Negara Maju dan Negara Berkembang

Negara Maju dan Negara Berkembang

Master
Sunday, July 7, 2019

Negara Maju dan Negara Berkembang
Negara Maju dan Negara Berkembang

Setiap negara terus memacu pembangunan. Akan tetapi, pembangunan tidak selalu berjalan mulus. Berbagai hambatan dihadapi, mulai dari keterbatasan alam hingga sumber daya manusia. Jika ini bisa terlampaui, bukan mustahil sebuah negara akan menjadi negara maju. Apabila semua itu gagal, rakyatlah yang akan sengsara terbelenggu dalam kemiskinan.


Negara Maju dan Negara Berkembang

Wilayah benua-benua di dunia ini terbagi menjadi negara-negara. Lebih dari dua ratus negara tersebar di belahan Bumi Utara maupun belahan Bumi Selatan. Tiap-tiap negara memiliki karakteristik dan potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang berbeda-beda. Negara- negara itu bisa dikategorikan sebagai negara maju, negara berkembang, dan negara miskin. Apa saja yang menjadi tolok ukur kemajuan suatu negara?

1. Negara Maju

Setiap negara pasti menginginkan terciptanya kondisi yang maju dan makmur. Proses pembangunan pada umumnya dimulai setelah negara tersebut merdeka. Para pemimpin negara menetapkan tujuan-tujuan negara dalam konstitusi (undang-undang dasar) yang mereka susun. Dengan kata lain, pembangunan merupakan suatu upaya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Melalui pembangunan, bisa dilihat tahap-tahap kemajuan suatu negara.

a. Pengertian Negara Maju
Menurut Bank Dunia, ada dua puluh empat negara yang masuk kategori negara maju. Mayoritas sistem pemerintahan yang dianut adalah sistem demokrasi yang diterapkan dengan baik. Rata-rata pendapatan per kapitanya tinggi dengan inflasi yang relatif rendah. Suatu negara termasuk negara maju jika pendapatan per kapitanya mencapai US$ 11,456 atau lebih (menurut World Bank tahun 2007). Tingkat tabungan dan investasi tinggi, sementara utang luar negerinya sangat rendah.

b. Ciri-Ciri Negara Maju
Kemajuan suatu negara umumnya diukur dari keberhasilannya dalam memajukan bidang-bidang berikut ini.

1) Keadaan Ekonomi
Suatu negara dikatakan maju pertama-tama dilihat dari per- ekonomiannya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
a) Pendapatan Per Kapita yang Tinggi
Pendapatan per kapita yang tinggi merupakan ciri utama negara maju. Salah satu penyebab tingginya pendapatan per kapita adalah kemampuan mengoptimalkan sumber daya perekonomian yang ada untuk menciptakan pendapatan.

b) Kegiatan Utama pada Sektor Industri dan Jasa
Struktur ekonomi masyarakat di negara maju sudah bergeser dari perekonomian agraris ke perekonomian industri. Artinya, mata pencaharian pokok rakyat di negara maju berasal dari sektor industri dan jasa. Akan tetapi tidak berarti hasil produksi pertanian di negara industri lantas mengecil. Pertanian di negara maju dikembangkan dengan teknologi canggih sehingga bisa lebih produktif dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

c) Sumber Daya Alam Dimanfaatkan Secara Optimal
Sumber daya alam merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan untuk mencapai kesejahteraan manusia. Sumber daya alam ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, terutama untuk makanan dan sumber energi. Di negara maju, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan lebih canggih serta sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara optimal. Akan tetapi, ada kecenderungan mereka mengeksploitasinya secara berlebihan karena kebutuhan terhadap energi di negara maju juga jauh lebih besar.

d) Produktivitas Nasional
Perekonomian modern ditandai dengan tingginya produktivitas nasional. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya efisiensi produksi dan jumlah produk yang dihasilkan. Salah satu faktor pendorong adalah adanya spesialisasi (pembagian) kerja. Pembagian kerja akan meningkatkan kemampuan produksi buruh. Setiap pekerja menjadi lebih efisien daripada sebelumnya. Spesialisasi bisa menghemat waktu, sekaligus meningkatkan keahlian pekerja. Akhirnya, produktivitas nasional pun meningkat.

e) Ketersediaan Modal
Untuk memulai sebuah usaha, tentu dibutuhkan modal. Modal ini dapat berupa uang, gedung (tanah), dan mesin- mesin. Modal dapat terkumpul apabila masyarakat tidak membelanjakan keseluruhan pendapatannya untuk kegiatan konsumsi, tetapi menyisihkan sebagian untuk ditabung atau dibelikan barang-barang modal. Apabila modal tersebut telah dialihkan menjadi suatu usaha akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan produksi. Akibatnya, perekonomian semakin membaik.

