap minggu, setiap bulan, atau setiap musim sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.
c. Simpanan suka rela
Simpanan suka rela adalah simpanan yang sifatnya suka rela, artinya tidak diwajibkan kepada anggota koperasi , sehingga anggota koperasi boleh menyimpan boleh tidak. Besarnya simpanan suka rela tidak ditentukan dan terserah anggota yang bersangkutan.
d. Sumber lain yang sah
Sumber lain pendanaan dan permodalan koperasi dapat berasal dari bantuan pemerintah, hibah , dana cadangan koperasi, dan modal pinjaman dari pihak lain.


2. Perusahaan Umum Pegadaian/Perum Pegadaian

Perum Pegadaian merupakan perusahaan umum milik pemerintah yang kegiatannya memberikan pinjaman uang yang besarnya berdasarkan pada nilai barang jaminan yang diserahkan. Jaminan tersebut bisa berupa barang bergerak, seperti perhiasan (emas dan perak), barang-barang elektronik, sepeda motor, mobil, dan lain-lain maupun tidak bergerak, contohnya tanah dan bangunan. Perum Pegadaian ada di setiap kota di Indonesia.

Tujuan pemerintah menyelenggarakan Perum Pegadaian yaitu untuk membantu rakyat kecil dengan memberikan kredit/pinjaman agar terhindar dari kreditor liar (lintah darat) yang meminjamkan uang dengan bunga sangat tinggi. Jangka waktu pinjaman melalui pegadaian biasanya selama satu tahun atau kurang dari satu tahun.


3. Perusahaan Asuransi

Perusahaan asuransi merupakan lembaga yang menghimpun dana melalui penarikan premi asuransi dan menjanjikan akan memberi sejumlah ganti rugi apabila terjadi suatu  peristiwa atau musibah yang menimpa pihak yang ikut program asuransi. Dana yang dihimpun perusahaan asuransi umumnya diinvestasikan dalam surat berharga atau dipinjamkan kepada pihak lain.

Kegiatan perasuransian di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992. Beberapa contoh perusahaan asuransi di Indonesia antara lain:
a. Asuransi Bumi Putra
b. Asuransi Jiwasraya
c. Asuransi Kerugian Jasa Raharja
d. Asuransi Sosial Tenaga Kerja
e. Asuransi Kesehatan Indonesia

Sekarang ini banyak sekali bermunculan perusahaan asuransi yang menawarkan beragam jaminan bagi nasabahnya sehingga dikatakan perusahaan asuransi memiliki peranan yang penting, antara lain:
a. menambah lapangan kerja bagi masyarakat
b. mengurangi kekhawatiran dalam kehidupan masyarakat
c. mengurangi kerugian yang ditanggung masyarakat
d. memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.
(note : author ilmupengetahuan.id hanya menjelaskan apa yang tertera didalam buku dari departemen pendidikan nasional. Author sama sekali tidak mendukung kegiatan perasuransian)


4. Lembaga Dana Pensiun

Di Indonesia, para pegawai negeri sipil setelah tidak bertugas/purnatugas akan memperoleh dana pensiun. Dana pensiun ini diperoleh dari pemotongan gaji pegawai setiap bulan selama masih aktif bekerja. Ketika pegawai negeri yang bersangkutan telah pensiun, maka setiap bulan ia akan memperoleh uang pensiun. Lembaga yang mengelola dana pensiun adalah PT Taspen.

Jadi PT Taspen menghimpun dana dari para pegawai dan menyalurkanya dengan memberikan uang pensiun kepada para pegawai yang telah pensiun. Selain itu juga disalurkan melalui pembelian kredit atau diinvestasikan lewat pemberian surat berharga.


5. Lembaga Pembiayaan

Lembaga pembiayaan ialah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana langsung dari masyarakat. Lembaga pembiayaan bergerak dalam bidang-bidang usaha berikut.
a. Usaha sewa guna usaha/leasing company, yaitu badan usaha yang melakukan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal yang dibutuhkan oleh nasabah.
b. Usaha pembiayaan konsumen, yaitu badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran atau berkala.
c. Usaha kartu kredit, adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit.
d. Usaha penyertaan modal/modal ventura, adalah suatu usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu.


6. Bursa Efek

Bursa efek merupakan tempat bertemunya pihak yang menawarkan dengan pihak yang memerlukan dana dan tempat jual beli efek (obligasi, saham, dan surat berharga). Tujuan didirikannya bursa efek adalah untuk menghimpun dana lewat penjualan surat berharga/efek guna membiayai kegiatan-kegiatan yang produktif.


Rangkuman

• Uang adalah alat pembayaran yang sah untuk mempermudah pertukaran dan pembayaran.

• Sejarah/asal-usul penggunaan uang dapat dikelompokkan dalam lima tahap.
a. Masyarakat sebelum mengenal barter/pertukaran.
b. Masyarakat dengan pertukaran barter.
c. Masyarakat dengan perantara uang barang.
d. Masyarakat dengan perantara uang logam.
e. Masyarakat dengan perantara uang kartal dan uang giral.

• Syarat uang: diterima umum; disenangi;tidak mudah rusak/tahan lama; mudah disimpan dan dibawa; mudah dibagi-bagi menjadi satuan nominal yang lebih kecil; kestabilan nilai; jumlah terbatas; dan tidak mudah dipalsukan.

• Nilai uang dibedakan menjadi nilai nominal, nilai intrinsik, nilai internal, dan nilai eksternal.

• Jenis uang secara umum terdiri dari uang kartal dan uang giral.

• Fungsi uang ada dua yaitu fungsi asli (sebagai alat tukar dan satuan hitung) serta fungsi turunan (sebagai penunjuk harga, alat pembayaran, alat penyimpan kekayaan, alat pembentuk kekayaan, pendorong kegiatan ekonomi, dan pencipta lapangan kerja)

• Kurs jual adalah kurs yang berlaku dan ditetapkan bank apabila bank menjual mata uang asing.

• Kurs beli adalah kurs yang berlaku dan ditetapkan bank apabila bank membeli mata uang asing.

• Kurs jual lebih besar kurs beli.

• Bank adalah suatu lembaga keuangan sebagai tempat penitipan atau penyimpanan uang, pemberi atau penyalur kredit, dan pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran.

• Macam bank adalah bank sentral (BI), bank umum, bank tabungan, bank pembangunan, dan bank perkreditan rakyat.

• Tugas pokok bank sentral:
a. mengatur sirkulasi uang, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
b. mendorong kelancaran produksi, pembangunan, dan memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan taraf hidup.

• Tugas pokok bank umum di antaranya: menghimpun dana dari masyarakat dan memberikan kredit.

• Fungsi bank ada tiga yaitu kredit pasif, kredit aktif, dan jasa keuangan lain.

• Lembaga Keuangan Bukan Bank/LKBB adalah badan usaha yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat.

• Lembaga Keuangan Bukan Bank antara lain: koperasi kredit, pegadaian, perusahaan asuransi, dana pensiun (PT Taspen), dan bursa efek.



DAFTAR PUSTAKA

  • Ilmu Pengetahuan Sosial 3 : Untuk SMP/MTs Kelas ix / Danang Endarto…[et al] ; penyunting, Achmad Buchory, llustrator, Purwanto . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.