Contoh Tenaga Eksogen - Ilmu Pengetahuan

Contoh Tenaga Eksogen - Ilmu Pengetahuan

Master
Tuesday, May 14, 2019

Contoh Tenaga Eksogen
Contoh Tenaga Eksogen


Proses alam eksogen - ilmu pengetahuan

Contoh Tenaga Eksogen - Balik lagi dengan situs ilmu pengetahuan. Pada kesempatan kali ini seperti judul yang sudah kita lihat bersama, kita akan membahas mengenai topik proses alam eksogen dan penjelasan singkatnya. Yang diharapkan, dengan adanya penjelasan ini dapat memberi sedikit pencerahan serta pemahaman mengenai Apa itu proses alam eksogen. Untuk mempersingkat waktu kita, Mari langsung saja simak penjelasan dari situs ilmu pengetahuan di bawah ini. Baca Juga : Gurun Pasir Terluas Di Dunia


Proses Alam Eksogen

Tenaga eksogen adalah suatu energi atau tenaga yang berasal dari luar bumi dan memiliki pengaruh terhadap perubahan bentuk muka bumi. Dan yang paling umum terjadi adalah tenaga eksogen akan menyebabkan perubahan relief pada permukaan bumi. Adapun perubahan bentuk muka bumi sendiri, dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, baik itu secara mekanis, biologis, serta proses kimiawi. Adapun contoh tenaga eksogen, seperti : pelapukan, erosi, gerak massa batuan, serta sedimentasi yang mampu merusak bentuk muka bumi.

A. Pelapukan

Mungkin diantara kita ada yang pernah melihat, sebuah batu besar yang terus-menerus terkena cuaca panas dan hujan secara berselang-seling, sehingga proses tersebut mengakibatkan bebatuan tersebut berubah menjadi lapuk. Perlu diketahui, Pelapukan adalah sebuah proses hancurnya bebatuan dari yang semula memiliki ukuran yang besar, berubah menjadi bebatuan yang kecil. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan antara lain: iklim, vegetasi, dan topografi. Bila dirinci lebih dalam lagi, proses pelapukan ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Pelapukan Mekanik
2. Pelapukan Kimiawi
3. Pelapukan Biologis


Adapun penjelasan mengenai tiga jenis pelapukan di atas, sebagai berikut:

1. Pelapukan Mekanik

Saat sinar matahari mengenai permukaan bebatuan, maka ketika itu volume bebatuan akan mengembang. Dan pada saat malam hari atau ketika bebatuan terkena hujan, suhu dari bebatuan tersebut pun akan menurun Sehingga mengakibatkan volume bebatuan menjadi mengecil. Apabila hal ini ini terjadi secara terus menerus, maka bisa dipastikan bebatuan tersebut akan mengalami peretakan sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya, bebatuan tersebut akan hancur dengan sendirinya. Proses atau peristiwa hancurnya serta terlepasnya material dari bebatuan induk, tanpa mengalami perubahan unsur kimia yang terkandung di dalamnya, adalah bentuk dari Pelapukan mekanik.

2. Pelapukan Kimiawi

Sedikit berbeda dengan jenis Pelapukan mekanik, pelapukan kimiawi merupakan suatu peristiwa hancurnya dan terlepasnya material dari bebatuan induk, dan diikuti dengan perubahan unsur kimia yang terkandung di dalamnya. Proses perubahan unsur kimia pada bebatuan ini dapat terjadi, saat kandungan mineral yang terdapat pada bebatuan bereaksi dengan unsur kimia yang berasal dari luar. Contoh unsur kimia yang berasal dari luar adalah oksigen dan air. Jenis pelapukan kimiawi umumnya terjadi di sekitar wilayah tropis dengan bebatuan kapur. Adapun contoh jenis pelapukan kimiawi adalah stalagmit dan stalaktit.

Contoh Tenaga Eksogen


3. Pelapukan Biologis

Mungkin diantara kita pernah melihat tembok atau bebatuan lembab yang ditumbuhi lumut, atau   mungkin kita pernah melihat sebuah tembok atau batu yang berlubang disebabkan oleh semut. Proses tumbuhnya lumut pada batu yang lembab atau bebatuan yang berlubang karena semut adalah bentuk dari pelapukan biologis, atau juga dikenal dengan sebutan pelapukan organik. Pelapukan biologis  adalah peristiwa hancurnya serta terlepasnya material dari bebatuan induk, yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup, seperti: hewan manusia dan vegetasi atau tumbuhan. Jenis pelapukan ini biasanya diikuti dengan perubahan unsur kimia yang terkandung pada bebatuan tersebut.