Di negara-negara maju, pembentukan modal dapat berlangsung secara efektif. Hal ini karena tingkat pendapatan masyarakat yang cukup tinggi. Pendapatan masyarakat tersebut sebagian ditabung sebagai pembentuk modal.


2) Keadaan Penduduk
Selain dari segi ekonomi, keberhasilan pembangunan dalam usaha memajukan negara juga dilihat dari segi kependudukan.
a) Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang rendah merupakan salah satu ciri negara maju. Rata-rata pertumbuhan penduduk kurang dari satu persen per tahun. Di negara maju, masyarakatnya cenderung menunda usia perkawinan dan membatasi jumlah anak. Bagi mereka, memiliki anak membutuhkan per- timbangan yang serius. Oleh karena itu, mereka belum akan mempunyai anak jika mereka merasa belum siap. Kecenderungan ini didukung oleh kecanggihan teknologi kedokteran dan obat-obatan penunda kehamilan.

Rendahnya tingkat pertumbuhan penduduk menyebab- kan komposisi penduduk di negara maju didominasi oleh golongan tua (dewasa). Angka ketergantungan usia non- produktif terhadap usia produktif pun menjadi rendah. Dengan jumlah tanggungan yang kecil, keluarga-keluarga di negara maju bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan lebih baik.

b) Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Kesejahteraan penduduk di negara-negara maju umumnya sangat terjamin. Pemerintah memberikan jaminan yang melindungi setiap penduduknya dari risiko kehilangan pendapatan, seperti kecelakaan kerja, sakit, cacat, masa tua, hamil, dan pengangguran. Berbagai jaminan ini dikelola oleh dinas sosial di negara tersebut.

Bagi masyarakat yang mampu, mereka diberi kebebasan mengoptimalkan tingkat kesejahteraannya. Pemerintah hanya memberikan sarana serta infrastruktur penunjang seperti jalan, sekolah, jembatan, rumah sakit, dan gedung publik. Fasilitas yang diberikan memungkinkan penduduk di negara maju dapat mengakses pelayanan kesehatan dan pendidikan secara merata. Hasilnya, sebagian besar masyarakat di negara maju (sekitar 95%) bisa membaca, menulis (melek huruf), dan bisa melanjutkan pendidikan tinggi, serta rata-rata usia harapan hidup mencapai 79 tahun.

3) Keadaan Sosial Budaya
Faktor sosial budaya di negara maju didasari oleh penalaran (rasionalitas). Mereka tidak percaya pada hal-hal yang tidak bisa diterima rasio (akal sehat). Bagi mereka, keberhasilan hanya bisa diperoleh dengan bekerja keras, berhemat, dan mengembangkan potensi yang ada.

4) Kemajuan Teknologi
Teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat di negara-negara maju. Teknologi ini berkaitan dengan cara atau metode produksi yang diperbarui. Penemuan teknologi  di negara maju akan menaikkan produktivitas buruh, modal, dan faktor produksi yang lain.


c. Beberapa Negara Maju di Dunia
Menurut data Bank Dunia, ada dua puluh empat negara maju yang memiliki pendapatan per kapita tinggi dan memenuhi ciri-ciri negara maju lainnya. Negara-negara tersebut adalah:
1) Swiss
2) Australia
3) Austria
4) Belgia
5) Kanada
6) Denmark
7) Spanyol
8) Prancis
9) Jerman
10) Yunani
11) Islandia
12) Irlandia
13) Italia
14) Inggris
15) Jepang
16) Swedia
17) Portugal
18) Belanda
19) Finlandia
20) Norwegia
21) Luksemburg
22) Selandia Baru
23) Republik Korea
24) Amerika Serikat

Menurut data tersebut, di Benua Asia hanya terdapat dua negara maju. Salah satunya adalah Jepang. Pada akhir Perang Dunia II tepatnya tahun 1945, sebagian besar wilayah Jepang hancur. Perekonomian Jepang menjadi lemah. Namun, dalam waktu yang tidak lama, Jepang telah membangun kembali negaranya sehingga tumbuh menjadi salah satu negara maju yang disegani. Berikut seluk-beluk negara Jepang.

