Penginderaan Jauh Part 3 - Ilmu Pengetahuan

Penginderaan Jauh Part 3 - Ilmu Pengetahuan

Master
Saturday, June 8, 2019

Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh

Penginderaan Jauh Part 3 - Ilmu Pengetahuan


Penginderaan Jauh - Halo para pembaca situs ilmu pengetahuan. Sebagaimana judul yang sudah kita lihat bersama, berikut ini adalah lanjutan dari artikel pengindraan jauh part 2. Untuk mempersingkat waktu kita, langsung saja simak uraian selengkapnya dibawah ini. Baca Juga : Penginderaan Jauh Part 2


Interpretasi Citra

Interpretasi Citra merupakan kegiatan mengenali objek pada citra dengan cara menganalisis. kemudian menilai atau menimbang penting atau tidaknya objek tersebut. Pengenalan objek citra ditinjau berdasarkan karakteristik tertentu yang disebut dengan unsur interpretasi citra. Ada delapan interpretasi citra, Berikut diantaranya:

1. Rona/ Warna
Rona adalah tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra. Warna adalah wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum nyata.

2. Tekstur
Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra yang dinyatakan dalam bentuk kasar, sedang, dan halus. Misalnya hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, dan semak bertekstrur halus.

3. Bentuk
Bentuk merupakan atribut yang jelas sehingga banyak objek yang dapat dikenali berdasarkan bentuknya. Seperti: jalan bentuknya memanjang sedangkan lapangan bola mempunyai bentuk lonjong

4. Ukuran
Ukuran adalah ciri objek berupa jarak, luas, tinggi lereng, dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala.

5. Pola
Pola merupakan suatu keteraturan pada suatu objek di lapangan yang tampak pada citra. Pola diklasifikasikan menjadi: teratur, kurang teratur, dan tidak teratur.

6. Situs
Situs adalah letak dari suatu objek terhadap objek lain yang berada di sekitarnya. Sebagai contoh: pemukiman pada umumnya memanjang pada pinggir tebing pantai, tanggul alam, atau sepanjang tepi jalan. Juga persawahan, banyak terdapat di daerah dataran rendah, dan sebagainya.

7. Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan detail objek yang berada di daerah gelap. Bayangan juga dapat merupakan kunci pengenalan yang penting dari beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas. Contohnya seperti: pola transmigrasi dikenali dengan rumah yang ukuran dan jaraknya seragam, masing-masing menghadap ke jalan.

8. Asosiasi
Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya. Contoh: sawah berasosiasi dengan aliran air (irigasi), pemukiman, dan sebagainya.



Alat Penginderaan Jauh

Alat Penginderaan Jauh untuk Memperoleh Citra Foto Alat yang digunakan untuk memperoleh citra foto adalah kamera. Lihat bagan sebuah kamera sederhana di bawah ini.

Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh


Jenis kamera dalam pengindraan jauh fotografik antara lain:
1. kamera kerangka untuk pemetaan,
2. kamera kerangka untuk keperluan tinjau,
3. kamera panoramik, dan
4. kamera multispektral.

  • Kamera kerangka (frame camera) adalah kamera yang perekaman tiap lembar foto dilakukan secara serentak dan bukan bagian demi bagian. Pemindahan filmnya adalah kerangka demi kerangka.
  • Kamera kerangka untuk pemetaan disebut juga kamera metrik atau kamera kartografik yang lebih menekankan pada kecermatan informasi metrik.
  • Kamera kerangka untuk keperluan tinjau dirancang untuk menyajikan gambaran objek dengan resolusi spasial yang tinggi.
  • Kamera panoramik adalah kamera yang mengindra pada bidang pandang yang relatif sempit melalui suatu celah yang sempit. Daerah yang diindra, diliputi dengan rotasi lensa kamera.


Jika dibandingkan dengan kamera kerangka, kamera panoramik mengalokasikan citra daerah yang lebih luas, tetapi tidak memiliki ketelitian yang tinggi seperti citra kamera kerangka.

