Pendapatan Nasional : Pengertian, Konsep, Manfaat, dan Faktornya

Salah satu tolok ukur keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur dari pendapatan nasionalnya. Meskipun bukan merupakan satu-satunya ukuran untuk menilai keberhasilan perekonomian suatu negara, namun cukup representatif dan lazim digunakan.

Pendapatan nasional bukan hanya berguna untuk menilai perkembangan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu, tetapi juga dapat digunakan untuk membandingkannya dengan negara lain. Dari rincian secara sektoral dan angka pendapatan nasional dapat diterangkan struktur perekonomian negara yang bersangkutan, pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan perkapita.

Coba perhatikan kegiatan ekonomi keluarga kalian! Untuk apa orang tua kalian setiap hari pergi ke kantor, ke pasar untuk berdagang, ke sawah untuk bercocok tanam, dan lain-lain? Tentu saja mereka berusaha untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Pendapatan tersebut diperoleh sebagai balas jasa atas tenaga yang ia sumbangkan, tanah atau sawah yang ia sewakan, keuntungan dari berdagang, dan lain-lain. Besarnya pendapatan yang mereka peroleh menunjukkan makmur tidaknya sebuah keluarga.

 

Pengertian Pendapatan Nasional

Menurut KBBI, Pendapatan adalah hasil kerja (usaha). Bila dihubungkan dengan ilmu ekonomi, pendapatan adalah sesuatu yang diterima seseorang sebagai hasil kerja (usaha) dan imbalan atas penyediaan faktor-faktor produksi yang dapat berupa gaji, upah, sewa, bunga, atau laba. Bila setiap individu, keluarga atau perusahaan mempunyai pendapatan, bagaimana dengan negara? Negara juga memiliki pendapatan, yang dikenal dengan istilah pendapatan nasional. Pendapatan nasional adalah jumlah / nilai pendapatan yang diterima seluruh rumah tangga keluarga pada suatu negara, lewat penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode (umumnya selama satu tahun).

Besarnya pendapatan nasional yang diperoleh pemerintah digunakan sebagai alat ukur kemakmuran negara tersebut dari waktu ke waktu. Selain itu, pendapatan nasional juga dapat digunakan sebagai pembanding tingkat perekonomian dengan negara lain.

Pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu satu tahun tertentu. Dengan demikian pendapatan nasional mempunyai peran penting dalam menggambarkan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai serta perubahan dan pertumbuhannya dari tahun ke tahun. Kegiatan perekonomian negara dalam menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Aktivitas tersebut melibatkan individu, keseluruhan masyarakat baik pemerintah, swasta, dan rumah tangga. Setiap negara akan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kegiatan ekonominya agar secara kontinyu dapat diperhatikan perubahan-perubahan tingkat dan corak kegiatan ekonomi yang berlaku.

Salah satu informasi penting yang akan dikumpulkan adalah data mengenai pendapatan nasionalnya. Setiap negara akan mewujudkan suatu sistem penghitungan pendapatan nasional yang dinamakan national income account- ing system atau sistem penghitungan pendapatan nasional. Pada hakikatnya sistem tersebut adalah suatu cara pengumpulan informasi mengenai perhitungan:
a. nilai barang-barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara;
b. nilai berbagai jenis pengeluaran atas produk nasional yang diciptakan; dan
c. jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produksi nasional.

 

Konsep-Konsep Pendapatan Nasional

Berikut ini adalah beberapa konsep dalam penghitungan pendapatan nasional.

a. Produk Domestik Bruto (PDB)
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di suatu negara selama satu tahun, baik oleh perusahaan nasional maupun perusahaan asing yang berada di negara tersebut. Dengan demikian, pendapatan yang diperoleh dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara yang berada di luar negeri tidak turut diper- hitungkan. Namun penerimaan produksi dari warga negara asing yang berada di luar negeri justru ikut diperhitungkan.
PDB dapat dihitung dengan tiga cara berikut ini.
1) PDB dihitung berdasarkan unit-unit produksi yang terdiri atas sektor- sektor ekonomi.
2) PDB dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor- faktor produksi yang turut serta dalam proses produksi.
3) PDB dihitung berdasarkan jumlah seluruh komponen permintaan akhir, yang terdiri atas pengeluaran konsumsi RT, pembentukan modal tetap domestik bruto dan perubahan stok, pengeluaran konsumsi pemerintah dan ekspor bersih.

