Hubungan Sosial

Hubungan Sosial
Hubungan Sosial
Manusia selain sebagai makhluk pribadi juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia harus menyadari bahwa tidak ada satu orang pun di bumi ini yang dapat hidup tanpa adanya keterkaitan dengan makhluk lain. Misalkan, baju yang kita pakai dibuat dari beberapa unsur, seperti dari pemintal benang, kemudian ditenun menjadi kain, kain dijahit (dipola) menjadi kemeja atau celana. Itulah salah satu contoh dari hubungan sosial yang terjadi di masyarakat.

Hubungan sosial sangat terkait dengan pranaa sosial. Setelah kamu mempelajari bab ini, kamu diharapkan dapat memahami pranata dan bentuk hubungan sosial di masyarakat.

A. Pengertian Hubungan Sosial

Hubungan sosial dapat diartikan sebagai aksi dan reaksi antara individu yang satu dengan individu yang lain atau juga dapat diartikan sebagai hubungan yang terjadi antara kelompok yang satu dengan yang lain.
Dalam hubungan sosial, terjadi hubungan antarindividu atau antarkelompok, dimana hubungan tersebut bisa bersifat positif-negatif, atau hubungan secara langsung (tatap muka) dan tidak langsung (dengan melalui perantara). Dalam hubungan tidak langsung, biasanya perantara yang digunakan adalah pesawat telepon, telegram, surat, teleks, radio, dan sebagainya.

B. Syarat-Syarat Terjadinya Hubungan Sosial dalam Bentuk Interaksi

Suatu interaksi sosial akan terbentuk apabila memenuhi dua syarat. Pelajarilah dua syarat tersebut.

1. Kontak Sosial

Secara bahasa, kontak sosial dapat diartikan terjadinya interaksi langsung dua arah secara fisik. Namun, secara sosiologi kontak tidak selalu harus bersentuhan fisik. Kontak dapat berupa tatap muka, berbicara langsung melalui telepon atau membaca surat.

a. Macam-Macam Kontak Sosial
Berikut ini adalah macam-macam kontak sosial.
1) Kontak antara individu dengan individu

Hubungan sosial antara individu dengan individu dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan langsung terjadi apabila antara individu yang satu dengan individu yang lain saling bertatap muka, berjabat tangan, bertegur sapa, berbicara ataupun bertengkar.

2) Hubungan antara kelompok dengan kelompok

Hubungan ini terjadi sebagai satu kesatuan bukan hubungan antara pribadi dengan pribadi dalam kelompoknya masing-masing. Contohnya, pertandingan sepakbola antara Persikabo-Bogor melawan Persib-Bandung. Walaupun mereka dari provinsi yang sama dan saling mengenal, tetapi karena gengsi kelompok, mereka berjuang untuk menang dan saling mengalahkan.

b. Sifat-Sifat Kontak Sosial
Dalam kontak sosial terdapat dua sifat, yaitu:
1) Kontak primer
Kontak primer, artinya kontak yang dilakukan secara langsung. Yang termasuk kontak primer adalah:
a) bertatap muka
b) saling tersenyum
c) bersalaman

2) Kontak sekunder
Kontak sekunder, artinya kontak yang terjadi melalui perantara atau penghubung. Kontak sekunder dibedakan menjadi:
a) Kontak sekunder langsung, artinya kontak yang dilakukan masing- masing pihak melalui alat tertentu. Misalnya, telepon, surat, dan televisi.
b) Kontak sekunder tidak langsung, artinya kontak yang dilakukan dengan bantuan pihak lain (orang ketiga). Misalnya, ayah menitipkan pesan pada ibu supaya sopir menjemput ayah ke bandara.

2. Komunikasi

Komunikasi adalah tindakan seseorang untuk menyampaikan pesan dari satu pihak kepada pihak lain secara lisan. Komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan, gerak-gerik fisik, dan perasaan. Dari sini akan muncul reaksi atau pesan yang diterima, baik berupa perasaan gerak balasan maupun pembicaraan saat terjadinya reaksi sehingga terjadi proses komunikasi.

