Manajemen : Pengertian, Manfaat, Peran, Tingkat, Teori, Prinsip, Fungsi, Bidang, dan Alat-Alatnya

Pengertian Manajemen

Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen menurut para ahli.

➦ George R. Terry dalam bukunya The Principles of Management mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan menggunakan kegiatan orang lain.

➦ Henry Fayol dalam bukunya General Industrial Management mengatakan bahwa manajemen adalah proses tertentu yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.

➦ John D. Millet dalam bukunya Management in the Public Service mengemukakan bahwa manajemen adalah proses dalam memberikan arahan pekerjaan kepada orang-orang dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan.

➦ Harold Koontz dan Cyril O’Donnell dalam bukunya The Principles of Management mengatakan bahwa manajemen adalah cara untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

➦ M. Manullang mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan ilmu pencatatan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, pengawasan terhadap sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari berbagai batasan/definisi di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam pengertian manajemen tersebut terdapat unsur tujuan, kegiatan, dan manusia. Ketiga hal ini sering disebut unsur-unsur manajemen. Ketiga unsur tersebut merupakan unsur pokok organisasi. Unsur-unsur tadi diupayakan agar sinkron dan harmonis sehingga tujuan organisasi tercapai secara optimal, kegiatan organisasinya efektif, dan penggunaan manusianya efisien.

 

Manfaat Manajemen

Manajemen memiliki manfaat dalam pengembangan berbagai organisasi/instansi, baik swasta maupun pemerintah. Menurut T. Hani Handoko ada tiga alasan utama mengapa manajemen dibutuhkan.
a. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, baik oleh pribadi maupun perusahaan.

b. Manajemen membantu keseimbangan di antara tujuan- tujuan yang telah ditetapkan.

c. Adanya manajemen akan berguna untuk mencapai efisiensi dan efektivitas serta menjaga keseimbanagan dari berbagai tujuan.

 

Peran Manajemen dalam Ilmu Pengetahuan

a. Mengetahui adanya masalah.
b. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah.
c. Mengumpulkan data.
d. Mengolah data guna menyusun alternatif penyelesaian.
e. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian.
f. Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut.

Manajemen juga dapat dikatakan sebagai seni, di mana manajemen berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata, mendatangkan hasil atau manfaat. Seni manajemen meliputi kemampuan memandang bagian-bagian yang harus ada dalam organisasi sebagai suatu totalitas sistem dan menjadi suatu kesatuan gambaran tentang visi. Seni manajemen mencakup pula kemampuan menyampaikan visi tersebut kepada komponen manajemen. Dalam merencanakan, mengorganisir, menggerakkan, dan mengendalikan seluruh  aspek manajemen dilakukan dengan seni, dan tidak kaku.

 

Tingkat-Tingkat Manajemen

Tingkatan manajemen dalam organisasi biasanya mempunyai sedikitnya tiga jenjang manajemen, yaitu manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemen lini pertama.

a. Manajemen Puncak (Top Level Management)
Manajemen puncak adalah tingkatan manajemen tertinggi dalam sebuah organisasi, yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan aktivitas organisasi. Sebutan orang yang memegang posisi dalam manajemen puncak adalah: direktur, presiden direktur, dewan direksi, dan sebagainya.

b. Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah bertugas mengembangkan rencana-rencana sesuai dengan tujuan dan tingkatan yang lebih tinggi dan melaporkannya kepada top manajer. Sebutan orang yang memegang posisi dalam manajemen menengah adalah: kepala departemen, kepala pengawas, dan sebagainya.

c. Manajemen Lini Pertama (First Level/First Line Management)
Manajemen lini pertama merupakan tingkatan yang paling bawah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Manajemen lini pertama ini dikenal dengan istilah operasional (supervisor, kepala seksi, dan mandor).

 

Teori-Teori Manajemen

Teori-teori manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tahap yaitu sebagai berikut.

a. Teori Manajemen Klasik

1) Robert Owen (1771-1858)
Robert Owen menekankan pentingnya unsur manusia dalam kegiatan produksi. Untuk meningkatkan produktivitas, Owen berusaha memperbaiki etos kerja dengan jalan mengurangi jam kerja standar.

