Pengertian Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional
Pengertian Pendapatan Nasional

Pengertian Pendapatan Nasional

Setiap negara yang ada di bumi ini memilki kekayaan yang berbeda-beda, baik dilihat dari sumber daya alamnya maupun dari sumber daya manusianya. Ada negara dengan sumber daya alam melimpah sementara kemampuan sumber daya manusianya pas-pasan atau bahkan minim dan sebaliknya ada negara dengan sumber daya alam yang minim tetapi memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas. Yang jelas semua kekayaan yang dimilki oleh negara tersebut diarahkan untuk kesejahteraan masyarakatnya.
Kita semua sudah mengetahui bagaimana kekayaan alam negara kita yang sangat melimpah tetapi itu tidak bisa menjamin negara Indonesia sebagai negara yang kaya. Kenapa? Karena Indonesia juga harus bisa menjamin dan memproduksi barang/jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Sehingga jumlah barang/jasa yang dihasilkan oleh negara Indonesia dalam waktu satu tahun merupakan gambaran kaya atau miskinnya negara Indonesia. Perhatikanlah bagan kegiatan ekonomi di bawah ini yang menunjukkan hubungan antara empat macam rumah tangga ekonomi.

Pengertian Pendapatan Nasional
Pengertian Pendapatan Nasional
Berdasarkan bagan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pendapatan nasional adalah pendapatan yang diterima oleh golongan-golongan masyarakat sebagai bentuk balas jasa sehubungan dengan produksi barang-barang dan jasa tersebut. Besarnya pendapatan nasional akan sama dengan produk nasional. Dan besarnya pendapatan nasional dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :

1. Tersedianya faktor produksi
2. Ketrampilan dan keahlian tenaga kerjanya
3. Kemajuan Teknologi produksi yang digunakan
4. Stabilitas nasional

Dalam menjelaskan konsep pendapatan nasional kita akan menemui beberapa istilah yang dianggap sama meskipun sebenarnya tidak demikian. Istilah yang paling dominan tentang pendapatan nasional antara lain istilah PDB, GNP dan NNI, kemudian istilah lain yang sekarang ini sering muncul adalah PDRB. Keempatnya merupakan istilah yang menunjukkan pendapatan nasional suatu negara, namun demikian instrumen yang digunakan untuk masing-masing negara berbeda sehingga akan memiliki arti yang berbeda pula untuk pengunaan istilah-istilah tersebut.
Selain istilah di atas, ada istilah lain yang merupakan penggambaran konsep pendapatan nasional, antara lain NNP, PI dan DI. Ada perbedaan yang mendasar dari istilah-istilah tersebut di atas. Di bawah ini akan kita kupas tentang perbedaan diantara istilah-istilah pendapatan nasional, sebagai berikut.


1. Gross Domestic Product (GDP) atau Product Domestik Bruto (PDB)

Kalau anda perhatikan beberapa perusahaan yang ada di daerah anda masing-masing, apakah semuanya dimilki oleh pengusaha atau penduduk daerah anda? Atau mungkin dimiliki oleh pengusaha dari daerah lain atau bahkan dari luar negeri? Coba anda sebutkan dan anda telusuri keberadaanya satu persatu. Nah, bila semua nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh perusahaan-perusahaan tersebut dihitung tiap tahun maka akan diperoleh besarnya Pendapatan 
Domestik Bruto (PDB) yang ada di daerah anda.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PDB atau GDP adalah jumlah dari seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara selama satu tahun termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh orang asing dan perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri. (misal untuk Negara Indonesia Mac Donald, PT Freeport, PT Caltex, Carrefour, PT Nutrisia dan sebagainya), tetapi tidak termasuk hasil barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara tersebut yang bekerja di luar negeri (misal untuk Indonesia TKI atau TKW yang bekerja di Luar negeri). Ada sembilan lapangan usaha yang masuk dalam perhitungan Product Domestic Bruto (PDB), antara lain:

a. pertanian
b. pertambangan dan penggalian
c. industri
d. listrik, gas dan air bersih
e. bangunan atau konstruksi
f. perdagangan, hotel dan restoran
g. pengangkutan dan komunikasi
h. keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
i. jasa-jasa lainnya, misalkan jasa konsultan, pengacara dll

2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 

Keberadaan perusahaan-perusahan baik nasional maupun multi nasional yang menghasilkan nilai barang/jasa akhir secara tidak langsung juga akan membawa pengaruh bagi perolehan pendapatan suatu daerah. Struktur perekonomian suatu daerah baik propinsi atau kabupaten akan mempengaruhi atau juga dipengaruhi oleh jumlah perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah yang bersangkutan.
Semakin tinggi nilai barang/jasa akhir yang dihasilkan perusahaan- perusahaan yang ada di daerah-daerah propinsi atau kabupaten maka akan semakin tinggi pula perolehan PDRB nya dan nantinya pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga akan mengalami peningkatan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan PDRB akan memacu peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional.

