Pola Keruangan Kota - Ilmu Pengetahuan

Pola Keruangan Kota - Ilmu Pengetahuan

Master
Saturday, June 1, 2019

Pola Keruangan Kota
Pola Keruangan Kota

Pola Keruangan Kota - Ilmu Pengetahuan


Pola Keruangan Kota - Assalamualaikum, balik lagi di situs ilmu pengetahuan. Kemarin kita telah menjelaskan mengenai wilayah dan perwilayahan dalam tinjauan lingkup Bentang alamnya, terkhusus wilayah pedesaan. Adapun Pada kesempatan kali ini, seperti judul yang Sudah kita lihat semua, artikel ini akan membahas mengenai pola keruangan kota. Dan berhubung artikel ini cukup panjang, Anda bisa menyediakan snack agar membacanya lebih nikmat. Langsung saja simak uraian selengkapnya di bawah ini.


Pengertian kota, kaitannya dengan lokasi pusat kegiatan, tata ruang, sistem pengangkutan dan Perhubungan


Menurut Burkhad Hofmeister, kota adalah suatu pemusatan keruangan tempat tinggal dan tempat kerja sama manusia yang sebagian besar sumber kehidupannya terdapat pada sektor sekunder, berupa industri dan perdagangan, serta sektor tersier dalam bentuk jasa dan pelayanan masyarakat, dengan pembagian kerja yang khusus, pertumbuhan penduduknya sebagian besar disebabkan oleh tambahan kaum pendatang, serta mampu melayani segala kebutuhan barang dan jasa bagi wilayah yang memiliki letak yang jauh.

Adapun definisi kota menurut Bintarto yaitu sebuah Bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupannya yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah di sekitarnya.

Berdasarkan peraturan menteri dalam negeri Republik Indonesia nomor 4 tahun 1980, dinyatakan bahwa : pada hakikatnya nya kota mempunyai dua macam pengertian, yaitu..

a. Suatu wadah yang memiliki batasan administratif sebagaimana telah diatur dalam perundang-undangan.
b. Sebagai lingkungan kehidupan yang mempunyai ciri non agraris, misal: ibu kota kabupaten dan ibu kota kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan pusat pemukiman.


Dan menurut pasal 14 undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah ditentukan bahwa urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah untuk Kabupaten/ kota meliputi:

a. Perencanaan dan pengendalian pembangunan;
b. Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;
c. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat;
d. Penyediaan sarana dan prasarana umum;
e. Penanganan bidang kesehatan;
f. Penyelenggaraan pendidikan;
g. Penanggulangan masalah sosial;
h. Pelayanan bidang ketenagakerjaan;
i. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah;
j. Pengendalian lingkungan hidup;
k. Pelayanan pertahanan;
l. Pelayanan kependudukan dan Catatan Sipil;
m. Pelayanan administrasi penanaman modal;
n. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya
o. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.


Berdasarkan keterangan di atas, kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa ciri-ciri kota dapat dikenali dari tanda-tanda sebagai berikut:
  • Warganya memiliki pekerjaan spesialisasi khusus.
  • Mata pencaharian warganya umumnya bergerak di luar dari bidang agraris.
  • Populasi penduduk yang padat.
  • Mobilitas atau mobilisasi penduduk di wilayah kota jauh lebih cepat.
  • Banyak tempat Pemukiman yang permanen.
  • Jauh dari kata religius
  • Cara pandang masyarakat yang lebih rasional.
  • Hubungan sosial diantara masyarakat yang terbuka dan jaringan luas.
  • Tingkat Solidaritas yang minim


Kota Sebagai Pusat Kegiatan

Tidak perlu diragukan lagi, kota atau wilayah perkotaan tentunya memiliki banyak sekali fungsi di tengah-tengah masyarakat, seperti: sebagai pusat pemerintahan, pusat pendidikan, pusat hiburan, maupun sebagai fungsi-fungsi lainnya. Namun, sama seperti desa yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya, kota atau wilayah perkotaan juga tidak memiliki fungsi yang sama antara kota yang satu, dengan Kota yang lainnya. Beberapa wilayah kota ada yang berfokus adalah bidang kebudayaan saja, atau ada yang berfokus dalam bidang industri saja, dan lain-lain. Namun, tidak sedikit kota yang mampu berfokus dalam banyak sektor, seperti Kota Jakarta. Kota ini tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan Indonesia, namun juga dikenal sebagai destinasi pusat pendidikan serta pusat rekreasi atau pariwisata. Berikut dibawah ini adalah fungsi-fungsi kota yang telah kami rangkum:

  • Kota sebagai pusat produksi barang. Baik itu barang setengah jadi ataupun barang-barang jadi.
  • Kota sebagai pusat perdagangan. Maksudnya adalah sebagai pusat wilayah yang bertugas melayani daerah sekitarnya, seperti: Singapura, Hamburg, dan Rotterdam.
  • Kota sebagai pusat pemerintahan. Maksudnya adalah sebagai ibukota dari suatu negara. Seperti: Jakarta, Tokyo, dan New Delhi.
  • Kota sebagai pusat kebudayaan. Seperti: kota Yerusalem, kota Mekah ataupun kota Vatikan.
  • Kota sebagai pusat pengobatan dan rekreasi. Contohnya adalah Bali, Florida, Palm beach dan Puncak Bogor.
  • Kota yang memiliki peran atau fungsi ganda. Jika kita meninjau kembali, justru kebanyakan kota-kota besar saat ini masuk dalam kategori jenis kota yang yang memiliki peran ganda. Seperti: Tokyo, Jakarta, dan lain-lain. Di mana kota-kota besar ini, tidak hanya berfokus pada 1 bidang atau satu sektor saja. Melainkan mampu berfokus pada banyak sektor, seperti: sektor industri sektor perdagangan maritim pendidikan sekaligus sebagai pusat pemerintahan.



