Sistem Gerak pada Manusia

Sistem Gerak pada Manusia
Sistem Gerak pada Manusia

Tahukah kamu mengapa tubuh kita mampu melakukan berbagai gerakan, dan alat-alat apa saja yang memungkinkan terjadinya gerak tubuh? Pada bab ini kita akan mempelajari tentang sistem gerak pada manusia serta hubungannya dengan kesehatan. Pelajari baik-baik bab ini agar kamu lebih memahaminya.

Makhluk hidup salah satu cirinya adalah bergerak. Pada manusia mempunyai sistem gerak yang dapat dibagi menjadi dua yaitu alat gerak pasif dan alat gerak aktif. Alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Tulang sebagai alat gerak pasif dibagi dua yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang sejati (osteon).

Baca Juga : Metabolisme Sel

 

Tulang

Berdasarkan susunannya, tulang dibedakan menjadi:

1. Tulang rawan (kartilago)

Tulang rawan terbentuk dari kumpulan sel-sel tulang rawan (kondrosit). Kondrosit mengeluarkan bahan (matrik) berupa kondrin yang sifatnya lentur. Tulang rawan pada anak- anak mengandung banyak zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapur sehingga tulang rawan bersifat lentur dan elastis.

Tulang rawan pada orang dewasa hanya terdapat pada tempat-tempat tertentu seperti pada hidung, daun telinga, di antara tulang rusuk, dan tulang dada, pada persendian dan antar ruas tulang belakang, yang tidak mengalami pengerasan. Ada tulang rawan yang semakin lama semakin keras, karena ruang-ruang antarsel terisi oleh zat kapur, seperti tulang ubun- ubun. Pada saat masih bayi, tulang ubun-ubun masih berbetuk rawan dan makin lama makin keras, proses penulangan ini disebut osifikasi. Pada masa pertumbuhan, tulang masih dapat bertambah panjang. Hal ini disebabkan adanya cakram epifise yang terletak pada ujung tulang. Bagian tersebut terdiri dari tulang rawan yang sel-selnya aktif mengalami pembelahan.

2. Tulang keras (tulang sejati/osteon)

Tulang keras terdiri dari jaringan tulang yang tersusun atas sel-sel tulang yang disebut osteosit. Tulang keras banyak mengandung zat kapur, protein dan kolagen (zat perekat). Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat Ca3(PO4)2. Hal inilah yang menyebabkan tulang bersifat keras. Perbedaan tulang keras pada anak dan orang dewasa adalah tulang keras pada orang dewasa kadar zat kapurnya lebih banyak sedangkan pada anak-anak mempunyai zat perekat (kolagen) lebih banyak. Oleh karena itu, tulang orang dewasa lebih keras, tetapi jika tulang tersebut patah membutuhkan waktu yang agak lama untuk sembuh, sedangkan pada anak-anak jika mengalami patah tulang lebih cepat sembuh dibanding pada orang dewasa.

Bagian luar dari tulang keras tertutup oleh selapis jaringan yang bernama periostium. Periostium merupakan tempat melekatnya otot. Jika kita mengamati potongan melintang dari tulang keras akan tampak bentuk lingkaran-lingkaran yang berlapis-lapis mengelilingi suatu saluran, sehingga secara keseluruhan disebut sistem Havers.

Di dalam saluran havers terdapat pembuluh-pembuluh darah yang memberi makan pada sel-sel tulang keras. Agar sel-sel tulang keras tetap sehat, dalam pertumbuhan sel-selnya sangat membutuhkan vitamin D. Di dalam tubuh, vitamin D masih berbentuk provitamin D. Agar menjadi vitamin D dibutuhkan sinar ultraviolet dari sinar matahari. Berdasarkan susunan tulangnya, tulang keras dibagi menjadi dua yaitu:

a. Tulang spons

Tulang spons adalah tulang keras yang dalamnya berongga. Contoh: tulang pendek, dan lain-lain.

b. Tulang kompak

Tulang kompak tersusun atas bahan yang rapat dan padat. Contoh: lapisan tulang pipa bagian luar.