2) Charles Babbage (1792-1871)

Charles berpendapat bahwa meningkatnya produktivitas dan menurunnya biaya produksi karena dalam proses kerja menerapkan prinsip-prinsip ilmiah. Di samping itu kerja sama antar karyawan, pimpinan, dan pemilik perusahaan dapat memajukan perusahaan.

 

b. Teori Manajemen Ilmiah

➦ Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
Frederick Winslow Taylor berpendapat bahwa untuk mengembangkan manajemen diperlukan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a) Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen.
b) Seleksi ilmiah untuk karyawan, sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab.
c) Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
d) Kerja sama yang baik dengan semua pihak yang terkait, untuk mempercepat tercapainya tujuan.

➦ Frank dan Lilian Gilbert (1864-1924 dan 1878-1927)
Frank menekankan pada masalah atau cara yang paling baik dalam penyelesaian setiap pekerjaan. Sedangkan Lilian Gilbert menekankan adanya prinsip the right man in the right place.

 

c. Teori Organisasi Klasik

➦ Henry Fayol (1841-1925)
Henry Fayol mengemukakan teknik-teknik administrasi sebagai pedoman dalam pengelolaan organisasi.

➦ James D. Mooney
James D. Mooney mengemukakan definisi organisasi adalah kelompok orang yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu.

 

d. Aliran Perilaku
Tokohnya adalah Hugo Musterberg (1863-1916). Aliran perilaku disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini menekankan pada aspek manusia, dan perlunya seorang manajer memahami manusia.

 

e. Aliran Manajemen Modern
Aliran manajemen modern dibangun atas dasar manajemen ilmiah yang dikenal sebagai aliran manajemen kuantitatif.

 

Prinsip Manajemen

Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu sebagai berikut.

a. Pembagian Kerja (Division of Work)
Pembagian kerja (spesialisasi) ini untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja seseorang dalam suatu organisasi/instansi/perusahaan. Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahliannya, dan didasarkan pada prinsip the right man in the right place, bukan atas dasar like and dislike.

b. Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and Responsibility)
Wewenang mencakup hak untuk memberi perintah dan dipatuhi, biasanya dari atasan ke bawahan. Wewenang ini harus diikuti dengan pertanggungjawaban kepada pihak yang memberikan perintah.

c. Disiplin (Discipline)
Disiplin mencakup rasa hormat dan taat pada peranan dan tujuan organisasi.

d. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Setiap karyawan hanya menerima instruksi tentang kegiatan tertentu hanya dari satu atasan.

e. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan harus diarahkan oleh seorang manajer dengan penggunaan satu rencana.

f. Meletakkan Kepentingan Organisasi daripada Kepentingan Sendiri (Subordinatie of Individual Interest to General Interest)

g. Balas Jasa/Pemberian Upah (Remuneration)
Kompensasi untuk pekerjaan yang dilakukan haruslah adil, baik bagi karyawan maupun pemilik.

h. Sentralisasi/Pemusatan (Centralization)
Dalam pengambilan keputusan, harus ada keseimbangan yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi.

i. Hierarki/Hierarchi
Garis perintah dan wewenang harus jelas. Sehingga setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapatkan perintah.

j. Keteraturan (Order)
Bahan-bahan dan orang-orang harus ada pada tempat dan waktu yang tepat.

k. Keadilan dan Kejujuran (Equity)
Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini, harus ada perlakuan yang sama dalam sebuah organisasi.

l. Stabilitas Kondisi Karyawan (Stability of Tennur)
Kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Tingkat perputaran tenaga kerja yang tinggi tidak baik bagi suatu organisasi maupun perusahaan.

m. Inisiatif (Initiative)
Bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencananya meskipun beberapa kesalahan mungkin terjadi.

n. Semangat Korps (Esprit de Corps)
Setiap karyawan harus memiliki semangat kesatuan (esprit de corps) yakni rasa senasib dan sepenanggungan, karyawan memiliki kebanggaan, kesetiaan, dan rasa memiliki terhadap perusahaan.