1) Perekonomian Jepang
Perekonomian Jepang ditunjang oleh penduduk yang memiliki semangat (etos) kerja tinggi, berpendidikan, dan penguasaan teknologi. Pada tahun 2007 pendapatan nasional per kapita Jepang mencapai US$ 33,800 per tahun.

Sektor-sektor pendukung perekonomian Jepang sebagai berikut.
a) Industri
Industri manufaktur adalah salah satu kekuatan Jepang, tetapi negara ini miskin sumber daya alam. Pola umum yang dijalankannya dengan cara perusahaan-perusahaan Jepang mengimpor bahan-bahan mentah kemudian mengolah dan membuatnya sebagai barang jadi, yang dijual di dalam negeri dan diekspor.

Industri di Jepang pada mulanya dirintis dari industri kerajinan tangan, berkembang ke industri ringan, dan akhirnya menjadi industri berat. Hasil industri Jepang antara lain baja, logam, instalasi listrik, peralatan konstruksi serta pertambangan, otomotif, alat-alat komunikasi, bahan kimia, dan kapal. Perkembangan industri di Jepang didukung oleh ketersediaan energi listrik, tersedianya buruh yang terampil dan bersemangat kerja tinggi, serta sarana transportasi yang maju.

b) Pertanian
Meskipun Jepang merupakan negara industri, bidang per- tanian dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan merupakan usaha yang sangat penting di Jepang. Padi merupakan tanam- an pokok yang diusahakan. Kenyataannya, tingkat swa sembada pangan Jepang adalah salah satu yang terendah di antara semua negara industri. Ini berarti Jepang harus mengimpor pangan yang dibutuhkan dari luar negeri dalam persentase tinggi.

Jenis pertanian lain yang dikembangkan adalah budi daya ulat sutra dan perkebunan teh hijau. Meskipun tidak seluas Indonesia, budi daya hutan juga dikembangkan di Jepang. Pembudidayaan hutan ini dilakukan dengan sangat hati-hati. Jepang memanfaatkan hutan sebagai sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestariannya. Orang-orang Jepang sangat menghargai alam sebagai bagian dari kepercayaan mereka. Salah satu hasil budi daya tersebut adalah bubur kertas.

Usaha perikanan di Jepang pun sangat maju. Kondisi geografi yang strategis sangat mendukung kegiatan perikanan di Jepang. Di perairan sebelah timur Jepang dapat dijumpai ikan-ikan dalam jumlah besar. Ikan-ikan memakan makanan berupa plankton-plankton yang terdapat di tempat tersebut. Konsentrasi plankton yang tinggi disebabkan arus dingin (Oyashio) yang membawanya bertemu dengan arus panas (Kuroshio) yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina. Perikanan di Jepang didukung oleh industri perkapalan dan pengolahan ikan yang maju.

c) Pertambangan
Jepang memiliki berbagai jenis mineral meskipun dalam jumlah yang sedikit. Jumlah ini tidak mampu mencukupi kebutuhan di dalam negeri. Oleh karena itu, Jepang meng- impor bahan tambang seperti minyak dan gas bumi dari luar negeri. Sementara itu, mineral utama yang dihasilkan Jepang berupa batu bara, besi, mangan, seng, tembaga, timbal, dan emas.

d) Perdagangan
Sebagai sebuah negara industri, kegiatan perdagangan di Jepang sangat ramai. Kegiatan ini didukung oleh fasilitas transportasi baik darat, laut, dan udara. Hasil industri Jepang banyak diekspor ke negara-negara lain. Oleh karena itu, per- dagangan Jepang sangat dipengaruhi oleh permintaan luar negeri.


