Penyimpangan Sosial

Penyimpangan Sosial
Penyimpangan Sosial

Lingkungan pergaulan dapat mempengaruhi perilaku dan perbuatan seseorang, termasuk pelajar sepertimu. Pengaruh yang negatif dapat menyeretmu melakukan penyimpangan sosial, seperti minum-minuman keras, judi, menggunakan narkotika, tawuran, dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat mengetahui penyakit sosial dan pencegahannya.

A. Pengertian Penyimpangan Sosial

Nilai dan norma sosial cenderung untuk mengarahkan perilaku manusia dalam hidup bermasyarakat. Akan tetapi, karena manusia disebut juga sebagai human behaviour, artinya makhluk yang cenderung untuk mengalami perubahan, adakalanya nilai dan norma sosial tidak dianggap dalam kehidupan bermasyarakat demi mencapai tujuan dan kepuasan, baik yang sifatnya individu maupun kelompok. Hal tersebut dapat mengakibatkan masyarakat yang berada di lingkungan sekitar merasa terganggu.
Secara umum, perilaku manusia yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat disebut penyimpangan sosial. Atau lebih khusus lagi, penyimpangan sosial adalah suatu perbuatan yang mengabaikan norma yang terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang tidak mematuhi patokan-patokan yang berlaku di dalam masyarakat.
Nilai dan norma di masyarakat merupakan ukuran menyimpang atau tidaknya suatu tindakan. Artinya, suatu tindakan yang pantas dan dapat diterima dalam situasi dan daerah tertentu, tetapi bisa saja tindakan tersebut tidak patut diterapkan dalam suatu suasana dan daerah lain. Misalnya, berpakaian minim di kolam renang bisa dimaklumi, tetapi kalau pakaian renang digunakan ke pasar merupakan tindakan yang tidak wajar.

B. Kategori Penyimpangan Perilaku

M.Z. Lawang mendefinisikan perilaku menyimpang sebagai tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem tersebut untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang. Menurut jenisnya, penyimpangan perilaku terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

a) Penyimpangan primer (primary deviation), yaitu perilaku menyimpang yang pertama kali dilakukan oleh seseorang.

b) Penyimpangan sekunder (secondary deviation), yaitu perilaku menyimpang yang merupakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya.

C. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang

Kamu telah mengetahui pengertian penyimpangan sosial dan kategori penyimpangan perilaku. Sekarang, kamu akan mempelajari bentuk-bentuk perilaku menyimpang. Berikut ini beberapa bentuk penyimpangan sosial dalam masyarakat. Cermati dan pahamilah agar kamu tidak terpengaruh oleh perilaku menyimpang tersebut.

1. Penyalahgunaan Narkotika

Narkoba adalah narkotika/psikotropika dan bahan obat berbahaya. Narkotika bukanlah makanan atau minuman yang dapat mengenyangkan, tetapi sangat membahayakan pemakainya kalau disalahgunakan. Narkoba dapat digunakan oleh para ahli seperti dokter dan tidak diperjualbelikan secara bebas, karena akan memba-hayakan bagi para pemakainya dan dilarang oleh pemerintah berdasarkan undang-undang. Narkoba terdiri atas:

1) Narkotika, yaitu sesuatu yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun bukan sintesis yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan (UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika).
2) Psikotropika, yaitu zat atau obat baik alamiah maupun sintesis, bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf yang menyebabkan peningkatan pada aktivitas mental dan perilaku (UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika).
3) Bahan adiktif lainnya, yaitu zat atau bahan yang tidak termasuk ke dalam golongan narkotika dan psikotropika, tetapi dapat menimbulkan ketergantungan. Contoh: alkohol, tembakau, sedatif, hipnotika, dan inhalansia.
Kelompok usia remaja merupakan kelompok yang paling rawan terpengaruh dalam penyalahgunaan narkotik, karena kelompok ini memiliki rasa keingintahuan yang besar. Umumnya, usia remaja belum banyak berpikir mengenai tanggung jawab, masa depan, dan tidak mengetahui bahaya narkotika. Untuk itulah, para pelajar harus sadar bahwa mengkonsumsi narkoba berarti menghancurkan masa depan sendiri juga bangsa dan negara.
Pemakai narkoba dapat disembuhkan dengan cara pendekatan medis maupun terapi agama. Penyembuhan memakan waktu yang cukup lama. Pemakai narkoba hanya memilih dua pilihan, yaitu mati sia-sia atau masuk penjara.

