Hak Asasi Manusia : Seluk Beluk HAM

Hak Asasi Manusia
Hak Asasi Manusia

Pada bab ini Anda diajak belajar tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Tahukah Anda yang dimaksud dengan HAM? HAM merupakan hak dasar yang dimiliki setiap manusia sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sejak ia lahir hingga meninggal.

Hak-hak tersebut antara lain hak untuk hidup, hak untuk berusaha, hak untuk beragama, hak untuk mengeluarkan pendapat, hak untuk memperoleh kemerdekaan, hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dan sebagainya. Pada setiap HAM, terkandung martabat kemanusiaan, yaitu hal-hal yang harus dipenuhi agar harga diri dan nilai-nilai kemanusiaan dapat terjaga dengan baik.

Bentuk penjajahan terhadap bangsa Indonesia sesungguhnya merupakan awal munculnya pelanggaran terhadap HAM. Untuk itu, berbagai bentuk perjuangan untuk merdeka dari penjajahan merupakan bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Seiring perkembangan gagasan demokrasi yang mendunia, persoalan terhadap HAM menjadi sorotan utama di masyarakat dan pemerintah. Bahkan organisasi internasional, seperti PBB, pun peduli terhadap upaya penghormatan dan penegakan masalah HAM ini. Bentuk kepedulian ini ditunjukkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media massa, baik cetak maupun elektronik. Oleh karenanya, masalah HAM adalah masalah bersama yang memerlukan partisipasi aktif untuk menghargainya demi kehidupan manusia yang lebih beradab.

Baca Juga : Dampak Globalisasi

 

Pengertian Hak Asasi Manusia

Menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum dan Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

 

Konsep Hak Asasi Manusia (HAM)

Hak Asasi Manusia (HAM) muncul dari keyakinan manusia itu sendiri bahwasanya semua manusia selaku makluk ciptaan Tuhan adalah sama dan sederajat. Manusia dilahirkan bebas dan memiliki martabat serta hak-hak yang sama. Atas dasar itulah manusia harus diperlakukan secara sama adil dan beradab.

Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

HAM bersifat universal, artinya berlaku untuk semua manusia tanpa membeda-bedakannya berdasarkan atas ras, agama, suku dan bangsa (etnis). Masyarakat di seluruh dunia mengakui bahwa HAM harus ditegakkan demi menjamin martabat manusia seutuhnya. Hal itu tercermin dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Namun demikian, penegakan atas HAM tidaklah mudah, banyak sekali menghadapi tantangan, seperti masih adanya berbagai tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara ataupun masyarakat. Tindakan pelanggaran atas HAM merupakan kejahatan yang perlu dicegah dan diatasi oleh masyarakat, bangsa ataupun masyarakat dunia.

 

HAM Bersifat Kodrati

HAM pada dasarnya adalah bersitat kodrati. Hak tersebut merupakah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Setiap orang pasti memilikinya: siapa pun orangnya, dimana pun ia berada, bagaimana pun keadaannya. Dasar keberadaan HAM adalah kodrat seseorang sebagai manusia. Dengan demikian, HAM seseorang tidak bergantung pada pengakuan pihak lain. Diakui atau tidak oleh pihak lain, setiap orang tetap saja memiliki HAM. HAM juga tidak dapat dihilangkan oleh pihak lain manapun. Pihak lain hanya dapat tidak mengakui atau melanggar HAM. Akan tetapi meskipun tidak diakui atau dilanggar, HAM itu tetap ada.

HAM sebelum dan sesudah lahir mendapatkan perhatian dan penghormatan yang sama. Penghormatan HAM sebelum seseorang lahir misalnya, bayi dalam kandungan seorang ibu diperlakukan sama dalam mendapatkan hak hidupnya, sehingga pemaksaan lahir lewat aborsi tanpa alasan yang tepat merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Lebih jauh lagi bila hal ini berhubungan dengan hak warisan yang terkait dengan orang tuanya, secara hukum temyata juga mendapat perlindungan dan jaminan hukum yang sama dengan manusia setelah lahir. Begitu pula orang yang sudah meninggal dunia masih menjadi kewajiban asasi bagi yang hidup untuk menghormatinya secara layak. Meskipun secara sosial-psikologis lebih tertuju pada rasa dan ikatan emosional terhadap keluarga atau ahli warisnya (yang masih hidup).

 

Bentuk-Bentuk Definisi HAM

Perlu diingat, ada berbagai versi definisi mengenai HAM. Satu sama sama lain seringkali berbeda. Masing-masing definisi berikut menekankan segi-segi tertentu dari HAM.

a. HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 butir 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Pasal 1 butir 1 UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

b. HAM adalah hak yang dimiliki oleh semua umat manusia di segala masa dan di segala tempat karena keutamaan keberadaannya sebagai manusia (A.J.M. Milne).

c. HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental adalah hak-hak individual yang berasal dan kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia (David Beetham & Kevin Boyle).

d. HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat, jadi bukan karena hukum positif yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Manusia memilikinya karena ia manusia (Franz Magnis- Suseno).

e. HAM adalah hak hukum yang dimiliki setiap orang sebagai manusia. Hak-hak tersebut bersifat universal dan dimiliki setiap orang, kaya maupun miskin, laki- laki ataupun perempuan. Hak-hak tersebut mungkin saja dilanggar tetapi tidak pernah dapat dihapuskan. Hak asasi merupakan hak hukum, ini berarti bahwa hak-hak tersebut merupakan hukum. Hak asasi manusia dilindungi oleh konstitusi dan hukum nasional di banyak negara di dunia (C. de Rover).

f. HAM adalah ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara jelas dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah (Austin-Ranney).