  • Kamera strip bekerja tanpa penutup lensa (shutter). Pada saat pemotretan, sinar masuk ke kamera melalui celah sempit yang dibuat melintang terhadap arah jalur penerbangan. Film digerakkan dengan kecepatan seimbang terhadap gerak relatif antara objekdan pesawat terbang.
  • Kamera multispektral berupa kamera yang diarahkan ke satu titik fokus (multikamera) atau satu kamera dengan beberapa lensa (kamera multilensa). Pada setiap pemotretan dapat dihasilkan 3 hingga 12 foto.


Pada dasarnya, kamera terdiri dari tiga bagian, yaitu kelompok kerucut lensa, tubuh kamera, dan magasen. Di dalam kerucut lensa terdapat lensa, filter, diafragma, dan penutup lensa. Pada tubuh kamera terdapat mekanisme penggerak film, perataan film pada saat pemotretan, dan penggerak penutup lensa. Pada magasen terdapat gulungan film dan penarik film.

Bagian yang lain dari pemotretan adalah film. Film dapat dibagi atas film ultraviolet, film ortokromatik, film pankromatik, dan film inframerah.

Bagian penting lainnya adalah filter, yaitu pengatur sinar yang masuk ke kamera. Jenis filter ini di antaranya berupa filter penyerap, filter penahan gelombang pendek, filter penerus saluran sempit, filter penyaring gangguan atmosfer, filter anti ketidakseragaman, dan filter untuk kompensasi warna bagi film berwarna.

Hasil dari pengindraan jauh fotografik berupa foto udara dan foto satelit. Foto udara pada umumnya dibuat dengan menggunakan pesawat terbang sebagai wahananya, atau balon yang dapat mencapai ketinggian hingga 35 km (balon stratosfer). Foto satelit dibuat dengan menggunakan satelit sebagai wahananya.

Landsat, SPOT-1, dan ERS-1 merupakan satelit yang cukup handal, yang didesain sebagai satelit yang multifungsi. Khususnya ERS-1, membawa lima sensor yang cukup canggih. Sensor yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh



1. Active Microwave Instrument (AMI)
AMI mampu menghasilkan citra (gambar rekaman suatu objek) dataran dan lautan, dapat pula menentukan arah gelombang samudra, serta mengukur arah dan kecepatan angin.

2. Radar Altimeter (RA)
Jenis sensor ini mampu mengukur tinggi muka laut, tinggi gelombang, dan topografi bawah laut. Radar adalah Radio Detection and Ranging.

3. Along Track Scanning Radiometer and Microwave Sounder (ATRS)
ATRS merupakan gabungan antara sensor inframerah dan gelombang mikro yang fungsinya untuk mengukur temperatur permukaan laut, mengukur temperatur tebal tutupan awan, serta mengukur kelembapan awan.

4. Precise Range and Range-Rate Equipment (PRARE)
PRARE dapat menentukan posisi satelit paling tepat terhadap lokasi stasiun di muka bumi.

5. Laser Retro-Reflector (LRR)
LRR digunakan untuk menentukan posisi satelit yang tepat beserta orbitnya dengan lokasi di bumi melalui stasiun-stasiun laser.

Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh



Kemudian, yang dimaksud dengan objek dalam pengertian pengindraan jauh di atas ialah dapat berupa permukaan bumi, dirgantara, antariksa. Pengindraannya dilakukan dari jarak jauh. Dengan demikian, disebutlah sistem pengindraan itu sebagai pengindraan jauh. Karena sensor yang dipasang jauh dari objek yang akan diindra, maka diperlukan tenaga yang dipancarkan atau dipantulkan oleh objek itu. Antara tenaga dan objek terjadi interaksi. 

1. air banyak menyerap sinar, dan sedikit memantulkan sinar,
2. batuan kapur salju sedikit menyerap sinar, tetapi banyak memantulkan sinar.


Daftar Pustaka

Geografi 3 - Untuk SMA dan MA Kelas XII - Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Disusun : Nurmala Dewi
Editor : Sugeng Setyono

By : Ilmu Pengetahuan