2. Perkelahian Pelajar

Anak-anak berusia remaja cenderung kurang dapat mengen- dalikan emosinya. Hal ini dapat menimbulkan remaja tersebut melakukan tindakan penyimpangan terhadap norma-norma yang berlaku di masyarakat. Perkelahian termasuk perilaku menyimpang karena bertentangan dengan norma dan nilai-nilai masyarakat. Perkelahian pelajar termasuk jenis kenakalan remaja yang umumnya terjadi pada kota-kota besar, seperti Jakarta. Sumber permasalahan dan pemicu perkelahian pelajar biasanya hanya masalah sepele dan kecil, seperti saling mengejek di jalan.

3. Hubungan Seks di Luar Nikah

Naluri seks merupakan anugerah dari Tuhan bagi manusia. Adanya naluri seksualitas menyebabkan manusia melahirkan keturunannya sehingga keberadaan manusia dapat berlangsung terus karena kehidupan seseorang akan berlanjut oleh keturunannya. Akan tetapi, naluri seks yang diberlakukan tanpa diawali dengan proses pernikahan yang resmi akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Anak yang dilahirkan tanpa diawali dengan pernikahan yang sah, semenjak dikandung oleh ibunya sudah tidak mendapatkan/jarang kasih sayang, baik dari ibu maupun dari bapaknya.

Ada kecenderungan bahwa calon ibu yang mengandung di luar pernikahan ingin mengaborsi kandungannya sehingga setelah anak lahir walaupun fisiknya normal, tetapi secara psikologis ia akan mengalami sesuatu yang kurang.
Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dalam pergaulan agar jangan sampai terjerumus. Jika melakukan hubungan seks di luar pernikahan, maka akan menimbulkan petaka bagimu dan juga anak yang dilahirkan.
Untuk mencegah hal tersebut, kamu harus membentengi diri dengan bekal moral dan agama yang kuat. Tanamkan suatu keyakinan bahwa semua yang dilarang oleh Allah SWT apabila dilakukan akan mengakibatkan suatu petaka bagi manusia.
Selain bencana untuk diri sendiri dan keturunan, akibat lainnya adalah beresiko terkena penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya, yaitu AIDS. AIDS merupakan bencana dunia yang disebabkan oleh penyimpangan hubungan seks di mana manusia sebagai makhluk yang sempurna, berakhlak dan bermoral, malah hidup seperti binatang tanpa menyadarkan dirinya kepada fitrahnya sebagai khalifah di bumi ini, keluar dari tugasnya sebagai manusia dan melupakan norma serta aturan-aturan yang ada di masyarakat. Kebebasan seks sudah dianggap sebagai perbuatan biasa, karena pola pikir manusia sudah seperti binatang. Hidup jauh dari norma dan aturan, termasuk kaidah-kaidah agama.

4. Tindakan Kriminal

Tindakan kriminal merupakan tindakan kejahatan dengan tujuan untuk kesenangan pribadi, tetapi merugikan orang lain serta melanggar norma hukum, sosial, dan agama. Perbuatan-perbuatan yang termasuk kriminal, antara lain: mencuri, menjambret, memeras, menodong, membunuh, dan merusak milik orang lain (fasilitas umum).
Alasan orang melakukan tindakan kriminal biasanya karena kesulitan ekonomi. Ada juga orang yang melakukan kegiatan tersebut karena memang sudah merupakan profesi atau pekerjaannya. Tapi, ada juga yang melakukan tindakan tersebut, karena tidak dapat bersaing dengan yang lainnya, terutama dalam memperoleh pekerjaan. Karena keterbatasan dalam pengetahuan dan keterampilan, akhirnya seseorang nekat bekerja dengan nalurinya sendiri tanpa memper-hitungkan akibatnya.

D. Faktor-Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial dan Upaya Penanggulangannya

Faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial, yaitu:
a. Faktor dari Dalam

Faktor dari dalam, yaitu segala sesuatu yang dibawa oleh manusia sejak ia dilahirkan. Misalnya: tingkat kecerdasan, usia, jenis kelamin, dan kedudukan seseorang dalam keluarga. 

b. Faktor dari Luar

Faktor dari luar adalah segala yang didapatkan oleh manusia setelah dilahirkan atau faktor yang didapatkan oleh manusia sebagai hasil dari interaksinya dengan manusia lain, seperti: keluarga, pendidikan formal, pergaulan, dan media massa.
Tentunya harus ada upaya untuk mengantisipasi supaya penyimpangan sosial tidak terjadi atau paling tidak berkurang. Upaya pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan sosial, baik secara individu maupun kelompok dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1) Cara preventif
Cara preventif, yaitu upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai dan norma sosial di masyarakat.