2) Penduduk Jepang
Jumlah penduduk di Jepang pada tahun 2007 mencapai 127.433.494 jiwa dengan tingkat pertumbuhan –0,088% per tahun. Angka ini menunjukkan tingkat pertumbuhan penduduk negatif. Salah satu penyebabnya adalah sebagian besar orang Jepang menunda usia pernikahannya. Biasanya, anggota keluarga hanya terdiri atas satu atau dua anak. Suku bangsa di Jepang terdiri atas suku Jepang (99,4%) dan Korea (0,6%).


3) Teknologi
Orang-orang Jepang sangat menguasai penggunaan teknologi. Penguasaan teknologi menjadi kelebihan bangsa Jepang karena menjadi dasar pengembangan berbagai produk ekspor. Kemajuan teknologi di Jepang didorong oleh tingginya kualitas sumber daya manusianya. Para pengusaha di Jepang sangat menghargai inovasi pegawai- nya. Apabila mereka bercita-cita menciptakan suatu mesin atau benda yang berguna, mereka akan berusaha keras untuk mewujudkannya.


4) Pendidikan
Tingkat melek huruf di Jepang sangat tinggi. Hampir seluruh penduduk (99%) yang berusia di atas 15 tahun dapat membaca dan menulis. Setiap siswa, baik kaya maupun miskin bisa mengenyam pendidikan yang baik asal mampu melalui ujian yang sulit. Universitas terbaik di Jepang memberikan beasiswa bagi mereka yang lolos ujian masuk. Kaum usahawan dan pejabat pemerintah cenderung untuk mempekerjakan lulusan dari universitas tersebut.



2. Negara Berkembang

Secara umum, negara berkembang identik dengan kemiskinan. Seringkali dijumpai pengemis dan gelandangan di kota-kota besar. Penduduk desa banyak yang mencoba mencari kehidupan di kota, tetapi akhirnya justru menjadi gelandangan dan semakin memadati kota. Beberapa negara berkembang justru mendekati sebagai negara terbelakang (miskin).

a. Ciri-Ciri Negara Berkembang
Secara umum, negara-negara berkembang mempunyai ciri sebagai berikut.

1) Keadaan Ekonomi
Negara berkembang mempunyai keadaan ekonomi yang bertolak belakang dengan negara maju. Berikut ini gambaran kondisi perekonomiannya.

a) Pendapatan Rendah
Negara berkembang identik dengan keterbelakangan. Sebagian penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Salah satu indikatornya adalah tingkat pendapatan yang relatif rendah apabila dibandingkan dengan pendapatan yang diterima oleh tiap-tiap penduduk di negara maju.

Penduduk di negara berkembang tingkat pendapatannya rendah. Oleh karena itu, standar kehidupannya juga rendah. Dari pendapatan yang mereka terima, sebagian besar dibelanjakan untuk makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Hampir tidak ada pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekunder, apalagi kemewahan dan kenyamanan hidup. Penduduk di negara berkembang sering mengalami masalah kekurangan gizi, kesehatan, dan lain-lain.

Rumah-rumah penduduk masih sangat sederhana bahkan bisa dikatakan tidak layak huni. Pakaian yang dipakai juga bisa dikatakan sudah tidak layak pakai. Di beberapa negara yang miskin, masih bisa dijumpai anak-anak telantar yang tidak mempunyai pakaian.

b) Kesenjangan Pendapatan
Di negara-negara seperti pada tabel di atas, tingkat kesenjangan pendapatan penduduknya juga cukup tinggi. Ada beberapa kelompok penduduk yang hidupnya makmur seperti para pedagang dan pemilik tanah. Belum lagi beberapa sumber tambang dan perkebunan di negara berkembang banyak yang dieksploitasi oleh pengusaha asing. Orang-orang asing inilah yang menikmati kekayaan alam di negara berkembang sehingga negara berkembang sulit maju.

c) Ketergantungan pada Sektor Primer
Sebagian besar penduduk di  negara berkembang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Di negara berkembang, hampir 74% penduduk berusaha di sektor pertanian, sementara itu di negara maju hanya 2,5%. Pertanian sebagai mata pencaharian pokok sebagian besar penduduk menjadi tidak produktif karena masih dilakukan dengan cara kuno.

