Kreativitas

Kreativitas
Kreativitas

1. Pengertian Kreativitas

Kreativitas (creativity) adalah kemampuan seseorang dalam mengembangkan, mencipta, dan berkreasi untuk menghasilkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (thinking new things). Adapun yang dimaksud ide baru bukan berarti sesuatu hal yang benar-benar baru, dari tidak ada menjadi ada. Namun, arti baru adalah bisa berupa bentuk baru atau berbeda dari yang ada sebelumnya.
Baca Juga : Produksi
Tidak ada satu pun pernyataan yang diterima secara umum mengenai, mengapa suatu kreativitas timbul? Ada dua unsur yang terkandung di dalam kreativitas. Pertama, keterampilan menunjukkan kemampuan menghasilkan sejumlah gagasan pemecahan masalah secara lancar dan cepat. Kedua, keluwesan yang mengacu pada kemampuan menemukan gagasan yang berbeda- dan luar biasa dalam memecahkan suatu masalah.
Kemudian, apa yang dimaksud dengan inovasi (innovation)? Ya, sering kali kita bingung membedakan antara inovasi dan kreativitas. Inovasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari kreativitas yang sudah diterima masyarakat atau bernilai secara ekonomis. Sekarang sudah jelas, apa itu inovasi dan apa itu kreativitas?

Kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam mengembangkan, mencipta, dan berkreasi untuk menghasilkan ide dan cara- cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang.

Kreativitas adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreativitas tidak akan ada inovasi. Sebaliknya, semakin tinggi kreativitas, jalan ke arah inovasi semakin lebar pula. Sayangnya, banyak pendapat yang keliru tentang kreativitas. Misalnya, kreativitas itu hanya dimiliki segelintir orang berbakat.
Berbagai penelitian membuktikan, sekalipun kreativitas bisa dirangsang dan ditingkatkan dengan latihan, tetapi tidak berarti orang cerdas dan berkemampuan akademik tinggi otomatis bisa kreatif. Untuk menjadi seorang yang kreatif tidak cukup berbekal kemampuan kreatif belaka.

John G. Young, pengarang buku berjudul Will and Won’t: Autonomy and Creativity Blocks (2002), berkesimpulan, kreativitas membutuhkan kemauan atau motivasi. Mengapa? Sebab, memiliki keterampilan, bakat, dan kemampuan kreatif tidak otomatis membuat seseorang melakukan aktivitas yang menghasilkan sesuatu yang kreatif. Ia dapat memilih untuk tidak melakukan aktivitas kreatif. Jadi, faktor dorongan atau motivasi menjadi sesuatu yang penting.

2. Ciri-Ciri Kreativitas

Istilah kreativitas mengacu pada kemampuan individu yang mengandalkan keunikan dan kemahiran untuk menghasilkan gagasan baru dan wawasan segar yang bernilai bagi individu tersebut. Untuk menjadi orang yang kreatif, tidak perlu memiliki bakat khusus karena kreativitas seseorang merupakan kekuatan yang mengarahkan manusia kepada pengungkapan dirinya menjadi seorang yang kreatif. Baca Juga : Konsumsi

Orang yang kreatif biasanya memiliki ciri-ciri, di antaranya:
a. memiliki keinginan untuk mengetahui sesuatu hal dengan cara meneliti dan mengamati;
b. memiliki pemikiran yang jauh ke masa depan;
c. tanpa pamrih dan pantang menyerah;
d. terbuka terhadap pengalaman baru;
e. berani mengemukakan pendapat yang lebih rasional dan inovatif;
f. berpikiran fleksibel, bergairah, aktif, dan berdedikasi dalam melaksanakan tugas;
g. berani belajar dari kegagalan dan pengalaman orang lain.

3. Faktor-Faktor Penghambat Kreativitas

Kreativitas seseorang dapat terhambat karena di- pengaruhi faktor-faktor berikut.
a. Kebiasaan yang Sering Dilakukan

Kebiasaan merupakan reaksi dan respons yang dipelajari untuk bertindak otomatis tanpa berpikir terlebih dahulu. Biasanya, sulit mengubah suatu kebiasaan, apakah kebiasaan itu baik atau buruk. Kebiasaan yang sering dilakukan dapat menjadi faktor pendorong atau penghambat dalam kreativitas.

