Globalisasi : Pengertian, Ciri, dan Dampaknya

Pengertian Globalisasi

Globalisasi merupakan proses bersatunya kegiatan bangsa-bangsa di seluruh dunia dalam sebuah sistem yang mendunia. Dimana sistem yang mendunia ini dapat melintasi batas-batas negara.

Pengertian Globalisasi menurut Emanuel Richter
Seorang penulis yang terkenal dengan buku Demokratischer Symbolismus: Eine Theorie der Demokratie (Emanuel Richter, 1953), mendefinisikan bahwa globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan, yang menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi, kedalam hubungan saling ketergantungan dan persatuan dunia.

 

Ciri-Ciri Globalisasi

Apa yang menentukan bahwa seseorang itu disebut orang India dan seseorang yang lain disebut orang Italia? Tentu kita dapat menjawab bahwa memang ia tinggal di wilayah India atau di wilayah Italia. Dengan demikian, letak geografis tempat seseorang itu hidup merupakan identitas asal dari orang yang bersangkutan. Namun, dengan datangnya globalisasi sebutan bagi orang India maupun orang Italia itu menjadi tidak begitu berarti lagi karena semua orang hidup dalam satu kawasan global. Apakah sebenarnya ciri-ciri globalisasi itu? Berikut ini beberapa di antaranya.

a. Adanya Keterbukaan di Berbagai Bidang
Globalisasi identik dengan era keterbukaan. Keterbukaan di berbagai bidang yang terjadi pada masa globalisasi ini tidak lepas dari adanya kemajuan dalam bidang informasi dan komunikasi. Melalui berbagai media massa, peristiwa sekecil apa pun dapat segera dideteksi. Peristiwa penindasan, kekejaman, dan kesewenang-wenangan yang terjadi di berbagai belahan dunia pun dapat segera diketahui. Era keterbukaan juga ditandai dengan kebebasan mengungkapkan pikiran dan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Melalui kecanggihan teknologi yang mengiringi proses globalisasi, seseorang dapat dengan mudah melakukan itu semua. Seseorang dapat secara bebas mengungkapkan pendapatnya melalui koran, majalah, jurnal, bahkan internet. Seseorang juga dapat menyampaikan rasa ketidak- puasannya atas suatu kebijakan secara terbuka, asalkan ia mampu mempertanggungjawabkannya.

b. Meningkatnya Interaksi Budaya Antarbangsa
Dalam era globalisasi hubungan atau interaksi budaya antarnegara akan semakin meningkat. Melalui perkembangan media massa (televisi, koran, dan internet). Kamu akan mudah mengenal budaya bangsa lain. Misalnya dalam bentuk film, musik, cara berpakaian, makanan, dan kebiasaan hidup mereka. Budaya bangsa lain yang dianggap bagus, modern, dan sesuai dengan zaman akan mudah ditiru. Tidak mengherankan apabila banyak anak-anak  muda yang cara berpakaiannya meniru perkembangan mode di Paris atau New York. Budaya nasional yang sebenarnya bernilai tinggi dianggap kuno, tidak praktis, dan ketinggalan zaman. Saat ini kegiatan berskala internasional seperti piala dunia semakin sering dilaksanakan. Kegiatan pariwisata (turisme) pun meningkat dan semakin banyak perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain.

c. Meningkatnya Ketergantungan Ekonomi Antarbangsa
Globalisasi ekonomi disebut pula sebagai era pasar bebas. Globalisasi ekonomi mencakup beberapa bidang, di antaranya bidang pembiayaan, tenaga kerja, jaringan informasi, dan perdagangan. Dalam globalisasi ekonomi, perdagangan internasional akan semakin meningkat. Suatu negara tidak harus memproduksi sendiri semua kebutuhannya. Negara tersebut bisa membeli dari negara lain dengan harga lebih murah. Akibatnya, pasar dan produksi ekonomi di setiap negara menjadi tergantung satu sama lain. Kegiatan ekonomi tidak terbatas pada skala nasional tetapi internasional. Misalnya, perusahaan Jerman bisa membuka pabriknya di Indonesia dan sebaliknya. Untuk meningkatkan perdagangan, bea ekspor dan impor dikurangi atau dihilangkan sama sekali. Negara yang bisa memproduksi barang dengan harga lebih murah tentu bisa menguasai pasar dunia. Contohnya negara Cina yang kini menjadi raksasa ekonomi baru selain Amerika Serikat.

