Dampak Globalisasi

Dampak Globalisasi

Master
Saturday, July 13, 2019

Dampak Globalisasi
Dampak Globalisasi

Dampak Globalisasi

Arus globalisasi mempengaruhi selera, ekspresi, kepercayaan, media, nilai-nilai, ilmu pengetahuan dan teknologi, atau kepariwisataan seperti yang dijelaskan panjang lebar pada materi proses globalisasi. Pada satu sisi globalisasi telah menciptakan beberapa peluang yang dapat menguntungkan kehidupan manusia. Yaitu suasana kehidupan manusia menjadi makin mudah, nyaman, praktis, berkualitas serta bekerja makin cepat dan efisien. Pada sisi lain, globalisasi dapat menimbulkan tantangan bagi seseorang. Orang secara individu atau masyarakat dan lembaga menjadi sulit, makin menderita, makin terpinggir, dan makin mempunyai masalah yang kompleks.

Secara langsung maupun tidak langsung arus globalisasi melibatkan aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Melihat dari prosesnya, globalisasi adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan yang terus tumbuh dan berkembang. Sekarang terserah kepada bangsa dan negara dalam menghadapi globalisasi tersebut. Secara garis besar, dampak globalisasi dapat berpengaruh pada aspek-aspek ekonomi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan negara.

Menurut Baharuddin Darus dalam buku “Ilmu Sosial Dasar” karya Abu Ahmadi (1991), konfigurasi (wujud) globalisasi metiputi beberapa bidang diantara teknologi, hukum, ekonomi potitik, ilmu pengetahuan dan teknologi budaya, agama. Berikut akan dijabarkan dampak dari globalisasi itu.

1. Dampak Globalisasi di Bidang Hukum
Globalisasi telah meningkatkan interdependensi antar negara. Salah satu bentuknya adalah berlakunya standar-standar baku intemasional di berbagai bidang kehidupan, melemahnya ikatan primodial, nasional dan etnosentrisme. Globalisasi telah menghilangkan batas-batas kenegaraan dan ada lagi negara yang mengklaim bahwa ia menganut suatu sistem hukum secara absolut. Telah terjadi proses saling mempengaruhi antar sistem hukum. Sistem hukum Eropa Kontinental di Indonesia misalnya, mengalami proses saling mempengaruhi dengan sistem hukum Anglo Saxon.

Indonesia pun tidak terlepas dari pengaruh globalisasi hukum. Fenomena ini tampak pada aspirasi masyarakat yang menghendaki adanya perubahan, keterbukaan, keadilan, dan demokrasi. Kecenderungan perubahan di bidang hukum yang dipengaruhi oleh globalisasi adalah diratifikasinya beberapa perangkat konvensi hukum internasional menjadi hukum nasional Indonesia. Hal ini membawa konsekuensi membuka pintu terhadap pengawasan internasional dan menginternasionalkan masalah nasional (dalam negeri). Walaupun demikian, Indonesia tetap mempunyai sistem hukum sendiri yang mengakomodasi nilai-nilai hidup dalam masyarakat.


2. Dampak Globalisasi di Bidang Sosia1 Budaya
Globalisasi memberikan peluang terjadinya migrasi secara besar-besaran dengan blok budaya berbeda. Beragam budaya, etnis, ras, warna kulit membawa perubahan masing-masing sehingga muncul pluralisme dan multiculturalism. Aspek-aspek positif dapat diambil dari globalisasi budaya.

Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai- nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.

Efek globalisasi terhadap budaya nampak antara lain pada budaya konsumsi. Coca Cola dan McDonald’s atau makanan siap saji lainnya yang diiklankan melalui televisi diberbagai belahan dunia dikonsumsi dan dinikmati oleh penduduk di berbagai belahan dunia. Hal ini mempengaruhi budaya konsumsi di kalangan masyarakat di berbagai penjuru dunia. Meskipun demikian, tradisi-tradisi masyarakat terus menguat di era ini, seperti berdoa (istigasah), selamatan, dan dakwah.

Dengan berbagai kondisi seperti itu, disadari atau tidak, di era globalisasi ini terdapat kenyataan yang tidak dapat dimungkiri, yaitu terdapat pertarungan peradaban atau pertarungan antara budaya Barat dengan Timur. Sepertinya, budaya Baratlah yang menjadi pemenang dari pertarungan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari indikasinya bahwa remaja masa kini begitu menggandrungi budaya impor yang datangnya dari Barat.

Ciri-ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan adalah sebagai berikut.
1) Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
2) Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
3) Berkembangnya turisme dan pariwisata.
4) Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
5) Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
6) Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA


3. Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. Munculnya globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas- batas geografi dari kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional dan regional. Dengan demikian, banyak negara yang terlibat menjadi satu proses global / mendunia mengikuti kekuatan pasar global sehingga tidak ada kondisi dari
pemerintah.

