Sistem Pernapasan Manusia

Sistem Pernapasan Manusia
Sistem Pernapasan Manusia

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi bab ini, kamu diharapkan dapat:
1. menyebutkan alat-alat pernapasan pada manusia.
2. menerangkan mekanisme pernapasan manusia.
3. menjelaskan dan memahami volume pernapasan pada manusia.
4. menyebutkan kelainan-kelainan pada pernapasan manusia.

Setiap hari dan setiap saat manusia bernapas, baik dalam keadaan tidur maupun dalam keadaan sadar. Perhatikan gambar di atas. Penyelam selalu membawa tabung oksigen saat menyelam. Cobalah untuk menyelam dalam air selama mungkin tanpa alat bantu pernapasan. Mengapa kita tidak kuat lama-lama menyelam? Bagaimana proses respirasi pada manusia? Terdiri dari apa saja alat respirasi itu? Pelajari materi bab ini dengan seksama agar kamu lebih memahaminya.

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bernapas. Bernapas merupakan peristiwa menghirup oksigen dan melepaskan CO2 dan uap air (H2O). Oksigen diperlukan oleh tubuh untuk proses pembakaran atau oksidasi biologi. Dari proses bernapas dihasilkan energi, yang nanti digunakan untuk kegiatan hidupnya. Secara sederhana proses respirasi dapat dilihat reaksi seperti berikut.

gula + O2 → energi + CO2 + H2O

Keterangan:
O2 : oksigen
CO2 : karbondioksida
H2O : air

Semua makhluk hidup akan melakukan pernapasan terus-menerus dan tidak boleh berhenti selama hidupnya. Coba kuatkah kamu tidak bernapas selama 30 menit?

Pernapasan/Respirasi pada Manusia

1. Alat-alat pernapasan pada manusia

Setiap hari dan setiap saat manusia bernapas. Peristiwa tersebut terjadi tanpa kita sadari, baik dalam keadaan bangun maupun tidur. Kita baru sadar jika pernapasan kita terganggu misalnya pada saat flu atau merasakan sesak napas, sehingga kita sulit untuk bernapas. Jika kita sulit bernapas kepala akan pusing, dan kadang-kadang kita bantu dengan mulut untuk mengambil udara.
Adapun organ-organ yang berhubungan dengan pernapasan antara lain: rongga hidung (cavum nasi), pangkal tenggorok (laring), batang tenggorok (trakea), cabang batang tenggorok (bronkus), cabang bronkus (bronkulus), dan gelembung paru-paru (alveolus).

a. Rongga hidung (cavum nasi)

Menghirup udara pernapasan melalui rongga hidung merupakan tindakan yang tepat sebab di dalam rongga hidung terdapat banyak rambut yang berfungsi sebagai penyaring udara. Jika udara pernapasan banyak tercampuri debu atau zat-zat asing dapat tersaring oleh rambut hidung tersebut. Dengan demikian zat-zat atau debu tidak masuk ke dalam paru- paru.
Dalam hidung juga terdapat selaput lendir yang disebut selaput mukosa hidung. Selaput ini selalu lembap dan memberikan kelembapan kepada udara yang terhirup. Oleh karena itu, udara pernapasan yang masuk ke dalam hidung akan menjadi lembap dan hangat karena mengalami penyesuaian suhu badan sebelum masuk ke dalam paru-paru.

b. Batang tenggorok (trakea)

Batang tenggorok tidak sama dengan kerongkongan (esofagus). Meskipun dua istilah ini merupakan alat tubuh yang berada di dalam leher, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda, pada ujung batang tenggorok terdapat bagian yang disebut anak tekak atau epiglotis. Alat ini merupakan katub pembatas antara saluran pernapasan atau trakea dengan saluran makanan atau kerongkongan. Letaknya tepat di pangkal rongga mulut. Alat ini akan menutup saluran pencernaan (kerongkongan) pada saat kita menghirup udara pernapasan dan akan menutup saluran pernapasan saat kita menelan makanan.
Batang tenggorok atau trakea merupakan saluran pernapasan yang memanjang dari pangkal rongga mulut sampai dengan rongga dada. Trakea menghubungkan rongga hidung maupun rongga mulut dengan paru-paru. Oleh karena itu, selain melalui hidung, udara pernapasan dapat juga diambil melalui mulut.
Batang tenggorok selalu dalam keadaan terbuka sehingga proses pernapasan dapat dilakukan setiap saat. Dinding batang tenggorok merupakan gelang-gelang yang tersusun dari tulang rawan. Bagian dalam dinding batang tenggorok dilapisi selaput lendir yang memiliki sel-sel rambut getar. Rambut getar ini berfungsi untuk mengeluarkan kotoran yang masuk bersama udara pernapasan. Apabila udara yang masuk kotor dan tidak dapat dikeluarkan seluruhnya serta mengandung bakteri atau virus, maka akan mengakibatkan infeksi atau radang tenggorokan yang sangat mengganggu jalannya pernapasan.

