Wilayah dan Perwilayahan Part 3 - Ilmu Pengetahuan

Wilayah dan Perwilayahan Part 3 - Ilmu Pengetahuan

Master
Wednesday, May 29, 2019

Wilayah dan Perwilayahan
Wilayah dan Perwilayahan

Wilayah dan Perwilayahan Part 3 - Ilmu Pengetahuan


Wilayah dan Perwilayahan - Halo sobat, balik lagi di situs ilmu pengetahuan. Kali ini kita akan melanjutkan pembahasan ketiga mengenai wilayah dan perwilayahan. Sebelumnya kita telah menjelaskan bahwa salah satu unsur penting yang membangun sebuah wilayah adalah potensi asli dari desa itu sendiri. Karena tanpa dukungan ataupun peran potensi yang dimiliki pedesaan, kecil kemungkinan wilayah perkotaan akan maju seperti sekarang ini. Pada kesempatan kali ini, yang akan menjadi fokus pembahasan kita adalah mengenai kaitan pola persebaran dan pemukiman Desa dalam lingkup bentang alam. Baca Juga : Wilayah dan Perwilayahan Part 2

Pola Persebaran dan Pemukiman Desa Dalam Lingkup Bentang Alam

Secara umum, pola persebaran atau pemukiman penduduk desa dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu : pola menyusur, pola linear dan pola konsentris.


1. Pola Menyusur

Pola Desa menyusur umumnya bisa kita jumpai di daerah pesisir pantai. Bentuk persebaran atau perluasan kawasan Desa dengan pola seperti ini, biasanya cenderung memanjang dan mengikuti arah garis pantai.


2. Pola Linear

Pemukiman desa yang berbentuk pola linear biasanya bisa kita jumpai di daerah aliran sungai, ataupun di kawasan yang dilalui oleh Jalan Raya. Pemukiman dengan pola linear biasanya bisa kita Tandai dari susunan rumah penduduk yang berderet, memanjang dan mengikuti bentuk alur sungai ataupun jalan Raya. Penerapan bentuk pemukiman semacam ini sangat bermanfaat untuk memudahkan penduduk dalam melakukan aktivitas. Baik itu bepergian saat ada keperluan, hingga mempermudah transportasi saat melakukan perdagangan ( distribusi barang).


3. Pola Konsentris

Yang ketiga adalah pola Desa konsentris. Bentuk pola Desa semacam ini umumnya dapat kita temui di wilayah pegunungan ataupun di kawasan dataran rendah. Beberapa kemungkinan yang mengakibatkan terbentuknya pola Desa konsentris antara lain seperti: berasal dari keturunan yang sama, atau terlibat kerjasama ataupun kebutuhan terhadap fasilitas-fasilitas umum di sebuah tempat, seperti mata air danau ataupun fasilitas lainnya.


Wilayah dan Perwilayah Part 3

Bila kita telaah lebih lanjut, kita akan mendapati kebanyakan pola lokasi Desa umumnya berbentuk konsentris. Dan umumnya, Kantor Kepala Desa menjadi pusatnya. Di pulau Jawa, bentuk pengaturan desa pada umumnya memiliki pola yang hampir sama. Di mana pusat pemerintahan desa biasanya terletak di tengah-tengah desa tersebut. Tidak hanya Kantor Kepala Desa, biasanya di tengah-tengah desa dengan pola konsentris terdapat lumbung padi, pekuburan desa, tempat pemandian umum, pasar, masjid, gardu-gardu dan sekolah. Tidak jarang pula kita temui di bagian tengah desa tersebut sebuah lapangan khusus untuk mengembala ternak. Adapun di sisi luar desa, biasanya berupa persawahan atau perladangan, atau juga bisa kawasan perhutanan.

Desa yang sudah maju, biasanya memiliki tata ruang desa yang rapi dan asri, serta dilengkapi deretan rumah dan pepohonan di Sisi kanan kiri jalan. Masing-masing rumah biasanya memiliki pekarangan yang cukup luas. Sehingga tidak aneh, Bila jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya cenderung tidak rapat dan terlihat jarang-jarang. Di sebagian wilayah di Indonesia, juga terdapat desa-desa atau pemukiman penduduk yang berada di atas permukaan air sungai. Penduduk yang tinggal di desa dengan pola seperti ini biasanya membangun rumah tempat tinggalnya diatas rakit-rakit. Desa dengan pola seperti ini bisa kita jumpai di di wilayah Kalimantan, seperti : kawasan Sungai Barito, Sungai Kapuas dan sungai Mahakam

Mungkin itu saja kali ini pembahasan kita mengenai wilayah dan perwilayahan part 3 terkait pola persebaran desa / pemukiman. Selanjutnya kita akan menjelaskan terkait wilayah dan perwilayahan dalam lingkup bentang alam. Semoga bermanfaat.


By : ILMU PENGETAHUAN



DAFTAR PUSTAKA 

Geografi 3 - Untuk SMA dan MA Kelas XII - Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Disusun : Nurmala Dewi 
Editor : Sugeng Setyono