Baca Juga : IDEOLOGI : Pengertian, Fungsi, Makna, dan Jenis

 

Ciri Khusus Hak Asasi Manusia

Dibandingkan dengan hak-hak yang lain, hak asasi manusia memiliki ciri-ciri khusus, terutama karena asasinya. Ciri khusus hak asasi manusia adalah sebagai berikut.

a. Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.

b. Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender, atau perbedaan lainnya. Memang persamaan adalah salah satu dari ide-ide hak asasi manusia yang mendasar.

c. Tidak dapat dicabut, artinya HAM tidak dapat dicabut atau diserahkan.

d. Tak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik, atau hak ekonomi, sosial dan budaya.

Dalam kenyataannya hak asasi manusia dapat dijabarkan dalam berbagai aspek kehidupan. Di lain pihak terdapat pula kewajiban-kewajiban asasi. Oleh karena itu, manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial akan sering terjadi perbenturan kepentingan antara seseorang dengan yang lain. Maka secara praktiknya, hak asasi manusia tidak dapat dilaksanakan secara mutlak. Karena akan terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia itu sendiri (hak asasi orang lain).

 

Macam-macam HAM

Pengakuan dan jaminan HAM dinyatakan dalam Piagam PBB atau Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan Sedunia Hak Asasi Manusia) yang terdiri atas 30 pasal. Deklarasi itu diterima oleh negara anggota pada tanggal 10 Desember 1948. Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari HAM Sedunia.

Dalam Pasal 1 deklarasi tersebut dengan tegas dinyatakan bahwa sekalian orang dilahirkan merdeka mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan budi, serta kehendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. Hak asasi Manusia menurut Piagam PBB adalah :

a. hak untuk hidup,
b. hak untuk kemerdekaan hidup,
c. hak untuk mendapatkan perlindungan hukum,
d. hak berpikirdan mengeluarkan pendapat,
e. hak mendapatkan pcndidikan dan pengajaran,
f. hak menganut aliran kepercayaan atau agama,
g. hak untuk memperoleh pekerjaan,
h. hak memiliki sesuatu,
i. hak untuk memperoleh nama baik.

Cakupan HAM amat luas, seluas kehidupan manusia. Karena itu, ada bermacam-macam HAM. Namun, secara umum HAM dibedakan menjadi dua macam. Pembedaan dua macam HAM ini didasarkan pada dua instrumen HAM intemasional. Kedua instrumen itu adalah Kovenan Internasional tentang Hak- hak Sipil dan Politik (The International Covenant on Civil and Political Rights/ ICCPR) dan Kovenan Intemasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (The International Covenant on Economics, Social and Cultural Rights/ ICESCR).

 

Adapun Kedua Macam Hak Asasi Manusia itu adalah:

1. Hak sipil dan politik, antara lain
➧ hak untuk hidup:
➧ hak atas kebebasan dan persamaan;
➧ hak atas kesamaan di muka badan badan peradilan;
➧ hak atas berpikir, mempunyai konsiensi dan beragama;
➧ hak mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan:
➧ hak kebebasan berkumpul secara damai;
➧ hak untuk berserikat.

2. Hak ekonomi, sosial, dan budaya, antara lain
➧ hak atas pekerjaan;
➧ hak untuk membentuk serikat pekerja;
➧ hak atas pensiun;
➧ hak atas hidup yang layak;
➧ hak atas, pendidikan.

Patut diingat bahwa ICCPR dan ICESCR bersama dengan Pernyataan Sedunia tentang Hak Asasi Manusia (The Universal Declaration of Human Rights/ UDHR) merupakan instrumen utama HAM intemasional. Ketiga instrumen tersebut secara bersama-sama serine disebut International Bill of Human Rights. Dengan berlakunya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan dua naskah perjanjian di atas, HAM makin berkembang dan diterima oleh banyak negara. Konvensi intemasional tentang hak asasi manusia banyak dibuat, baik secara internasional maupun oleh negara-negara dalam satu wilayah regional.

Sementara itu, secara umum HAM terdiri atas (enam) macam, yakni sebagai berikut.
a. Hak asasi pribadi (personal rights).
b. Hak asasi ekonomi (poverty rights).
c. Hak asasi politik (political rights).
d. Hak asasi untuk memperoleh perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (rights of legal equality).
e. Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and cultural rights).
f. Hak asasi untuk memperoleh perlakuan tata cara peradilan dan per lindungan (procedural rights).

 

Kewajiban Dasar Manusia

Demikianlah macam-macam hak asasi manusia seperti yang dicantumkan dalam konstitusi negara dan peraturan perundang-undangan kita. Di samping itu, dimuat pula kewajiban dasar manusia, yaitu sebagai berikut.

a. Setiap orang yang ada di wilayah negara Indonesia wajib patuh pada peraturan perundang-undangan, hukum tidak tertulis, dan hukum intemasional (mengenai hak asasi manusia yang telah diterima oleh negara Indonesia).
b. Setiap warga negara wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
c. Setiap orang wajib menghormati hak asasi orang lain, moral, etika, dan tata tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
d. Setiap hak asasi seseorang menimbulkan kewajiban dasar dan tanggung jawab untuk menghormati hak asasi orang lain secara timbal balik.
e. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada batasan yang ditetapkan oleh undang-undang.

Baca Juga : Pengertian Nasionalisme

 

DAFTAR PUSTAKA
Pendidikan Kewarganegaraan / penulis, Atik Hartati, Sarwono. — Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.