Batang tenggorok bercabang ke kanan dan ke kiri, masing-masing cabang bermuara di paru-paru, cabang tenggorok tersebut disebut bronkus. Apabila bronkus terkena radang, maka timbul penyakit yang disebut bronkitis (radang bronkus). Bronkitis mengakibatkan terjadinya penyempitan bronkus sehingga pernapasan menjadi terganggu. Pada umumnya kejadian ini erat hubungannya dengan udara di sekitar penderita. Udara yang terlalu lembap atau dingin kemungkinan besar semakin memperparah bronkitis. Bronkitis dapat juga terjadi karena tubuh terlalu lelah atau karena alergi terhadap sesuatu hal, misalnya alergi terhadap makanan atau suhu udara, kondisi emosi atau perasaan hati seseorang juga dapat menyebabkan timbulnya gejala bronkitis. 
Langkah terbaik untuk menghindarkan diri dari penyakit bronkitis adalah dengan cara hidup sehat, menjauhi asap rokok (tidak merokok), tidak terlalu sering keluar malam, olahraga yang teratur terutama jalan kaki atau bersepeda, serta menjaga keseimbangan antara bekerja atau beraktivitas dengan istirahat.

c. Pangkal tenggorok

Apabila kita perhatikan bagian leher pada orang laki-laki dewasa, akan tampak adanya tonjolan yang disebut jakun. Sebenarnya jakun tidak hanya dimiliki oleh laki-laki saja, wanita pun juga memilikinya, hanya saja jakun pada wanita tidak menonjol seperti pada laki-laki. Jakun tersebut tersusun dari kutub pangkal tenggorok, perisai tulang rawan, serta gelang- gelang tulang rawan. Di dalam jakun terdapat pita suara yang selalu bergetar apabila kita bersuara.

d. Paru-paru (pulmo)

Paru-paru merupakan pusat dari proses pernapasan. Di dalam paru-paru terjadi peristiwa pertukaran gas antara gas O2 dari luar dengan gas CO2 dan gas H2O (uap air) yang berasal dari dalam darah sebagai sisa proses oksidasi biologis.
Paru-paru terletak di dalam rongga dada dan terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir atau tiga lobus, sedangkan paru-paru kiri hanya memiliki dua gelambir. Paru-paru kanan dan paru-paru kiri terbungkus oleh selaput paru-paru yang sering disebut pleura. Di bagian bawah paru-paru terdapat otot diafragma atau sekat rongga badan yang membatasi antara rongga dada di bagian atas dan rongga perut di bawahnya.
Selain sebagai pembatas, otot diafragma berperan aktif dalam proses pernapasan. Di dalam  paru-paru,  cabang tenggorok (bronkus) bercabang-cabang dalam jumlah yang cukup banyak. Cabang bronkus ini disebut bronkiolus. Pada masing-masing bronkiolus terdapat gelembung-gelembung halus mirip buah anggur yang berisi udara dan dinamakan gelembung paru-paru atau alveolus. Di dalam paru-paru terdapat banyak sekali alveolus, kira-kira mencapai 300.000.000 alveo- lus dengan luas permukaan seluruhnya apabila direntangkan sekitar 80 meter persegi.