B. Erosi

Bebatuan yang telah mengalami pelapukan, sedikit demi sedikit akan terkikis dan dipindahkan ke tempat lain oleh tenaga eksogen. Peristiwa atau proses dari pengikisan, serta pengangkutan material dari hasil pelapukan tersebut disebut dengan erosi. Ditinjau dari bentuknya, erosi dapat terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Erosi percik : jenis erosi ini terjadi disebabkan terlepas dan terlemparnya partikel tanah akibat dari hantaman butiran hujan secara langsung.
2. Erosi tebing
3. Erosi parit
4. Erosi permukaan
5. Erosi alur

A. Erosi Air

Jenis erosi air terjadi, disebabkan oleh aliran air yang berasal dari hujan dan menghanyutkan sejumlah partikel tanah, beserta butiran bebatuan yang telah hancur. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya kekuatan erosi air adalah volume air, kemiringan lereng, dan kondisi vegetasi yang tumbuh di sekitarnya.

Semakin besar volume air, maka akan semakin besar pula dampak dari erosi yang ditimbulkan. Semakin curam kemiringan lereng, maka akan semakin besar pula dampak erosi nya. Dan semakin lebat vegetasi yang tumbuh di sekitar tanah atau permukaan, maka akan semakin kecil pula efek erosi yang ditimbulkan.

B. Erosi Angin

Mungkin diantara kita pernah melihat suasana di gurun pasir, baik itu melalui buku, televisi ataupun telepon pintar. Jenis erosi angin umumnya terjadi di wilayah gurun pasir serta daerah kering lainnya. Proses erosi angin ini juga biasa disebut dengan deflasi. Semakin tinggi Kecepatan angin, maka akan semakin besar pula dampak yang ditimbulkan dari erosi jenis ini.

C. Erosi Gletser

Gletser merupakan bongkahan es besar yang terbentuk di atas permukaan tanah. Gletser ini adalah bentuk akumulasi dari endapan salju yang mengeras atau membatu dalam kurun waktu yang sangat lama. Proses erosi gletser ini dikenal dengan sebutan eksarasi. Sebagai contoh dari proses erosi gletser ini yaitu, di wilayah yang bersalju, ketika salju turun untuk pertama kali, butir-butir salju akan menyusup ke dalam pori-pori tanah dan menempel serta bersatu dengan tanah. Kemudian saat salju mencair, air yang dihasilkan dari salju akan mengalir bersama dengan material hasil erosi yang disebabkan menempelnya salju ke permukaan tanah.

C. Gerak Massa Batuan

Bebatuan yang berada di permukaan bumi tentu sebagian nya dapat berpindah secara massal dari tempat yang lebih tinggi mengalir ke tempat yang lebih rendah. Proses perpindahan bebatuan ini pun tentunya disebabkan oleh banyak faktor, seperti: gravitasi, kemiringan lereng, kandungan air dan jenis bebatuan.  Proses perpindahan  bebatuan secara massal ini juga dikenal dengan istilah mass wasting. Adapun beberapa contoh dari gerak massa buatan adalah longsor dan tanah yang ambles.

D. Sedimentasi

Sedimentasi adalah bentuk kelanjutan dari peristiwa erosi. Atau lebih jelasnya, sedimentasi merupakan kumpulan atau hasil endapan dari material erosi, baik itu erosi air, erosi angin, gelombang laut, ataupun erosi gletser. Hasil dari pengendapan ini bisa kita temui di beberapa tempat seperti: pegunungan, pantai, Dasar Laut dangkal, lembah sungai dan termasuk dasar laut dalam. Ditinjau dari jenis tempat pengendapan, proses atau peristiwa sedimentasi ini dapat dibagi menjadi 4 bagian. 

1. Sedimentasi Fluvial
2. Sedimentasi oleh air laut
3. Sedimentasi oleh angin
4. Sedimentasi oleh gletser


Mungkin itu saja yang bisa kami sampaikan seputar proses alam eksogen dan contoh tenaga eksogen dari situs ilmu pengetahuan. Semoga informasi dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. Mari budayakan membaca untuk mencerdaskan generasi bangsa. Kami dari situs ilmu pengetahuan mengucapkan terima kasih sampai jumpa.

By: Ilmu Pengetahuan