Dasar Negara : Makna, Fungsi, dan Jenis

Dasar Negara

Dasar negara yang dimiliki oleh setiap negara yang merdeka, tentu tidak sama antara negara yang satu dengan negara lain. Hal ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ada dalam lingkungan sosial negara tersebut sekaligus budaya yang melingkupinya. Meskipun  demikian, beberapa negara memiliki padangan yang sama tentang arti sebuah dasar negara tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian makna dasar negara berikut ini.

 

Makna Dasar Negara

Istilah dasar negara Republik Indonesia memiliki makna sama dengan istilah yang ada di negara-negara lain, seperti Jerman (Weltanschauung), Belanda (Philosophis che grondslag), dan Inggris (Ideology).

Makna dasar negara adalah ajaran yang merupakan gagasan pemikiran tentang kehidupan dunia serta kehidupan bernegara yang menjadi pedoman dasar dalam mengatur, memelihara, serta mengembangkan kehidupan suatu negara.

Di Indonesia, istilah-istilah tersebut diterjemahkan sebagai ideologi. Ada beberapa pendapat mengenai ideologi, seperti pendapat Adolf Heuken yang menyatakan bahwa “ideologi adalah konsensus (mayoritas) warga negara tentang nilai-nilai dasar negara yang ingin diwujudkan dengan mengadakan negara mereka itu”. Dengan demikian ideologi adalah konsensus tentang nilai-nilai dasar suatu masyarakat yang bernegara. Berikut ini beberapa contoh ideologi yang ada di negara- negara lain.

a. RRC dan Korea Utara memiliki ideologi komunisme/maoisme.

b. Negara-negara Eropa Timur dan Rusia (dahulu Uni Sovyet) memiliki ideologi sosialisme dan komunisme stalinisme.

c. Eropa Barat dan Amerika Serikat memiliki ideologi liberalisme.

d. Indonesia memiliki ideologi Pancasila.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) kata “dasar” memiliki arti “asal yang pertama”. Jadi, jika dikaitkan dengan kata “negara” maka menjadi dasar negara, yang berarti suatu pedoman untuk mengatur kehidupan dalam penyelenggaraan ketatanegaraan suatu negara yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Kesimpulannya, dasar negara sama dengan ideologi negara dan filsafat kenegaraan atau pandangan dasar kenegaraan.

 

Fungsi Dasar Negara

Keadaan yang ideal atau seimbang pada setiap aspek kehidupan sangat diharapkan oleh negara atau setiap bangsa di dunia. Oleh karena itu, dasar negara atau ideologi negara memiliki fungsi sebagai berikut.

a. Dasar untuk berdirinya kedaulatan negara
Semua negara yang akan berdiri serta berdaulat harus memenuhi syarat konstitutif serta persyaratan deklaratif. Dasar negara merupakan salah satu pernyataan paling mendasar bagi pedoman penyelenggaraan kehidupan bernegara.

b. Dasar kegiatan dalam penyelenggaraan negara
Penyelenggaraan negara dipusatkan kepada dasar negara guna mewujudkan cita-cita serta tujuan nasional pada pelaksanaan kegiatan ketatanegaraan suatu negara.

c. Dasar dan sumber hukum nasional
Dasar negara mempunyai kedudukan penting karena merupakan suatu norma dasar untuk negara yang bersangkutan. Selain itu, dasar negara menjadi sumber bagi perundangan negara serta norma tertinggi pada suatu negara, sehingga hukum yang berlaku menjadi dasar dari semua kegiatan negara.

d. Dasar bagi hubungan antarwarga negara
Dasar negara harus dijadikan dasar pada semua aktivitas warga negara. Kebebasan individu diharapkan tidak merusak semangat kerja sama antarwarga. Begitu pula sebaliknya, kebebasan antarwarga tidak boleh merusak kerja sama individu.

 

Jenis-Jenis Dasar Negara

Setiap negara mempunyai ideologi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai hal di antaranya sejarah perjalanan bangsa, keadaan sosial masyarakat, dan kebudayaan. Berbagai jenis dasar negara/ideologi negara tersebut adalah sebagai berikut.

a. Liberalisme
Liberalisme merupakan paham kebebasan, yang mengakui hak-hak individual yang dilindungi oleh campur tangan negara serta badan-badan yang lain. Paham ini mempunyai pandangan tentang pengertian manusia sebagai makhluk bebas serta rasional yang menciptakan pemerintahan harus berdasar pada persetujuan masyarakat.

b. Sosialisme
Sosialisme merupakan sebuah ideologi yang mempunyai pandangan adanya persamaan serta kesamaan dalam menjalani kehidupan. Persamaan sosialis ialah konsekuensi logis dari keprihatinan terhadap suatu kemiskinan.

c. Marxisme-Komunisme
Paham ini merupakan sisi lain dari sosialisme. Ajaran Kark Marx tentang Marxisme selanjutnya diteruskan Lenin, Stalin, serta Mao Tze Dong. Paham ini mempunyai pandangan pada kepentingan bersama dalam mencapai suatu tujuan, meskipun dengan cara menghalalkan semua jalan. Ajaran komunisme tidak mengenal adanya Tuhan, tetapi mendasarkan pada hukum matrialisme.

Dengan demikian, kebebasan beragama serta kebebasan individu menjadi tertindas. Nilai-nilai yang terkandung di dalam komunisme adalah sebagai berikut.
1) Monoisme, yaitu suatu prinsip atau pandangan yang menolak adanya golongan-golongan dalam masyarakat.
2) Kekerasan, yaitu cara yang sah untuk mencapai suatu tujuan.
3) Alat produksi harus ditangan negara dan hak milik perseorangan tidak diakui.
4) Campur tangan negara terhadap kehidupan rakyat tidak dibatasi dan negara melarang penduduknya beragama.

d. Fasisme
Sistem yang dianut paham ini adalah sistem kediktatoran yang disamakan dengan otoritarian. Kekerasan serta hal-hal mengerikan ialah bentuk-bentuk praktik dari ajaran fasisme. Pada faham ini lebih menekankan secara khusus dan ketergantungan kepada pimpinan yang kharismatik .

e. Fundamentalisme
Sebuah sistem politik dalam negara yang menetapkan agama sebagai ideologi.

 

DAFTAR PUSTAKA
Pendidikan Kewarganegaraan / penulis, Atik Hartati, Sarwono. — Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.