 

Kerangka Tubuh Manusia

Kerangka manusia tersusun atas 206 tulang- tulang yang saling berhubungan. Hubungan tulang-tulang tersebut membentuk persendian (artikulasi). Kerangka pada manusia mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting, antara lain sebagai berikut.
1. untuk menegakkan berdirinya badan;
2. sebagai pelindung bagian yang penting seperti otak, mata, jantung, usus, dan lain-lain;
3. memberi bentuk badan;
4. sebagai tempat melekatnya otot;
5. sebagai alat gerak pasif;
6. sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih, khususnya di dalam sumsum tulang.

Secara garis besar kerangka manusia dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Tulang-tulang penyusun tengkorak

Tulang-tulang penyusun tengkorak berbentuk pipih dan saling berhubungan erat membentuk suatu rongga yang merupakan tempat otak. Hubungan tulang-tulang tersebut tidak dapat bergerak. Selain membentuk suatu rongga untuk melindungi otak, ada pula tulang-tulang yang membentuk wajah.

a. Tulang-tulang tengkorak wajah

Tulang-tulang tengkorak wajah terdiri atas:

1) Tulang hidung
Tulang hidung terdiri atas dua buah, yang menutup hidung bagian atas.

2) Tulang pipi
Tulang pipi terdiri atas dua buah, yang memiliki tonjolan ke belakang dan membentuk lengkungan pipi.

3) Tulang rahang atas
Tulang rahang atas terdiri atas dua buah sebagai tempat melekatnya gigi-gigi bagian atas.

4) Tulang rahang bawah
Tulang rahang bawah terdiri atas dua buah, sebagai tempat melekatnya gigi-gigi bagian bawah. Tulang ini memiliki bentuk seperti huruf U dan mempunyai tonjolan yang menuju ke arah pipi. Pada tulang ini juga melekat otot pengunyah dan taju sendi dari tulang pelipis.

5) Tulang air mata
Tulang air mata terdiri atas dua buah, yang terletak di sisi dalam rongga mata, yang berhubungan dengan rongga hidung.

6) Tulang langit-langit
Tulang langit-langit terdiri atas dua buah, yaitu tulang bagian atas dari rongga mulut.

7) Tulang pisau luku
Tulang pisau luku ada satu buah terdapat dalam rongga hidung dan membentuk sekat rongga hidung.

8) Tulang lidah
Tulang lidah terdiri dari satu buah, merupakan tempat melekatnya pangkal lidah.

b. Tulang-tulang tengkorak otak

Tulang-tulang tengkorak otak terdiri atas:

1) Tulang dahi
Tulang dahi berjumlah satu buah, yang membentuk atap tengkorak dan bagian depan.

2) Tulang belakang kepala
Tulang ini jumlahnya satu buah, yang membentuk atap tengkorak dan bagian depan.

3) Tulang pelipis
Tulang pelipis jumlahnya ada dua buah, yang terletak di atas telinga bagian belakang, di bagian bawahnya terdapat tonjolan yang disebut taju puting (tumpul) dan taju duri (runcing).

4) Tulang ubun-ubun
Tulang ubun-ubun jumlahnya dua buah. Tulang ini membentuk bagian atap tengkorak.

5) Tulang baji
Tulang baji jumlahnya dua buah, yang letaknya di depan tulang pelipis.

6) Tulang tapis
Tulang tapis jumlahnya ada dua buah, yang
bersama-sama tulang pisau luku membentuk sekat rongga hidung.

2. Tulang-tulang penyusun rangka badan

Tulang-tulang yang menyusun rangka badan terdiri atas tulang dada, tulang rusuk, tulang belakang, tulang gelang bahu, dan tulang gelang panggul. Organ paru-paru dan jantung terletak di dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang.

a. Tulang belakang
Tulang belakang terdiri atas ruas-ruas tulang belakang yang dari atas sampai ke bawah terbagi menjadi:
1) 7 ruas tulang leher
2) 12 ruas tulang punggung
3) 5 ruas tulang pinggang
4) 5 ruas tulang kemudi/kelangkang
5) 4 ruas tulang ekor/tulang tungging

Ruas tulang leher yang paling atas disebut tulang atlas, sedangkan yang kedua disebut tulang pemutar. Dua ruas tulang punggung merupakan tempat melekatnya tulang-tulang rusuk. Lima ruas tulang-tulang kelangkang dan empat ruas tulang ekor pada orang dewasa telah menjadi satu.

