Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan

Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan

Master
Wednesday, July 3, 2019

Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan
Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan

Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan

Pernahkah kalian berbelanja di pasar? Semua pasti pernah berbelanja di pasar. Dan apa yang kalian lakukan ketika hendak membeli sesuatu barang yang ditawarkan oleh penjual?. Kalian tentu akan bertanya berapa harga yang ditawarkan/ diminta penjual dan kalian akan berusaha menawar harga dengan harga yang lebih rendah dari yang ditawarkan penjual. Proses tawar menawar harga suatu produk (barang atau jasa) antara penjual dan pembeli adalah hal yang wajar terjadi baik dalam pasar tradisional maupun dalam pasar modern.

Dalam proses tawar menawar, konsumen selalu menghendaki harga serendah mungkin. Sebaliknya produsen/penjual selalu menghendaki harga yang tinggi, karena pada harga yang tinggi produsen akan memperoleh keuntungan yang besar. Proses tawar menawar (interaksi) ini baru akan berhenti kalau harga yang diminta konsumen telah sama dengan harga yang ditawarkan oleh produsen. Pada harga dimana terjadi kesepakatan atau titik temu antara produsen dan konsumen inilah akan terjadi transaksi atau proses pertukaran.

1. Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan

Di pasar, berbagai pembeli mempunyai penilaian subyektif terhadap barang yang ia perlukan. Hal ini akan tergambar dalam kurva permintaannya. Ada pembeli yang mempunyai nilai subyektif tinggi terhadap suatu barang sehingga mereka berani membeli dengan harga yang tinggi. Kurva permintaan pembeli semacam ini akan terletak di bagian atas. Sebaliknya ada pembeli yang mempunyai nilai subyektif yang rendah, sehingga harga permintaannya juga rendah dan kurva permintaannya ada di bagian bawah. Jadi sepanjang kurva permintaan sebenarnya menunjukkan berbagai permintaan konsumen berdasarkan penilaian subyektif yang terungkap dalam harga permintaannya.

Di sisi lain, penjual dalam menentukan harga penawarannnya akan melihat besarnya biaya produksi. Ada produsen dengan biaya produksi rendah, sehingga mempunyai harga penawaran yang rendah. Produsen dengan biaya produksi rendah kurva penawarannya ada dibagian bawah. Disamping itu ada produsen dengan biaya produksi tinggi, sehingga harga penawarannyapun tinggi, akibatnya kurva penawarannya ada di bagian atas. Dengan demikian, maka titik-titik disepanjang kurva penawaran menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan produsen/pengusaha pada berbagai tingkat harga penawarannya, dimana tingkat harga penawarannya ditentukan oleh biaya produksi.

Oleh karena itu sebenarnya sebelum terjadi harga keseimbangan, maka jumlah yang diminta konsumen dan jumlah barang yang ditawarkan produsen tentunya tidaklah sama. Hasil proses interaksi atau tawar-menawar antara pembeli (permintaan) dan penjual (penawaran) inilah yang akan menghasilkan harga kesepakatan atau harga keseimbangan/pasar (Equilibrium price). Oleh karena itu harga keseimbangan atau harga pasar dapat diartikan sebagai tingkat harga yang terjadi berdasarkan kesepakatan antara pembeli (permintaan) dan penjual (penawaran).

Pada tingkat harga keseimbangan tersebut produsen bersedia melepas barangnya, sedangkan konsumen bersedia membayarnya, sehingga terjadi keseimbangan antara penawaran dan permintaan. Dengan kata lain maka harga keseimbangan ini terjadi ketika kurva permintaan berpotongan dengan kurva penawarannya. Titik perpotongan antara kedua kurva tersebut disebut dengan titik keseimbangan (Equilibrium), harganya pada sumbu vertikal disebut harga keseimbangan (Price Equilibrium) dan kuantitasnya pada sumbu horizontal disebut jumlah/kuantitas keseimbangan (Quantity Equlibrium).


