Permintaan dan Penawaran Dalam Ilmu Ekonomi

 

Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan Penawaran Dalam Ilmu Ekonomi

Sebagaimana judul yang kita lihat bersama,. dalam tulisan ini kita akan menjelaskan mengenai seluk beluk permintaan dan penawaran dalam kacamata ilmu ekonomi. Semoga dengan uraian yang akan kami sampaikan berikut ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dimana pun berada. Khususnya para pelajar Indonesia yang tetap semangat berjuang dalam meraih cita-cita mulia. Langsung saja simak uraian selengkapnya di bawah ini.

 

Permintaan (Demand)

Pernahkah kalian mengamati ketika menjelang lebaran harga sirup, gula pasir, terigu cenderung naik?. Pernahkah kalian mengamati ketika minyak tanah langka dan terjadi antrian panjang untuk mendapatkannya maka harga yang ditentukan oleh penjual/pengecer cenderung naik/mahal?.

Baca Juga : Koperasi Sekolah

 

1. Pengertian Permintaan

Pengertian permintaan dalam bahasa sehari-hari sedikit berbeda dengan pengertian permintaan dalam ekonomi. Pengertian sehari-hari permintaan_sering hanya diartikan sebagai jumlah barang yang diinginkan atau dibutuhkan oleh konsumen. Dalam pengertian ekonomi permintaan_diartikan lebih jauh lagi yaitu tidak sekedar keinginan (want) dari konsumen, melainkan permintaan terhadap sejumlah barang akan berarti jika memang konsumen menuntut untuk dipenuhinya keinginan tersebut atau sampai pada taraf kebutuhan (need yaitu keinginan yang menuntut untuk segera dipenuhi), berarti perlu didukung oleh daya beli.

Dari uraian diatas, maka secara sederhana permintaan_dapat diartikan sebagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga. Secara lengkap permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen/pelanggan pada berbagai kemungkinan harga selama periode tertentu dengan asumsi faktor-faktor lainnya dianggap tetap (ceteris paribus). Kondisi waktu tertentu tersebut dapat 1 (satu) jam, 1 (satu) hari, 1 (satu) tahun atau periode waktu lainnya.

Sedangkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan suatu barang sebenarnya disamping harga barang itu sendiri, kita perlu memperhatikan harga dan ketersediaan barang yang berkaitan (bisa barang substitusi dan barang komplementer), pendapatan konsumen, dan selera/ preferensi konsumen terhadap barang tersebut.

 

2. Macam-macam Permintaan

Konsep permintaan dapat dibedakan atas daya beli konsumen:

a. PERMINTAAN POTENSIAL (POTENTIAL DEMAND)

Permintaan potensial adalah permintaan yang hanya mendasarkan pada keinginan dan tanpa atau belum didukung oleh daya beli. Keinginan tanpa daya beli hanya mengarah pada kemauan, tetapi tidak pada permintaan

b. PERMINTAAN EFEKTIF (EFFECTIVE DEMAND)

Permintaan_Efektif adalah permintaan yang disertai dengan kekuatan untuk membeli atau daya beli. Pembagian lain, permintaan dapat dibedakan dari jumlah pemintanya:

♥ Permintaan Individual/Pribadi

Permintaan individual adalah permintaan_yang datang dari perseo- rangan atau individu. Permintaan ini dipengaruhi oleh nilai yang dikaitkan dengan perolehan dan penggunaan barang jasa yang bersangkutan serta kemampuan untuk memperolehnya.

♥ Permintaan Pasar

Permintaan Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (semata- mata merupakan gabungan) dari permintaan-permintaan_individual/ pribadi yang ada di pasar tersebut.

 

3. Fungsi, Daftar/Skedul dan Kurva Permintaan

a. FUNGSI PERMINTAAN

Fungsi permintaan akan sebuah produk adalah sebuah pernyataan hubungan antara kuantitas yang diminta dan semua faktor yang mempengaruhi kuantitas tersebut. Permintaan_ditempatkan sebagai suatu fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain harga barang itu sendiri, harga barang lain/saingan, selera, pendapatan, jumlah penduduk dan faktor lain. Selain dapat diidentifikasi, keterkaitan antara permintaan dan faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut:

 

Qdx = f (Px ; Py ; t ; Y ; Pop)