b. Tulang dada
Tulang ini berbentuk pipih dengan panjang lebih kurang 15 cm, letaknya di tengah-tengah dada. Tulang dada mempunyai tiga bagian, yaitu hulu, badan, dan taju pedang. Bagian hulu berhubungan dengan tulang selangka dan bagian badan berhubungan dengan tulang rusuk sedangkan taju pedang kelihatan sebagai tonjolan pada dada bagian bawah yang terdiri dari tulang rawan.

c. Tulang rusuk
Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang yang dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1) 7 pasang tulang rusuk sejati, di mana bagian belakang melekat pada tulang punggung dan di depan melekat pada tulang dada.
2) 3 pasang tulang rusuk palsu, bagian belakang melekat pada tulang punggung, sedangkan bagian depan melekat pada tulang rusuk yang ada di atasnya.
3) 2 pasang tulang rusuk melayang, pada bagian belakang melekat pada tulang belakang bagian depan tidak melekat pada tulang dada atau tulang yang lain.

d. Tulang gelang panggul
Tulang gelang panggul terdiri atas:
1) dua buah tulang usus (ilium)
2) dua buah tulang duduk
3) dua buah tulang kemaluan
Tulang-tulang tersebut saling berhubungan erat membentuk lingkaran yang berlubang. Tulang- tulang tersebut juga membentuk persendian dengan tulang paha yang disebut sendi panggul.

e. Tulang gelang bahu
Tulang-tulang yang menyusun gelang bahu antara lain:
1) Tulang selangka
Tulang selangka jumlahnya dua buah, berbentuk seperti huruf S yang menghubungkan bahu dengan tulang dada, bagian hulu.

2) Tulang belikat
Tulang belikat jumlahnya satu pasang, bentuknya pipih, dan mempunyai tonjolan berbentuk paruh gagak dan disebut tulang paruh gagak. Tulang belikat berbentuk segitiga.

3. Tulang-tulang penyusun anggota gerak
Tulang anggota gerak mempunyai kemungkinan gerak yang lebih bebas dibandingkan dengan tulang-tulang yang lain. Hal ini sesuai dengan fungsinya untuk melakukan gerakan.
Anggota gerak pada manusia dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Tulang gerak atas (tangan)
Anggota gerak atas terdiri dari beberapa tulang yang terangkai menyusun tangan. Tulang-tulang yang menyusun tangan antara lain:
1) Tulang lengan atas (dua buah, kanan, dan kiri).
2) Tulang hasta (dua buah, kanan, dan kiri), yaitu tulang yang searah dengan jari kelingking.
3) Tulang pengumpil (dua buah, kanan, dan kiri) yang searah dengan ibu jari.
4) Tulang pergelangan tangan (dua buah, kanan, dan kiri) yang masing-masing terdiri dari delapan buah tulang.
5) Tulang telapak tangan (dua buah, kanan, dan kiri) yang masing-masing terdiri atas lima buah tulang.
6) Tulang jari tangan (kanan dan kiri) yang masing- masing terdiri atas empat belas ruas tulang dan masing-masing jari terdiri atas tiga ruas, kecuali pada ibu jari yang hanya dua ruas.
b. Tulang  gerak  bawah (kaki/tungkai)
Anggota gerak bawah berupa kaki yang susunannya hampir sama dengan anggota gerak atas (tangan). Pada kaki tersusun rangkaian tulang-tulang sebagai berikut.
1) Tulang paha (dua buah, kanan dan kiri)
2) Tulang kering (dua buah, kanan dan kiri) yang ada di sebelah depan pada tungkai bawah.
3) Tulang betis (dua buah, kiri dan kanan) yang ada di sebelah belakang pada tungkai bawah.
4) Tulang tempurung lutut (dua buah, kiri dan kanan)
5) Tulang telapak kaki (dua buah, kiri dan kanan), masing-masing terdiri atas lima buah tulang.
6) Tulang jari kaki (kiri dan kanan), masing-masing terdiri atas empat belas tulang. Masing- masing jari ada tiga ruas kecuali ibu jari yang mempunyai dua ruas.

