Jenis Jenis Laporan Keuangan

Jenis Jenis Laporan Keuangan

Master
Monday, June 24, 2019

Jenis Jenis Laporan Keuangan
Jenis Jenis Laporan Keuangan

Jenis Jenis Laporan Keuangan

1. Laporan laba rugi (Income Statement)
2. Laporan perubahan ekuitas (Owner’s Equity Statement)
3. Neraca (Balance Sheet)
4. Laporan arus kas (Statement of Cash Flows)
5. Catatan atas laporan keuangan (Notes of Financial Statement)

Baca Juga : Konsep Manajemen

1. Laporan laba rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang melaporkan mengenai aktivitas operasional perusahaan dengan memperhitungkan pendapatan dan beban- beban selama satu periode yang kemudian dapat ditentukan laba atau rugi. Laporan keuangan dari neraca lajur dapat disusun dari data kolom ke 7 dan kolom ke 8 yang dibuat dalam bentuk laporan.

Ada dua pendekatan dalam mencatat dan menggolongkan serta mengikhtisarkan transaksi-transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Pendekatan itu adalah dasar tunai (cash basis) dan dasar waktu (accrual basis).

Akuntansi dengan dasar tunai adalah suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban saat mengeluarkan uang tunai. Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil karena metode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rugi pada periode tertentu.

Sedangkan akuntansi dengan dasar waktu adalah suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai.

Metode ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu. Dalam buku ini pembahasan ditekankan pada metode dasar waktu (accrual basis). Dalam menyusun laporan laba rugi, terdapat tiga akun yang perlu dipahami dengan jelas yaitu:

a. Pendapatan
Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa (reguler) dan dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, deviden, royalti dan sewa.

b. Beban
Beban adalah pengorbanan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa (reguler), seperti beban pokok penjualan, beban gaji, beban sewa, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi, beban pajak, beban kerugian piutang, beban perlengkapan.

c. Laba atau Rugi
Laba terjadi jika pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi, sebaliknya rugi terjadi jika pendapatan lebih kecil dari pada beban-beban yang terjadi. Akun-akun yang ada dalam laporan laba rugi (biasanya disebut dengan akun nominal) untuk perusahaan jasa meliputi pendapatan atau penghasilan, beban operasi, laba operasi, pendapatan lain-lain, beban lain-lain, laba bersih, pajak penghasilan, laba bersih setelah pajak.

Pendapatan adalah hasil dari pemberian jasa yang diberikan kepada pelanggan yang merupakan mata usaha pokok dan normal perusahaan. Misalnya untuk perusahaan konsultan, maka pendapatannya berassal dari fee yang diberikan oleh pelanggan, pendapatan Salon Kecantikan adalah ongkos pelayanan salon kepada pelanggannya, pendapatan rental komputer adalah sewa komputer yang dibayar oleh pelanggan.

Beban Operasi adalah semua beban yang dikeluarkan atau terjadi dalam hubungannya dengan aktifitas operasi perusahaan. Misalnya beban telepon, beban listrik dan telepon, beban rapat, beban suplies, beban penyusutan dan sebagainya.

Laba operasi merupakan selisih antara pendapatan dan beban operasi, sedangkan pendapatan dan beban lain-lain merupakan pendapatan di luar pendapatan pokok perusahaan, seperti pendapatan bunga. Beban lain-lain adalah beban yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasi pokok perusahaan, seperti rugi penjualan aset tetap dan beban bunga.

Laba bersih sebelum pajak merupakan hasil pengurangan laba operasi dengan pendapatan dan beban lain-lain di luar operasi dan laba bersih setelah pajak yaitu pendapatan bersih perusahaan baik yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan maupun non operasional, setelah dikurangi pajak penghasilan. Bila hasilnya positif dapat menambah modal pemilik, apabila hasilnya negatif maka disebut dengan rugi bersih yang akan mengurangi modal pemilik.


2. Laporan Perubahan Ekuitas

Yaitu laporan keuangan yang menunjukan perubahan ekuitas selama satu periode. Laporan ekuitas terdiri dari saldo awal modal pada neraca saldo setelah disesuaikan di tambah laba bersih selama satu periode dikurangi dengan pengambilan prive. Komponen laporan perubahan ekuitas adalah:

a. Modal awal
Diperoleh dari investasi awal ataupun penambahan investasi.

b. Laba atau rugi
Laba perusahaan akan menambah modal perusahaan, sedangkan rugi akan mengurangi modal perusahaan.

c. Penarikan (prive)
Apabila sebagian laba diambil oleh pemilik untuk kepentingannya sendiri di luar kepentingan perusahaan, maka kejadian ini akan mengurangi modal pemilik. Jika bentuk perusahaan adalah perseorangan atau firma maka penarikan disebut Prive dan jika berbentuk perseroan (PT) penarikan disebut Dividen. Apabila laba lebih besar dari pada penarikan maka akan ada kenaikan modal, sebaliknya jika laba lebih kecil dari penarikan maka akan terjadi penurunan modal.

d. Modal akhir
Modal akhir adalah saldo modal awal ditambah laba rugi dikurangi penarikan.