Keterangan:
Qdx = Jumlah produk X yang diminta Px = Harga barang X
Py = Harga barang Y (Harga barang lain, bisa barang substitusi dan Barang komplementer)
t = Selera/taste
Y = Pendapatan/Yield
Pop = Jumlah Penduduk/ Populasi

Dalam kaitannya dengan hukum ekonomi, pada masalah permintaan sebagian besar analisisnya menggunakan asumsi ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap konstan/tidak berubah). Oleh karena itu harga merupakan faktor dominan dalam permintaan, sementara faktor-faktor seperti harga barang lain, selera, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk dianggap tetap.

b. DAFTAR/SKEDUL PERMINTAAN

Sebagaimana uraian di depan, kita mengenal permintaan individu/ perseorangan tertentu dan permintaan pasar yang sebenarnya merupakan penjumlahan secara horizontal dari permintaan-permintaan individu yang ada di pasar.

Dari skedul/daftar permintaan di atas kita dapat membuat kurva permintaan. Kurva permintaan_sendiri merupakan garis yang menghubungkan berbagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga. Berikut ini contoh Daftar/Skedul permintaan_akan telur per bulan dalam kg dari permintaan individu dan permintaan_pasar (dengan asumsi dalam pasar tersebut hanya ada dua permintaan individu yaitu Individu A dan Individu B):

 

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran

c. KURVA PERMINTAAN

Dari skedul/daftar permintaan di atas kita dapat membuat kurva_permintaan. Kurva permintaan_sendiri merupakan garis yang menghubungkan berbagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga. Berikut kurva permintaan individu dan kurva permintaan_pasar yang bisa digambar dari daftar skedul di atas:

 

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran

Dari grafik kurva permintaan di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa bentuk kurva permintaan pada umumnya memiliki kemiringan (slope) yang negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Bentuk kurva semacam ini mempunyai makna bahwa semakin tinggi harga suatu barang maka semakin sedikit permintaan_akan barang tersebut, demikian juga sebaliknya semakin rendah harga suatu barang maka semakin tinggi permintaan akan barang tersebut. Hal ini terjadi karena pada harga yang tinggi banyak pembeli yang sebenarnya berminat membeli barang tersebut menjadi tidak mampu membeli sehingga permintaan_terhadap barang tersebut menjadi berkurang/ sedikit. Sebaliknya pada harga yang rendah, pembeli yang sebelumnya tidak mampu membeli, menjadi mampu membeli sehingga pada harga yang rendah permintaan_terhadap barang cenderung banyak atau mengalami kenaikan.

Dari grafik di atas juga menunjukkan bahwa permintaan-permintaan individu yang ada di pasar jika dijumlahkan secara horizontal (hanya pada sumbu kuantitas = Q) akan menjadi kurva permintaan pasar. Jadi kurva permintaan pasar sebenarnya hanya merupakan penggabungan secara horizontal dari kurva-kurva permintaan individual yang ada di pasar.

d. PERUBAHAN PERMINTAAN

Perubahan permintaan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1) Perubahan Jumlah Barang Yang Diminta

Perubahan jumlah barang yang diminta menunjukkan berubahnya jumlah barang yang diminta karena adanya perubahan harga barang itu sendiri. Dalam perubahan jumlah barang yang diminta maka faktor-faktor lain seperti harga barang lain, selera, tingkat pendapatan dianggap tetap (ceteris paribus). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam grafik berikut:

 

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran

Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa perubahan jumlah barang yang diminta dari OQ ke OQ1 atau pergeseran dari titik A ke titik B terjadi karena berubahnya harga (penurunan harga) dari OP ke OP1. Jadi pada perubahan jumlah barang yang diminta dapat ditandai adanya pergeseran dari titik A ke titik B, dimana pergeseran terjadi karena adanya penurunan harga dan pergeseran itu terjadi disepanjang kurva atau masih pada kurva yang sama.

2) Perubahan Permintaan.

Yang dimaksud perubahan permintaan adalah berubahnya jumlah barang yang diminta sebagai akibat perubahan salah satu faktor atau lebih dari faktor-faktor yang dianggap tetap. Jadi dalam perubahan_permintaan maka asumsi ceteris paribus menjadi tidak berlaku. Ciri yang nampak pada perubahan permintaan_adalah pada harga barang yang sama/tetap tetapi jumlah yang diminta bisa berubah (berkurang ataupun bertambah), sehingga akan terjadi pergeseran kurva atau pada kurva yang berbeda.