 

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen merupakan elemen-elemen dasar yang selalu melekat dalam proses manajemen dan dijadikan acuan manajer dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Fungsi manajemen yang paling mendasar adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan (controlling). Di bawah ini adalah beberapa poin utama yang merupakan fungsi dari sebuah manajemen, simaklah dengan saksama!

a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan serangkaian proses pemilihan/ penetapan tujuan organisasi dan penentuan berbagai strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. T. Hani Handoko mengemukakan 4 tahap yang harus dilalui dalam proses perencanaan yaitu:
1) Menetapkan Serangkaian Tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan tentang keinginan kebutuhan organisasi/kelompok kerja.
2) Merumuskan Keadaan Saat Ini
Dengan menganalisis keadaan sekarang secara baik, maka dapat diperkirakan keadaan di masa yang akan datang.
3) Mengidentifikasi Kemudahan dan Hambatan
Dalam mengidentifikasi kemudahan dan hambatan dapat dipakai metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Treats). Kemudahan, hambatan, kekuatan, dan kelemahan dari organisasi perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan.
4) Mengembangkan Rencana untuk Pencapaian Tujuan
Tahap terakhir dari proses perencanaan diperlukan berbagai penilaian alternatif dan pengambilan keputusan untuk menentukan pilihan terbaik di antara berbagai alternatif yang ada.

Bagi sebuah organisasi, perencanaan sangat diperlukan, karena tanpa perencanaan yang baik, kegiatan organisasi tidak akan berjalan dengan baik. Perencanaan yang baik akan memberikan manfaat, antara lain sebagai berikut.
1) dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan;
2) dapat menjamin tercapainya tujuan organisasi;
3) dapat mengurangi resiko yang mungkin terjadi di masa yang akan datang; dan
4) mudah dalam melakukan pengawasan.

 

b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian merupakan rangkaian aktivitas pembagian tugas yang akan dikerjakan, serta pengembangan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

Fungsi pengorganisasian meliputi:
1) perumusan tujuan secara jelas,
2) pembagian tugas pekerjaan,
3) mendelegasikan wewenang, dan
4) mengandung mekanisme koordinasi.

Ada beberapa bentuk organisasi yaitu sebagai berikut :
1) Organisasi Garis ⧫
Pada bentuk ini, wewenang pimpinan langsung ditujukan kepada bawahan. Bawahan bertanggung jawab langsung pada atasan. Contohnya adalah garis komando yang dilaksanakan oleh kesatuan militer.
Ada beberapa kebaikan organisasi garis yaitu:
a) proses pengambilan keputusan cepat,
b) kesatuan komando terjamin, karena berada pada satu tangan,
c) pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan, dan
d) jumlah karyawan sedikit serta rasa solidaritasnya tinggi.

Sedangkan kelemahan dari organisasi garis adalah sebagai berikut.
a) kecenderungan pimpinan bertindak otoriter,
b) maju mundurnya organisasi berada di tangan satu orang,
c) kesempatan kerja untuk berkembang terbatas, dan
d) sistem kerja bersifat individual.

2) Organisasi Garis dan Staf ⧫
Pada bentuk ini, pimpinan dibantu oleh staf dalam pelaksanaan tugas. Kewenangan tetap berada pada pimpinan, dan pimpinan mendapat saran dari para staf ahli. Bentuk organisasi ini banyak ditemukan di berbagai instansi/ perusahaan.
Kebaikan dari organisasi garis dan staf adalah sebagai berikut.
a) cocok diterapkan dalam organisasi yang bersifat kompleks;
b) dengan berpedoman pada prinsip the right man in the right place, maka memungkinkan adanya spesialisasi;
c) keputusan yang diambil lebih rasional karena dipikirkan lebih dari satu orang;
d) adanya pembagian tugas secara lebih tegas antara pimpinan, staf, dan bawahan; dan
e) koordinasi dapat berjalan dengan baik karena tiap-tiap bidang telah memiliki tugas yang sesuai.

Sedangkan kelemahan dari struktur organisasi garis dan staf adalah sebagai berikut.
a) dimungkinkan terjadinya perintah lebih dari satu orang, sehingga pelaksanaan tugas sering menjadi bingung;
b) karyawan cenderung tidak saling mengenal;
c) solidaritas karyawan kurang; dan
d) jumlah tenaga kerja yang diperlukan cukup banyak.