 

b. Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP)
Produk Nasional Bruto (PNB) adalah jumlah seluruh produk barang dan jasa suatu negara dalam satu tahun, yang meliputi barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara (nasional) baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam pengertian ini, barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan asing yang berada di dalam negeri tidak diper- hitungkan. Ada dua aliran pembayaran penggunaan jasa faktor produksi.
1) Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih besar dari hasil produksi perusahaan nasional di luar negeri, maka akan terjadi pembayaran penggunaan jasa faktor produksi ke luar negeri. Selisih tersebut dinamakan pendapatan netto terhadap luar negeri dari faktor produksi atau net factor income to abroad.
2) Apabila hasil produksi perusahaan asing yang berada di dalam negeri lebih kecil daripada produksi di perusahaan nasional di luar negeri maka akan terjadi pembayaran ke dalam negeri. Selisihnya dinamakan pendapatan netto ke dalam negeri dari faktor produksi atau net factor income domestic.
Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan di bawah ini!

Jika PDB lebih besar daripada PNB maka menunjukkan bahwa investasi negara asing di dalam negeri lebih besar daripada investasi negara tersebut di negara lain. Dengan demikian menunjukkan perekonomian negara tersebut belum maju karena masih menerima banyak modal dari luar negeri. Sedangkan sebaliknya jika PDB lebih kecil daripada PNB maka menunjuk- kan bahwa investasi negara tersebut di luar negeri lebih besar daripada investasi negara lain di dalam negeri.Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian negara tersebut sudah maju karena mampu menanamkan modalnya lebih besar di luar negeri daripada menerima penanaman modal dari negara lain.

 

c. Produk Nasional Netto atau Net National Product (NNP)

Produk Nasional Netto atau Net National Product (NNP) adalah nilai pasar barang dan jasa yang dihasilkan  dalam satu tahun. Untuk menghitung NNP adalah Produk Nasional Bruto (PNB) dikurangi dengan penyusutan (depreciation). Penyusutan di sini artinya penyusutan barang-barang yang digunakan dalam proses produksi atau barang modal.

NNP = PNB – penyusutan

d. Pendapatan Nasional Bersih atau Net National Income (NNI)
Pendapatan nasional bersih atau net national income (NNI) dapat dilihat dari dua sisi.
1) Dari sisi pendapatan, yaitu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
2) Dari sisi produksi, yaitu sejumlah nilai bersih barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara.

Untuk mengetahui besarnya NNI yaitu NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung. Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

e. Pendapatan Perorangan atau Personal Income (PI)
Pendapatan perorangan adalah seluruh pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat. Jenis pendapatan yang tidak termasuk dalam pendapatan nasional, merupakan pendapatan pribadi. Berikut ini pendapatan yang tergolong dalam pendapatan nasional tetapi tidak termasuk sebagai pendapatan pribadi.
1) Keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan.
2) Pajak yang dikenakan pemerintah atas keuntungan perusahaan.
3) Kontribusi yang dilakukan oleh perusahaan dan para pekerja pada dana pensiun.

 

f. Pendapatan Bebas atau Disposible Income (DI)
Apabila pendapatan pribadi dikurangi oleh pajak yang harus dibayar oleh para penerima pendapatan, nilai yang tersisa dinamakan pendapatan disposibel. Dengan demikian, pada hakikatnya pendapatan disposibel adalah pendapatan yang dapat digunakan oleh penerimanya, yaitu semua rumah tangga yang ada dalam perekonomian, untuk membeli barang-barang dan jasa yang mereka inginkan.
Rumus:

DI = PI – Pajak langsung

Untuk mengetahui besarnya disposible income yaitu dengan cara mengurangi pendapatan perorangan dengan pajak langsung. Pajak langsung adalah pajak yang pembebanannya tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain, misalnya pajak penghasilan (PPh).

 

Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional

Penghitungan pendapatan nasional dapat digunakan untuk mengukur dan mengetahui perkembangan perekonomian dari waktu ke waktu.Tujuan penghitungan pendapatan nasional adalah sebagai alat ukur tingkat kemakmuran rakyat. Semakin tinggi nilai pendapatan nasional suatu negara maka semakin tinggi pula kemakmuran negara. Adapun manfaat dari penghitungan pendapatan nasional, antara lain:

a. Untuk Mengetahui Struktur Perekonomian Negara
Dengan penghitungan pendapatan nasional akan diketahui struktur perekonomian suatu negara. Hal ini dapat dilihat dari seberapa besar kontribusi dari sektor-sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional. Jika sektor agraris yang lebih dominan dalam pendapatan nasional maka struktur ekonomi negara tersebut agraris. Namun jika pendapatan nasional dominan berasal dari sektor industri maka struktur ekonomi negara tersebut adalah industri, dan sebagainya.