Negara-negara berkembang juga mengkhususkan pada produksi bahan mentah dan pangan atau produksi primer seperti barang tambang. Misalnya Sri Lanka mengkhususkan pada teh, karet, dan kelapa. India pada teh dan Brasil pada kopi. Mereka belum mampu mengolah bahan-bahan mentah ini menjadi barang produksi. Di negara berkembang juga telah berkembang sektor industri dengan barang-barang konsumsi sederhana, seperti tekstil. Pada sektor jasa seperti transportasi, perdagangan, serta asuransi yang belum dapat dikatakan maju.

d) Sumber Alam Kurang Terolah
Sumber alam di negara berkembang kurang terolah karena memang tidak atau belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebenarnya banyak negara berkembang kaya sumber daya alam. Akan tetapi, negara ini belum mempunyai teknologi yang mampu mengolah sumber daya alam yang dimilikinya secara maksimal.

e) Kesempatan Kerja Kurang Memadai
Sistem perekonomian di negara berkembang masih mengandalkan sektor primer. Sektor ini tentu belum mampu menyerap tenaga kerja yang umumnya tersedia sangat banyak. Sektor pertanian dan sektor primer lainnya hanya mampu menyediakan lapangan kerja yang terbatas. Akibatnya, pengangguran akan semakin bertambah.

Selain itu, ciri khas lain dari negara berkembang adalah kurangnya kemampuan kewirausahaan. Kewirausahaan ini masih terhalang oleh tingkat pendidikan dan modal yang rendah, bahkan adat istiadat yang masih kolot yang menghalangi munculnya kreativitas.

f) Keterbatasan Modal
Kelangkaan modal merupakan ciri umum lain negara berkembang. Negara berkembang memiliki perekonomian yang miskin modal. Mereka bahkan masih menggantungkan investasi dari negara lain sebagai sumber modal. Hal ini karena tingkat tabungan dan investasi di dalam negeri masih rendah. Oleh karena pendapatan penduduk rendah, masyarakat tidak dapat menabung banyak sehingga bagian yang bisa di- investasikan juga sedikit. Pemerintah juga kesulitan mengalokasikan dana untuk ditanamkan dalam proyek-proyek ekonomi karena pendapatannya sebagian besar digunakan untuk mengatasi masalah sosial yang sering terjadi.

g) Ketergantungan pada Perdagangan Luar Negeri
Biasanya negara terbelakang sangat berorientasi pada perdagangan luar negeri. Orientasi ini terlihat pada ekspor barang-barang primer dan impor barang-barang konsumsi serta mesin-mesin industri. Ketergantungan terhadap perdagangan luar negeri mengakibatkan perekonomian dalam negeri menjadi rentan terhadap fluktuasi harga internasional barang- barang tersebut.

2) Keadaan Penduduk
Dari segi kependudukan, kondisi di negara maju dan negara berkembang sangat berbeda. Berikut gambaran kondisi kependudukan di negara berkembang.
a) Pertumbuhan Penduduk yang Cepat
Pertambahan penduduk yang cepat ini menjadi satu ciri yang dimiliki oleh hampir semua negara berkembang. Di negara berkembang, biasanya mempunyai potensi per- tumbuhan penduduk yang tinggi. Ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka pertumbuhan penduduk. Selain rendahnya tingkat pengetahuan penduduk, juga masih kuatnya pengaruh adat dan tradisi. Hal ini tentu mempercepat pertumbuhan penduduk.

Jumlah penduduk yang besar dengan tingkat kualitas yang rendah menyebabkan timbulnya berbagai masalah  ke- pendudukan. Pengangguran, kemiskinan, dan rendahnya tingkat kesehatan merupakan dampak negatif dari tingginya pertumbuhan penduduk. Dengan demikian, lengkaplah kesulitan yang dihadapi negara tersebut, mempunyai penduduk banyak dengan tingkat pendapatan yang rendah.

b) Angka Kelahiran yang Tinggi
Tingkat kelahiran yang tinggi di beberapa negara berkembang memberi akibat yang kurang baik bagi komposisi penduduknya. Tingkat kelahiran yang tinggi menjadikan sebagian besar penduduknya terdiri atas kelompok usia muda. Komposisi seperti ini sangat mengganggu perekonomian karena sebagian besar jumlah tanggungan keluarga tidak produktif. Makin banyak keluarga yang ditanggung makin sulit pula sebuah keluarga menabung uangnya untuk investasi. Selain itu, kesempatan pendidikan, keperluan hidup, dan kemajuan sosial ekonomi juga menjadi semakin kecil.

