Penginderaan Jauh Part 2 – Ilmu Pengetahuan

Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh

Penginderaan Jauh – Halo semua, kembali lagi di situs ilmu pengetahuan. Pada kesempatan kali ini, seperti yang sudah kita janjikan kemarin, kita akan melanjutkan pembahasan mengenai penginderaan jauh. Dan untuk mempersingkat waktu langsung saja simak uraian selengkapnya di bawah ini. Baca Juga : Penginderaan Jauh Part 1

Penginderaan Jauh Part 2 – Ilmu Pengetahuan

Citra

Dalam proses penginderaan jauh, alat sensor akan merekam tenaga yang dipantulkan atau dipancarkan oleh objek ke wilayah permukaan bumi. Hasil rekaman dari alat sensor tersebut pun kemudian diolah menjadi sebuah data penginderaan jauh. Data yang dihasilkan tersebut pun terbagi menjadi dua jenis. Sebagai berikut:

1. Data digital atau data numerik untuk dianalisis dengan menggunakan komputer.
2. Data visual yang dianalisis secara manual. Jenis data visual ini pun terbagi menjadi dua, yaitu : data Citra dan data non Citra.

Adapun yang dimaksud dengan data Citra ialah data berupa gambaran yang memiliki bentuk mirip dengan wujud aslinya, atau sekurang-kurangnya berupa gambaran planimetrik. Sedangkan yang dimaksud dengan data non citra adalah data yang yang berbentuk atau berupa garis atau grafik. Citra dalam penginderaan jauh terbagi menjadi dua bagian: yaitu citra foto atau dikenal dengan  foto udara, dan Citra non foto. Lihat tabel di bawah ini untuk membedakan antara keduanya.

Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh

1. Citra Foto

Citra Foto adalah gambaran suatu gejala di permukaan bumi sebagai hasil pemotretan dengan menggunakan kamera. Kamera yang dipasang pada wahana seperti balon udara, pesawat, atau layang-layang maka hasil pemotretannya disebut foto udara, sedangkan kamera yang dipasang dengan menggunakan wahana satelit hasil pemotretannya disebut foto satelit. Citra foto dapat dibedakan atas beberapa dasar, yaitu 

1) Spektrum elektromagnetik yang digunakan,
2) sumbu kamera,
3) sudut liputan kamera,
4) jenis kamera,
5) warna yang digunakan,
6) sistem wahana dan pengindraannya

a. Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan

Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra foto dibedakan menjadi lima jenis yaitu sebagai berikut.

1) Foto ultraviolet, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum ultraviolet dekat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer.

2) Foto ortokromatik, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum tampak dari saluran biru hingga sebagian hijau (0,4 – 0,56 mikrometer).

3) Foto pankromatik, yaitu foto yang menggunakan seluruh spektrum tampak.

4) Foto infra merah asli, yaitu foto yang dibuat dengan menggunakan spektrum infra merah dekat hingga panjang gelombang 0,9-1,2 mikrometer yang dibuat secara khusus.

5) Foto infra merah modifikasi, yaitu foto yang dibuat dengan infra merah dekat dan sebagian spektrum tampak pada saluran merah dan sebagian saluran hijau.

b. Posisi sumbu kamera, yaitu arah sumbu kamera ke permukaan bumi.

1) Foto vertikal, yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap permukaan bumi.

2) Foto condong atau foto miring, yaitu foto yang dibuat dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi. Sudut ini umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar. Tapi bila sudut condongnya masih berkisar antara 1-4 derajat, foto yang dihasikan masih digolongkan sebagai foto vertikal. Foto condong masih dibedakan lagi menjadi:

a) foto sangat condong (high oblique photograph), yaitu apabila pada foto tampak cakrawalanya,
b) foto agak condong (low oblique photograph), yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada foto.

c. Sudut Liputan Kamera

Ditinjau dari sudut liputan kamera, citra foto dibedakan menjadi empat jenis. Lihat tabel dibawah ini.

Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh

d. Jenis Kamera

Ditinjau dari jenis kamera yang digunakan, citra foto bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu citra foto tunggal dan citra foto jamak:


1) Foto tunggal, ialah foto yang dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto hanya tergambar oleh satu lembar foto.

2) Foto jamak, ialah beberapa foto yang dibuat pada saat yang sama dan menggambarkan daerah liputan yang sama. Foto jamak dapat dibuat dengan tiga cara, yaitu dengan :
a) multi kamera atau beberapa kamera yang masing-masing diarahkan ke satu sasaran,
b) kamera multi lensa atau satu kamera dengan beberapa lensa,
c) kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna.

Lebih spesifik lagi, foto jamak dibedakan menjadi 2 jenis. yaitu:

a) Foto multispektral yaitu beberapa foto daerah sama yang dibuat dengan saluran yang berbeda-beda, atau satu kamera dengan beberapa lensa, masing-masing lensa menggunakan band (saluran) yang berbeda yaitu biru, hijau, merah, serta infra merah pantulan.
b) Foto dengan kamera ganda; yaitu dengan menggunakan kamera ganda. Pada setiap pemotretan dihasilkan dua foto yang berbeda.

e. Warna yang Digunakan

Berdasarkan warna yang digunakan, foto berwarna dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1) Foto berwarna semu (false color) atau foto infra merah berwarna. Pada foto berwarna semu, warna objek tidak sama dengan warna foto. Misalnya objek seperti vegetasi yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spektrum infra merah, tampak merah pada foto.

2) Foto warna asli (true color), yaitu foto pankromatik berwarna.

f. Sistem Wahana

Berdasarkan wahana, citra foto terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1) Foto udara yaitu foto yang dibuat dari pesawat atau balon udara.
2) Foto satelit atau foto orbital, yaitu foto yang dibuat dari satelit.

2. Citra Nonfoto

Citra nonfoto yaitu gambar atau citra mengenai suatu objek yang dihasilkan dari alat sensor dengan cara scanning, bukan dengan kamera. Hasil dari citra nonfoto dibedakan berdasarkan 3 aspek sebagai berikut:

a. spektrum elektromagnetik yang digunakan
b. sensor yang digunakan
c. wahana yang digunakan

a. Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan
Berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan, citra nonfoto dibedakan menjadi 2 jenis yaitu sebagai berikut.

1) Citra infra merah thermal, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum infra merah termal. Pengindraan pada spektrum ini berdasarkan pada beda suhu objek dan daya pancarnya pada citra tecermin dengan beda rona atau beda warnanya.
2) Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan spektrum gelombang mikro. Citra radar merupakan hasil pengindraan dengan sistem aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan, sedangkan citra gelombang mikro dihasilkan dengan sistem pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga alamiah.

b. Sensor yang Digunakan 
1) Citra tunggal, yakni citra yang dibuat dengan sensor tunggal.

2) Citra multispektral, yakni citra yang dibuat dengan sensor jamak. Berbeda dengan citra tunggal yang dibuat dengan saluran sempit, citra multispektral salurannya sempit.

c. Wahana yang Digunakan 

1) Citra dirgantara, adalah citra yang dibuat dengan menggunakan wahana yang beroperasi di udara atau dirgantara.
2) Citra satelit, adalah citra yang dihasikan dengan menggunakan wahana yang bergerak di ruang angkasa seperti satelit.

Mungkin itu saja uraian kita kali ini mengenai penginderaan jauh dalam lingkup citra. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan para pembaca. Terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa share artikel ini keteman teman kalian bila dirasa artikel ini bermanfaat. Bye~

By : Ilmu Pengetahuan



DAFTAR PUSTAKA 

Geografi 3 – Untuk SMA dan MA Kelas XII – Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Disusun : Nurmala Dewi
Editor : Sugeng Setyono