3) Organisasi Fungsional ⧫
Pada bentuk ini satuan-satuan organisasi disusun dalam bentuk lurus, berdasarkan sifat dan macam fungsi yang harus dilaksanakan. Wewenang fungsional merupakan wewenang staf yang dapat memberi perintah kepada bawahan yang sesuai dengan fungsinya. Adapun kebaikan dan kelemahan dari struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut. Kebaikan struktur organisasi fungsional antara lain:
a) adanya pembagian tugas yang jelas, maka kesimpang- siuran perintah dari atasan dapat dihindari,
b) adanya spesialisasi pekerjaan, sehingga produktivitas semakin tinggi,
c) koordinasi dapat dilakukan dengan mudah, dan
d) penggunaan tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.

Kelemahannya organisasi fungsional antara lain:
a) tanpa mengadakan latihan terlebih dahulu, mutasi kerja sulit dilakukan,
b) koordinasi secara menyeluruh sulit dilakukan,
c) karena bidang tugas yang berlainan, maka dapat terjadi pengkotak-kotakan karyawan, dan
d) kesimpangsiuran tugas masih mungkin terjadi karena perintah bisa datang lebih dari satu orang.

 

c. Penyusunan Personalia (Staffing)
Penyusunan personalia merupakan aktivitas kepegawaian yang ditujukan untuk memperoleh tenaga kerja yang cakap dan dalam jumlah yang tepat. Fungsi staffing berkenaan dengan penarikan, pelatihan, dan pengembangan serta penempatan, dan pemberian orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerjanya.

 

d. Pengarahan (Leading/Directing)
Pengarahan merupakan aktivitas dalam manajemen yang berhubungan dengan pemberian bimbingan, saran-saran, motivasi, penugasan, perintah-perintah, atau instruksi kepada bawahan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

 

e. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan serangkaian pengawasan agar pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Ada beberapa langkah dalam proses pengendalian yaitu:
1) menetapkan standar dan metode untuk mengukur prestasi;
2) mengukur prestasi kerja;
3) membandingkan apakah prestasi kerja sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan; dan
4) pengambilan tindakan koreksi atau perbaikan.

 

Bidang-Bidang Manajemen

a. Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya (sumber daya alat, sumber daya manusia, sumber daya dana) secara efisien dan efektif untuk menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Kegiatan manajemen produksi adalah sebagai berikut.

1) Perencanaan Sistem Produksi
Perencanaan sistem produksi, antara lain meliputi perencanaan lokasi pabrik, infrastruktur pabrik, sarana dan fasilitas produksi, lingkungan kerja, penentuan jenis barang yang diproduksi, jumlah barang yang akan diproduksi, desain produksi, bahan baku yang dibutuhkan, dan cara pengolahan.

2) Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi merupakan rangkaian prosedur yang diarahkan pada semua elemen dalam proses produksi, antara lain pengendalian bahan, harga beli bahan baku, proses produksi, standar kualitas produksi, tenaga kerja dan sebagainya sehingga memberikan hasil dengan ongkos terendah dalam waktu tercepat.

3) Pengawasan Produksi
Fungsi ini digunakan untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, yaitu memproduksi dengan cara yang terbaik dan biaya serendah- rendahnya, serta tepat waktu.

 

b. Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran merupakan kegiatan yang mencakup perpindahan barang dan atau jasa dari produsen ke konsumen atau semua kegiatan yang berhubungan dengan arus barang dan atau jasa dari produsen ke konsumen. Tujuan manajemen pemasaran pada umumnya untuk meningkatkan volume penjualan dari produk yang dihasilkan. Kegiatan manajemen pemasaran mencakup sebagai berikut.
1) Riset pasar, merupakan penelitian yang dilakukan perusahaan untuk mengidentifikasi kehendak dan keinginan dari konsumen, sehingga perusahaan dapat menentukan produk yang dapat memenuhi kebutuhan- nya.
2) Perencanaan pemasaran, termasuk penentuan target penjualan, penetapan segmen pasar, metode pemasaran, dan memilih maupun menentukan alat pemasaran.
3) Melakukan analisis terhadap peluang pasar, tantangan, dan ancaman dari pesaing.
4) Mempromosikan produk, yaitu dengan periklanan promosi melalui media massa, reklame atau billboard, personal selling (promosi secara lisan oleh perusahaan), promosi penjualan (kegiatan pemasaran yang merangsang pembelian produk oleh konsumen) dan publisitas.
5) Pengelolaan usaha-usaha pemasaran. Merupakan rangsangan untuk meningkatkan permintaan terhadap suatu produk melalui media publisitas seperti radio, televisi, dan pertunjukan.