Baca Juga : Klasifikasi Makhluk Hidup

 

Hubungan Antartulang

Tulang-tulang yang menyusun kerangka, berhubungan antara yang satu dengan yang lain sehingga membentuk persendian. Berdasarkan sifat gerakan dari persendian, maka sendi dapat dibedakan menjadi sendi mati, sendi kaku, dan sendi gerak.

1. Sendi Mati (sinartrosis)

Sendi mati adalah hubungan antara tulang-tulang yang tidak dapat digerakkan. Contoh: hubungan antara tulang-tulang tengkorak.

2. Sendi Kaku (amfiartrosis)

Sendi kaku adalah hubungan antara tulang-tulang yang memungkinkan sedikit gerakan (gerakan sangat terbatas). Contoh: hubungan antara tulang dada dan tulang rusuk, hubungan antara tulang-tulang pergelangan tangan dan kaki, hubungan antara ruas tulang belakang.

3. Sendi Gerak (diartrosis)

Sendi gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara bebas. Contoh: hubungan antara tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, hubungan antara tulang jari-jari tangan dan kaki, hubungan antara tulang paha dengan tulang kering, dan lain-lain.

Berdasarkan arah gerakannya sendi gerak dapat dibedakan menjadi:

a. Sendi Peluru

Sendi peluru adalah hubungan antara dua tulang di mana bonggol tulang yang satu sendi berbentuk seperti bola (peluru), sedangkan bonggol tulang yang lain berbentuk seperti cawan sehingga menimbulkan gerakan tulang ke segala arah. Contoh: hubungan tulang antara tulang lengan atas dengan tulang lengan bahu, hubungan antara tulang paha dengan tulang gelang panggul.

b. Sendi Putar

Sendi putar adalah hubungan antara tulang-tulang di mana yang satu dapat berputar mengitari tulang yang lain. Seperti pada hubungan tulang atlas dan tulang pemutar pada leher, sehingga kepala kita dapat berputar ke kiri dan ke kanan. Contoh: hubungan antara tulang hasta dengan pengumpil, sehingga dapat menggerakkan telapak tangan menelungkup atau menengadah.

c. Sendi Engsel

Sendi engsel mempunyai gerakan tulang ke dua arah yang menyerupai engsel pintu. Contoh: hubungan antara tulang lengan atas dengan lengan bawah yang disebut persendian siku, hubungan antara tulang paha dengan tungkai bawah yang disebut persendian lutut hubungan tulang-tulang pada jari tangan dan jari kaki.

d. Sendi Pelana

Sendi pelana adalah hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain sehingga memungkinkan terjadinya gerakan tulang ke dua arah. Contoh: hubungan antara tulang telapak tangan dengan ibu jari.

e. Sendi Luncur

Sendi luncur adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain, di mana ujung kedua tulang memiliki permukaan datar sehingga memungkinkan terjadinya gerakan ke depan atau ke belakang, atau ke kiri dan ke kanan. Contoh: tulang-tulang yang menyusun telapak tangan dan telapak kaki, hubungan antartulang-tulang belakang.

 

Gangguan dan Kelainan Tulang pada Manusia

Tulang-tulang pada manusia sering mengalami gangguan baik gangguan tulang sejak lahir, karena makanan yang kita konsumsi setiap hari, posisi tubuh yang salah, terkena penyakit, kecelakaan, dan lain-lain. Di bawah ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan gangguan tulang atau penyakit pada tulang.

1. Kebiasaan posisi tubuh yang salah

Posisi duduk yang salah dapat menyebabkan gangguan pada tulang. Jika posisi duduk dengan punggung membungkuk maka tulang belakang akan melengkung ke kiri, ke kanan, ke depan, atau ke belakang. Melengkungnya tulang belakang tersebut dipengaruhi oleh posisi dan kebiasaan duduk.

Kelainan tulang punggung dapat dibedakan menjadi tiga:
a. Skoliosis, yaitu tulang punggung yang terlalu melengkung ke kiri atau ke kanan.
b. Kifosis, yaitu tulang punggung terlalu melengkung ke belakang.
c. Lordosis, yaitu tulang punggung yang terlalu melengkung ke depan.

Oleh karena itu kita harus membiasakan duduk dengan sikap yang benar yaitu duduk dengan sikap tegak dan tidak membengkok ke kanan atau ke kiri.