Dengan demikian PDRB dapat diartikan sebagai jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi yang ada di daerah selama 1 (satu) tahun. Dalam perhitungan PDRB ini juga termasuk produk yang dihasilkan oleh perusahaan asing yang beroperasi di daerah tersebut ( misal: MC Donald, Carefour, PT Nutrisia, PT Danone dan sebagainya).

3. Gross National Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB)

Produksi Nasional Kotor (GNP) adalah jumlah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat selama satu tahun termasuk di dalamnya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat Negara tersebut yang bekerja di luar negeri tetapi tidak diperhitungkan barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat asing yang bekerja di dalam negeri. Jika dirumuskan sebagai berikut:

GNP = GDP – Pendapatan Neto terhadap luar negeri

Ada tingkat perbandingan yang bisa dilakukan antara GDP dan GNP untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu negara, antara lain :
a) Bila GDP lebih besar dari GNP menunjukkan bahwa perekonomian Negara tersebut belum maju, karena akan terjadi Net Factor Income to Abroud (Pendapatan Neto ke luar negeri) artinya Investasi Negara tersebut di luar negeri lebih kecil dari pada investasi asing di dalam negeri.
b) Bila GDP lebih kecil dari pada GNP menunjukkan bahwa perekonomian Negara tersebut sudah maju, karena Negara tersebut mampu menanamkan investasinya di luar negeri lebih besar dibandingkan investasi asing di dalam negeri.

4. Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Netto

Produksi nasional neto (NNP) adalah produksi nasional kotor (GNP) dikurangi penyusutan barang-barang modal. NNP ini sama dengan Pendapatan Nasional (PN) atau National Income (NI). NNP dan NI ini dihitung berdasarkan harga pasar yang sering dirumuskan :

NNP = GNP – Penyusutan Barang –barang Modal

5. Net National Income (NNI) atau Pendapatan Nasional Netto

Pendapatan nasional Bersih (NNI) adalah produksi nasional neto dikurangi dengan pajak tidak langsung. Pajak tidak langsung merupakan unsur pembentuk harga pasar, tetapi tidak termasuk dalam biaya faktor produksi. Pajak ini dapat dialihkan kepada pihak lain, yang termasuk dalam kategori pajak tidak langsung adalah pajak penjualan , PPN, Bea Masuk dan cukai.

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

6. Personal Income (PI)

Pendapatan perseorangan (PI) adalah Pendapatan yang berhak diterima oleh seseorang sebagai bentuk balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses produksi. Tidak semua pendapatan ini sampai ke tangan pemilik faktor produksi (perseorangan) , karena masih dikurangi laba yang tidak dibagikan, pajak perseorangan, asuransi, jaminan sosial dan ditambah dengan pindahan/transfer (transfer payment) misalnya dana pensiun, iuran sosial, tunjangan bekas pejuang, bantuan korban bencana, bea siswa, subsidi pemerintah atau bantuan pada panti asuhan dan sebagainya.

Pendapatan ini dirumuskan sebagai berikut:

PI = NNI + Transfer Payment – (Laba yang tidak dibagikan + Pajak Perseroan+Asuransi + Jaminan Sosial )

7. Disposible Income (DI)

Pendapatan Bebas (DI) adalah pendapatan dari seseorang yang siap digunakan baik untuk keperluan konsumsi maupun untuk ditabung Pendapatan bebas (DI) secara langsung akan mempengaruhi permintaan karena sebagian digunakan untuk konsumsi dan sebagian lagi digunakan untuk tabungan sebagai unsur pembentuk modal. Besarnya pendapatan bebas ini adalah pendapatan perseorangan dikurangi dengan pajak langsung ( misal pajak penghasilan ). Pendapatan ini dirumuskan sebagai berikut:

DI = PI – Pajak Langsung

DAFTAR PUSTAKA

  • Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X/ Disusun Oleh Supriyanto, Ali Muhson; editor, Taupik Mulyadi. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.