 

c. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah serangkaian kegiatan untuk memperoleh dan menggunakan dana untuk berbagai penggunaan bisnis dan berhubungan dengan kombinasi jenis-jenis pembiayaan yang terbaik, dengan tujuan untuk meningkatkan dan memaksimalkan laba perusahaan. Aspek- aspek yang termasuk kegiatan manajemen keuangan adalah sebagai berikut.
1) Merencanakan dan melaksanakan kerja sama dengan pihak terkait dalam mencari dana.
2) Menentukan keputusan keuangan menyangkut investasi baik sumber maupun penggunaan.
3) Menentukan kebijakan pembagian dividen dari laba perusahaan.
4) Mengawasi keuangan dengan membuat laporan perusahaan.

 

d. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia (SDM) adalah segenap aktivitas yang berkaitan dengan masalah penggunaan tenaga kerja dalam suatu usaha. Kegiatan manajemen SDM terdiri atas:
1) pengadaan tenaga kerja (penentuan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja, penarikan tenaga kerja dan penempatan tenaga kerja),
2) pemanfaatan tenaga kerja secara efisien, dan
3) menciptakan, memelihara, dan pengembangan tenaga kerja (pendidikan dan pelatihan, mutasi jabatan, dan promosi jabatan).

 

e. Manajemen Akuntansi
Kegiatan manajemen ini adalah mengumpulkan, mencatat, menganalisis, dan melaporkan keuangan perusahaan sebagai bahan pengambilan keputusan. Tahapan dalam manajemen akuntansi adalah:
1) pengumpulan data,
2) pencatatan data,
3) pengelompokan data,
4) pelaporan, dan
5) penafsiran data.

 

Alat-Alat Manajemen

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam suatu organisasi diperlukan sarana atau alat manajemen. Menurut Manullang (1992) alat-alat tersebut dikelompokkan ke dalam 6M sebagai berikut.

a. Manusia ( Man)
Manusia merupakan sarana utama bagi setiap manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sarana manusia ini dalam organisasi biasa disebut SDM. Kualitas SDM sangat menentukan keberhasilan organisasi. Tanpa adanya manusia, manajemen tidak akan mungkin dapat mencapai tujuannya. Manusia adalah orang yang mencapai hasil melalui kegiatan orang-orang lain.

b. Uang (Money)
Uang diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas perusahaan. Uang tersebut digunakan untuk membayar upah atau gaji, membeli bahan-bahan dan peralatan. Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan seefektif mungkin agar tujuan tercapai dengan biaya yang serendah mungkin.

c. Bahan-Bahan (Material)
Dalam suatu perusahaan pembuat barang, bahan atau material merupakan faktor pendukung utama dalam proses produksi, dan sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi. Tanpa adanya bahan, maka proses produksi tidak akan berjalan. Bahan-bahan tersebut misalnya: bahan baku dan bahan pembantu lainnya untuk menunjang proses produksi.

d. Mesin (Machines)
Mesin merupakan alat bantu dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan adanya mesin maka proses produksi atau kegiatan yang terkait dengan tujuan organisasi akan lebih efisien. Dengan kemajuan teknologi saat ini, mesin-mesin semakin memegang peranan penting dalam kelancaran kegiatan organisasi.

e. Metode (Methods)
Dalam melakukan suatu kegiatan agar berdaya guna dan berhasil guna, maka manusia dihadapkan pada berbagai alternatif metode atau cara melakukan pekerjaan. Metode- metode ini biasanya terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (science). Oleh karena itu, metode merupakan sarana manajemen untuk mencapai tujuan.

f. Pasar (Markets)
Pasar merupakan tempat untuk menjual hasil produksi perusahaan. Tanpa adanya pasar, maka suatu organisasi ekonomi tidak akan mendapat keuntungan.

 

DAFTAR PUSTAKA
Ekonomi 3 : Untuk SMA dan MA Kelas XII / penulis,Mimin Nur Aisyah, Hartatik Fitria R ; editor, Wahyu Muhammadi. . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.