2. Gangguan tulang karena penyakit

Beberapa penyakit tulang dapat disebabkan oleh mikroorganisme, baik virus maupun bakteri, di antaranya sebagai berikut.

a. Polio
Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang menyerang tulang, sehingga menjadi lumpuh (tidak bertenaga) atau pertumbuhannya mengecil dan tidak sempurna.

b. Layuh semu
Layuh semu terjadi akibat infeksi penyakit sifilis pada anak semasa dalam kandungan akibat tertular oleh ibu yang mengidap penyakit sifilis, akibatnya tulang-tulang anggota gerak pada bayi atau anak menjadi layuh atau tidak bertenaga.

c. Kaku sendi
Kaku sendi merupakan cacat pada persendian di mana sendi tidak dapat digerakkan. Penyakit ini disebabkan karena persendian terinfeksi penyakit sifillis atau gonorhoe sehingga minyak sendi menjadi kering dan tidak dapat digerakkan, misalnya pada lutut yang tidak dapat dibengkokkan. Kaku sendi biasanya ini terjadi pada orang dewasa.

d. Kanker tulang
Virus juga dapat merusak pertumbuhan sel-sel tulang yang tidak terkendali, sehingga di beberapa tempat pada tulang dapat tumbuh benjolan-benjolan yang dapat berpindah-pindah dan timbul rasa sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

e. TBC tulang
TBC tulang adalah penyakit pada tulang akibat infeksi oleh Tubercolosis sehingga tulang menjadi rusak.

3. Gangguan/kelainan tulang yang disebabkan oleh faktor keturunan (sifat keturunan)

Suatu sifat keturunan pada orang tua yang bersifat menurun akan diwariskan kepada keturunannya, sifat itu disebut gen. Misalnya, kelainan bentuk tulang punggung yang dialami orang tua yang disebabkan oleh gen maka akan diwariskan kepada keturunannya.

4. Gangguan/kelainan tulang yang disebabkan oleh makanan

Pertumbuhan tulang-tulang sangat tergantung dari makanan yang kita makan setiap hari. Makanan yang kita makan harus mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Misalnya, mengandung zat kapur, fosfor dan vitamin D. Kekurangan zat kapur (kalsium) dan vitamin D pada tulang, dapat menyebabkan pertumbuhan tulang pada kaki terganggu, akibatnya tulang menjadi lunak dan bengkok. Jika bengkoknya ke dalam, kaki membentuk huruf X, tetapi jika bengkoknya keluar, membentuk huruf O. Pada orang tua, jika kekurangan kalsium maka punggung dapat membungkuk.

5. Gangguan/kelainan tulang karena kecelakaan

Gangguan/kelainan tulang karena kecelakaan antara lain:
a. Fraktura, jika terjadi patah tulang pada saat kecelakaan.
b. Fisura, jika tulang mengalami retak.
c. Urai sendi, jika terjadi pergeseran sendi karena selaput sendi sobek.
d. Kalus, jika tulang yang patah akibat kecelakaan, kemudian timbul gelembung pada bagian sambungan tulang, tempat sambungan tulang yang menggelembung setelah sembuh.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan dan penyakit pada tulang, antara lain:
a. Setiap hari makan makanan yang mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D
b. Membiasakan duduk dengan posisi yang benar.
c. Memvaksinasi polio pada anak-anak balita.
d. Menghindari penyakit sifilis dengan cara hidup sehat dan berperilaku sehat serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e. Berolahraga yang teratur.
f. Hindari kecelakaan dengan berhati-hati di jalan atau di tempat lain.
g. Seringkali mendapatkan sinar matahari pagi.

 

Otot sebagai Alat Gerak Aktif pada Manusia

Otot (musculus) disebut juga daging. Otot merupakan alat gerak aktif karena mampu menggerakkan tulang. Hal ini dikarenakan otot mampu berkontraksi (mengkerut) dan relaksasi (mengendor). Otot yang mampu menggerakkan tulang adalah otot yang melekat pada tulang atau rangka yang disebut otot lurik, sedangkan otot polos dan otot jantung tidak menggerakkan tulang, karena tidak melekat pada tulang atau rangka.