 

Dampak Globalisasi

Beberapa kalangan berpendapat bahwa globalisasi merupakan bentuk baru dari imperialisme negara-negara kaya serta kuat terhadap negara-negara miskin dan lemah. Mengapa demikian? Dalam pelaksanaannya terdapat kontrol yang kuat terhadap negara-negara berkembang itu dalam bentuk teori, ideologi, dan proses perubahan sosial mereka di negaranya sendiri. Selain itu, pemberian modal untuk pembangunan di negara-negara berkembang yang disediakan dari utang luar negeri merupakan bentuk dominasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang.
Bagaimana dampak globalisasi terhadap masyarakat? Simaklah penjelasan berikut ini.

a. Dampak Positif

Perubahan-perubahan yang terjadi pada era global memiliki beberapa dampak positif bagi masyarakat. Dampak positif itu antara lain sebagai berikut.

1) Terjadinya Pertukaran Budaya
Adanya globalisasi mengakibatkan demikian mudahnya budaya asing masuk dalam kehidupan masyarakat suatu negara. Demikian pula sebaliknya, kebudayaan di suatu negara dapat mudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di satu sisi kebudayaan yang masuk tersebut dapat memperkaya dan melengkapi kebudayaan dalam sebuah masyarakat. Jika kebudayaan asing yang masuk tersebut bertentangan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu yang ada, kemungkinan datangnya kebudayaan baru itu akan mengakibatkan terjadinya konflik.

2) Ruang Sosial Masyarakat Semakin Terbuka
Melalui kemajuan teknologi, manusia dapat berkomunikasi dengan mudah. Dengan fasilitas chatting di internet, kamu dapat membuka lingkungan pergaulan- mu secara luas. Kamu dapat berkomunikasi dengan teman- teman barumu di dunia maya itu dengan murah dan mudah. Bahkan, saat ini kamu dapat melihat lawan chatting-mu jika kamu memiliki perangkat tambahan berupa web camera. Kamu dapat membuka lingkungan pergaulan baru dan membuat komunitas sosial baru di ”dunia maya”. Semakin terbukanya ruang sosial mendorong cepatnya persebaran informasi antar individu. Mereka yang memiliki persamaan hobi, pandangan, atau cita-cita kemudian membentuk komunitas-komunitas sosial.

3) Masyarakat akan Semakin Maju
Perkembangan teknologi ataupun penemuan-penemuan baru di berbagai bidang akan segera disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Penemuan-penemuan baru yang ada akan dapat dengan mudah dipelajari oleh masyarakat di belahan bumi yang lain. Penemuan-penemuan baru itu akan mendorong penemuan- penemuan baru lain sehingga semakin tinggi tingkat kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.

4) Memacu Etos Kerja Masyarakat
Persaingan pada era global semakin terasa ketat. Kita harus bersaing dengan negara-negara lain di dunia yang telah memiliki teknologi tinggi. Kita harus berjuang agar kita tidak menjadi masyarakat yang terpinggirkan. Kita harus pantang menyerah menghadapi segala tantangan yang ada. Adanya ketakutan-ketakutan menjadi komunitas masyarakat yang terpinggirkan dan adanya tekad yang kuat untuk berjuang agar mampu bersaing dengan masyarakat lain, berdampak pada meningkatnya etos kerja masyarakat.

5) Mendorong Iklim Pemerintahan yang Efisien
Dalam globalisasi, efektivitas, dan efisien kerja menjadi tuntutan yang umum. Negara-negara yang korup dan tidak efisien akan dijauhi oleh investor asing. Para pemilik modal yang ingin menanamkan modal tentu akan mempertimbangkan untung ruginya jika ia menanamkan modal di Indonesia. Jika kondisi pemerintahan tidak mendukung, para pemilik modal itu tentu akan berpikir dua kali dalam menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan demikian, pemerintahan negara-negara di dunia akan terdorong untuk meningkatkan kinerja pemerintahannya agar lebih efektif, efisien, tidak korup, dan transparan. Tumbuhnya iklim pemerintahan yang efisien dan bersih akan mendorong kemajuan negara yang bersangkutan.

 

b. Dampak Negatif

Perubahan-perubahan yang terjadi pada era global memiliki beberapa dampak negatif bagi masyarakat. Dampak negatif itu antara lain sebagai berikut.