Alveolus penuh dengan pembuluh kapiler darah yang membentuk jaring-jaring. Melalui kapiler-kapiler darah, terjadi proses pertukaran gas dari gas O2 dan CO2 dan gas H2O. Gas O2 berdifusi masuk dalam sel darah merah (bersenyawa dengan hemoglobin), sedangkan dari dalam sel darah merah dilepaskan gas asam arang atau CO2 serta uap air atau H2O yang kemudian dilepas melalui saluran pernapasan (hidung). Gas O2 yang telah diikat oleh hemo- globin dalam sel darah merah ini kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

2. Mekanisme pernapasan

Jika kita menarik napas dan menyimpan di dalam dada, dada akan mengembang. Demikian pula jika kita menarik napas dan menyimpan di dalam perut, perut pun akan mengembang dan mengempis lagi setelah napas dihembuskan. Apabila kita bernapas dan rongga dada membesar berarti kita melakukan pernapasan dada. Demikian pula jika kita bernapas dan perut yang membesar, berarti kita melakukan pernapasan perut. Bagaimana proses pernapasan dada dan perut tersebut? Perhatikan uraian berikut.

a. Pernapasan dada

Pada pernapasan dada, gerakan pernapasan dilakukan oleh tulang-tulang rusuk. Tulang ini bergerak karena otot yang terdapat di antara tulang rusuk berkontraksi atau mengkerut sehingga tulang-tulang rusuk terangkat ke atas dan rongga dada menjadi lebih besar. Tekanan udara di dalam tubuh lebih kecil jika dibanding dengan tekanan di luar tubuh, akhirnya udara dari luar masuk ke dalam paru-paru melalui hidung. Jika otot-otot di antara tulang-tulang rusuk mengendor, maka tulang-tulang rusuk kembali kepada posisi semula sehingga rongga dada menjadi kecil, tekanan udara besar dan mengakibatkan udara dalam paru-paru terdorong keluar melalui hidung.

b. Pernapasan perut

Pada pernapasan perut, gerakan pernapasan dilakukan oleh sekat rongga badan. Sekat rongga badan ini disebut juga diafragma. Diafragma pada saat mengendor berkedudukan melengkung ke atas. Hal ini menyebabkan rongga dada menjadi lebih sempit dan udara dalam paru-paru tertekan keluar melalui hidung.
Jika diafragma berkontraksi maka kedudukan diafragma mendatar dan menyebabkan paru-paru turun ke bawah, volume paru-paru menjadi lebih besar serta tekanan udaranya lebih kecil dibandingkan dengan tekanan di luar tubuh, maka udara dapat masuk ke dalam paru-paru. Pada saat mengambil napas disebut waktu inspirasi, sedangkan pada waktu mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Kedua pernapasan di atas berjalan bersama-sama. Hanya saja setiap manusia mempunyai kecenderungan yang berbeda-beda.

3. Volume pernapasan

Pada saat istirahat, kita melakukan pernapasan biasa sehingga udara yang diambil dan dikeluarkan hanya sekitar 0,5 liter. Tetapi jika kita menarik napas sekuat tenaga, udara yang masuk lebih kurang 4 liter dan jika kita embuskan napas kuat-kuat, udara yang keluar juga lebih kurang 4 liter. Udara yang diisap dan yang dikeluarkan sebanyak 4 liter tersebut dinamakan kapasitas vital paru-paru. Di dalam paru-paru udara masih tetap tinggal 1 liter. Udara yang tetap tertinggal dalam paru-paru disebut udara residu. Jika kapasitas vital paru-paru 4 liter dan udara reside 1 liter, maka kapasitas total paru-paru lebih kurang 5 liter.
Berdasarkan volume pernapasan tersebut, kita mengenal empat macam udara di dalam paru-paru, yaitu udara pernapasan, udara komplementer, udara cadangan, dan udara residu. Udara pernapasan adalah udara yang masuk dan keluar selama pernapasan biasa (pada saat istirahat/tidur) sebanyak 0,5 liter. Udara komplementer adalah udara sebanyak 1 liter yang tidak diembuskan, yang selalu tetap ada dan mengisi alat pernapasan. Udara cadangan adalah udara sebanyak lebih kurang 2 liter yang dapat kita embuskan lagi setelah mengembuskan napas pada pernapasan biasa.

Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan

Alat pernapasan dapat mengalami gangguan baik dari penyakit maupun gangguan lain, dan jika ini berlarut-larut akan menyebabkan kematian, misalnya:

1. TBC (Tuberculosis), penyakit paru-paru ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri yang merusakkan gelembung-gelembung udara (alveolus) sehingga peradangan tersebut menyebabkan pecahnya alveolus. Akhirnya paru-paru tidak mampu mengikat oksigen, napas menjadi susah dan tubuh kekurangan oksigen dan menyebabkan kematian.
2. Asma, adalah suatu gangguan dari saluran pernapasan akibat alergi terhadap debu, bulu, rambut, dan tekanan psikologis, sehingga saluran pernapasan menjadi sempit dan susah bernapas. Jika tidak segera ditolong akan menyebabkan kematian. Asma merupakan penyakit menurun.
3. Adenoid (wajah menunjukkan kesan bodoh), kelainan ini merupakan penyempitan saluran pernapasan karena tersumbat oleh kelenjar limfa atau polio yang membengkak. Pembengkakan di tekak atau amandel.
4. Bronkitis, adalah peradangan pada cabang tenggorok karena infeksi penyakit.
5. Pleuritis, adalah infeksi pada selaput paru-paru.
6. Kanker paru-paru, merupakan penyakit paru-paru yang menjalar ke seluruh tubuh sehingga pertukaran gas pada gelembung paru-paru terganggu. Paru-paru tidak berfungsi lagi sehingga menyebabkan kematian. Penyakit ini 75% disebabkan oleh kebiasaan merokok, dan sebab lain seperti polusi udara (menghirup debu, atau zat kimia lain).
7. Pneumonia, adalah penyakit yang menyerang alveolus. Hal ini disebabkan oleh sejenis virus atau bakteri, sehingga terjadi radang paru-paru.
8. Asidosis, adalah gangguan pernapasan di mana ada kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.
9. Difteri terjadi karena infeksi dari kuman difteri sehingga rongga faring maupun laring tersumbat lendir.
10. Sinusitis, merupakan radang pada sinus sehingga terkumpul nanah. Hal ini harus dibuang melalui operasi. Sinus terletak pada pipi di kanan kiri batang hidung.
11. Rinitis, adalah radang rongga hidung karena virus atau cuaca.
12. Faringitis, adalah radang tenggorokan karena infeksi dari bakteri Streptococcus.
13. Laringitis, adalah radang pada laring sehingga tidak dapat bicara (suara hilang), mungkin karena banyak merokok, minum alkohol, berteriak-teriak, atau banyak bicara.

Untuk mengatasi gangguan pada sistem pernapasan dilakukan upaya-upaya sebagai berikut.

1. Olahraga yang teratur untuk memperlancar peredaran darah. Dengan demikian kotoran baik yang ada pada sistem pernapasan maupun yang ada dalam tubuh dapat keluar dengan lancar.
2. Hindari polusi udara dengan memakai masker terutama di perjalanan sehingga debu dan sebagainya tidak ikut masuk ke paru-paru.
3. Jika lingkungan tempat tinggal kita, di lingkungan sekolah, atau lingkungan tempat kerja banyak kemungkinan ada polusi udara, maka pada hari-hari tertentu sebaiknya ke tempat yang sepi dari keramaian (ke pegunungan/tempat rekreasi) yang udaranya masih segar misalnya kita pergi ke pegunungan.
4. Anak-anak balita diberi vaksin BCG agar tidak terserang penyakit TBC.
5. Membersihkan rumah dari debu-debu yang menempel di ruangan kamar dan seluruh isi rumah agar tidak tersedot masuk ke dalam paru-paru.
6. Diadakan penghijauan di rumah masing-masing untuk mengantisipasi debu dan kebutuhan mengenai gas oksigen.
7. Jangan minum-minuman keras yang ber- alkohol. Alkohol menyebabkan ke- keringan sistem pernapasan sehingga mudah ditempeli bakteri.
8. Banyak minum vitamin, terutama vitamin C, untuk mencegah infeksi dari penyakit (meningkatkan kekebalan tubuh)
9. Jangan merokok, karena dapat menyebabkan kanker paru-paru.
10. Jauhi penderita penyakit pernapasan agar tidak tertular.

Rangkuman

1. Alat pernapasan pada manusia antara lain: hidung, tenggorok (trakea), percabangan (bifurcatio), bronkus, bronkiolus, alveolus.
2. Menurut mekanismenya pernapasan ada dua: pernapasan dada, pernapasan perut.
3. Volume udara dalam paru-paru antara lain: volume udara pernapasan, volume udara komplementer, volume udara cadangan, volume udara residu.
4. Kelainan atau penyakit pada pernapasan kita antara lain: TBC, asma, adenoid, bronkitis, kanker, pneumonia, asidosis, rinitis, dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

  • IPA 2 : untuk SMP/MTs Kelas VIII / penyusun, Henry G, Kuswanto, Tuti Hartiningsih. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.