3. Ciri-Ciri Hubungan Sosial dalam Bentuk Interaksi Sosial

Kamu tentu mengetahui bahwa sesuatu bisa disebut sebagai interaksi sosial (hubungan sosial) apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) dilakukan oleh dua orang atau lebih;
b) adanya kontak sosial, yang merupakan tahap awal untuk terjadinya hubungan sosial;
c) adanya komunikasi sebagai pengantar interaksi;
d) adanya reaksi dari pihak atas komunikasi tersebut;
e) mempunyai tujuan yang tetap; dan
f) berpedoman pada norma atau kaidah sebagai acuan dalam berinteraksi.

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hubungan Sosial

Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan sosial. Cermatilah.
1) Imitasi

Imitasi, artinya suatu tindakan yang meniru orang lain, baik dalam hal sikap maupun dalam tingkah laku. Imitasi disebut juga tindakan meniru merupakan suatu cara belajar dengan mengikuti contoh perbuatan yang lain. Dalam imitasi apabila yang ditirunya adalah orang yang berperilaku baik, maka imitasinya dengan sendirinya akan baik. Tapi apabila yang diikutinya tidak baik, maka imitasinya pun akan salah. Contohnya, trend siswa SMP dan SMA berpakaian layaknya seorang artis.

2) Sugesti

Sugesti, artinya pendapat, pandangan, dan sikap yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dan diterima oleh pihak lain. Dengan kata lain, sugesti merupakan suatu anjuran tertentu yang akan melahirkan suatu reaksi langsung tanpa berpikir rasional karena individu yang menerima sugesti sedang dilanda emosi.

Sugesti biasanya lahir dari seseorang yang dianggap memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang lain atau sugesti lahir dari kelompok terbesar (mayoritas) kepada kelompok yang lebih kecil (minoritas). Misalnya, reklame, iklan, dan propaganda yang diperkuat berpengaruh apabila menampilkan salah seorang tokoh (idola) masyarakat.

3) Identifikasi
Identifikasi, artinya kecenderungan atau keinginan dalam diri orang untuk menjadi sama dengan pihak lain.

4) Simpati

Simpati adalah suatu kecakapan untuk merasa diri seolah-olah dalam keadaan orang lain, larut merasakan apa yang dilakukan, dialami atau diderita oleh orang lain. Contohnya: apabila rekan kita ada yang mengalami kecelakaan, kita ikut bersimpati dengan penderitaannya.

C. Kriteria Bentuk Hubungan Sosial

Kriteria bentuk hubungan sosial menurut Kincloch, terdiri dari:

1. Kriteria Ciri Fisik

Atas kekuasaan Tuhan YME bahwa manusia yang hidup di dunia ini tidaklah sama, tetapi ada ciri-ciri fisik khusus yang membedakan antara orang Asia dengan orang Eropa, begitu juga dengan orang Afrika.

2. Kriteria Budaya

Setiap individu maupun kelompok hampir bisa dipastikan tidak akan memiliki budaya yang sama, tetapi dalam kelompoknya akan ada pengelompokan budaya yang diambil dari jati diri budayanya dan jati diri budaya kelompok lain.

3. Kriteria Ekonomi

Manusia berupaya untuk hidup sejahtera sehingga manusia berlomba untuk mencapai kesejahteraan tersebut dengan cara bekerja sesuai keahliannya masing-masing. Tetapi, setelah mereka bekerja hasilnya ada yang memuaskan (tercapainya cita-cita) untuk hidup sejahtera, ada juga yang belum merasa puas. Mereka yang berhasil akan sering berhubungan dengan orang-orang yang berhasil lagi, begitu pula sebaliknya.

4. Kriteria Perilaku

Pernahkah kamu melihat atau mendengar pertandingan olahraga khusus penyandang cacat? Mereka yang memiliki kekurangan, baik fisik ataupun mental berkumpul untuk mengadakan lomba/pertandingan olahraga. Kemudian, mereka berkelompok dan dengan sendirinya terjadi hubungan sosial di antara mereka. Mereka bertatap muka, bersalaman, dan berkomunikasi.

DAFTAR PUSTAKA

  • Sudut Bumi IPS Terpadu : untuk SMP dan MTs Kelas VIII/penulis, Kurtubi ; penyunting Tim  Guru IPS Internal Al  kautsar⁄[  et al]. • Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009 .