Otot lurik dapat berkontraksi karena mempunyai energi yang tersimpan dalam otot yang disebut ATP (Adensin Tri Phosphat). ATP tersedia dari hasil pembakaran atau oksidasi makanan (baik karbohidrat maupun lemak). Jika otot terus-menerus berkontraksi, maka energi akan habis sehingga harus membentuk ATP lagi.

1. Macam-macam Otot

Berdasarkan susunan dan fungsinya, otot dibedakan menjadi:

a. Otot lurik (Serat Lintang)

Otot ini tersusun atas sel-sel yang berbentuk serabut dan di bagian tepi mengandung inti. Jika dilihat di bawah mikroskop akan tampak bagian yang gelap dan terang seperti lurik. Oleh karena itu, disebut otot lurik atau disebut otot seran lintang karena bagian gelap dan terang arahnya melintang.

Serabut-serabut otot merupakan kumpulan dari sel- sel otot sehingga membentuk jaringan. Serabut-serabut otot bergabung menjadi satu dan dibungkus dengan selaput fasia propia menjadi berkas otot yang lebih besar. Berkas-berkas otot bergabung menjadi satu kesatuan lagi dan dilapisi selaput yang disebut fasia superfisialis.

Gabungan otot ini akan membentuk daging yang di bagian tengahnya terjadi pembesaran disebut empal, sedangkan di bagian-bagian ujungnya disebut tendon (urat). Ujung tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo sedangkan yang melekat pada tulang dan bergerak disebut insersi.

Sifat-sifat otot lurik adalah sistem kerjanya dipengaruhi oleh kehendak kita, cara kerjanya cepat dan cepat lelah, gerakannya tidak teratur, inti sel lebih dari satu dan letaknya di tepi.

b. Otot jantung

Otot pada jantung tersusun dari sel-sel otot yang bergaris melintang seperti lurik yang terdiri dari serabut- serabut otot membentuk berkas otot, sedangkan intinya terdapat di tengah dan terletak pada dinding jantung.

Otot jantung memiliki sifat-sifat yang menunjukkan sifat gabungan antara otot lurik dan otot polos. Otot jantung berbentuk serabut memanjang bercabang-cabang seperti otot lurik, namun cara bekerja otot jantung di luar kesadaran seperti otot polos. Gerakannya teratur dan tidak cepat lelah.

Jika gerakan jantung tidak teratur, jantung akan mudah rusak. Jantung adalah organ tubuh yang paling vital. Oleh karena itu, harus selalu dijaga kesehatannya. Faktor-faktor penyebab gerakan jantung tidak normal adalah terkejut, takut, marah, olahraga yang tidak teratur, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, minum-minuman keras, dan merokok.

c. Otot polos

Otot polos tersusun dari sel-sel otot polos, bentuknya polos, tidak memiliki bagian yang gelap dan bagian yang terang. Sel-sel otot hanya mempunyai satu inti. Otot polos banyak menyusun organ-organ tubuh, misalnya dinding usus, dinding saluran kelenjar, saluran pernapasan, saluran pencernaan, dinding lambung, saluran ekskresi, dinding pembuluh darah dan getah bening, hati, ginjal, dan limfa.

2. Cara Kerja Otot

Otot-otot kita mampu bekerja karena adanya tenaga. Tenaga siap pakai adalah tenaga yang tersimpan dalam sel-sel otot atau biasa disebut ATP (Adenosin Tri Phosphat). Sementara itu, tenaga yang tersimpan dan pemakaiannya tidak langsung atau harus diubah menjadi tenaga disebut glikogen.

a. Kerja otot polos

Cara kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Otot ini bekerja tanpa kita sadari, misalnya otot-otot pada saluran pencernaan. Makanan yang kita telan dapat berjalan masuk ke lambung karena adanya gerak otot-otot pada kerongkongan, sehingga makanan seolah-olah diremas-remas menuju ke lambung. Gerakan ini disebut gerak peristaltik. Gerakannya lembut tetapi teratur, sehingga tidak cepat lelah.

b. Kerja otot lurik

Di dalam otot lurik mengandung tenaga, akan tetapi jika tidak mendapatkan rangsangan dari saraf, otot tersebut tidak dapat bekerja. Faktor-faktor yang memengaruhi kerja otot adalah adanya rangsangan dari saraf dan adanya tenaga.

