Cara Reproduksi Virus - Ilmu Pengetahuan

Cara Reproduksi Virus - Ilmu Pengetahuan

Master
Sunday, May 19, 2019

Cara Reproduksi Virus
Cara Reproduksi Virus

Cara Reproduksi Virus - Ilmu Pengetahuan

Cara Reproduksi Virus - Halo para pembaca dimanapun anda berada, Pada kesempatan kali ini seperti judul yang saya kita lihat bersama kita akan membahas mengenai Apa itu virus, Bagaimana cara reproduksi virus, peranan virus dalam kehidupan kita sehari-hari dan masih banyak lagi. Untuk mempersingkat waktu kita hari langsung saja kita simak bersama penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Tujuan Pembelajaran Seputar Virus

Mendeskripsikan ciri ciri, replikasi, dan peranan virus dalam kehidupan sehari-hari.


Virus

Pembahasan virus akan kita bagi menjadi 4 sub judul besar yaitu

  • Ciri-ciri virus 
  • Struktur virus 
  • Cara hidup virus
  • Perkembangbiakan virus atau sistem reproduksi.


Coba Perhatikan gambar dibawah

Cara Reproduksi Virus
Cara Reproduksi Virus (Tubuh Terkena Virus Cacar)

Pada gambar tersebut kita dapat melihat bahwa terdapat seseorang yang terserang penyakit cacar air. Apakah penyakit tersebut menular? Apakah ada obat untuk mengatasinya? Dan upaya apa  yang bisa kita lakukan agar kita terhindar dari penyakit tersebut?

Untuk mengetahui Jawaban dari seluruh pertanyaan di atas, maka kita akan membahasnya secara rinci di bawah ini.

Cabang biologi yang mempelajari tentang virus adalah virologi. Virus berasal dari bahasa Latin yang berarti "racun". Dan Hampir semua virus akan menimbulkan penyakit pada makhluk hidup. Virus digolongkan kedalam Kingdom tersendiri karena sifat yang dimilikinya. Virus hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

Tidak terikat pada usia tertentu, siapa pun bisa terserang virus. Adapun beberapa contoh penyakit menular yang dipicu oleh infeksi virus antara lain Hepatitis, AIDS, herpes, cacar air, influenza, batuk, pilek, tifus dan gondong.

Virus ditemukan pertama kali sekitar tahun 1892, saat itu virus digunakan sebagai agen penyebab penyakit oleh Von Iwanovski ( seorang berkebangsaan Rusia). Orang tersebut menemukan penyebab penyakit pada daun tembakau yang mampu menembus saringan bakteri. Saat itu daun yang terkena penyakit disentuhkan pada daun yang sehat, dan yang terjadi adalah daun sehat ikut tertular penyakit tersebut. Namun hal berbeda terjadi, saat ekstrak daun yang terkena penyakit dipanaskan hingga suhu mendidih, lalu setelah dingin dioleskan pada daun yang sehat, daun yang sehat tersebut ternyata tidak terserang penyakit. Dari hasil eksperimen inilah, Iwanovski berkesimpulan ( sementara ) bahwa penyakit mosaik tembakau dapat disebabkan oleh bakteri patogen. Namun, kesimpulan Iwanovski berubah setelah melakukan penelitian pada tahun 1893. Saat itu hasil ekstrak daun tembakau yang terserang penyakit mosaik tembakau yang telah mengalami proses penyaringan dengan saringan keramik yang tidak dapat ditembus oleh bakteri dioleskan pada daun yang masih sehat, dan hasil uji coba tersebut ternyata dapat membuat daun yang sehat tertular penyakit Mosaic. Dari hasil eksperimen tersebut, Iwanovski menarik sebuah kesimpulan baru bahwa penyakit Mosaic pada daun tersebut disebabkan oleh bakteri yang sangat kecil.