b. Untuk Mengetahui Tingkat Pertumbuhan Perekonomian
Setiap tahun dilakukan penghitungan pendapatan nasional dengan tujuan untuk membandingkan perekonomian dari tahun ke tahun sehingga dapat diketahui tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi diukur dari pertambahan yang sebenarnya dalam barang dan jasa yang diproduksi, sehingga barang dan jasa tersebut harus dihitung berdasarkan harga tetap. Artinya harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menghitung barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun-tahun yang lain. Dengan demikian akan dihasilkan pendapatan nasional riil (sebenarnya).

c. Untuk Membandingkan Perekonomian Antardaerah Maupun Antarnegara
Apabila dasar penghitungan pendapatan adalah masyarakat seluruh daerah/provinsi maka disebut pendapatan regional. Dengan mengetahui besarnya pendapatan regional maka dapat diketahui struktur perekonomian dan tingkat kemakmuran suatu daerah. Dengan demikian perekonomian suatu daerah dapat dibandingkan dengan perekonomian daerah lain. Selain untuk mengukur perekonomian antardaerah, penghitungan pendapatan nasional dapat digunakan untuk membandingkan perekonomian suatu negara dengan negara lain. Sehingga dapat diketahui apakah negara tersebut termasuk negara maju atau negara berkembang atau bahkan negara yang masih terbelakangز

d. Untuk Membantu Merumuskan Kebijakan Pemerintah
Hasil penghitungan pendapatan nasional dapat digunakan oleh pemerintah untuk menilai efektifitas kebijakan-kebijakan yang telah diambil. Selain itu dengan mengetahui perkembangan pendapatan nasional pemerintah dapat mengidentifikasikan masalah-masalah ekonomi yang baru muncul dan merencanakan program-program baru untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Komponen Pendapatan Nasional

Faktor-faktor yang memengaruhi komponen pendapatan nasional adalah konsumsi dan tabungan; investasi; serta permintaan dan penawaran agregat. Faktor-faktor berikut ini perlu diketahui, agar pemerintah tidak salah dalam mengambil dan menetapkan kebijakan ekonomi.

a. Konsumsi dan Tabungan
Pendapatan nasional merupakan faktor penting yang menentukan tingkat konsumsi dan tabungan suatu negara. Dari data pendapatan nasional di berbagai negara termasuk di Indonesia, pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga sekitar 60 – 70% dari pendapatan nasional. Besarnya jumlah pengeluaran untuk konsumsi keluarga tergantung dari banyak faktor, antara lain:
1) besarnya pendapatan bersih keluarga,
2) jumlah anggota keluarga,
3) tingkat pendidikan,
4) lingkungan sosial ekonomi, dan
5) agama dan adat kebiasaan.

Sementara itu penghasilan yang diterima oleh suatu keluarga tidak selalu habis dibelanjakan untuk membeli barang-barang kebutuhan hidup. Bagian penghasilan yang tidak habis dibelanjakan untuk konsumsi disebut tabungan. Tingkat tabungan nasional di Indonesia masih rendah dibandingkan negara- negara lain.

b. Konsumsi dan Investasi
Penghasilan yang tidak dibelanjakan, namun ditabung dapat digunakan untuk investasi. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian. Investasi yang dimaksud berupa investasi fisik dan investasi keuangan. Investasi fisik, misalnya penambahan kapasitas produksi dengan menambah jumlah mesin. Adapun investasi keuangan dapat dilakukan dengan pembelian saham-saham perusahaan yang berfungsi menambah modal bagi perusahaan.

Peningkatan investasi yang diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi serta jumlah produksi akan memperluas kesempatan kerja. Sehingga jumlah produksi barang dan jasa meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan nasional. Faktor-faktor utama yang menentukan tingkat investasi, antara lain:
1) tingkat keuntungan investasi yang diramalkan akan diperoleh,
2) tingkat bunga,
3) ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan, dan
4) kemajuan teknologi.

c. Permintaan dan Penawaran Agregat
Sesuai dengan persamaan pendapatan nasional, menunjukkan bahwa dengan meningkatkan permintaan agregat yang berupa konsumsi dan pengeluaran pemerintah, akan meningkatkan pendapatan nasional. Meningkatnya permintaan agregat, akan diikuti oleh meningkatnya penawaran agregat, sehingga investasi meningkat. Peningkatan investasi tersebut karena penawaran yang tinggi sehingga perusahaan atau produsen akan menambah kapasitas produksi, sehingga pendapatan nasional akan meningkat.

 

DAFTAR PUSTAKA
Ekonomi : Untuk SMA/MA Kelas X / Oleh Mintasih Indriayu ; editor, Tri Tien Gunawati ; — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.