Jenis-Jenis Pasar

Jenis-Jenis Pasar

Master
Thursday, July 4, 2019

Jenis-Jenis Pasar
Jenis-Jenis Pasar

Jenis-Jenis Pasar

Kamu mungkin pernah mendengar istilah pasar hewan, pasar burung, pasar buah, dan pasar modal. Berikut ini akan diuraikan penggolongan pasar. Cermatilah.

1. Berdasarkan Barang yang Diperjualbelikan

Berdasarkan barang yang diperjualbelikan, pasar dapat dikelompokkan menjadi:
a. Pasar Barang Konsumsi
Pasar barang konsumsi, yaitu jenis pasar yang menjual atau menyediakan berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Misalnya, makanan, minuman, dan pakaian. Yang termasuk pasar konsumsi adalah pasar hewan, pasar bunga, pasar sembako, dan pasar hewan.

b. Pasar Barang Produksi
Pasar barang produksi, yaitu jenis pasar yang memperjualbelikan barang faktor-faktor produksi, seperti: bahan baku industri, tenaga kerja, mesin, dan peralatan lain yang semuanya merupakan sumber daya produksi yang digunakan untuk memproduksi barang lain.


2. Berdasarkan Luasnya Kegiatan atau Distribusi

Berdasarkan luasnya kegiatan, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pasar Lokal (Setempat)
Pasar lokal, yaitu pasar yang memperjualbelikan barang kebutuhan konsumen yang bertempat tinggal di sekitar pasar, dan barang yang diperjualbelikannya biasanya hasil budidaya masyarakat sekitar.

b. Pasar Daerah
Untuk daerah yang cakupannya lebih luas, selain pasar lokal ada juga pasar daerah, yaitu pasar wilayah. Letaknya biasanya di ibukota, kabupaten, pusat kota, atau ibukota provinsi. Pasar ini lebih besar dari pasar lokal karena merupakan tempat jual beli konsumen satu daerah atau satu wilayah (kota, kabupaten, atau provinsi). Contohnya: pasar kabupaten, pasar kota, dan pasar provinsi.

c. Pasar Nasional
Di wilayah yang lebih luas, seperti negara, terdapat juga jenis pasar yang lain, yaitu pasar nasional. Pasar ini memperjualbelikan barang kebutuhan konsumen untuk satu negara (tingkat nasional). Contoh pasar nasional, yaitu bursa efek yang memperjualbelikan saham konsumen dalam negeri.

d. Pasar Internasional
Suatu negara tidak terlepas dari perdagangan internasional. Perdagangan tersebut menuntut adanya tempat khusus yang mempertemukan para penjual dan pembeli dari berbagai negara. Tempat khusus tersebut disebut pasar internasional. Contoh pasar internasional, yaitu pasar tembakau di Bremen, Jerman dan pasar karet di New York, Amerika Serikat.


3. Berdasarkan Ketersediaan Barang yang Diperjualbelikan

Berdasarkan ketersediaan barang yang diperjualbelikan, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pasar Konkret
Pasar yang sering kamu temui, yaitu pasar yang penjual dan pembelinya langsung menyediakan barang. Contohnya, jika kamu membeli buah pepaya, kamu harus membayar kepada penjual buah tersebut dengan jumlah tertentu. Pasar ini disebut pasar konkret. Pasar konkret adalah pasar yang memperjualbelikan barang, dan barangnya ada di pasar tersebut. Setelah dibayar, barang bisa langsung dibawa (cash and carry). Contoh pasar konkret, yaitu pasar sehari-hari, pasar burung, pasar hewan, pasar sayur, pasar pakaian jadi, pasar kain, toserba, supermarket, swalayan, dan minimarket.

b. Pasar Abstrak (Pasar Tidak Nyata)
Selain pasar konkret, ada jenis pasar lain, yaitu pasar abstrak. Pasar abstrak adalah pasar yang memperjualbelikan barang, tetapi barangnya tidak ada di pasar tersebut. Dalam jual beli, pembeli dan penjual hanya memperlihatkan contoh-contoh barang (master) berupa gambar brosur atau surat berharga. Akibatnya, setelah jual beli, barang tidak dapat langsung dibawa. Dalam pasar ini, penjual dan pembeli tidak selalu bertemu langsung, tetapi bisa menggunakan telepon, surat, faximile, atau internet. Melalui alat-alat komunikasi tersebut contoh barang kadang-kadang tidak ditunjukkan langsung, tetapi cukup disebutkan ciri-cirinya. Contoh pasar abstrak adalah pasar tenaga kerja, pasar obat-obatan, pasar tembakau Bremen di Jerman, Bursa Efek Jakarta, dan Bursa Valuta Asing.