3. Neraca

Yaitu laporan keuangan yang menunjukan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada periode tertentu. Neraca merupakan perluasan dari persamaan dasar akuntansi. Data untuk menyusun laporan neraca diambil dari neraca lajur kolom ke 11 dan ke 12.

Isi dari neraca secara garis besar adalah sebagai berikut:
a. Kelompok Aset, yang terdiri dari:
  • Aset Lancar.
  • Investasi jangka panjang.
  • Aset tetap
  • Aset yang tidak berwujud.
  • Aset lain-lain


b. Kewajiban
  • Kewajiban lancar
  • Kewajiban jangka panjang
  • Kewajiban lain-lain


c. Ekuitas
  • Modal saham
  • Agio/Disagio saham
  • Cadangan-cadangan
  • Saldo laba


Aset adalah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan akan memberi manfaat di masa yang akan datang. Aset terdiri dari:

a. Aset Lancar (Current Assets)
Aset lancar adalah uang tunai dan saldo rekening giro di bank serta kekayaan-kekayaan lain yang dapat diharapkan bisa dicairkan menjadi uang tunai atau rekening giro bank, atau dijual maupun dipakai habis dalam operasi perusahaan, dalam jangka pendek. Yang dimaksud jangka pendek di sini adalah satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, dipilih mana yang lebih panjang.
Yang termasuk aset lancar adalah:
  • Kas, yaitu saldo uang tunai pada tanggal neraca.
  • Bank, yaitu saldo rekening giro di bank pada tanggal neraca.
  • Surat berharga jangka pendek 
  • Piutang
  • Persediaan, yaitu barang berwujud yang tersedia untuk dijual, diproduksi atau masih dalam proses.
  • Beban yang dibayar di muka.


b. Investasi jangka panjang (Long-term Investments)
Kelompok ini terdiri dari aset berjangka panjang (tidak utuk dicairkan dalam waktu satu tahun atau kurang) yang diinvestasikan bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan. Yang termasuk kelompok investasi jangka panjang antara lain:
  • penyertaan pada perusahaan dalam bentuk saham, obligasi atau surat berharga lainnya.
  • dana untuk tujuan-tujuan khusus, seperti dana untuk pelunasan hutang jangka panjang.
  • tanah yang tidak dipakai untuk lokasi usaha.


c. Aset Tetap (Fixed Assets)
Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan untuk operasi normal perusahaan, mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal, dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan. Yang tergolong aset ini adalah:
  • tanah untuk lokasi usaha
  • gedung
  • mesin-mesin dan peralatan produksi
  • peralatan kantor
  • kendaraan.


d. Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
Aset tak berwujud terdiri dari hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Contohnya adalah hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang atau logo dan goodwill.

e. Aset Lain-lain (Other Assets)
Aset ini digunakan untuk menampung aset yang tidak bisa digolongkan sebagai aset lancar , investasi jangka panjang, aset tetap dan aset tetap tak berwujud. Contoh dari kategori ini adalah mesin yang tidak dipakai dalam operasi.

Kewajiban dapat digolongkan menjadi:
a. Kewajiban lancar (Current Liabilities)
Kewajiban lancar meliputi kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka pendek atau jangka satu tahun atau jangka satu siklus operasi normal perusahaan.
Yang tergolong kewajiban lancar adalah:
  • hutang usaha
  • beban yang masih harus dibayar
  • pendapatan yang diterima di muka
  • utang pajak
  • utang bunga


b. Kewajiban Jangka Panjang (Long-term Debts)
Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang jatuh temponya melebihi satu periode akuntansi atau lebih dari satu tahun. Yang termasuk utang jangka panjang adalah:
1. utang hipotik
2. utang obligasi

c. Kewajiban Lain-lain (Other Liabilities)
Kewajiban lain-lain adalah kewajiban yang tidak bisa digolongkan ke kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.

Ekuitas menunjukkan hak milik para pemilik aset perusahaan yang diukur atau ditentukan besarnya dengan menghitung selisih antara aset dan kewajiban.


4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas menunjukan sumber dan penggunaan kas selama satu periode sehingga saldo kas nampak seperti di neraca, laporan arus kas membutuhkan data/informasi dari neraca periode sebelumnya dan periode yang bersangkutan dan laporan laba rugi pada periode yang kebersangkutan.


5. Catatan atas Laporan Keuangan

Yaitu laporan keuangan yang menunjukkan penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam dalam neraca, laporan laba rugi, laporan erubahan equitas dan laporan arus kas serta informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar, seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen.


DAFTAR PUSTAKA

  • Konsep Dasar Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Jilid 1 untuk  SMK /oleh  Umi Muawanah, Fahmi Poernawati Jakarta : Direktorat   Pembinaan   Sekolah   Menengah   Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.