Konsep konsep dalam Sosiologi

Konsep konsep dalam Sosiologi

Master
Thursday, July 4, 2019

Konsep konsep dalam Sosiologi
Konsep konsep dalam Sosiologi

Konsep konsep dalam Sosiologi

Kalian telah mempelajari tentang fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari perilaku sosial dalam masyarakat dan lingkungannya maka selanjutnya cobalah mengkaji konsep-konsep yang ada dalam sosiologi untuk lebih memahami ilmu pengetahuan sosiologi. Ada banyak konsep- konsep realitas sosial budaya yang ada di sosiologi yang telah banyak mengalami kemajuan serta penambahan konsep, antara lain:

1. Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hal penting dalam sosiologi, karena merupakan syarat terjadinya aktivitas sosial dalam masyarakat. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang didalamnya menyangkut hubungan antara individu, kelompok maupun individu dengan kelompok. Berlangsungnya proses interaksi didasarkan pada pelbagai faktor yaitu:
a. Faktor Imitasi, adalah proses meniru perilaku orang lain dapat bersifat positif dan negatif. Secara positif dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Secara negatif apabila yang ditiru
adalah tindakan yang menyimpang.

b. Faktor Sugesti, apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.

c. Faktor Identifikasi, merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.

d. Faktor Simpati, merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada pihak lain.
Perkembangan acara anak- anak di televisi mendorong mereka untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan tokoh cerita yang menjadi idola. Menurut pandangan kalian, faktor apa yang paling memengaruhi perilaku anak-anak tersebut, apakah sedang melakukan proses imitasi, sugesti, identifikasi, atau simpati?


2. Kelompok Sosial

Setujukah kalian bahwa bagi sebagian besar anggota masyarakat terputusnya hubungan dengan seluruh jaringan kelompok secara total sama saja hukuman mati artinya manusia itu mati secara sosial. Jika setuju, apakah peran kelompok yang sebenarnya dan mengapa begitu penting bagi setiap anggota masyarakat?

Secara sosiologis, kelompok adalah setiap kumpulan manusia yang memiliki pola interaksi yang terorganisir dan terjadi secara berulang-ulang. Hakikat keberadaan kelompok sosial bukanlah terletak pada dekatnya jarak fisik melainkan pada kesadaran untuk berinteraksi. Misalnya saja, sekumpulan orang yang sedang menonton pertandingan sepakbola apabila di antara mereka tidak ada interaksi sosial hanya menonton sepakbola saja maka bukan sebuah kelompok sosial. Mereka tidak ada kesadaran untuk berinteraksi sosial. Sangat berbeda ketika ada banyak orang yang tidak pernah bertemu secara fisik tetapi mereka saling mengirimkan kabar melalui surat, e-mail, telepon ataupun SMS. Kesadaran berinteraksi ini diperlukan oleh mereka untuk menciptakan suatu kelompok, sedangkan kehadiran fisik semata-mata sama sekali tidak diperlukan.

Kesadaran berinteraksi ini sangat penting karena melalui kelompoklah, seorang individu menghayati aturan-aturan yang ada dalam masyarakat. Melalui interaksi dengan kelompoknya maka seorang individu mampu memenuhi kebutuhannya.


3. Peran dan Status Sosial

Coba kalian renungkan mengapa harus ada seorang presiden, pengu- saha, petani, polisi dan banyak lagi? Mengapa tidak semua orang menjadi presiden atau pengusaha? Setiap masyarakat selalu ada pembagian peran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki karena melalui peran-peran yang berbeda itu masyarakat dapat berjalan dengan seimbang. Peran (role) adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki suatu status tertentu. Sedangkan status adalah kedudukan seseorang dalam suatu kelompok atau kedudukan kelompok dalam kaitannya dengan kelompok-kelompok lain. Ada 2 jenis peran atau status dalam sosiologi yaitu:

a. Achieved role adalah suatu peran dan status yang dicapai/ diperjuangkan melalui pilihan, usaha, dan tenaga sendiri misalnya perolehan gelar sarjana.

b. Ascribed role adalah suatu peran dan status yang diperoleh berdasarkan keturunan, tanpa memperhitungkan selera, kemampuan dan hasil kerja seseorang, misalnya gelar bangsawan.


4. Ketertiban dan Pengendalian Sosial

Dalam suatu sistem kemasyarakatan, pola hubungan dan kebiasaan yang berjalan lancar digunakan dipakai untuk mencapai tujuan masyarakat. Hal ini dapat terwujud apabila kegiatan berlangsung dengan menyenangkan. Pada masyarakat sederhana, sosialisasi menciptakan ketertiban sosial dengan cara mempersiapkan orang agar bersedia berperilaku sebagaimana yang diharapkan. Hal yang paling menentukan dalam perilaku individu untuk menjaga ketertiban sosial adalah kebutuhan dan tekanan situasi yaitu faktor-faktor situasional yang menentukan perilaku. Ketertiban suatu masyarakat tergantung pada jalinan peran pada masing-masing individu di mana setiap individu menjalankan kewajiban tertentu kepada orang lain dannya berhak menerima haknya dari orang lain. Masyarakat yang teratur hanya dapat tercipta jika kebanyakan orang melaksanakan sebagian besar kewajiban mereka kepada orang lain dan mampu menuntut hak mereka dari orang lain.

Kemudian bagaimana jaringan pelaksanaan kewajiban dan penerimaan hak timbal balik itu berlangsung? Secara sosiologis, hal tersebut disebut pengendalian sosial yang merupakan penggambaran segenap cara dan proses yang ditempuh oleh sekelompok orang atau masyarakat, sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat itu. Hal ini dapat dilakukan melalui sosialisasi, tekanan sosial, dan kekuatan.



DAFTAR PUSTAKA

  • Sosiologi Kontekstual : Untuk SMA & MA Kelas X / Penulis, Atik Catur Budiati ; editor, Rudi Hermawan, illustrator, Adi Wahyono. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.