Pengertian Nasionalisme dan Faktor Pembentuknya

Pengertian Nasionalisme
Pengertian Nasionalisme

Sesuai dengan judul diatas, pada edisi kali ini ilmu pengetahuan ID akan menguraikan sebuah pembahasan terkait dengan pengertian nasionalisme, serta faktor-faktor pembentuknya. Diharapkan dengan adanya materi ini, dapat membantu para pelajar dimana pun berada dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Langsung saja, simak selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Nasionalisme

Nasionalisme dapat dikatakan sebagai sebuah situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung kepada negara atas nama bangsa. Dengan kata lain, nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Loyalitas dan pengabdian ini timbul karena adanya suatu tekad untuk hidup sebagai satu bangsa di bawah satu negara yang sama, terlepas dari perbedaan etnis, rasa, agama, ataupun golongan.

Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdukaan dari cengkeraman kolonial.

Baca Juga : Pemerintahan : Hakikat, Bentuk, dan Sistem

Nasionalisme menjadi persyaratan mutlak bagi hidupnya sebuah bangsa. Ideologi nasionalisme membentuk kesadaran para pemeluknya bahwa loyalitas tidak lagi diberikan pada golongan atau kelompok kecil, seperti agama, ras, suku, dan budaya (primordial), namun ditujukan kepada komunitas yang dianggap lebih tinggi, yaitu bangsa dan negara. Sebagai kesimpulannya, nasionalisme sebagai paham (ideologi) menjadi conditio sine quanon (keadaan yang harus ada) bagi keberadaan negara dan bangsa.

Suatu negara, apabila rakyatnya tidak mempunyai semangat dan jiwa nasionalisme maupun patriotisme, rakyat tersebut tidak dapat diandalkan untuk membela, berjuang maju, serta tidak dapat diharapkan untuk bekerja demi kemajuan dan kelangsungan bangsanya. Rasa kecintaan pada bangsa dan negara menumbuhkan kekhawatiran jika bangsa dan negaranya rusak atau hancur. Itulah pentingnya semangat nasionalisme dan patriotisme pada diri warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adolf Henken (1988) menyebut nasionalisme sebagai pandangan yang berpusat pada bangsanya. Menurutnya, kata nasionalisme mempunyai dua arti, yaitu:

a. Dalam arti Sempit

Nasionalisme disini diartikan sebagai perasaan kebangsaan yang tinggi, berlebih-lebihan, sikap yang keterlaluan, sempit, dan sombong. Sikap ini tidak menghargai orang dan bangsa lain seperti semestinya. Apa yang menguntungkan bangsa sendiri begitu saja dianggap benar, meskipun hal itu mungkin menginjak- injak hak dan kepentingan bangsa lain. Dengan demikian, nasionalisme ini justru menceraiberaikan bangsa satu dengan bangsa lainnya karena memandang bangsa lain lebih rendah.

b. Dalam arti luas

Nasionalisme dapat juga menunjuk sikap memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan serta harga diri bangsa dengan tetap menghormati bangsa yang lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa yang lain yang ada didunia. Nasionalisme ini berguna untuk membina rasa persatuan antar penduduk negara yang heterogen (karena perbedaan suku, agama, asal usul). Ini juga berfungsi untuk membina rasa identitas, kebersamaan dalam negara serta bermanfaat untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diperoleh.

Nasionalisme dalam arti yang kedua itulah yang perlu diwujudkan, sesuai dengan keadaan. Pada masa penjajahan, misalnya, perwujudannya berupa perjuangan mendirikan negara sekaligus berarti menentang penjajahan asing. Sementara, ketika negara telah berdiri, dengan bangsa yang sudah mulai merasa satu, nasionalisme tidak lagi diwujudkan dalam bentuk perjuangan merebut kemerdekaan secara fisik tetapi lebih diwujudkan dalam bentuk mengisi kemerdekaan nasional melalui pembangunan menuju kehidupan yang lebih baik.

Nasionalisme menjadi dasar pembentukan negara kebangsaan. Hubungan nasionalisme dan negara kebangsaan memiliki kaitan yang erat. Lahirnya negara bangsa (nation state) merupakan akibat langsung dari gerakan nasionalisme. Negara kebangsaan adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan/nasionalisme. Artinya, adanya tekad masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, rasa, etnik, atau golongannya. Rasa nasionalisme sudah dianggap telah muncul manakala suatu bangsa memiliki cita-cita yang sama untuk mendirikan suatu negara kebangsaan. Nasionalisme merupakan paham kebangsaan, semangat kebangsaan dan kesadaran kebangsaan. Paham nasionalisme akan menjadikan Anda memiliki kesadaran akan adanya bangsa dan negara.

 

Faktor-Faktor Pembentuk Nasionalisme

Dalam sejarah perkembangan nasionalisme di Indonesia terdapat faktor-faktor penting bagi pembentukan nasionalisme Indonesia. Faktor-faktor tersebut antara lain ialah :
a. Persamaan nasib, yaitu penderitaan bersama di bawah penjajahan bangsa asing kurang lebih selama 350 tahun.
b. Kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah Nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
c. Cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa.
d. Keinginan bersama untuk merdeka, melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

Demikianlah pembahasan kita mengenai pengertian nasionalisme dan faktor-faktor pembentuknya. Semoga dapat bermanfaat bagi para pelajar dimana pun berada. Sekedar mengingatkan, mari bantu media edukasi ilmu pengetahuan ID agar berkembang lebih baik lagi, dengan membagikan post ini ke sosial mediamu. Karena dengan satu share darimu, berarti kamu telah membuka satu jalan bagi pelajar di Indonesia, untuk menjadi pribadi yang cerdas, berilmu, dan berpengetahuan. Terima kasih.

 

DAFTAR PUSTAKA

Pendidikan Kewarganegaraan / penulis, Atik Hartati, Sarwono. — Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.

Partner : Contoh-Contoh.Com