Otot lurik akan mengendor (relaksasi) dalam keadaan istirahat, sedangkan dalam keadaan bekerja (kontraksi) otot tersebut bersifat tegang, pendek, besar, dan keras. Hal ini terlihat pada bekerjanya otot rangka. Jika kita akan lari, saraf akan bekerja memerintahkan otot kaki untuk bergerak. Bergeraknya otot-otot kaki menggunakan tenaga siap pakai yang disebut ATP. ATP ini makin lama makin habis. Apabila tenaga habis dan masih dipaksa untuk berlari, dapat mengakibatkan kita kehabisan tenaga atau bahkan dapat jatuh pingsan.

Bila otot lurik bekerja akan menghasilkan zat sisa yang disebut asam susu atau asam laktat. Asam susu ini bersifat racun. Setelah berolahraga, badan akan terasa capek karena banyak terdapat timbunan asam susu ini. Asam susu ini secara pelan-pelan dibawa darah untuk dibuang melalui alat pengeluaran (ginjal). Otot-otot yang sering digerakkan atau dilatih akan mengalami pembesaran (hipertrofi), sebaliknya otot yang tidak sering digerakkan maka makin lama makin kisut (atrofi).

Otot sinergis adalah kerja dua otot yang sama- sama berkontraksi untuk menggerakkan tulang. Contohnya, otot-otot pronator yang terdapat pada lengan bawah. Kedua otot ini bekerja sama dalam menggerakkan telapak tangan menengadah (supinasi) atau menelungkup (pronasi). Otot yang bekerja sama secara berlawanan disebut antagonis. Bisep adalah otot yang memiliki dua tendon yang melekat pada tulang, sedangkan trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon yang melekat pada tulang. Jika otot bisep berkontraksi, lengan bawah akan terangkat. Untuk mengembalikan lengan bawah pada kedudukan semula, otot trisep berkontraksi. Jadi, kerja otot bisep merupakan otot fleksor (otot yang membengkokkan sendi) dan otot trisep merupakan otot ekstensor (otot yang meluruskan sendi) yang saling berlawanan.

c. Kerja otot jantung

Otot jantung kerjanya otonom (bekerja sendiri). Tanpa kita perintah, otot jantung akan memompa darah sehingga bilik berkontraksi. Pada saat menerima darah, bilik akan mengendor. Kerja otot jantung dipengaruhi oleh saraf yang terdapat pada jantung.

 

Rangkuman

1. Alat gerak pada manusia ada dua macam:
– alat gerak pasif
– alat gerak aktif

2. Berdasarkan susunan tulang pada manusia ada dua yaitu:
– tulang rawan
– tulang sejati

3. Fungsi kerangka yaitu menegakkan berdirinya badan, pelindung bagian yang penting (otak, mata, jantung, usus dan lain-lain)

4. Berdasarkan susunannya tulang keras dibagi dua: tulang kompak dan tulang spons.

5. Tulang penyusun kerangka antara lain: tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang gelang panggul, dan tulang gelang bahu

6. Tulang rusuk terdiri dari: 7 pasang tulang rusuk, 3 pasang tulang rusuk palsu, 2 pasang tulang rusuk melayang.

7. Anggota gerak ada dua: anggota gerak atas dan anggota gerak bawah.

8. Tulang belakang terdiri dari: 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang, 7 ruas tulang leher, 5 ruas tulang pinggung, 5 ruas tulang kemudi (kelangkang), 4 ruas tulang ekor.

9. Otot merupakan alat gerak aktif karena mampu menggerakkan tulang.

10. Tubuh manusia tersusun oleh tiga macam otot, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.

11. Otot berkontraksi setelah mendapat rangsangan dari saraf. Ciri otot yang sedang berkontraksi adalah membesar, memendek, dan mengeras. Ciri-ciri otot yang relaksasi adalah mengecil, memanjang, dan melunak.

12. Otot bisep dan otot trisep pada lengan atas bekerja saling berlawanan (antagonis). Otot pronator pada lengan bawah bekerja bersamaan (sinergis).

 

DAFTAR PUSTAKA Sistem Gerak pada Manusia

  • IPA 2 : untuk SMP/MTs Kelas VIII / penyusun, Henry G, Kuswanto, Tuti Hartiningsih. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.