c) Kepadatan Penduduk Tinggi
Sebagian besar negara berkembang, kepadatan penduduknya cukup tinggi. Umumnya kepadatan penduduk ini terjadi di pusat-pusat pertanian atau daerah perkotaan. Kepadatan ini akan semakin meningkat pesat dengan semakin tingginya pertumbuhan penduduk. Biasanya kepadatan penduduk ini akan memunculkan masalah baru berkaitan dengan tata kota. Hal ini karena beberapa masalah, seperti kriminalitas tinggi, sektor informal meningkat, dan permukiman kumuh akan muncul di daerah padat penduduk.

3) Tingkat Pengangguran
Di negara berkembang akan dijumpai tingkat pengangguran yang tinggi. Pengangguran ini semakin membengkak seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk. Di negara berkembang, sektor industri kurang berkembang dan sektor lain tidak mampu menampung jumlah tenaga kerja yang semakin membengkak.

Di negara berkembang banyak pengangguran tersembunyi. Pengangguran semacam ini terdapat di sektor pertanian sebagai sektor utama di negara berkembang. Pengangguran tersembunyi adalah orang yang tampaknya bekerja tetapi produktivitasnya sangat rendah.

4) Kesehatan Rendah
Tingkat kesehatan penduduk di negara berkembang berhubungan erat dengan pendapatan yang diperoleh. Apabila pendapatan seseorang rendah, pengeluaran untuk pemeliharaan kesehatan juga sedikit, bahkan mungkin tidak ada. Konsumsi yang dilakukan belum bisa menunjukkan standar makanan yang bergizi. Dampaknya, banyak kematian anak karena kekurangan gizi, air minum tidak sehat, sanitasi buruk, dan langkanya imunisasi. Sarana dan fasilitas kesehatan di negara berkembang juga masih minim. Dokter dan rumah sakit masih jarang. Belum lagi minimnya peralatan kedokteran yang menambah daftar permasalahan kesehatan di negara berkembang.

5) Tingkat Pendidikan Rendah
Fasilitas pendidikan di negara berkembang juga kurang memadai. Banyak negara berkembang yang sibuk memperluas penyediaan fasilitas pendidikan. Namun, upaya tersebut tetap terbentur pada kekurangan modal dan sumber daya manusia yang tersedia. Di negara berkembang biaya pendidikan masih mahal.

Tidak semua penduduk dapat mengenyam pendidikan sampai tingkat tinggi. Hanya sebagian penduduk yang dapat menyelesaikan pendidikan dasar. Oleh karena tingkat pendidikan yang rendah, belum semua penduduk di negara berkembang bisa membaca.

6) Keterbelakangan Teknologi
Teknologi yang dipakai di negara-negara berkembang masih sangat sederhana. Pengembangan riset untuk kemajuan teknologi di negara-negara berkembang masih kurang. Selain itu, dana yang tersedia untuk pengembangan dan pembelian teknologi juga tidak tersedia. Belum lagi kualitas sumber daya manusia yang rendah ternyata tidak bisa mendukung perkembangan teknologi di negara- negara berkembang.

7) Keadaan Sosial Budaya
Kemajuan suatu negara berkaitan erat dengan beberapa hal, seperti sikap sosial, kondisi politik, dan latar belakang sejarah. Beberapa negara berkembang memiliki lembaga sosial dan sikap serta kondisi politik yang kurang menunjang pembangunan dan perubahan ke arah kemajuan. Masyarakat di negara berkembang sebagian besar masih memegang kepercayaan dan nilai-nilai tradisional yang kadang tidak sejalan dengan proses kemajuan serta perubahan. Kadang dalam masyarakat negara berkembang masih diwarnai pengelompokan masyarakat berdasarkan kasta dan kelas, agama, suku bangsa, tradisi budaya dan pola sosial, warna kulit serta ciri-ciri kedaerahan. Hal-hal seperti inilah yang menghalangi mobilitas sosial dan geografis serta merupakan penghambat bagi kemajuan. Penduduk di negara berkembang juga sulit menerima dan mengolah nilai-nilai baru yang muncul sebagai dampak pembangunan serta perubahan.

