Konsumsi : Pengertian dan Penjelasannya

Konsumsi : Pengertian dan Penjelasannya

Master
Monday, July 8, 2019

Konsumsi
Konsumsi

Konsumsi


1. Pengertian Konsumsi

Istilah konsumsi berasal dari bahasa Latin, yaitu consumere yang artinya menghabiskan atau menggerogoti. Kemudian, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi consumption yang berarti menghabiskan atau mengurangi. Dalam ilmu ekonomi, para ahli mendefinisikan konsumsi dengan berbagai sudut pandang. Namun pada pokoknya sama, konsumsi adalah kegiatan yang ditujukan untuk menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa yang dilakukan sekaligus atau bertahap untuk memenuhi kebutuhan.

Berdasarkan pengertian tersebut, ada tiga hal pokok yang harus dipahami dari konsumsi, yaitu sebagai berikut.
a. Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa.
b. Konsumsi merupakan kegiatan mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa.
c. Konsumsi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan.

Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan konsumsi. Misalnya, seseorang yang sedang lapar, ia akan makan untuk memenuhi kebutuhan rasa laparnya atau seseorang yang kehausan, tentunya ia akan minum untuk memenuhi rasa hausnya. Makan dan minum tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan.

Namun dalam perkembangannya, konsumsi tidak lagi ditujukan hanya untuk memenuhi kebutuhan, tetapi konsumsi dapat juga ditujukan untuk pamer. Misalnya, orang membeli mobil mewah, bukan semata-mata ia membutuhkan mobil tersebut, tetapi untuk memperlihatkan kepada orang lain bahwa dia orang kaya.


2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Konsumsi

Besar kecilnya konsumsi yang dilakukan seseorang dipengaruhi berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan non-ekonomi.

a. Faktor Ekonomi yang Memengaruhi Konsumsi
1) Pendapatan
Besar kecilnya pendapatan yang diterima seseorang akan memengaruhi tingkat konsumsinya. Misalnya, konsumsi orang yang berpendapatan tinggi akan berbeda dengan orang yang berpendapatan rendah. Pendapatan memiliki pengaruh positif terhadap konsumsi. Artinya, semakin besar pendapatan seseorang, semakin tinggi kecenderungan orang melakukan konsumsi. Demikian sebaliknya, semakin rendah pendapatan seseorang, semakin kecil kecenderungan orang melakukan konsumsi.

2) Perkiraan Harga
Perkiraan terjadinya perubahan pada harga barang atau jasa turut memengaruhi konsumsi seseorang. Misalnya, ketika terjadi perkiraan, harga bahan bakar miyak (BBM) akan naik karena harga (BBM) di luar negeri lebih mahal daripada di dalam negeri. Masyarakat beramai-ramai membeli (BBM) karena khawatir kehabisan persediaan dan harganya akan semakin mahal.

3) Iklan
Iklan di media cetak maupun elektronik turut memengaruhi besar kecilnya konsumsi seseorang. Iklan merupakan alat yang ampuh bagi produsen untuk memengaruhi konsumen agar menggunakan / membeli barang atau jasa yang dihasilkan.

4) Harga Barang yang Bersangkutan
Harga barang yang bersangkutan dapat memengaruhi konsumsi seseorang. Artinya, ketika harga suatu barang mengalami kenaikan, orang akan cenderung mengurangi konsumsi terhadap barang tersebut. Misalnya, harga daging sapi di pasar X mengalami kenaikan harga, akibatnya orang-orang akan mengurangi membeli daging sapi karena harganya yang semakin mahal. Akibatnya, konsumsi terhadap daging sapi menjadi turun.

5) Harga Barang Lain
Selain pendapatan, perkiraan harga, iklan, dan harga barang yang bersangkutan, konsumsi juga dipengaruhi harga barang lain. Pada barang substitusi (pengganti), konsumsi memiliki pengaruh negatif. Misalnya, ketika harga daging sapi tinggi, orang akan mengurangi konsumsi terhadap daging sapi. Mereka akan beralih pada barang pengganti, seperti daging kambing atau daging ayam, yang harganya lebih murah. Akibatnya, konsumsi terhadap daging kambing atau ayam bertambah (naik). Namun pada barang yang memiliki sifat melengkapi (komplementer), konsumsi memiliki pengaruh yang positif. Misalnya, jika konsumsi terhadap pembelian sepeda motor tinggi, menyebabkan konsumsi terhadap bahan bakar (premium) juga tinggi.


b. Faktor Non-Ekonomi yang Memengaruhi Konsumsi
1) Selera
Selera seseorang dalam melakukan konsumsi barang atau jasa berbeda-beda. Misalnya, ada orang yang memiliki selera membeli mobil tipe mini bus. Alasannya, dapat menampung lebih banyak anggota keluarga. Namun, ada pula orang yang memiliki selera membeli mobil tipe sedan dengan alasan kenyamanan dan kemewahan.