1) Memicu Munculnya Neokolonialisme
Neokolonialisme adalah bentuk kolonialisme dalam wujud dan cara yang baru. Saat ini, kita dimanjakan oleh fasilitas yang ada. Fasilitas-fasilitas tersebut pada umumnya merupakan produk impor. Misalnya, perangkat elektronik mobil, motor, atau perangkat elektronik yang berharga jutaan, tetapi juga barang-barang sepele yang biasa kita gunakan sehari-hari, seperti sabun, sikat gigi, bolpoin, dan sepatu. Membanjirnya produk luar negeri di Indonesia dapat dikategorikan sebagai salah satu wujud neokolonialisme. Mengapa? Dengan berbagai cara bangsa-bangsa Barat berusaha agar barang produksinya terjual.  Jumlah  penduduk  Indonesia  yang  besar,  merupakan pasar yang prospektif bagi luar negeri. Apalagi ditunjang dengan harga yang terjangkau, mengakibatkan barang-barang produksi luar negeri itu banyak dicari. Akibatnya, produk dalam negeri yang pada umumnya lebih mahal dengan kualitas lebih rendah semakin terpuruk. Produk dalam negeri tidak bisa bersaing dengan produk impor. Masyarakat Indonesia menjadi bergantung pada produksi luar negeri sehingga produksi dalam negeri terabaikan.

2) Menimbulkan Ketergantungan terhadap Negara Lain yang Lebih Maju
Bagi negara yang tidak memiliki infrastruktur ekonomi nasional yang kuat, masuknya kekuatan ekonomi global melalui modal asing dan utang luar negeri, akan menimbulkan ketergantungan negara berkembang terhadap negara maju. Sebagian besar negara berkembang, seperti Indonesia akan melakukan berbagai upaya agar investor asing dapat masuk ke negara berkembang. Negara- negara berkembang tersebut berjanji akan memberikan jaminan keamanan, potensi sumber daya alam, dan kemudahan- kemudahan lainnya. Berbagai kemudahan itu kadang kala tanpa disertai syarat apa pun yang berguna bagi penguatan ketahanan ekonomi negara yang bersangkutan. Akibatnya, negara-negara yang memiliki modal besar dapat mengolah kekayaan alam di negara- negara berkembang dengan begitu mudahnya.

3) Berkembangnya Pola Hidup Westernisasi
Pencetus ide awal globalisasi adalah golongan negara-negara Barat yang memiliki keunggulan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu, cara pengemasan globalisasi disesuaikan dengan budaya Barat pula. Akibatnya, budaya Baratlah yang mampu mendominasi arah dan tujuan globalisasi itu sendiri. Berbagai ide, pikiran, budaya, maupun gaya hidup melalui kekuatan media massa diusahakan agar tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk ke Indonesia.

Masuknya budaya dan gaya hidup Barat sering ditanggapi oleh masyarakat Indonesia secara berlebihan sehingga muncul istilah yang dikenal dengan westernisasi (pola hidup kebarat-baratan). Pola hidup westernisasi ini tampak dari perilaku dugem di diskotek, penyalahgunaan narkotik, seks bebas, dan lain-lain. Masyarakat Indonesia terutama generasi muda mulai lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia. Gaya hidup mereka cenderung meniru budaya Barat yang dianggap sebagai kiblat kebudayaan oleh masyarakat dunia.

4) Pudarnya Nilai-Nilai Sosial dalam Masyarakat
Masuknya budaya Barat juga berpengaruh terhadap nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Sebagai contoh, adanya sistem kebebasan dalam berusaha yang termuat dalam nilai-nilai globalisasi memunculkan sistem individualisme. Masyarakat menjadi cenderung mementingkan kepentingan diri mereka sendiri. Nilai- nilai kebersamaan yang terlihat pada budaya gotong royong dan musyawarah untuk mufakat lambat laun menjadi pudar.

 

 

DAFTAR PUSTAKA
➲ IPS untuk kelas VI SD/MI/Arif Julianto Sri Nugroho, Nur Siwi Ismawati, Westriningsih; editor Vina Dwi Laning, Tri Haryanto –Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2007.
➲ Ilmu Pengetahuan Sosial : Kelas IX untuk SMP/MTs / penulis, Agung Feryanto,..[et al] ; editor, Vina Dwi Laning, Nur SiwiIsmawati ; Ilustrator, Puguh Supriyanto, Doli Eny Khalifah . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.