Rumah Tangga Produsen

 

Rumah Tangga Produsen
Rumah Tangga Produsen

Rumah Tangga Produsen

Pelaku ekonomi yang kedua, yaitu rumah tangga produsen (RTP). Rumah tangga produsen dikenal juga dengan perusahaan. Secara garis besar, rumah tangga produsen berperan dalam mengombinasikan berbagai faktor produksi yang diperoleh dari rumah tangga konsumen untuk memproduksi barang dan jasa yang akan ditawarkan di pasar output. Di Indonesia, yang berperan sebagai rumah tangga produsen adalah Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Swasta, koperasi, dan pelaku ekonomi dari sektor informal. Secara terperinci, peran rumah tangga produsen dalam perekonomian diuraikan sebagai berikut.

1. Produsen
Rumah tangga produsen berperan dalam memproduksi barang ataupun jasa dalam suatu perekonomian. Barang dan jasa yang diproduksi oleh rumah tangga produsen ini kemudian ditawarkan kepada rumah tangga konsumen melalui pasar output atau pasar barang dan jasa. Contoh, PT Telkom sebagai salah satu BUMN menghasilkan produk jasa telekomunikasi. Koperasi pengrajin batik yang beranggotakan para produsen kain batik memproduksi berbagai produk kain batik. PT Indo Food sebagai salah satu BUMS di Indonesia memproduksi berbagai produk makanan dan minuman.

2. Pengguna Faktor Produksi
Untuk memproduksi barang dan jasa, rumah tangga produsen memerlukan berbagai faktor produksi dalam proses produksi. Contohnya, untuk memproduksi pakaian jadi seorang produsen memerlukan faktor produksi tenaga kerja untuk membuat pola pakaian dan menjahitnya. Diperlukan tempat bagi para pekerja untuk mengerjakan proses pembuatan pakaian dan gudang penyimpanan. Selain itu, diperlukan pula berbagai barang modal, seperti mesin jahit dan mesin obras. Untuk mengombinasikan berbagai faktor produksi ini dan menjalankan perusahaan dengan baik diperlukan faktor produksi kewirausahaan. Contoh di atas menggambarkan peran rumah tangga produsen sebagai pengguna faktor produksi.

Bila digambarkan dengan bagan alur maka pola hubungan antara rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen akan tampak seperti diagram alur pada halaman 195. Coba kalian bayangkan suatu perekonomian di mana semua barang dan jasa disediakan melalui pasar. Pelaku ekonomi pertama, yaitu rumah tangga konsumen yang berperan dalam menyediakan faktor produksi tenaga kerja, tanah, modal, dan entrepreneur di pasar faktor produksi kepada produsen. Sementara pelaku ekonomi kedua, yaitu rumah tangga produsen berperan dalam mengombinasikan berbagai faktor produksi yang ditawarkan oleh rumah tangga konsumen untuk memproduksi barang dan jasa. Barang dan jasa yang diproduksi ini kemudian akan dijual kepada rumah tangga konsumen melalui pasar barang.

Dalam perekonomian ini, produsen adalah pembeli faktor produksi yang ditawarkan di pasar input. Rumah tangga konsumen menawarkan sumber daya ekonomi dan berperan sebagai penjual di pasar input. Persaingan di antara para penjual dan pembeli faktor produksi akan menghasilkan harga pasar untuk masing-masing faktor produksi.

Penjualan faktor produksi di pasar input ini akan memperoleh pembayaran berupa upah untuk faktor produksi tenaga kerja, sewa untuk faktor produksi tanah, bunga untuk faktor produksi modal, dan keuntungan untuk faktor produksi entrepreneur. Upah, sewa, bunga, dan keuntungan ini merupakan pendapatan bagi rumah tangga konsumen. Pendapatan ini akan digunakan untuk membayar barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari para produsen.

 

DAFTAR PUSTAKA
IPS / Rogers Pakpahan…[et al.] ; editor, Arna Asna Annisa…[et al.].—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.

Tags: