Tingkatan Manajemen Dan Prinsip Manajemen

Tingkatan Manajemen Dan Prinsip Manajemen

Master
Monday, June 24, 2019

Tingkatan Manajemen
Tingkatan Manajemen

Tingkatan Manajemen


1. Piramida Manajemen

Coba kalian perhatikan struktur organisasi dalam satu kelasmu. Tentunya ada yang menjadi ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, dan seksi-seksi. Merekalah yang akan mengatur organisasi kelas untuk mencapai tujuannya. Tugas dan peran dari setiap orang tersebut secara organisasional dibagi menjadi beberapa tingkatan yang dinamakan sebagai tingkatan manajemen. Berikut ini terdapat beberapa tingkatan manajemen.


a. Manajemen Tingkat Puncak (Top Management) 
Manajemen tingkat puncak merupakan tingkatan tertinggi dalam manajemen. Biasanya yang menduduki manajemen ini adalah direktur utama, presiden direktur, atau wakil direktur, dan sebagainya. Jika di dalam kelas, maka yang menjadi manajemen tingkat puncak adalah ketua dan wakil ketua. Tugas manajemen tingkat puncak adalah membuat rencana jangka panjang, menetapkan tujuan dan misi organisasi, serta strategi yang digunakan. Manajemen puncak juga harus dapat mengembangkan semua rencana yang telah dibuat dan mengadakan hubungan dengan pihak luar.

b. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Manage- ment)
Posisi manajemen tingkat menengah berada di bawah manajemen puncak. Tugas manajemen menengah adalah mengalihkan rencana, misi, dan tujuan yang dibuat oleh manajemen puncak ke dalam program yang lebih spesifik. Biasanya yang termasuk manajemen menengah adalah manajer, kepala devisi, kepala cabang, dan sebagainya.

c. Manajemen Tingkat Pertama (First Line Manage- ment atau Supervisory)
Manajemen tingkat pertama merupakan tingkatan yang paling rendah. Manajemen tingkat pertama dapat juga disebut supervisor. Tugas dari manajemen ini adalah membawahi langsung pekerja dan bertanggung jawab atas tugas mereka. Mereka juga yang selalu memberikan motivasi pada karyawan dan menetapkan prestasi yang layak diterima karyawan. Manajemen tingkat pertama terdiri atas supervisi, ketua kelompok, dan sebagainya.

Apabila diagram di atas dibentuk dalam bagan organisasi maka dapat dilihat berikut ini:

Tingkatan Manajemen
Tingkatan Manajemen


2. Keahlian Manajemen

Agar tujuan organisasi ataupun perusahaan dapat tercapai dengan baik, maka diperlukan orang-orang yang memiliki keahlian manajerial. Berikut ini adalah keahlian-keahlian manajerial yang harus dimiliki.

a. Keahlian Teknis
Keahlian teknis adalah keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan spesifik tertentu. Misalnya ahli mengoperasikan komputer, membuat desain bangunan, ahli bedah, dan sebagainya.

b. Keahlian Berkomunikasi
Maksud dari keahlian berkomunikasi adalah mampu menerima dan menyampaikan setiap informasi yang ada kepada orang lain. Dalam sebuah organisasi keahlian komunikasi merupakan faktor penting demi kelancaran dalam pekerjaan. Komunikasi ini tidak hanya satu arah saja (dari atasan ke bawahan) namun harus dua arah (dari bawahan ke atasan). Contoh keahlian komunikasi adalah keahlian bernegoisasi, memotivasi, meyakinkan orang, dan lain sebagainya.

c. Keahlian Konseptual
Keahlian konseptual yaitu kemampuan dalam mengoordinasikan dan mengintegrasikan semua aktivitas organisasi.

d. Keahlian Pengambilan Keputusan
Keahlian pengambilan keputusan adalah kemampuan dalam mendiagnosa dan menganalisis sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi atas masalah yang terjadi.

e. Keahlian Mengelola Waktu 
Keahlian ini adalah kemampuan dalam memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.



C. Prinsip Manajemen

Prinsip merupakan sesuatu yang fundamental dari kebenaran yang bersifat umum dan dijadikan sebagai pedoman untuk berpikir dan bertindak. Di dalam manajemen perlu adanya prinsip yang harus dipegang khususnya dalam hal pengambilan keputusan, sehingga kesalahan mendasar yang mungkin terjadi dapat dihindarkan.