4. Berdasarkan Waktu

Berdasarkan waktu, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pasar Harian
Pasar yang diadakan sehari-hari disebut pasar harian. Pasar ini buka setiap hari dan menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Contoh pasar harian, yaitu pasar tradisional dan swalayan.

b. Pasar Mingguan
Selain pasar harian, ada juga pasar mingguan. Pasar ini dapat ditemukan aktivitasnya setiap minggu. Contoh pasar mingguan, yaitu Pasar Senin, Pasar Rebo, dan Pasar Minggu.

c. Pasar Bulanan
Setiap pasar bulanan mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu beroperasi sebulan sekali. Pasar ini disebut pasar bulanan. Biasanya, para pedagang menjual barang-barang tertentu, seperti hewan, kerajinan, dan perlengkapan produksi.

d. Pasar Tahunan
Pasar yang melakukan aktivitasnya setahun sekali disebut pasar tahunan. Pasar ini biasanya diadakan karena ada peristiwa-peristiwa tertentu yang diperingati setiap tahun. Contoh pasar tahunan, yaitu Pekan Raya Jakarta, Pasar Agustusan, dan Vancouver Fair di Kanada.


5. Berdasarkan Bentuk atau Struktur Pasar

Berdasarkan bentuk atau struktur pasar, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pasar Sempurna
Di pasar biasanya para penjual dan pembeli mengetahui dengan baik harga barang, jenis barang, dan kualitas barang yang diperjualbelikan. Hal ini merupakan salah satu ciri pasar sempurna. Ciri lain dari pasar sempurna adalah:
a) Pembeli dan penjual bebas berinteraksi untuk membeli atau menjual barang kepada siapapun.
b) Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen (sejenis) yang berarti barang-barang tersebut dapat saling mengganti satu dengan yang lain (terdapat banyak barang subsitusi).

b. Pasar Tidak Sempurna
Selain pasar sempurna, ada juga pasar yang tidak sempurna. Pasar tidak sempurna adalah pasar yang tidak terorganisir secara sempurna. Ciri-cirinya adalah:
a) Pembeli dan penjual tidak mengetahui keadaan pasar dengan baik.
b) Pembeli dan penjual tidak bebas berinteraksi.
c) Barang yang diperjualbelikan bersifat heterogen (beraneka ragam).

Apabila suatu pasar memiliki paling sedikit satu ciri tersebut, pasar tersebut tergolong pasar tidak sempurna.


6. Berdasarkan Sifat Pembentukan Harga

Berdasarkan sifat pembentukan harga, pasar dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Pasar Persaingan
Pasar yang pembentukan harganya dilakukan oleh persaingan antara permintaan dan penawaran disebut pasar persaingan. Contohnya, jika permintaan naik, sedangkan penawaran tetap, maka harga akan naik. Sebaliknya, jika permintaan turun, sedangkan penawaran naik, maka harga akan turun.

b. Pasar Monopoli
Pasar yang pembentukan harganya dilakukan oleh satu kelompok disebut pasar monopoli. Satu orang atau satu kelompok tersebut menguasai penawaran atau penjualan sehingga mereka bebas menentukan barang dan harga yang dijualnya. Contohnya pembentukan tarif listrik oleh PLN, pembentukan tarif telepon kabel oleh Telkom, dan pembentukan tarif air oleh PDAM.

c. Pasar Duopoli
Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok yang menguasai penawaran atau penjualan disebut pasar duopoli.

d. Pasar Oligopoli
Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok yang menguasai penawaran atau penjualan disebut pasar oligopoli. Contohnya pada pasar lemari es, ada beberapa penjual dengan beberapa merk yang terlibat dalam penentuan harga di pasar. Contoh pasar oligopoli yang lain, yaitu pasar sepeda motor, pasar televisi, dan pasar semen.

e. Pasar Monopsoni
Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh satu orang atau sekelompok pembeli disebut pasar monopsoni. Misalnya, di suatu wilayah terdapat perkebunan tembakau yang luas, ternyata ada satu perusahaan yang bersedia membeli tembakau tersebut. Akibatnya, perusahaan tersebut dapat menekan harga tembakau serendah-rendahnya.

f. Pasar Duopsoni
Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh dua orang atau dua kelompok pembeli yang menguasai pembelian disebut pasar duopsoni.

g. Pasar Oligopsoni
Pasar yang pembentukan harganya ditentukan oleh beberapa orang atau beberapa kelompok yang menguasai permintaan atau pembelian disebut pasar oligopsoni.



DAFTAR PUSTAKA


  • Sudut Bumi IPS Terpadu : untuk SMP dan MTs Kelas VIII/penulis, Kurtubi ; penyunting Tim  Guru IPS Internal Al  kautsar⁄[  et al]. • Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009 .