Sistem Tata Ruang Kota

Seorang sosiolog urban Kanada-Amerika yang lahir di Tilbury, Ontario, Ernst W. Burgess menggambarkan tata ruang kota kedalam beberapa zona lingkaran. Lihat gambar dibawah ini.

Pola Keruangan Kota
Pola Keruangan Kota


1. Zona Bisnis

Zona bisnis merupakan tempat yang menjadi pusat kegiatan. Pada zona ini, kita akan mendapati pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik dalam sebuah kota. Dimana dalam kota tersebut terdapat macam-macam bangunan seperti: toko, hotel, restoran, Gedung Kesenian, kantor pemerintahan, pusat bisnis, maskapai penerbangan, dan bank.


2. Zona Transisi

Adapun yang dimaksud zona transisi adalah zona peralihan yang umumnya ditempati oleh penduduk golongan lapisan bawah, atau mereka yang berpenghasilan rendah. Profesi penduduk yang tinggal di zona transisi biasanya seperti: pedagang kecil, buruh kasar, dan lain-lain. Biasanya, mereka yang tinggal di zona transisi memiliki rumah yang kecil padat kumuh dan keberadaannya pun terancam. Zona ini biasanya ditempati oleh imigran dari berbagai pelosok Desa ataupun tempat-tempat lain. Tidak jarang mereka yang tinggal di zona transisi ini harus digusur, sebab wilayah yang mereka tempati akan dijadikan kantor ataupun kawasan pertokoan, atau dijadikan sebagai zona bisnis.


3. Zona Para Pekerja

Wilayah zona ini adalah yang paling banyak ditempati oleh pekerja dengan tingkat ekonomi sedang. Secara umum, zona para pekerja memiliki Pemukiman yang lebih baik dibandingkan dengan zona transisi. Tentu saja Hal ini disebabkan belum adanya pengaruh dari fungsi industri di tengah-tengah zona para pekerja, karena masih terhalang oleh zona transisi. Mereka yang tinggal di zona para pekerja biasanya memiliki tingkat ekonomi yang lebih baik, dibandingkan mereka yang bermukim di zona transisi.


4. Zona Kelas Menengah

Zona kelas menengah merupakan wilayah yang dihuni oleh penduduk yang umumnya memiliki status sosial menengah. Kondisi ekonomi penduduk yang bermukim di zona ini biasanya cenderung lebih stabil dibandingkan mereka yang bermukim di zona para pekerja. Tidak hanya tingkat ekonomi, zona ini juga dapat kita kenali dari pemukimannya yang lebih teratur, fasilitas Pemukiman yang terencana dengan baik, sehingga mereka yang berada di zona kelas menengah ini dapat menikmati kenyamanan dalam bertempat tinggal. Mereka yang tinggal di zona ini biasanya berasal dari kalangan orang-orang mampu.


5. Zona Para Penglaju

Zona para penglaju merupakan kawasan atau daerah campuran antara wilayah perkotaan dengan daerah pedesaan, ataupun daerah pedesaan yang telah mengalami banyak perubahan ke arah perkotaan. Zona para penglaju umumnya berada di lokasi yang sangat strategis di wilayah dataran tinggi dan memiliki pesona keindahan alam serta udara yang sejuk. Zona ini biasanya menjadi wilayah lalu lintas orang-orang yang pergi dan pulang ke tempat pekerjaannya, baik itu menggunakan mobil pribadi bis ataupun kereta api. Zona para penglaju umumnya akan menjadi sepi pada siang hari, karena penduduknya sibuk dengan aktivitas pekerjaan yang masing-masing.


Sistem Pengangkutan dan Perhubungan kota

Jika diibaratkan, maka sistem pengangkutan dan Perhubungan adalah urat nadi dari sebuah kota. Tatkala salah satu jalur tersendat atau mengalami kendala, maka beberapa titik Pusat perkotaan akan mengalami kelumpuhan. Kondisi seperti ini sangat sering terjadi, terlebih khusus wilayah perkotaan besar seperti Jakarta. Di banyak negara berkembang, masalah kemacetan memang merupakan sebuah problem klasik, yang kian hari semakin rumit saja. Dan apabila tidak segera diatasi, masalah kemacetan tentu dapat mengganggu pergerakan roda ekonomi dari sebuah kota.


Mungkin itu saja uraian selengkapnya dari pola keruangan kota yang bisa kami hadirkan. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan para pembaca sekalian. Terima kasih.


BY : ILMU PENGETAHUAN



DAFTAR PUSTAKA

Geografi 3 - Untuk SMA dan MA Kelas XII - Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Disusun : Nurmala Dewi 
Editor : Sugeng Setyono