Pada kondisi harga yang tetap tetapi jumlah barang yang diminta menjadi berkurang disebut sebagai Permintaan Berkurang. Sedangkan pada harga yang tetap tetapi jumlah barang yang diminta mengalami kenaikkan disebut permintaan_bertambah.

 

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran

Dari grafik di atas dapat dijelaskan bahwa pergeseran dari titik A ke titik B hanyalah merupakan perubahan jumlah yang diminta. Bertambahnya jumlah yang diminta dari OQ ke OQ1 terjadi karena turunnya harga dari OP ke OP1, dan yang terjadi hanyalah pergeseran disepanjang kurva DD (masih dalam satu kurva).

Pergeseran dari titik A ke titik C, yang terjadi pada harga yang tetap yaitu sebesar OP, sedangkan jumlah barang yang diminta bertambah dari OQ ke OQ2. Pada pergeseran ini bisa disebut sebagai perubahan permintaan atau lebih tetapnya permintaan_bertambah. Pada kasus permintaan bertambah ada pergeseran kurva_permintaan ke arah kanan atau kurva permintaan bergeser dari DD ke D1D1.

Pergeseran dari titik A ke F yang terjadi pada harga yang sama yaitu sebesar OP. Pada kondisi ini ternyata jumlah yang diminta mengalami penurunan dari OQ ke OQ3. Penurunan dari OQ ke OQ3 dapat disebut telah terjadi perubahan permintaan, dalam hal ini bisa disebut permintaan berkurang. Pada kondisi permintaan berkurang ini terjadi pergeseran kurva dari kurva DD ke kurva D2D2 atau kurva permintaan bergeser ke kiri.

 

4. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Sekarang ini kita beranggapan bahwa perubahan harga produk itu sendiri yang akan mempengaruhi jumlah produk yang diminta (dalam hal ini berarti faktor-faktor lain dianggap konstan/asumsi ceteris paribus berlaku). Perubahan harga produk hanya akan menyebabkan perubahan jumlah produk yang diminta, perubahan ini hanya terjadi dalam satu kurva atau disepanjang kurva. Jika ceteris paribus tidak berlaku dengan kata lain faktor-faktor lain yang dianggap konstan mengalami perubahan maka akan terjadi perubahan_permintaan atau terjadi pergeseran kurva. Adapun faktor-faktor yang bisa mempengaruhi perubahan permintaan antara lain:

a. Harga Barang Lain yang Mempunyai Hubungan Erat.

Jumlah permintaan suatu barang bisa berubah bila harga barang lain yang mempunyai hubungan erat berubah. Harga barang lain yang mempunyai hubungan erat bisa berupa barang substitusi (barang yang bisa saling menggantikan) atau barang komplementer (barang yang bisa saling melengkapi).

Barang substitusi adalah dua barang yang dalam penggunaannya bisa saling menggantikan. Contoh: Daging Sapi dengan Daging Ayam. Ketika harga daging sapi naik, maka masyarakat/konsumen akan cenderung mengurangi volume permintaan_barang yang harganya naik dan menggantikannya dengan barang yang harganya relatif tetap. Jadi dalam hal ini jika daging sapi harganya mengalami kenaikkan, sementara daging ayam harganya tetap maka permintaan akan daging sapi mengalami penurunan dan permintaan_daging ayam akan mengalami kenaikkan. Dalam hal ini konsumen akan mengganti konsumsi barang yang harganya naik (daging sapi) dengan barang substitusinya (daging ayam), sehingga masyarakat masih bisa menikmati daging.

Barang komplementer adalah dua barang yang dalam penggunaannya akan efektif bila digunakan secara bersama-sama. Contoh: Kopi dengan Gula Pasir atau Mobil Diesel dengan Solar. Dalam kasus ini contohnya naiknya harga kopi akan bisa menyebabkan turunnya permintaan akan gula pasir, walaupun harga gula pasir relatif tetap. Atau naiknya harga solar bisa menyebabkan turunnya permintaan akan mobil jenis diesel.

b. Selera/Taste Masyarakat terhadap barang/produk yang dihasilkan.

Selera atau cita rasa konsumen terhadap suatu barang dapat mempengaruhi permintaan terhadap barang tersebut. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat maka permintaan_terhadap barang tersebut juga akan meningkat dan sebaliknya jika selera masyarakat terhadap suatu barang menurun maka_permintaan terhadap barang tersebut menurun.

