Cara Reproduksi Virus Part 3 - Ilmu Pengetahuan

Cara Reproduksi Virus Part 3 - Ilmu Pengetahuan

Master
Tuesday, May 21, 2019

Cara Reproduksi Virus
Cara Reproduksi Virus Part 3 - Ilmu Pengetahuan


Cara Reproduksi Virus Part 3 - Ilmu Pengetahuan


Cara Reproduksi Virus - Kembali lagi dengan situs ilmu pengetahuan, seperti yang sudah kita janjikan sebelumnya, kali ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai cara reproduksi virus bagian ketiga. Dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai siklus lisogenik yang tentunya tulisan ini merupakan lajutan dari cara reproduksi virus part 2. Untuk mempersingkat waktu kita nanti langsung saja kita simak materi dari ilmu pengetahuan mengenai cara reproduksi virus di bawah ini.  


1. Siklus Lisogenik

Virus lambda adalah virus bakteri atau bakteriofag yang mampu melakukan siklus litik, namun juga dapat melakukan siklus lisogenik. Tidak seperti siklus litik yang sederhana, tahapan Pada siklus lisogenik jauh lebih banyak dan sedikit lebih rumit. Dalam siklus lisogenik, tahapan adsorpsi dan tahapan injeksi yang dilalui, masih sama dengan tahapan yang terjadi pada siklus litik. Hanya saja, sebelum tahap sintesis dalam siklus lisogenik, virus terlebih dahulu melalui tahap penggabungan dan tahap pembelahan. Lalu setelah itu dilanjutkan ke tahap perakitan dan terakhir masuk ke dalam tahap litik. 


A. Tahap Adsorpsi dan Tahap Injeksi

Tidak ada yang perlu dijelaskan di sini, sebab tahap adsorpsi dan tahap injeksi pada siklus lisogenik tidak berbeda dengan tahap adsorpsi dan tahap injeksi pada siklus litik. 


B. Tahap Penggabungan

Dalam tahapan kedua ini, DNA virus akan masuk ke dalam tubuh bakteri. Dan setelah berhasil masuk, akan terjadi proses penggabungan antara DNA virus dengan DNA bakteri. Prosesnya adalah sebagai berikut: " DNA bakteri yang berbentuk kalung Tak Berujung pangkal akan terputus, dan saat DNA yang berbentuk kalung tersebut terputus, seketika itu pula DNA virus akan mengisi celah dari DNA yang terputus tersebut. Setelah DNA virus berhasil menyusup di antara celah DNA virus yang terputus, terbentuklah rangkaian DNA yang utuh, dengan kombinasi perpaduan antara DNA virus dengan DNA bakteri dalam satu kesatuan. 


C. Tahap Pembelahan

Di tahap kedua kita telah jelaskan, bahwa DNA virus bekerja dengan menyusup atau menyambung di antara DNA bakteri yang telah terputus. Sehingga terjadilah ikatan antara DNA virus dengan DNA bakteri. Dalam hal ini, DNA virus tetap tidak dapat bergerak. Namun, dari hasil penggabungan antara DNA virus dengan DNA bakteri, DNA virus berhasil mendapatkan keuntungan. Sebab, ketika DNA bakteri melakukan sebuah aktivitas replikasi pada selnya, maka dengan otomatis profag alias DNA virus yang telah mengalami penggabungan dengan DNA bakteri, juga ikut melakukan replikasi sebagaimana yang dilakukan DNA bakteri. Sekiranya terdapat 2 sel bakteri yang melakukan pembelahan atau replikasi, Maka hal itu juga berlaku pada DNA virus yang telah bergabung dengan DNA bakteri. Artinya, seberapa banyak jumlah sel bakteri yang dihasilkan dari pembelahan, begitu pulalah pertambahan jumlah profag atau DNA virus yang akan dihasilkan. Sebab, jumlah DNA bakteri akan selalu berbanding lurus dengan jumlah DNA virus yang berhasil menjangkiti bakteri. 


D. Tahap Sintesis

Dalam keadaan tertentu, DNA virus (profag) yang telah bergabung dengan DNA bakteri, sewaktu-waktu dapat memisahkan diri dari DNA bakteri. Dan tentu saja hal itu bisa merusak DNA bakteri. Bahkan bukan hanya itu, dalam tahapan sintesis ini, DNA virus akan menggantikan peran DNA bakteri dalam hal sintesis protein yang berfungsi sebagai kapsid bagi virus virus baru serta replikasi. 


E. Tahap Perakitan

Dalam tahapan kelima ini, berlangsung proses perakitan kapsid kapsid virus utuh, yang nantinya akan berfungsi sebagai selubung virus. Setelah kapsid virus utuh terbentuk, dan berhasil diisi dengan DNA hasil replikasi, maka lahirlah virus-virus baru. 


F. Tahap Litik

Tidak berbeda dengan tahap litik dalam siklus litik, dalam siklus lisogenik, virus virus baru juga akan berhamburan keluar apabila dinding bakteri telah pecah. Tentu saja, setelah virus-virus baru tersebut keluar, mereka akan langsung menyerang bakteri yang lain, dan kembali mengulang siklus yang telah kita jelaskan di atas.


Selesai sudah penjelasan kita mengenai cara reproduksi virus. Dalam pembahasan berikutnya kita akan mencoba menjelaskan mengenai peranan virus dalam kehidupan (bila tidak berhalangan). Sekian dan terima kasih. Baca Juga : Cara Reproduksi Virus Part 1


By : Ilmu Pengetahuan



DAFTAR PUSTAKA

Buku Biologi 1 untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Penulis : Ari Sulistyorini, Editing : Hadiat. 
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009