2) Cara represif

Cara represif, yaitu upaya yang bertujuan memulihkan keadaan akibat terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai dan norma-norma sosial di masyarakat. Upaya pencegahan untuk penyimpangan sosial harus dimulai dari lingkungan terkecil. Masyarakat pun perlu ikut serta dalam pencegahan terjadinya penyimpangan sosial. Berikut ini adalah lingkungan yang dapat mendukung pencegahan penyimpangan sosial.

a. Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan secara informal. Anak akan membentuk kepribadiannya untuk pertama kali di dalam lingkungan keluarga. Kepribadian anak akan terbentuk dengan baik apabila ia dilahirkan dan tumbuh serta berkembang dalam keluarga yang baik. Sebaliknya, kepribadian anak akan cenderung mengalami penyim-pangan apabila ia dilahirkan dan tumbuh berkembang dalam lingkungan yang tidak baik.
Oleh karena itu, orang tua harus bertindak hati-hati dan bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi dengan anak, baik dalam ucapan maupun tingkah laku. Misalnya, dalam hal berpakaian, karena segala yang dilakukan oleh kedua orang tua akan senantiasa ditiru oleh anak-anaknya.

b. Lingkungan Tempat Tinggal

John Locke (1632 – 1704) berpendapat bahwa perkembangan semata-mata bergantung kepada lingkungan dan pengalaman pendidikan yang dialami seseorang. Anak yang lahir seperti „tabula rasa‰ dalam keadaan kosong, tidak punya kemampuan dan bakat apa-apa, bagaimana anak tersebut menyikapi masa depannya sangat bergantung pada lingkungan yang didapatkannya.

Melihat pendapat John Locke di atas, orang tua harus lebih berhati-hati lagi karena ada kecenderungan anak akan lebih terpengaruh oleh teman dan lingkungannya daripada kedua orang tuanya. Hal ini jangan sampai terjadi karena apabila lingkungan sudah dijadikan sarana bagi anak untuk menumpahkan kasih sayangnya, maka penyimpangan sosial terhadap diri anak akan mudah terjadi, terutama bila anak bergaul dengan lingkungan yang tidak baik.

c. Media Massa

Kemajuan sarana komunikasi, baik cetak maupun elektronik berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Media elektronik menampilkan secara nyata perilaku dan perbuatan yang dapat dicontohkan oleh anak.
Kamu sering melihat orang menangis, tersenyum, bahkan tertawa terbahak-bahak karena menyaksikan tayangan televisi. Salah satu contoh negatif dari pengaruh media massa adalah menampilkan cara berpakaian artis yang sangat minim. Dalam hitungan bulan dan minggu, pakaian tersebut sudah diikuti oleh anak-anak karena mereka menganggap pakaian tersebut sudah biasa dan pantas untuk dipakai.
Oleh karena itu, langkah preventif yang harus dilakukan oleh orang tua adalah dengan cara mendampingi anak-anaknya saat menonton televisi dan memilih jenis acara yang dianggap sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Selain itu, perlunya memberi pengertian dan mengawasi anak-anaknya agar tidak menonton, membaca, melihat acara dan gambar serta cerita-cerita yang dapat menjerumuskan anak untuk melakukan suatu penyimpangan sosial.

Kilasan Materi

• Penyimpangan sosial adalah perilaku manusia yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.
• Penyimpangan perilaku terbagi menjadi penyimpangan primer (primary deviation) dan penyimpangan sekunder (secondary deviation).
• Bentuk-bentuk penyimpangan sosial atau perilaku menyimpang di antaranya adalah penyalahgunaan narkotika, perkelahian pelajar, hubungan seks di luar nikah, dan tindakan kriminal.
• Faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial adalah faktor dari dalam yang dibawa oleh manusia sejak lahir dan faktor dari luar yang didapatkan setelah berinteraksi dengan manusia lain.
• Penanggulangan penyimpangan sosial dapat dilakukan dengan cara preventif (pencegahan) dan represif (memikirkan keadaan).
• Lingkungan keluarga, lingkungan tempat tingggal, dan media massa dapat mendukung upaya pencegahan penyimpangan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Sudut Bumi IPS Terpadu : untuk SMP dan MTs Kelas VIII/penulis, Kurtubi ; penyunting Tim  Guru IPS Internal Al  kautsar⁄[  et al]. • Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009 .