Contoh, selera masyarakat terhadap suatu barang yang berhubungan dengan mode. Model pakaian/celana panjang yang sedang trend saat ini adalah celana yang relatif ketat, maka jumlah permintaan model celana ini cenderung meningkat. Sebaliknya model pakaian yang sudah ketinggalan (out of date) seperti model rok mini atau model longgar, jumlah permintaannya cenderung menurun atau berkurang.

c. Pendapatan Masyarakat (Income/Yield)

Pendapatan masyarakat merupakan cermin atau gambaran daya beli masyarakat, sehingga akan mempengaruhi permintaan barang atau jasa baik dari segi kuantitas atau kualitas. Untuk barang normal, jika pendapatan masyarakat naik maka permintaan_akan barang tersebut cenderung naik dan sebaliknya jika pendapatan masyarakat turun maka permintaan akan barang tersebut juga cenderung turun. Tetapi untuk barang inferior sebaliknya, yaitu jika pendapatan masyarakat naik/bertambah justru permintaan_akan barang tersebut semakin berkurang.

Contoh kongkrit barang inferior: Lauk-pauk tahu tempe, ketika pendapatan rendah orang cenderung mengkonsumsi tahu atau tempe, tetapi ketika pendapatan naik justru orang/masyarakat cenderung mengurangi pembelian tahu/tempe dan mengganti dengan lauk-pauk yang lebih baik misal dengan daging atau telur dan lainnya.

d. Jumlah Penduduk.

Pertambahan jumlah penduduk cenderung menyebabkan bertambahnya permintaan, walaupun tidak selalu demikian. Jumlah penduduk yang besar secara potensial jelas akan mampu menambah_permintaan. Lebih-lebih jika jumlah penduduk yang besar jika disertai dengan kesempatan kerja yang luas maka pada gilirannya akan lebih banyak orang yang menerima pendapatan. Penerimaan pendapatan akan menambah daya beli yang pada gilirannya akan menambah permintaan.

e. Intensitas Kebutuhan

Mendesak tidaknya kebutuhan seseorang terhadap suatu barang/jasa yang diinginkan akan mempengaruhi permintaan terhadap barang/jasa tersebut. Jika suatu barang masuk kategori kebutuhan primer maka konsumen tidak akan menunda permintaan_terhadap barang tersebut, tetapi jika barang tersebut masuk kategori kebutuhan sekunder, maka konsumen cenderung menunda permintaan_terhadap barang tersebut.

 

5. Hukum Permintaan

Hukum sebenarnya merupakan generalisasi dari suatu realita. Hukum Permintaan mencoba menjelaskan realita dilapangan mengenai sifat hubungan antara perubahan harga suatu barang dengan perubahan jumlah barang yang diminta. Secara umum dijumpai bahwa apabila harga suatu barang turun, maka orang cenderung untuk membeli barang itu dalam jumlah yang lebih banyak. Sebaliknya apabila harga suatu barang naik, maka orang akan cenderung mengurangi jumlah pembeliannya. Jadi pola hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta adalah negatif.

Berdasarkan kenyataan di atas maka munculah hukum permintaan yang menyatakan bahwa “Jumlah produk (barang/jasa) yang diminta berbanding terbalik dengan harga”. Artinya apabila harga suatu produk naik/tinggi maka jumlah produk yang diminta cenderung turun/rendah, atau sebaliknya bila harga suatu produk cenderung turun/rendah maka jumlah produk yang diminta cenderung naik atau tinggi.

HUKUM PERMINTAAN BERGANTUNG PADA FAKTOR PERMINTAAN PRODUK

Hukum permintaan ini hanya berlaku apabila faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan_produk, selain faktor harga dianggap konstan (ceteris paribus). Dalam analisis ini berarti jumlah produk yang diminta hanya dianggap bergantung pada harga barang itu sendiri.

 

Penawaran (Supply)

Pernahkan kalian mengamati ketika masa panen padi maka harga padi cenderung menurun?. Semua fenomena ini sebenarnya bisa dipahami melalui perilaku konsumen dan produsen yaitu melalui penawaran

 

1. Pengertian Penawaran

Dengan memahami konsep permintaan maka kita tidak akan kesulitan untuk memahami konsep penawaran, karena pembahasan konsep penawaran pada dasarnya hanya kebalikan dari konsep permintaan. Kalau permintaan merupakan kegiatan ekonomi yang dilihat dari sudut konsumennya, maka penawaran dilihat dari sudut produsen atau penjualnya. Dalam ilmu ekonomi penawaran diartikan kesediaan penjual untuk menjual/menyerahkan berbagai jumlah barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu dan keadaan tertentu. Waktu tertentu menunjukkan periode atau saat tertentu dan kondisi tertentu menunjukkan keadaan ceteris paribus.

