Distribusi : Pengertian dan Fungsi – IPS

Distribusi : Pengertian dan Fungsi – IPS

Distribusi : Pengertian dan Fungsi
Distribusi : Pengertian dan Fungsi

Pada zaman sekarang, kegiatan distribusi menjadi penting dalam upaya memenuhi kebutuhan manusia. Demikian pentingnya kegiatan distribusi, menyebabkan kegiatan distribusi menjadi bagian dari kegiatan pokok ekonomi.

1. Pengertian Distribusi

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana buku- buku pelajaran yang sekarang kamu gunakan bisa sampai di tanganmu? Bagaimana caranya buku-buku tersebut bisa sampai? Tentunya, buku-buku tersebut disalurkan dari produsen ke toko-toko buku sampai ke tangan pembeli. Proses menyalurkan barang atau jasa tersebut dalam istilah ekonomi dikenal dengan nama distribusi. Jadi, distribusi adalah setiap kegiatan yang ditujukan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.

 

2. Fungsi Distribusi

Setiap perusahaan memerlukan kegiatan distribusi. Selain menyalurkan barang atau jasa yang dihasilkan produsen ke konsumen, distribusi juga berfungsi meningkatkan pembangunan dan perekonomian suatu negara. Fungsi lain dari distribusi, yaitu meningkatkan pemerataan hasil-hasil produksi masyarakat suatu negara. Dari kegiatan distribusi, semua pihak akan memperoleh manfaat. Secara umum, distribusi memiliki beberapa fungsi, di antaranya:

a. menyalurkan barang atau jasa;

b. memecahkan persoalan perbedaan waktu;

c. memecahkan persoalan perbedaan tempat;

d. menyeleksi dan mengelompokkan kombinasi barang atau jasa.

 

3. Saluran Distribusi

Saluran distribusi adalah lembaga yang digunakan produsen untuk menyalurkan barang atau jasa agar sampai ke tangan konsumen. Saluran distribusi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu distribusi langsung, distribusi tidak langsung, dan distribusi semi langsung.

a. Distribusi langsung, yaitu penyaluran barang atau jasa hasil produksi dari produsen langsung ke konsumen tanpa melalui perantara orang lain. Misalnya, petani sayuran yang langsung menjual hasil pertaniannya kepada konsumen.

b. Distribusi tidak langsung, yaitu penyaluran barang atau jasa hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui perantara terlebih dahulu, seperti agen, pedagang besar, pedagang eceran, dan koperasi. Misalnya, distribusi yang dilakukan pada penjualan barang elektronik.

c. Distribusi semi langsung, yaitu penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen melalui saluran milik produsen sendiri. Misalnya, Pertamina menjual bensin atau solar melalui pom-pom bensin atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

 

4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Saluran Distribusi

Panjang pendeknya saluran distribusi dipengaruhi beberapa faktor berikut.

a. Sifat dan Jenis Barang

Produsen dalam memilih saluran distribusi perlu memerhatikan jenis dan sifat produk yang dihasilkan. Setiap jenis dan sifat produk, seperti produk konsumsi, produk industri, dan produk tahan lama belum tentu cocok disalurkan melalui saluran distribusi yang sama.

b. Lokasi Konsumen

Lokasi konsumen perlu diperhatikan produsen dalam proses distribusi barang. Oleh karena itu, saluran distribusi harus dipilih sesuai dengan lokasi yang tepat. Tujuannya agar konsumen dapat dilayani dengan baik dan tepat.

c. Jumlah Barang yang Dihasilkan

Banyak sedikitnya jumlah barang yang dihasilkan memengaruhi saluran distribusi yang dipilih. Jika barang yang dihasilkan banyak, produsen dapat memilih saluran distribusi yang lebih panjang. Namun, jika jumlah barang yang dihasilkan sedikit, saluran distribusi yang digunakan adalah saluran distribusi langsung.

d. Sarana Komunikasi dan Transportasi yang Tersedia 

Komunikasi dan transportasi merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan produsen dalam memilih saluran distribusi. Komunikasi yang cepat dapat memperpendek saluran distribusi. Ketersediaan sarana transportasi akan memperlancar distribusi barang yang dihasilkan.

e. Biaya Pengangkutan

Besar kecilnya biaya yang diperlukan dalam proses distribusi menjadi pertimbangan lain bagi produsen dalam memilih saluran distribusi. Jika biaya yang dikeluarkan relatif besar, produsen cenderung berusaha memperpendek jalur distribusi.

 

5. Lembaga-Lembaga Distribusi

Lembaga distribusi adalah organisasi yang dibuat perseorangan atau kelompok, baik swasta maupun pemerintah, untuk mendistribusikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Lembaga distribusi dalam kegiatannya melakukan berbagai fungsi pemasaran. Misalnya, fungsi penyimpanan, pengangkutan, pembelian, dan penjualan. Berikut lembaga-lembaga saluran distribusi.

a. Pedagang

Kedudukan pedagang dalam proses distribusi memiliki peranan dan fungsi yang penting. Pedagang dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu pedagang besar atau grosir (wholesaler) dan pedagang kecil atau pengecer (retailer).

b. Agen, Makelar, dan Komisioner

Agen adalah perantara perdagangan yang mengatasnamakan suatu perusahaan tertentu. Agen akan mendapatkan keuntungan berupa komisi. Dalam men- jalankan kegiatannya, agen tidak memiliki hak atas barang- barang yang diperdagangkan.

Makelar (broker) atau pialang adalah perantara atas nama orang lain yang memberi kuasa untuk membeli atau menjual barang-barang tertentu. Makelar menerima balas jasa dari produsen berupa kurtasi atau provisi.

Komisioner (commission merchant) adalah perantara atas nama sendiri yang berusaha mempertemukan calon pembeli dan calon penjual untuk melakukan transaksi. Seorang komisioner akan menerima balas jasa berupa komisi.

c. Eksportir dan Importir

Eksportir adalah lembaga distribusi yang mengirim barang atau jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Adapun importir adalah lembaga distribusi yang mendatangkan barang atau jasa dari luar negeri ke dalam negeri.

 

6. Etika Ekonomi dalam Distribusi

Seorang distributor dapat memilih berbagai saluran distribusi. Pemilihan saluran distribusi yang tepat dapat menciptakan nilai ekonomis tertentu. Nilai ekonomis adalah perbandingan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh.

Dalam melakukan distribusi, distributor perlu memerhatikan etika ekonomi. Pertama, memenuhi aspek pemerataan. Artinya, barang atau jasa yang didistribusikan harus merata penyebarannya, tidak terkonsentrasi pada suatu wilayah tertentu. Distibutor yang terkonsentrasi pada suatu wilayah dapat menimbulkan ketimpangan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen. Kedua, harus memerhatikan prinsip keadilan. Artinya, pendistribusian barang atau jasa harus menjangkau semua lapisan masyarakat. Distribusi tidak ditujukan kepada kelompok masyarakat tertentu.

 

DAFTAR PUSTAKA

Jelajah Cakrawala Sosial 1 : Ilmu Pengetahuan Sosial; Untuk Kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah / penulis, Nurhadi…[et al] editor, Ayahtullah Khomaeni, Oka Sumarlin, Beti Dwi Septiningsih . — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. 

Editor : Admin Fungsi.net