2. Terbentuknya Harga dan Jumlah Keseimbangan

Proses terbentuknya harga keseimbangan/harga pasar sebenarnya merupakan proses tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran. Proses tarik menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran ini dalam kehidupan sehari-hari sering disebut dengan mekanisme pasar. Adam Smith menyebut yang mengatur proses terjadinya harga adalah Invisible Hand (tangan tidak kelihatan), yang tidak lain adalah mekanisme pasar.

Perlu juga diketahui bahwa keseimbangan antara permintaan dan penawaran akan menghasilkan suatu tingkat harga tertentu yang relatif stabil (Harga Ekuilibrium). Pada tingkat harga ekuilibrium tersebut, maka kuantitas barang yang diminta sama dengan kuantitas barang yang ditawarkan. Sedangkan pada tingkat harga lainnya baik terlalu tinggi atau terlalu rendah akan cenderung mengakibatkan ketidakseimbangan pasar (Disekuilibrium), dan bersifat labil atau mudah berubah-ubah karena tarikan berbagai faktor. Sebagai contoh, jika kondisi harga yang terjadi (P1) < Harga Ekuilibrium (Pe), akan mengakibatkan kuantitas yang diminta (Qd) > kuantitas yang ditawarkan (Qs). Pada kondisi ini akan terjadi Excess Demand atau kelebihan permintaan barang (kekurangan Supply/defisit) yang akan mendorong harga ke atas. Sebaliknya, pada harga yang berlaku (P2) > harga ekuilibrium (Pe) akan mengakibatkan Qd < Qs, kondisi ini akan mengakibatkan terjadinya Excess Supply atau kelebihan jumlah barang yang ditawarkan (Surplus) yang akan menekan harga untuk turun.

Keadaan akan relatif stabil pada saat harga yang berlaku sama dengan harga ekuilibrium, karena jumlah barang yang diminta konsumen (Qd) sama dengan jumlah barang yang ditawarkan produsen (Qs). Perhatikan Grafik berikut:

Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan
Pengertian Harga dan Jumlah Keseimbangan


3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga dan Output Keseimbangan
Harga keseimbangan sebenarnya merupakan harga yang relatif stabil selama kurva permintaan dan penawarannya relatif tetap. Tetapi kalau faktor-faktor yang mempengaruhi kurva permintaan dan penawaran seperti harga barang lain, tingkat pendapatan, selera masyarakat, tingkat teknologi, biaya produksi dan faktor lainnya mengalami perubahan dapat mengakibatkan pergeseran kurva permintaan dan penawaran. Apabila terjadi pergeseran kurva permintaan dan atau kurva penawaran, maka dengan sendirinya harga dan jumlah keseimbangan dapat mengalami perubahan.
Beberapa perubahan yang mungkin terjadi secara garis besar dapat dikelompokkan:
a. Jika kurva penawaran tetap, tetapi kurva permintaannya bertambah maka harga keseimbangannya akan naik dan juga jumlah keseimbangan juga akan mengalami kenaikan.

b. Jika kurva penawaran tetap, tetapi kurva permintaannya berkurang maka harga keseimbangannya akan turun dan juga jumlah keseimbangan juga akan mengalami penurunan.

c. Jika kurva permintaan tetap, tetapi kurva penawarannya bertambah maka harga keseimbangannya akan turun dan juga jumlah keseimbangan akan naik. 

d. Jika kurva permintaan tetap, tetapi kurva penawarannya berkurang maka harga keseimbangannya akan naik dan juga jumlah keseimbangan akan turun.

e. Jika kurva permintaan bertambah dan kurva penawarannya juga bertambah dalam proporsi yang sama maka harga keseimbangannya akan tetap dan jumlah keseimbangan akan naik.



DAFTAR PUSTAKA


  • Ekonomi 1 : Untuk SMA dan MA Kelas X/ Disusun Oleh Supriyanto, Ali Muhson; editor, Taupik Mulyadi. -- Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009 .