 

2. Macam-macam Penawaran

Pembagian penawaran dapat dibedakan dari jumlah penjualnya:

a. Penawaran Individual/Pribadi
Penawaran individual adalah penawaran yang datang dari penjual/ produsen perseorangan/individu.

b. Penawaran Pasar
Penawaran Pasar adalah penjumlahan secara horizontal (semata- mata merupakan gabungan) dari penjual-penjual individual/pribadi yang ada di pasar tersebut.

 

3. Fungsi, Daftar/Skedul dan Kurva Penawaran

a. FUNGSI PENAWARAN
Fungsi penawaran akan sebuah produk adalah sebuah pernyataan hubungan antara kuantitas yang ditawarkan dan semua faktor yang mempengaruhi kuantitas tersebut. Penawaran ditempatkan sebagai suatu fungsi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain harga barang itu sendiri, harga barang lain/saingan, tingkat teknologi, harga input/faktor-faktor produksi dan faktor lain. Keterkaitan antara jumlah yang ditawarkan dan faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut:.

 

Qsx = f ( Px ; Py ; T ; I )

Keterangan:
Qsx = Jumlah produk X yang ditawarkan
Px = Harga barang X
Py = Harga barang Y (Harga barang lain, bisa barang substitusi dan Barang komplementer)
T = Tingkat Tekonologi yang dipakai
I = Harga Input

Sama halnya dengan kurva permintaan, pada masalah penawaran analisisnya juga menggunakan asumsi ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap konstan/tidak berubah). Oleh karena itu harga barang itu sendiri merupakan faktor dominan dalam penawaran, sementara faktor-faktor seperti harga barang lain, tingkat teknologi dan harga input dianggap tetap.

b. DAFTAR/SKEDUL PENAWARAN
Sebagaimana uraian di depan, kita mengenal penawaran individu/ perseorangan tertentu dan penawaran pasar yang sebenarnya merupakan penjumlahan secara horizontal dari penawaran-penawaran individu yang ada di pasar. Berikut ini contoh Daftar/Skedul penawaran akan telur per bulan dalam kg dari penawaran individu dan penawaran pasar (dengan asumsi dalam pasar tersebut hanya ada dua produsen individu):

 

Permintaan dan Penawaran
Permintaan dan Penawaran

c. Kurva Penawaran

Dari skedul/daftar penawaran di atas kita dapat membuat kurva penawaran. Kurva penawaran sendiri merupakan garis yang menghubungkan berbagai jumlah barang yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga.

d. PERUBAHAN PENAWARAN
Perubahan penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1) Perubahan Jumlah Yang Ditawarkan
Perubahan jumlah barang yang ditawarkan menunjukkan berubahnya jumlah barang yang ditawarkan karena adanya perubahan harga barang itu sendiri. Dalam perubahan jumlah barang yang ditawarkan maka faktor-faktor lain seperti harga barang lain, tingkat teknologi, harga input/faktor produksi dianggap tetap (ceteris paribus).

2) Perubahan Penawaran.
Yang dimaksud perubahan penawaran adalah berubahnya jumlah barang yang ditawarkan produsen sebagai akibat perubahan salah satu faktor atau lebih dari faktor-faktor yang dianggap tetap. Jadi dalam perubahan penawaran maka asumsi ceteris paribus menjadi tidak berlaku. Ciri yang nampak pada perubahan penawaran adalah pada harga barang yang sama/tetap tetapi jumlah yang ditawarkan bisa berubah (berkurang ataupun bertambah), sehingga akan terjadi pergeseran kurva. Pada kondisi harga yang tetap tetapi jumlah barang yang ditawarkan menjadi bertambah disebut sebagai Penawaran Bertambah. Sedangkan pada harga yang tetap tetapi jumlah barang yang ditawarkan mengalami penurunan disebut Penawaran Berkurang.

 

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran

Seperti halnya pada permintaan maka penawaranpun dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selama keadaaan ceteris paribus berlaku , maka perubahan harga barang hanya mempengaruhi jumlah produk yang ditawarkan (terjadi dalam satu kurva/sepanjang kurva), tidak mempengaruhi/menggeser kurva penawarannya.