Tidak hanya Iwanovski saja, peneliti lain pun juga melakukan sebuah eksperimen yang mendukung hasil penelitian dari Iwanovski. Peneliti tersebut bernama M. Beijerinck ( seorang peneliti Belanda ). Peneliti tersebut melakukan sebuah eksperimen berjenjang terhadap penyakit mosaik tembakau. Dan hasil dari eksperimen yang ia lakukan juga memiliki kesimpulan yang sama dengan peneliti Rusia, di mana penyakit mosaik daun merupakan bakteri patogen yang memiliki ukuran sangat kecil serta mampu berkembangbiak atau bereproduksi.

Namun sebuah penelitian mengejutkan datang dari Wendell M. Stanley ( peneliti asal Amerika Serikat ), di mana Pada tahun 1935 beliau mematahkan hasil riset dari Iwanovski dan M. Beijerinck. Peneliti asal Amerika Serikat tersebut berpendapat bahwa penyakit mosaik tembakau disebabkan oleh virus. Saat itu Wendell M. Stanley mengisolasi dan mengkristalkan virus. Dari riset tersebut pun beliau berkesimpulan bahwa virus bukanlah sel, sebab virus tersebut dapat dikristalkan. Menurut beliau virus merupakan peralihan antara benda hidup dengan benda tidak hidup. Virus berbeda dengan bakteri, sebab apabila kristal virus ini disuntikkan ke dalam tanaman tembakau yang sehat, virus dapat kembali aktif dan melakukan aksi penggandaan yang dapat menimbulkan penyakit.

Sejak saat itulah orang orang menjadi tahu bahwa yang menjadi pemicu munculnya penyakit pada tembakau Bukankah bakteri patogen, melainkan suatu virus yang sering disebut dengan virus mosaik tembakau atau dalam istilah ilmiahnya dikenal dengan tobacco mosaic virus (TMV).

Dari sekilas Penjelasan diatas tentu kita sedikit mendapat gambaran akan bahayanya virus tersebut. Berikutnya kita lanjut pada penjelasan ciri-ciri virus.


I. Ciri-Ciri Virus

Sebagaimana makhluk pada umumnya, virus juga memiliki beberapa sifat yang menjadi ciri khusus, sehingga mereka dapat ditandai.

  • Tubuh virus mengandung salah satu asam nukleat seperti RNA atau DNA.
  • Virus hanya memerlukan asam nukleat untuk bisa melakukan Proses reproduksi.
  • Ukuran virus jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri, diperkirakan ukuran virus sekitar 20 sampai 300 mili mikron.
  • Virus tidak dapat hidup mandiri, Sebab mereka membutuhkan makhluk hidup sebagai Inang agar dapat memperbanyak diri alias bereproduksi.
  • Multiplikasi terjadi pada sel sel hospes
  • Virus dapat dikristalkan menjadi benda tidak hidup, dan dapat dicairkan kembali dan menjadi benda hidup.



II. Struktur Virus

Dalam sub judul ini kita akan membagi pembahasan ke dalam tiga poin utama. Pertama adalah bentuk virus, yang kedua adalah bagian tubuh virus dan yang ketiga yaitu ukuran virus.


A. Bentuk Virus

Dari segi bentuk virus bisa berbentuk huruf T, batang, oval atau juga bisa berbentuk bulat. Struktur yang dimiliki virus pun sangat sederhana, kandungan di dalam tubuhnya Hanya berupa materi genetik DNA ataupun RNA yang dikelilingi suatu protein pelindung, yang umum disebut dengan kapsid. Kapsid sendiri merupakan susunan dari beberapa sub unit yang identik satu sama lain dan dikenal dengan sebutan kapsomer. Kumpulan kapsomer ini berbentuk sangat simetris serta dapat mengkristal.

Untuk beberapa jenis virus, seperti virus influenza atau virus herpes, juga bisa dilengkapi oleh sampul pembungkus atau envelope dari lipoprotein. Pembungkus ini sendiri adalah bagian membran plasma yang berasal dari sel inang virus. Virus dengan kandungan materi genetik yang dilapisi oleh pembungkus protein disebut dengan partikel virus atau virion. Virus bukanlah bentuk dari sel ataupun makhluk hidup, sebab virus tidak memiliki sitoplasma dan organel sel yang memungkinkan mereka untuk melakukan metabolisme. Ukuran virus yang juga teramat kecil membuat mereka mustahil untuk memiliki struktur sel.


