Ekonomi Makro : Pengertian, Asal Usul, dan Aspek-Aspeknya

Ekonomi Makro

Makro berarti besar. Dari arti kata makro tersebut sudah dapat diduga bahwa teori Ekonomi Makro membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandang yang berbeda dengan teori ekonomi mikro.

 

Pengertian Ekonomi Makro

Ekonomi Makro adalah studi atau analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisisnya bersifat umum dan tidak memerhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Dalam menganalisis kegiatan pembeli (dalam Ekonomi Makro mereka dinamakan sebagai konsumen), yang dianalisis bukanlah mengenai tingkah laku seorang pembeli tetapi keseluruhan pembeli yang ada dalam perekonomian. Begitu pula, dalam menganalisis tingkah laku produsen, yang diamati bukanlah kegiatan seorang produsen tetapi kegiatan keseluruhan produsen dalam perekonomian.

 

Asal Usul Teori Ekonomi Makro

Pada akhir tahun 1920-an dan permulaan tahun 1930-an terjadi kemunduran kegiatan perekonomian yang sangat serius di berbagai negara di dunia dan terutama di negara-negara industri seperti Amerika Serikat dan Inggris. Peristiwa itu dimulai dari kemerosotan ekonomi di Amerika Serikat. Sebagai akibat dari peristiwa ini maka pengangguran yang sangat tinggi berlaku dan industri-industri beroperasi jauh di bawah kapasitas normal. Sumber dari kemunduran ekonomi ini adalah kekurangan permintaan dalam masyarakat.

Peristiwa kemunduran ekonomi itu telah mendorong seorang ahli ekonomi Inggris yaitu John Maynard Keynes untuk mengevaluasi pandangan-pandangan ahli ekonomi klasik (ahli- ahli ekonomi yang hidup di antara zaman Adam Smith dan zamannya Keynes). Berdasarkan evaluasinya Keynes pada tahun 1936 menerbitkan suatu buku yang berjudul The General Theory of Employment, Interest, and Money. Buku ini merupakan landasan dari teori Ekonomi Makro yang terdapat pada masa ini. Buku ini antara lain mengkritik pandangan ahli ekonomi klasik yang berkeyakinan bahwa perekonomian cenderung untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh (yaitu tenaga kerja yang tersedia sepenuhnya digunakan).

 

Pandangan Utama Teori Keynes
Secara garis besar, pandangan dalam buku Keynes tersebut dapat dibedakan pada dua aspek berikut ini.

1) Mengemukakan beberapa kritik atas pandangan ahli-ahli ekonomi klasik mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan sesuatu perekonomian. Kritik-kritik tersebut menunjukkan kelemahan-kelemahan dari pandangan yang menjadi landasan pada keyakinan ahli-ahli ekonomi klasik bahwa penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat selalu dicapai.

2) Menerangkan pula faktor utama yang akan menentukan prestasi kegiatan ekonomi suatu negara. Keynes berpendapat, pengeluaran agregat yaitu perbelanjaan masyarakat atas barang dan jasa adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai suatu negara. Selanjutnya, Keynes berpendapat bahwa dalam sistem pasar bebas penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalu tercipta dan diperlukan usaha dan kebijakan pemerintah untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Analisis Ekonomi Makro berusaha memberi jawaban pada pertanyaan- pertanyaan yang dikemukakan, yaitu:
1) faktor-faktor apakah yang menentukan tingkat kegiatan suatu perekonomian?
2) mengapa pertumbuhan ekonomi tidak selalu kuat?
3) mengapa kegiatan ekonomi tidak berkembang dengan stabil?
4) mengapa pengangguran dan kenaikan harga-harga selalu berlaku?

Selain menerangkan faktor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara dan keadaan-keadaan yang menciptakan berbagai masalah, Ekonomi Makro juga menjelaskan pula langkah-langkah yang dapat digunakan pemerintah untuk masalah-masalah tersebut.

 

Aspek-Aspek Dalam Ekonomi Makro

Berikut ini adalah aspek-aspek yang dibahas dalam Ekonomi Makro.

1) Penentuan Kegiatan Ekonomi
Analisis mengenai penentuan tingkat kegiatan yang dicapai suatu perekonomian merupakan bagian terpenting dari analisis Ekonomi Makro. Berdasarkan pandangan Keynes, analisis Ekonomi Makro menunjukkan bahwa tingkat kegiatan perekonomian di- tentukan oleh pengeluaran agregat dalam perekonomian. Komponen pengeluaran agregat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu:
a) pengeluaran konsumsi rumah tangga,
b) investasi perusahaan-perusahaan,
c) pengeluaran konsumsi dan investasi pemerintah, dan
d) ekspor.

2) Masalah Pengangguran dan Inflasi
Teori Ekonomi Makro dilengkapi pula dengan analisis yang lebih mendalam mengenai bentuk masalah yang akan timbul apabila pengeluaran agregat akan mencapai tingkat yang diperlukan untuk mewujudkan kesempatan kerja penuh tanpa inflasi. Tujuan ini sukar untuk dicapai. Pada umumnya pengeluaran agregat yang sebenarnya adalah lebih rendah daripada yang diperlukan untuk mencapai kesempatan kerja penuh. Keadaan ini menyebabkan kenaikan harga-harga atau inflasi. Kedua masalah tersebut (pengangguran dan inflasi) menimbulkan efek yang tidak baik pada masyarakat dan pada kegiatan perekonomian dalam jangka panjang. Maka kedua masalah tersebut harus dihindari atau keseriusan masalahnya dikurangi.

3) Peranan Kebijakan Pemerintah
Salah satu aspek penting dari ciri kegiatan perekonomian yang menjadi titik tolak analisis dalam teori Ekonomi Makro adalah pandangan bahwa sistem pasar bebas tidak selalu dapat mewujudkan penggunaan tenaga kerja penuh, kestabilan harga-harga, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Langkah- langkah pemerintah yang utama dalam mengatasi masalah pengangguran dan inflasi dibedakan menjadi dua bentuk kebijakan, yaitu kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kebijakan fiskal adalah upaya pemerintah mengubah struktur serta jumlah pajak dan pengeluarannya dengan maksud memengaruhi tingkat kegiatan perekonomian. Adapun kebijakan moneter adalah langkah- langkah pemerintah dalam memengaruhi jumlah uang dalam perekonomian atau mengubah suku bunga dengan tujuan untuk mengatasi masalah perekonomian yang dihadapi.

 

DAFTAR PUSTAKA
Ekonomi : Untuk SMA/MA Kelas X / Oleh Mintasih Indriayu ; editor, Tri Tien Gunawati ; — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.