Beberapa faktor-faktor yang bisa menyebabkan keadaan menjadi tidak ceteris paribus dan kemudian mempengaruhi penawaran suatu produk antara lain:

a. Harga Barang Lain
Jumlah suatu barang yang ditawarkan dapat bertambah karena menurunnya harga barang yang lain. Misalkan sebuah perusahaan memproduksi dua macam barang yaitu sepatu dan tas kulit, kalau harga tas kulit cenderung turun maka perusahaan akan mengurangi produksi barang yang harganya turun (tas kulit) dan menambah produksi barang yang harganya relatif tetap (sepatu).

b. Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan langsung dengan penentuan harga jual. Jika biaya produksi mengalami kenaikan maka harga barang akan cenderung naik, sehingga produsen cenderung mengurangi jumlah produksinya akibatnya jumlah penawaranpun akan berkurang. Sebaliknya jika biaya produksi turun, produsen akan menambah jumlah produksi sehingga akan mampu menambah jumlah penawaran.

c. Harga Sumber Daya
Harga sumber daya atau input (faktor-faktor produksi) yang digunakan dalam proses produksi barang dan jasa tertentu akan berpengaruh terhadap biaya produksi. Jika harga sumber daya mengalami penurunan dengan sendirinya biaya produksi cenderung menurun. Turunnya biaya produksi akan menyebabkan pada harga output/hasil yang sama produsen akan mampu menjual lebih banyak, dengan kata lain penawaranya akan bertambah. Dan sebaliknya bila harga input mengalami kenaikan maka biaya produksi juga akan mengalami kenaikkan, oleh karena itu pada harga output yang sama produsen cenderung akan menjual/menawarkan barang dalam jumlah yang lebih sedikit atau penawarannya akan berkurang.

d. Tingkat Teknologi yang Digunakan.
Kemajuan di bidang teknologi, seperti diketemukannya tehnologi baru dalam proses produksi biasanya akan membawa perubahan-perubahan kuantitas maupun kualitas dengan kata lain akan terjadinya penghematan atau efisiensi. Penggunaan teknologi yang lebih efisien jelas akan mampu menurunkan biaya produksi yang pada gilirannya akan mampu menambah jumlah barang yang diproduksi sehingga penawarannyapun akan bertambah.

 

5. Hukum Penawaran

Sejalan dengan hukum permintaan, maka Hukum Penawaran mencoba menjelaskan realita dilapangan mengenai sifat hubungan antara perubahan harga suatu barang dengan perubahan jumlah barang yang ingin ditawarkan oleh penjual/produsen. Secara umum dijumpai bahwa apabila harga suatu barang turun, maka produsen akan cenderung untuk menawarkan barang dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan dengan turunnya harga atau rendahnya harga maka hanya produsen yang efisienlah yang mampu dan berani menjual pada harga yang rendah. Produsen yang tidak efisien tidak bisa lagi menawarkan barang pada harga yang sedemikian rendah sehingga mereka akan menarik diri dari pasar. Kalau hal ini terjadi maka pada harga yang rendah produsen yang bersedia menawarkan barangnya menjadi lebih sedikit.

Sebaliknya apabila harga suatu barang naik, maka produsen akan cenderung menawarkan barangnya dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini terjadi karena produsen yang pada harga lebih rendah sebelumnya tidak mampu menawarkan barangnya, maka ketika harga barang naik produsen menjadi mampu menawarkan/menjual barangnya sehingga akan menambah supply atau penawaran di pasar. Jadi pola hubungan antara harga barang dengan jumlah penawarannya adalah positif. Berdasarkan kenyataan itulah maka munculah hukum penawaran yang menyatakan bahwa “Jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga”. Artinya apabila harga suatu produk naik/tinggi maka jumlah produk yang ditawarkan cenderung naik/tinggi, atau sebaliknya bila harga suatu produk cenderung turun/rendah maka jumlah produk yang ditawarkan juga cenderung turun atau rendah.

Hukum penawaran ini juga hanya berlaku apabila faktor-faktor lain yang mempengaruhi penawaran produk, selain faktor harga barang itu sendiri dianggap konstan (ceteris paribus). Dalam analisis ini berarti jumlah produk yang ditawarkan hanya dianggap tergantung pada harga.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X/ Disusun Oleh Supriyanto, Ali Muhson; editor, Taupik Mulyadi. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.