B. Bagian Tubuh Virus

Bakteriofag atau virus terdiri dari tiga bagian yaitu kepala, selubung, dan ekor. Adapun kepala virus memiliki bentuk hexagonal, dan DNA yang terkandung di dalamnya dikelilingi oleh kapsomer. Kapsomer adalah sebuah unit protein yang menyusun kapsid. Bagian selubung ekor pada virus berfungsi sebagai penginfeksi. Sedangkan bagian serabut ekor pada virus memiliki fungsi sebagai penerima rangsangan. Selain virus influenza, inti virus hanya terdiri dari 1 rangkaian asam nukleat. Dan satu rangkaian dari asam nukleat tersebut umumnya mengandung 3500 hingga 600.000 nukleotida.

DNA dan RNA pada virus merupakan substansi genetik yang akan membawa kode pewarisan sifat virus. Dan ditinjau dari susunan inti virus, maka pembagian virus dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu virus DNA dan virus RNA. Adapun salah satu contoh dari jenis virus DNA yaitu virus cacar. Sedangkan contoh virus yang berasal dari jenis RNA, seperti virus HIV dan virus influenza.


C. Ukuran Virus

Karena ukurannya yang sangat kecil, virus hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat khusus yaitu mikroskop elektron. Berdasarkan hasil penelitian, ukuran virus berkisar antara 20 hingga 300 mili mikron. Tentunya dari angka ini kita bisa membandingkan bahwa ukuran virus jauh lebih kecil dibandingkan dengan ukuran bakteri yang berkisar 10 mikron. Untuk membuktikan betapa kecilnya ukuran virus, 2 orang peneliti yang berasal dari Rusia dan Belanda yaitu Iwanovski dan Beijerinck,  melakukan sebuah eksperimen dengan saringan keramik. Dan dari hasil eksperimen tersebut, ternyata virus dapat lolos melalui celah-celah saringan keramik tersebut, sedangkan saat uji coba penyaringan bakteri dengan saringan keramik, terlihat bahwa bakteri dapat tersaring, alias tidak bisa melewati celah-celah saringan keramik. Dari hasil penelitian inilah, mereka menyimpulkan bahwa virus memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan bakteri. 


III. Cara Hidup Virus

Sebagaimana yang telah kita Jelaskan sebelumnya, virus tidak dapat hidup dengan Mandiri. Sebab mereka membutuhkan Inang untuk melangsungkan hidup dan melakukan reproduksi. Adapun yang biasa dijadikan sebagai Inang oleh virus antara lain bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia.

1. Virus Bakteri

Perlu kita ketahui, bahwa tidak ada satupun bakteri yang tidak mengandung virus. Adapun nama virus yang menginfeksi bakteri disebut dengan bakteriofag. Virus ini ( bakteriofag ) mampu berkembang dengan sangat cepat. Tidak membutuhkan waktu lama bagi bakteriofag untuk menghancurkan sejumlah bakteri. Virus Ini mengandung inti asam nukleat berupa DNA ganda berpilin atau tunggal berpilin ataupun RNA rantai tunggal. Adapun contoh dari virus bakteriofag yaitu E. coli.


