Pelestarian Lingkungan Hidup

 

Pelestarian Lingkungan Hidup
Pelestarian Lingkungan Hidup

Pelestarian Lingkungan Hidup

Bagaimana upaya kita dalam melestarikan lingkungan hidup? Pelestarian lingkungan hidup perlu dilakukan dengan tujuan untuk menjaga keberadaan atau kelestarian dan menyelamatkan lingkungan dari kepunahan. Mencegah kerusakan lingkungan dan pencemaran dapat dilakukan oleh setiap individu dan pemerintah. Ada tiga hal mendasar yang dilakukan untuk pelestarian, pencegahan, dan penanggulangan pencemaran, yaitu melalui peraturan perundangan, teknologi, dan pendidikan.

Upaya melalui peraturan, yaitu pengaturan pada dunia industri agar tidak merusak dan mencemari lingkungan. Melalui teknologi diupayakan agar hasil buangan industri diolah lebih dahulu sehingga tidak merusak atau mencemari lingkungan. Sementara melalui pendidikan, yaitu melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kelestarian lingkungan. Setiap individu tidak merusak atau mencemari lingkungan dengan membuang sampah sembarangan atau ke sungai. Secara umum, pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan melalui penghematan, pengawetan, dan perlindungan, serta pemeliharaan lingkungan. Bagaimana caranya? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak uraian di bawah ini! (Baca Juga : Ekonomi Makro)

1. Penghematan Lingkungan Alam
Upaya penghematan lingkungan dilakukan dengan cara pembatasan pemakaian atau pemanfaatan lingkungan. Pembatasan peman- faatan lingkungan hidup dilakukan dengan adanya peraturan peme- rintah (Undang-Undang No. 23 tahun 1997). Dalam peraturan itu penggunaan lingkungan hidup dibatasi agar tercapai keseimbangan lingkungan dan kelestarian lingkungan hidup. Pembatasan penggunaan lingkungan hidup dimaksudkan untuk menjaga agar lingkungan alam dapat dimanfaatkan selama mungkin oleh generasi sekarang ataupun generasi yang akan datang. Melalui pembatasan penggunaan lingkungan maka akan tercipta daya dukung lingkungan yang optimal untuk kebutuhan makhluk hidup. Pembatasan ini dilakukan melalui pelarangan penebangan hutan sembarangan atau pembukaan tanah atau lahan pertanian berpindah.

2. Pengawetan dan Perlindungan Lingkungan Hidup
Tahukah kalian bahwa pengawetan lingkungan tanah dapat dilakukan secara mekanis dan biologis? Pengawetan mekanis dilakukan dengan pengerjaan tanah sesuai dengan kemiringan lahan dan mendatar hingga tanah tidak hanyut oleh aliran air. Menurut biologis, dilakukan dengan tumbuhan yang dapat mencegah terjadinya erosi dan memperkuat struktur tanah. Untuk itu, harus dipilih tanaman yang mempunyai kemampuan pelindung tanah dan hewan yang ada di sekitar lingkungan. Pengawetan dan perlindungan lingkungan hutan dilakukan dengan cara pembukaan cagar alam, hutan suaka, hutan lindung, dan melindungi hewan langka. Pengawetan ditujukan agar lingkungan hidup berkembang dan dapat bertahan lebih lama. Cagar alam berfungsi untuk melindungi segala sesuatu yang ada dalam hutan itu, contohnya adalah cagar alam Ujung Kulon di Jawa Barat. Hutan suaka margasatwa hanya melindungi hewan-hewan langka dari kepunahan, contohnya suaka harimau di Riau dan suaka komodo di Nusa Tenggara Timur. Hutan lindung melindungi tumbuh-tumbuhan langka dari kepunahan, contohnya Kebun Raya Bogor dan hutan lindung Dago Bandung di Jawa Barat. Hewan langka merupakan hewan yang jumlahnya sudah sangat sedikit sehingga dikhawatirkan akan punah bila tidak dilindungi. Upaya perlindungan yang dilakukan adalah dengan tidak boleh menangkap atau memperjualbelikan hewan langka dan menghukum orang yang memanfaatkan hewan langka. Hewan langka yang dilindungi di negara kita, antara lain anoa, babirusa, badak, banteng, gajah sumatra, harimau, komodo, tapir, dan burung cenderawasih.

3. Pemeliharaan Lingkungan Hidup
Upaya pemeliharaan sumber daya alam dilakukan melalui kegiatan penghijauan dan reboisasi. Reboisasi dan penghijauan berfungsi untuk melindungi tanah dari pengikisan (erosi), mempercepat proses pembentukan tanah baru, dan mencegah terjadinya kerusakan tanah di daerah pertanian. Pada lereng atau tanah berbukit dibuat sengkedan untuk mencegah erosi dan menjaga kesuburan tanah agar pada saat turun hujan air ditahan sehingga meresap ke dalam tanah. Kemudian, di daerah aliran sungai juga ditanami pohon agar air dapat ditahan, terutama pada waktu hujan, airnya tidak langsung mengalir. Pohon- pohon itu juga berfungsi untuk mencegah terjadinya pengikisan di permukaan atau erosi. Limbah atau kotoran buangan industri atau rumah tangga turut mempercepat kerusakan sumber daya alam. Oleh karena itu, limbah tersebut perlu diolah sehingga kerusakan yang diakibatkannya semakin rendah atau sedikit. Akibat tercemarnya sumber daya alam oleh limbah, timbul berbagai jenis penyakit pada manusia, seperti kolera, tipus, dan disentri. Kerusakan keindahan alam atau adanya bau busuk mengganggu kehidupan tumbuh-tumbuhan atau hewan, juga merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Usaha pencegahan yang dilakukan, antara lain dengan menempatkan industri yang jauh dari pemukiman penduduk. Selain itu, sebelum dibuang air limbah industri diolah terlebih dulu. Limbah rumah tangga ditertibkan dengan membuat tempat- tempat pembuangan sampah dan melaksanakan daur ulang, antara lain dengan pembakaran, diolah menjadi bahan pupuk, biogas untuk memasak atau penerangan, sedangkan sisa makanan dijadikan makanan ternak.

4. Tindakan Preventif dan Kuratif
Ada dua jenis usaha yang dilakukan untuk penyelamatan/pencegahan dan perbaikan berbagai masalah lingkungan, yaitu bersifat preventif dan kuratif. Tindakan preventif merupakan tindakan pencegahan sebelum masalah lingkungan muncul. Tindakan preventif dilakukan dengan kemampuan melihat atau menjangkau ke masa depan. Dengan kemampuan itu, apa yang akan terjadi dapat diprediksi dengan melihat kondisi sekarang sehingga untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan yang akan datang dapat dirancang. Tindakan kuratif merupakan upaya perbaikan atau penyelamatan lingkungan setelah kerusakan terjadi. Tindakan ini dilakukan dengan rehabilitasi atau perbaikan pada kerusakan lingkungan. Agar tindakan kuratif dapat berjalan dengan baik maka faktor penyebab kerusakan lingkungan harus diketahui lebih dahulu. (Baca Juga : Ekonomi Mikro)

 

DAFTAR PUSTAKA
IPS / Rogers Pakpahan…[et al.] ; editor, Arna Asna Annisa…[et al.].—Jakarta : Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.