Kegiatan pertanian di negara berkembang masih dikendalikan oleh tradisi dan adat istiadat. Penduduk desa masih takut mencoba teknologi dan pengetahuan yang baru. Mereka tidak mau mencoba bibit tanaman yang baru, menggunakan pestisida dan pupuk.


b. Contoh Negara Berkembang di Dunia
Salah satu contoh negara berkembang adalah India. Negara ini dikenal dengan industri film yang cukup maju, tetapi belum mampu mendongkrak negaranya menjadi suatu negara maju.
1) Perekonomian
Sebenarnya India merupakan salah satu negara yang tumbuh cepat dan bisa menjadi salah satu negara yang terkemuka di dunia. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi yang berhasil diperoleh ini harus dibagi oleh jumlah penduduk yang besar, yang tingkat pertumbuhannya sangat tinggi. Inilah yang menyebabkan India tetap menjadi negara miskin di dunia.

Sektor-sektor yang cukup menarik dan berpotensi memicu perekonomian India sebagai berikut.
a) Pertanian
India termasuk negara agraris karena hampir 75% penduduknya bekerja di sektor pertanian. Dahulu lahan pertanian di India berukuran kecil dan tidak efisien. Pertumbuhan penduduknya ternyata lebih cepat daripada kemampuannya untuk meningkatkan persediaan pangan.

Pemerintahpun melancarkan program Revolusi Hijau guna meningkatkan produksi pertanian. Pemerintah mengajari petani cara menanam yang baik, irigasi, pengendalian hama tanaman, dan pemupukan yang lebih modern.

Hasil produksi pangan khususnya padi-padian mulai meningkat lebih cepat daripada laju pertumbuhan penduduk. Surplus ini disimpan untuk mencegah kelaparan. Sekarang India sudah mampu menjadi negara pengekspor padi. Punjab dan Lembah Gangga merupakan produsen padi-padian. Hasil pertanian lainnya adalah gandum, teh, yute, kopi, kapas, lada, dan karet.

b) Pertambangan
India memiliki cukup banyak barang tambang yang mempunyai peranan penting. Misalnya batu bara di Lembah Sungai Damodar, bijih besi di Goa dan Misore, mangan di Nadyan Pradesh, mika di Bihar, serta minyak bumi di Assam dan lepas pantai Mumbay.

c) Industri
Industrialisasi di India telah dimulai sejak zaman penjajahan Inggris. Akan tetapi, sebuah negara akan menjadi sebuah negara industri yang maju pesat jika didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini tidak terjadi di India. Industrialisasi yang terjadi memang didukung oleh banyak sumber daya manusia, tetapi sebagian besar mereka hanya bekerja sebagai buruh dengan upah yang rendah.

Industrialisasi di India didukung oleh kekayaan sumber bijih besi, mangan, batu bara, dan seng. Di India juga terdapat endapan minyak di lepas pantai barat laut Mumbay serta di timur laut negara bagian

Assam. Di antara industri terkemukanya adalah tekstil dan baja. Selain itu juga terdapat industri mesin, peralatan transportasi, semen, dan produk rami.


2) Penduduk
Penduduk India berjumlah lebih dari satu miliar dan menempati urutan kedua terbanyak di dunia setelah Cina. Penduduk India sangat bervariasi ditinjau dari keadaan fisiknya. Dalam hal warna kulit, penduduk India ada yang berkulit putih dan hitam pekat. Dalam hal bentuk tubuh, penduduk India ada yang bertubuh tinggi tegap dan kecil pendek. Dalam hal rambut, ada yang berambut lurus, ikal, maupun keriting. Penduduk India merupakan percampuran berbagai macam suku bangsa.

Kualitas penduduk di negara ini tergolong rendah dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi. Penduduk India yang jumlahnya besar masih terus bertambah. Hal ini disebabkan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Belum lagi persebaran penduduk yang tidak merata karena 75% bermukim di daerah perdesaan.

Sebagian lagi penduduk India tinggal di beberapa kota seperti Mumbay, Kalkuta, dan Madras. Kepadatan memang merupakan ciri umum kota-kota di India sebagai akibat migrasi penduduk desa dan mengalirnya pengungsi dari Pakistan. Perkembangan pelayanan kota tidak mampu meng- imbangi pertambahan jumlah penduduk yang  sangat  besar.  Hal ini menyebabkan sebagian besar kota dikelilingi oleh daerah kumuh. Di berbagai kota utama di India, banyak orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan sebagian besar hidup mereka terpaksa tinggal di kaki lima.