2. Virus Tumbuh-Tumbuhan

Mayoritas penyakit yang menyerang tumbuh-tumbuhan umumnya berasal dari infeksi virus. Permasalahan virus pada tumbuh-tumbuhan tentunya tidak bisa kita pandang dengan sebelah mata, sebab bila tidak ditangani dengan tepat, kondisi tersebut akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar, terlebih khusus dari sisi materi. Adapun contoh infeksi virus pada tumbuh-tumbuhan adalah virus yang menyerang tanaman tembakau dan virus yang menyerang tanaman kentang. Di dalam virus tumbuh-tumbuhan terdapat bahan genetik RNA. Proses penyebaran virus pada tumbuh-tumbuhan pun cukup bervariasi, seperti: penyebaran melalui bagian dalam sel secara aktif atau juga bisa melalui cedera pada tumbuhan. Penyebaran virus pada tumbuh-tumbuhan tidak hanya melalui dua cara di atas. Sebab, virus tumbuh-tumbuhan juga bisa menular melalui perantara serangga. Umumnya virus jenis ini akan melakukan reproduksi atau perkembangbiakan di dalam saluran pencernaan serangga ( virus persisten ). Setelah melalui masa inkubasi di dalam tubuh serangga, virus pun mampu menginfeksi tumbuh-tumbuhan. Di sisi lain, virus tidak persisten dapat menular hanya dengan melalui gigitan serangga secara langsung. 


3. Virus Patogen Pada Hewan

Di dalam virus patogen pada hewan terkandung bahan genetik DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus jenis ini dapat menyebabkan penyakit anjing gila atau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan rabies. Bahkan tidak hanya penyakit rabies, virus jenis ini juga dapat menyebabkan penyakit-penyakit lainnya seperti: penyakit sampar pada ayam, penyakit kuku pada hewan ternak, dan penyakit Ebola pada spesies kera. Virus patogen pada hewan dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan yang terjangkiti virus, ataupun melalui perantara serangga. 


4. Virus Yang Menyerang Manusia

Beberapa virus yang biasa menjangkiti manusia antara lain: virus demam berdarah, virus campak, virus cacar air, virus cacar, virus hepatitis, virus mata belek, virus polio, virus influenza, virus HIV dan virus Al. Penyebaran virus yang menyerang manusia terbagi kedalam 2 cara penularan: Penularan secara langsung (terjadi kontak fisik dengan sumber virus) dan penularan secara tidak langsung. Sebagai contoh, virus cacar, virus mata belek, dan virus influenza dapat tertular / menyebar dengan cara kontak langsung atau pun melalui perantara udara (jenis penularan tidak langsung). Virus HIV dapat menyebar / menular melalui air ludah, transfusi darah, jarum suntik, air susu, plasenta ibu hamil pada janinnya, sperma, dan cairan vagina. Virus demam berdarah dapat menular atau menyebar melalui gigitan nyamuk. Dan virus hepatitis serta polio dapat menyebar melalui perantara sumber air yang tercemar, wadah makan /minum, dan keringat penderita hepatitis.


IV. Perkembangbiakan Virus atau Cara Reproduksi Virus

Sebelumnya telah kita jelaskan, bahwa virus bukanlah sel yang dapat berkembangbiak atau memperbanyak diri dengan sendirinya. Virus hanya dapat melakukan pembiakan atau reproduksi dengan bantuan makhluk hidup lainnya. Cara reproduksinya adalah virus akan memanfaatkan sel sel pada makhluk hidup untuk memperbanyak dirinya. Proses replikasi virus ini pun terjadi didalam sel inang tersebut. Untuk melakukan proses replikasi, virus membutuhkan asam nukleat dan akan mensitensis protein selubungnya. Dari proses atau aktivitas replikasi inilah yang mengakibatkan rusaknya sel inang. Kemudian, virus pun akan keluar dari dalam sel inang dan menjadi partikel virus yang dalam istilah medis dikenal dengan sebutan Virion.


Karena keterbatasan waktu, mungkin itu saja pembahasan kita kali ini mengenai Ciri-ciri virus, Struktur virus, Cara hidup virus, dan cara reproduksi virus. Kami minta maaf, sebab belum menjelaskan mengenai peranan virus di dalam kehidupan manusia. Di lain waktu kami akan menjelaskannya segera pada anda. Begitu pula penjelasan mendetail mengenai proses perkembangbiakan virus / reproduksi virus, akan segera kami jelaskan pada artikel bagian kedua. Nantikan yah..


By : Ilmu Pengetahuan



DAFTAR PUSTAKA

Buku Biologi 1 untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Penulis : Ari Sulistyorini, Editing : Hadiat