2) Adat Istiadat
Adat istiadat suatu daerah turut memengaruhi konsumsi yang dilakukan. Misalnya, di masyarakat Bali memiliki kebiasaan pada acara-acara tertentu, konsumsi akan janur untuk keperluan peringatan keagamaan akan meningkat.

3) Mode
Mode atau gaya hidup akan memengaruhi konsumsi seseorang. Misalnya, mode celana yang digemari oleh remaja putra tahun sekarang adalah celana yang ketat. Oleh karena itu, konsumsi remaja putra untuk membeli celana dengan model ketat akan meningkat.

4) Jumlah Keluarga
Jumlah keluarga akan memengaruhi besar kecilnya konsumsi. Semakin banyak jumlah anggota keluarga, semakin meningkat konsumsi terhadap barang atau jasa. Demikian sebaliknya, jika jumlah anggota dalam satu keluarga sedikit, konsumsinya pun akan relatif lebih kecil.


3. Pola Konsumsi

Pola konsumsi adalah tahapan kebutuhan seseorang akan barang dan jasa dalam periode tertentu yang diperoleh dari sejumlah pendapatan yang diterima. Pola konsumsi setiap orang berbeda bergantung pada tingkat pendapatan yang diterima, harga barang, jenis pekerjaan, usia, jenis kelamin, agama, lingkungan, dan gaya hidup.

Pola konsumsi seseorang juga dapat mengindikasikan kedudukan seseorang dalam kelompoknya. Artinya, jika pola konsumsi seseorang terhadap barang dan jasa meningkat, hal itu dapat menggambarkan kedudukan seseorang dalam kelompoknya meningkat.
Contoh : 
Bapak Sanusi dengan pendapatan Rp1.000.000,00. Pola konsumsinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, seperti biaya makan, biaya sekolah, dan ongkos angkutan. Ketika pendapatannya meningkat menjadi Rp2.000.000,00, pola konsumsinya meningkat. Dia tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pokok saja, tetapi dapat memenuhi kebutuhan lainnya (seperti rekreasi).


4. Dampak Perilaku Konsumsi

Dengan adanya konsumsi mengakibatkan orang berusaha menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan kata lain, konsumsi telah mengakibatkan permintaan terhadap sejumlah barang atau jasa. Selain menimbulkan permintaan, konsumsi memberikan dampak bagi seseorang, baik positif maupun negatif. Berikut ini merupakan dampak yang ditimbulkan dari adanya konsumsi.

a. Dampak Positif
1) Konsumsi memberikan kepuasan kepada seseorang dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan konsumsi kebutuhan seseorang akan terpuaskan, baik yang bersifat jasmani maupun rohani.
2) Konsumsi yang dilakukan seseorang atau masyarakat suatu negara akan menggerakkan roda perekonomian negara tersebut. Semakin besar konsumsi masyarakat suatu negara, mendorong terjadi produksi yang meningkat dan berakibat pada berkembangnya perekonomian negara tersebut.
3) Konsumsi memberikan keuntungan bagi para produsen. Semakin tinggi pola konsumsi masyarakat suatu negara, semakin termotivasi para produsen memproduksi barang dan jasa.

b. Dampak Negatif
1) Konsumsi dapat mengakibatkan pola hidup boros pada seseorang. Artinya, orang tidak lagi memerhatikan skala prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi. Namun, semata-mata hanya mementingkan kepuasan. Pada akhirnya, orang tidak lagi melihat konsumsi sebagai kebutuhan, tetapi sebagai pamer.
2) Konsumsi yang tidak seimbang mengakibatkan ketimpangan pola konsumsi. Bagi orang yang memiliki pendapatan besar, dapat melakukan konsumsi apa saja. Namun, bagi orang yang berpendapatan rendah konsumsinya menjadi terbatas. Hal ini, tentunya mengakibatkan ketimpangan dalam konsumsi.
3) Dalam lingkup yang lebih luas, konsumsi dapat menimbulkan terjadinya resesi ekonomi. Konsumsi yang tinggi akan mendorong harga barang-barang (kebutuhan pokok) naik. Naiknya harga barang secara umum dan tidak diikuti daya beli masyarakat menimbulkan inflasi.



DAFTAR PUSTAKA

Jelajah Cakrawala Sosial 1 : Ilmu Pengetahuan Sosial; Untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah / penulis, Nurhadi…[et al] editor, Ayahtullah Khomaeni, Oka Sumarlin, Beti Dwi Septiningsih . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.