Begitu pula dengan kedaulatan pemerintahan negara dalam menentukan kegiatan ekonomi negara, secara perlahan mulai terbuka dan aturan-aturan menghilang. Komunikasi dan transpor semakin canggih dan murah, lalu lintas semakin bebas, penggunaan secara penuh keunggulan komparatif dan kompetitif, serta metode produksi dan perakitan dengan organisasi manajemen yang semakin efisien. Proses globalisasi diwujudkan dalam bentuk perdagangan bebas tanpa hambatan.

Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa- bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global. Segenap aspek perekonomian, pasokan dan permintaan, bahan mentah informasi dan transportasi, tenaga kerja keuangan, distribusi, serta kegiatan pemasaran menyatu dan terintegrasi serta terjalin dalam hubungan saling ketergantungan yang berskala dunia. Perjanjian internasional di Marekash, Maroko, pada bulan April 1994 telah menghasilkan kesepakatan internasional yang disebut General Agreement on Tariff and Trade (GATT). GATT menjadi tonggak awal dimulainya era globalisasi bidang ekonomi. Sebagai tindak lanjut, pada tahun 1995 dibentuk suatu organisasi pengawasan dan kontrol perdagangan global yang dikenal dengan World Trade Organization (WTO). Selanjutnya, disusun dengan pembentukan blok-blok ekonomi, seperti di ASEAN dibentuk Asean Free Trade Area (AFTA) yang dimulai sejak tahun 2003, di negara-negara Asia-Pasifik dibentuk Asia Pacific Economic Corporation (APEC) sejak bulan November tahun 1989, di kawasan Eropa dibentuk Single European Market (SEM) dengan berlakunya mata uang Eropa yaitu Euro, serta di negara-negara Atlantik Utara dibentuk North America Free Trade Area
(NAFTA).

Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk- bentuk berikut.

a. Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menajdi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.

b. Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari mancanegara.

c. Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.

d. Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi melalui televisi, radio, media cetak, dan sebagainya. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Misalnya: hadirnya makanan siap saji KFC, celana jeans Levi’s, atau hamburger yang melanda pasar. Akibatnya selera masyarakat dunia - baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.

e. Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.


4. Dampak Globalisasi di Bidang Politik
Globalisasi mempengaruhi aplikasi kekuasaan, hubungan internasional, kedaulatan negara, dan organisasi internasional. Termasuk di dalamnya adalah perbatasan antar negara tetangga atau bentuk perjanjian-perjanjian / traktat internasional. Misalnya, hubungan Indonesia dan malaysia yang semula bersahabat, sempat berselisih paham karena masalah TKI ilegal, penyelundupan kayu logging oleh warga Malaysia, serta lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari wilayah Indonesia dan kini menjadi bagian kedaulatan Malaysia.


5. Dampak Globalisasi di Bidang Agama dan Kepercayaan
Proses globalisasi yang imanen dan berdimensi global dapat menyentuh tradisi agama yang mempunyai kekuatan norma, nilai, dan makna yang memberikan dasar etika bagi kehidupan masyarakat. Taraweh di Masjidil Haram pada bulan suci Ramadhan yang ditayangkan sebuah televisi di Indonesia lebih memberikan nuansa religius bagi pemirsanya dan cenderung memberikan motivasi pemirsa untuk melaksanakan taraweh di bulan suci ramadhan.

Namun demikian, akibat perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dapat pula menyebabkan terjadinya pergeseran nilai, budaya, dan agama. Pengaruh negatif yang mungkin terjadi dapat membuat orang mencari alternatif spiritual lain untuk pemaknaan makna hidupnya. Sesungguhnya, alternatif ini dapat berasal dari filsafat dan sumber-sumber lainnya yang dirangkum sedemikian rupa untuk mengembangkan sistem atau ajaran baru yang dianutnya sendiri. Bahkan bisa jadi berujung terhadap penistaan dan penodaan terhadap agama-agama yang ada.


6. Dampak Globalisasi di Bidang Informasi dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi yang didukung dengan menggunakan teknologi dapat dilakukan dengan mudah dan efektif. Teknologi informasi dan komunikasi memberikan efektivitas dan efisiensi yang sangat berarti bagi kehidupan manusia. Proses komunikasi melalui media massa, seperti radio, televisi, surat kabar, dan film yang didukung dengan teknologi canggih dapat mengatasi jarak antara penyampai pesan dan penerima pesan. Media-media massa tersebut dapat dipergunakan untuk berkomunikasi antar warga dan menciptakan saling pengertian dan kerja sama antar bangsa. Sebagai contoh, barang yang ditawarkan melalui iklan televisi atau surat kabar relatif mudah dinilai orang. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi komunikasi melalui media massa terutama televisi dan surat kabar di era globalisasi mampu mempengaruhi pola pikir individu dan masyarakat. Industri pariwisata di suatu negara yang ditawarkan melalui media meningkatkan arus wisatawan. Pernyataan seorang elite politik yang disiarkan melalui radio atau ditayangkan melalui televisi dan dimuat di media surat kabar dapat dengan cepat direspons oleh publik dengan cepat



DAFTAR PUSTAKA

Pendidikan Kewarganegaraan / penulis, Atik Hartati, Sarwono. — Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2011.