b. Waktu

Kesibukan merupakan salah satu alasan seseorang menjadi tidak kreatif. Namun di lain pihak, ada orang yang mampu memanfaatkan waktu untuk menjadi lebih kreatif. Dengan demikian, pemanfaatan waktu yang tidak efektif dapat menjadi penghambat seseorang dalam melakukan kreativitas.


c. Banyaknya Masalah

Sebagian dari kita merasa, setiap orang berhadapan dengan begitu banyak masalah yang penting. Akibatnya, seseorang tidak memiliki cukup waktu dan tenaga untuk mengatasi beberapa masalah yang timbul.

d. Tidak Ada Masalah

Manusia merupakan makhluk pemecah masalah. Dalam hidupnya, manusia akan menghadapi dan memecahkan sejumlah masalah. Jika masalah dapat dipecahkan secara otomatis, orang tidak akan pernah mengenal masalah tersebut. Selain itu, sebagian orang merasa bahwa seseorang tidak akan pernah memiliki masalah. Hal inilah yang menghambat seseorang menjadi tidak kreatif.

e. Takut terhadap Kegagalan

Kegagalan dapat berbentuk pengasingan, kritik, kehilangan waktu, kehilangan pendapatan, atau kecelakaan. Risiko kegagalan dalam menemukan ide-ide kreatif adalah sesuatu yang wajar. Ketakutan seseorang dalam menghadapi kegagalan akan membuat ia menjadi tidak kreatif.

f. Kebutuhan akan Sebuah Jawaban Sekarang

Setiap manusia tidak mau mengalami kesulitan karena pada umumnya, manusia tidak memiliki jawaban langsung terhadap kesulitan yang dihadapinya. Ketika suatu masalah dikemukakan, orang secara langsung memberikan sebuah pemecahan. Namun, jika pemecahan pertama tidak berjalan, barulah mencoba cara yang lain.

g. Kritik Orang Lain

Secara tidak sengaja, kreativitas sering terhambat oleh kritikan orang lain. Jika suatu gagasan baru diperkenalkan, kebanyakan gagasan tersebut sering dipatahkan dan men- dapat kritikan dari orang lain. Pada saat-saat tertentu, kritikan penting untuk membantu agar tetap berpijak pada kenyataan. Oleh karena itu, seharusnya kritik- kritik tersebut dapat menjadi pendorong bagi perbaikan kreativitas.


4. Cara-Cara Memunculkan Gagasan Kreatif

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memunculkan gagasan kreatif, yaitu sebagai berikut.
a. Kuantitas Gagasan

Teknik-teknik kreatif dalam berbagai tingkatan, keseluruhannya bersandar pada pengembangan sejumlah gagasan. Kecenderungan manusia mendapatkan gagasan, pemecahan, atau penjelasan merupakan kerugian besar bagi proses kreativitas. Jika masalahnya kecil, seperti makanan apa yang dihidangkan untuk makan siang, pendekatannya mungkin tepat. Akan tetapi, jika masalahnya besar, ketika seseorang perlu mendapatkan pemecahan baru dan orisinil. Ia membutuhkan banyak gagasan untuk dipilih.


b. Teknik Brainstorming

Teknik brainstorming merupakan salah satu cara yang banyak digunakan, tetapi juga merupakan teknik pemecahan kreatif yang tidak banyak dipahami. Teknik brainstorming adalah kegiatan menghasilkan gagasan dan berusaha mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan tersebut mendorong timbulnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang menyimpang dan berani. Teknik ini cenderung menghasilkan gagasan baru yang orisinil untuk menambah jumlah gagasan konvensional yang ada.

c. Memfokuskan pada Tujuan Akhir

Dr. Maxwell dalam bukunya Psycho Cybernetics menguraikan sebuah metode untuk mencapai hasil yang diharapkan secara kreatif. Buku tersebut menguraikan, pengalaman membentuk pola reaksi baru yang otomatis melalui imajinasi. Caranya, berbuat seolah-olah apa yang diinginkan akan terjadi besok atau telah terjadi saat ini. Jika proses itu dilakukan secara berulang-ulang, pikiran kamu akan terpusat ke arah tujuan yang akan dicapai.

Baca Juga : Lingkungan Hidup

DAFTAR PUSTAKA

Jelajah Cakrawala Sosial 1 : Ilmu Pengetahuan Sosial; Untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah / penulis, Nurhadi…[et al] editor, Ayahtullah Khomaeni, Oka Sumarlin, Beti Dwi Septiningsih . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.