Prinsip manajemen dalam penggunaannya tidak mutlak, namun dapat disesuaikan dengan keadaan di lapangan, meskipun tetap tidak meninggalkan tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Henry Fayol prinsip manajemen dibedakan menjadi 14 (empat belas). Berikut ini adalah empat belas prinsip manajemen tersebut.

1. Pembagian Kerja (Division of Work)
Setiap orang dalam melaksanakan kegiatan harus sesuai dengan keahlian dan keterampilannya. Tujuannya adalah untuk mencapai efisiensi dan produktivitas. Misalnya di kelas kalian ada yang menjadi ketua, sekretaris, bendahara, dan sebagainya.

2. Wewenang dan Tanggung Jawab
Agar seseorang dapat memulai bekerja, maka perlu diberi wewenang atau kekuasaan untuk bertindak dan mengambil keputusan yang berhubungan dengan tanggung jawabnya. Dengan demikian, mereka dapat bekerja secara semangat dan penuh tanggung jawab. Misalnya kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam kebersihan sekolah, maka ia juga harus diberi wewenang untuk menyuruh siswa-siswa membersihkan kelasnya masing- masing.

3. Disiplin
Disiplin merupakan suatu sikap menghormati, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku serta sanggup melakukannya dan siap menerima sanksi apabila menyalahi tugas dan wewenang yang diberikan. Disiplin sangat penting karena suatu usaha tidak akan mengalami kemajuan tanpa adanya disiplin dari berbagai pihak (baik atasan maupun bawahan).

4. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Agar tidak terjadi keragu-raguan dalam bekerja maka karyawan atau pegawai harus menerima perintah dari satu orang atasan saja. Hal ini dimaksudkan agar terdapat kesatuan perintah.

5. Kesatuan Arah
Prinsip ini menjelaskan bahwa setiap kelompok kegiatan mempunyai sasaran yang sama dan harus mempunyai satu pemimpin yang mengarahkan pada pencapaian tujuan. Prinsip ini penting untuk kesatuan tindakan, koordinasi, dan kekuatan serta memfokuskan usaha.

6. Pengendalian Kepentingan Pribadi terhadap Kepentingan Umum
Dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan bersama setiap anggota harus mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingannya sendiri.

7. Upah Pegawai
Upah pegawai merupakan harga daripada layanan yang diberikan pegawai tersebut. Pemberian upah kepada pegawai harus berdasarkan prestasi kerja atau jabatannya. Hendaknya pemberian upah harus adil dan sedapat mungkin bisa memberi kepuasan bagi pegawai dan perusahaan.

8. Pemusatan
Sentralisasi atau desentralisasi adalah masalah pembagian kekuasaan. Pada organisasi yang skalanya kecil, sentralisasi dapat diterapkan, karena atasan dapat mendelegasikan perintah langsung kepada bawahannya. Namun jika organisasinya besar, maka harus diterapkan desentralisasi.

9. Rantai Berskala (Line of Authority)
Rantai berskala ini merupakan suatu garis wewenang dan rantai pengawasan dari tingkat yang paling tinggi sampai pada tingkat yang paling bawah dalam menjalankan tugas masing-masing. 

10. Ketertiban (Order)
Prinsip ini merupakan sesuatu kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, baik dalam mengatur manusia maupun benda. Pada suatu organisasi ataupun perusahaan dalam menempatkan pegawainya harus sesuai dengan tempatnya masing-masing. Seperti peribahasa “The right man in the right place”.

11. Keadilan (Equity)
Keadilan di sini artinya memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan haknya masing-masing. Dengan adanya keadilan maka akan tercapai kepuasan.

12. Kestabilan Masa Kerja Pegawai
Kestabilan masa kerja pegawai sangat diperlukan. Pergantian pegawai yang terlalu sering akan memberikan dampak yang kurang baik bagi perusahaan, karena perusahaan akan membutuhkan waktu lagi untuk mengajari pegawai baru.

13. Inisiatif (Inisiatif)
Inisiatif merupakan pemikiran untuk mempermudah dalam melakukan kegiatan di luar rencana, tetapi masih dalam pekerjaan. Sumber kekuatan suatu perusahaan adalah adanya inisiatif baik dari atasan maupun bawahan.

14. Semangat Korps (Esprit de Corps)
Setiap anggota dalam suatu organisasi hendaknya tertanam rasa kesetiaan pada kelompoknya. Hal ini penting dalam rangka menumbuhkan semangat kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan bersama.



DAFTAR ISI


  • Ekonomi : Untuk SMA/MA Kelas XII / Oleh Leni Noviani ; editor, Tri Tien Gunawati ; ilustrator, Haryana Humardani. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.