Metamorfosis Pada Belalang Dan Penjelasannya

 

Metamorfosis Pada Belalang
Metamorfosis Pada Belalang

Metamorfosis Pada Belalang Dan Penjelasannya

Metamorfosis Pada Belalang – Para pembaca dimana pun anda berada, kembali lagi di situs ilmu pengetahuan.id. Sebagaimana judul yang tertera diatas, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah tema yang tidak jauh dari dunia serangga. Kita akan membahas mengenai  metamorfosis pada belalang berikut dengan penjelasannya. Dan untuk menghemat waktu, langsung saja kita simak bersama penjelasan selengkapnya dibawah ini. Baca Juga : Penjelasan Metamorfosis Ayam

 

Definisi Metamorfosis

Sebelum kita lanjut kepada pembahasan yang lebih mendalam, tentu alangkah baiknya jika kita memahami terlebih dahulu apa makna dari metamorfosis itu sendiri. Berikut dibawah ini adalah penjelasan singkat mengenai arti dari kata metamorfosis.

Metamorfosis memiliki makna yaitu suatu proses perkembangan atau pertumbuhan yang melibatkan perubahan biologis pada penampilan fisik seekor hewan, termasuk di dalamnya struktur setelah lahir maupun kondisi fisik setelah menetas. Terjadinya perubahan fisik atau metamorfosis tersebut adalah disebabkan pertumbuhan sel dan diferensiasi sel secara radikal di dalam tubuh hewan tersebut.

 

JENIS METAMORFOSIS TERBAGI MENJADI DUA :

Metamorfosis Pada Belalang
Metamorfosis Pada Belalang

1. Metamorfosis Tidak Lengkap

Metamorfosis tidak lengkap adalah jenis metamorfosis yang melalui tahapan (fase) telur yang menetas menjadi nimfa, lalu tumbuh dan berevolusi menjadi imago (bentuk dewasa).

Catatan : Nimfa merupakan bentuk hewan muda yang nyaris mirip dengan bentuk hewan dewasa. Hanya saja, ukuran nimfa biasanya lebih kecil jika dibandingkan dengan imago. Nimfa akan mengalami perubahan kulit, setelah melakukan proses molting. Dan setiap melalui proses molting (pergantian kulit), struktur fisiknya akan semakin terlihat lebih mirip dengan bentuk hewan dewasa yang sempurna. Adapun contoh-contoh hewan yang melewati proses atau fase metamorfosis ini, yaitu: jangkrik, belalang. Jenis metamorfosis ini juga biasa disebut dengan Hemimetabola.

2. Metamorfosis Lengkap

Metamorfosis Lengkap adalah jenis metamorfosis perkembangan makhluk hidup, yang secara umum akan melalui tahapan telur – larva – pupa – imago (bentuk dewasa). Telur yang menetas akan berubah bentuk menjadi larva, lalu larva akan berubah bentuk menjadi kepompong dan kemudian kepompong akan berubah menjadi imago (bentuk dewasa). Adapun contoh hewan yang melalui fase metamorfosis lengkap: kupu-kupu. Jenis metamorfosis ini juga dikenal dengan sebutan Holometabola.

 

TAHAPAN, FASE ATAU SIKLUS METAMORFOSIS PADA BELALANG

Fase Awal

Telur : Induk atau Belalang betina, akan meletakkan telur yang dibuahi di dalam bentuk polongan telur dan jumlahnya biasanya lebih dari sepuluh, baik itu di pasir atau pun di antara serasah daun. Setiap polongan telur biasanya terdiri dari 10-300 telur yang berbentuk seperti butir nasi (estimasi). Setelah itu, telur pun akan menetas dan berubah menjadi nimfa. Dan ajaibnya, telur-telur ini bisa tertidur selama musim gugur atau pun musim dingin, sekitar hampir sepuluh bulan, bila pada fase ini terjadi di negara empat musim.

Fase Kedua

Nimfa : Setelah melalui fase awal dan menetas, nimfa muda atau nimfa instar pertama akan mulai mengkonsumsi dedaunan atau tanaman lunak yang segar. Seperti yang telah kita sampaikan diatas, nimfa adalah fase awal dari bentuk dewasa, dan hewan yang masih berada dalam tahapan nimfa, umumnya akan memiliki warna yang lebih ringan dan tidak memiliki sayap. Nimfa (dalam hal ini belalang) akan mengalami 5 hingga 6 kali proses molting (ganti kulit) dan berubah bentuk serta struktur tubuhnya, sebelum masuk kedalam tahapan dewasa.

Dalam fase ini (nimfa), proses bisa berlangsung sekitar 5 sampai 10 hari. Sedangkan kecepatan / waktu berevolusi sangat tergantung dari spesies dan kondisi cuaca sekitar, terutama suhu dan kelembaban udara. Ketika nimfa meranggas, ukuran tubuhnya akan bertambah besar dan bantalan sayap pun juga ikut semakin berkembang disekitar bagian dada.

Fase Ketiga / Akhir

Dewasa : Setelah 25-30 hari, sayap dari hewan yang melalui fase ini akan berkembang sepenuhnya dan bentuk nimfa mini akan berubah menjadi bentuk belalang dewasa. Jadi, rentang waktu awal mula peletakan telur hingga belalang berubah menjadi bentuk dewasa, membutuhkan waktu yang sangat bervariasi, tergantung dari waktu kapan belalang tersebut bertelur. Adapun rentang waktu atau periode paling lama adalah sekitar 10 sampai 11 bulan. Belalang yang telah mencapai fase dewasa, akan memperoleh kematangan seksual dalam waktu 15 hari dan akan bertahan dalam rentang waktu sekitar 30 hari.

Usia atau jangka hidup belalang biasanya dapat bertahan sekitar 12 bulan. Dan penelitian telah membuktikan bahwa tingkat kelangsungan hidup nimfa setelah menetas, hanya berkisar 50%. Hal ini disebabkan, banyak belalang yang berada dalam tahapan nimfa dimakan oleh predator seperti burung, tikus dan kadal. Mungkin itu saja penjelasan singkat kita seputar metamorfosis pada belalang. Semoga menjawab kebutuhan informasi dan data yang anda butuhkan. Share artikel ini ke teman teman anda, sebagai bentuk dukungan dalam membangun masyarakat Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

 

Penutup Materi “Metamorfosis Pada Belalang”

Demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai Metamorfosis Pada Belalang. Semoga dapat bermanfaat dan membantu para pelajar dimanapun berada. Tetap semangat belajar, raih cita-cita mulia, dan taklukan dunia dengan ilmu pengetahuan!

Share artikel ini di sosial media sebagai bentuk dukungan kepada situs ini agar berkembang lebih baik lagi.

Author : Mantan Guru SDIT Alhanif Cilegon dan Madrasah Ibtidaiyah Jamilurrahman Assalafy Yogyakarta

Partner : Contoh-Contoh.Com