Ternyata permasalahan penduduk di India tidak hanya berhenti sampai di sini. Pertumbuhan penduduk yang tinggi ini ternyata terus menimbulkan banyak masalah seperti pengangguran dan kemiskinan. Kini pemerintah menganjurkan agar setiap keluarga hanya memiliki beberapa anak. Pengendalian penduduk ini dilakukan secara gencar, sampai-sampai pemerintah menyediakan hadiah uang tunai bagi pasangan yang hanya memiliki dua anak.


3) Pendidikan
Di India hanya sekitar 61% dari penduduk berumur 15 tahun ke atas yang melek huruf (menurut data World Factbook). Pemerintah sendiri sebenarnya juga mulai banyak membangun sekolah baru untuk penduduknya. Pendidikan di India masih juga menunjukkan kesenjangan. Orang-orang yang lebih mampu di India bisa menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Mereka umumnya menekui bidang kedokteran dan teknologi informasi.

Meskipun banyak masalah yang harus dihadapi, India sangat optimis tentang masa depannya. Kondisi politik India yang cukup stabil menjadi salah satu modal utamanya. India sekarang menjadi negara yang mampu berswasembada pangan. Selain itu, pembangunan industri di India juga berjalan dengan cukup pesat. Masyarakatnya berusaha menciptakan pola kehidupan baru tanpa merusak nilai-nilai peradaban lama yang telah tertanam.

Contoh negara berkembang yang lain adalah negara kita, Indonesia. Namun, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar   di dunia yang mempunyai ribuan pulau. Akan tetapi, kemajuan negara Indonesia masih tertinggal di antara negara-negara tetangganya.
1) Perekonomian
Indonesia sebenarnya mempunyai potensi besar untuk maju karena sumber daya alamnya yang kaya. Hampir sama dengan India, jumlah penduduk yang besar yang menyebabkan Indonesia masih harus bekerja giat mengejar ketertinggalannya. Potensi apakah yang dimiliki oleh bangsa ini?

a) Pertanian
Indonesia memang dikenal sebagai negara agraris. Menurut World Factbook, sektor ini mampu menyumbangkan 13,8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan 43,3% tenaga kerjanya bekerja di sektor ini. Akan tetapi, akhir-akhir ini pertanian menjadi sektor yang terpinggirkan. Pemerintah lebih memilih melakukan impor bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Hasil pertanian yang utama adalah beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet.

b) Pertambangan
Dalam dunia pertambangan, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan kandungan mineral. Indonesia mempunyai sumber daya alam besar di luar Jawa. Indonesia kaya dengan minyak mentah, gas, alam, timah, dan tembaga. Akan tetapi, akhir-akhir ini Indonesia menjadi pengimpor minyak mentah.

c) Industri
Industri memberi sumbangan cukup besar bagi PDB Indonesia, yaitu sebesar 46,7% (menurut data World Factbook). Industri yang berkembang di Indonesia antara lain tekstil, sepatu, semen, pupuk kimia, kayu lapis, dan makanan.


2) Penduduk
Indonesia adalah negara dengan penduduk yang besar. Jumlah penduduk Indonesia mencapai peringkat keempat dunia. Jumlah penduduk yang besar ini memberi masalah yang cukup sulit diatasi. Pengangguran, penyebaran penduduk yang tidak merata, kemiskinan, dan tingkat kesehatan yang rendah masih menjadi penghambat kemajuan bangsa.


3) Pendidikan
Pendidikan di Indonesia semakin tertinggal jika dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Indonesia telah menerapkan program pendidikan dasar 9 tahun. Akan tetapi, tetap saja tidak semua penduduknya mampu sekolah. Penduduk Indonesia belum mencapai 100% yang melek huruf, baru mencapai 90,4% (menurut dari World Factbook).




DAFTAR PUSTAKA
  • Ilmu Pengetahuan Sosial : Kelas IX untuk SMP/MTs / penulis, Agung Feryanto,..[et al] ; editor, Vina Dwi Laning, Nur SiwiIsmawati ; Ilustrator, Puguh Supriyanto, Doli Eny Khalifah . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.