Cara Reproduksi Virus Part 2 – Ilmu Pengetahuan

Cara Reproduksi Virus Part 2 - Ilmu Pengetahuan
Cara Reproduksi Virus Part 2 – Ilmu Pengetahuan

Cara Reproduksi Virus Part 2 – Ilmu Pengetahuan

Cara reproduksi virus – setelah kemarin kita menjelaskan mengenai Apa itu virus dan cara reproduksinya secara singkat, Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai bagaimana cara reproduksi virus tersebut. Dan untuk mempersingkat waktu langsung saja kita simak uraian selengkapnya di bawah ini. Baca Juga : Cara Reproduksi Virus Part 1

Pembuka

Sebelumnya kita telah menjelaskan, saat virus melakukan Proses reproduksi, virus tersebut akan melakukan replikasi di dalam sel inang. Dan perlu kita ketahui, bahwa ada beberapa tingkatan atau tahapan dalam replikasi virus tersebut. 

1. Tahap penempelan atau disebut dengan adsorpsi
2. Tahap injeksi
3. Tahap sintesis atau pembentukan
4. Tahap perakitan
5. Tahap litik atau pemecahan sel inang

Tidak cukup sampai di situ, siklus hidup virus pun juga terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu: siklus litik dan siklus lisogenik. Berikut dibawah ini akan kita Jelaskan satu persatu agar para pembaca dapat lebih memahami cara reproduksi virus.

1. Siklus Litik

Proses replikasi virus yang terjadi di dalam sel inang adalah bentuk aktivitas yang sangat kompleks tahap demi tahap nya. Mulai dari sel inang yang mengalami infeksi hingga pelepasan partikel-partikel virus atau virion. Tidak jauh berbeda dengan virus-virus lainnya, bakteriofag tidak akan dapat bergerak. Apabila suspensi dari bakteriofag dapat leluasa bercampur dengan suspensi bakteri, hal ini akan mengakibatkan munculnya persinggungan yang menyebabkan teradsorpsi nya bakteriofag pada permukaan bakteri. Dalam tahapan berikutnya, DNA dari bakteriofag akan terinjeksi ke dalam bakteri. Dan setelah jeda beberapa waktu, proses ini mengakibatkan terjadinya lisis pada sel sel inang. Peristiwa ini biasanya ditandai dengan pelepasan bakteriofag bentukan. 

A. Tahap Adsorpsi

Dalam tahapan ini, ekor yang dimiliki virus akan mulai menempel pada bagian dinding sel bakteri. Pada tahap ini, virus hanya akan menempel di dinding sel bakteri yang mengandung protein khusus. Virus dapat menempel di bagian dinding sel karena adanya reseptor di bagian ujung serabut ekor.  Setelah virus berhasil menempel pada dinding sel, virus pun akan mengeluarkan sejumlah enzim lisozim. Enzim inilah yang akan menghancurkan atau membuat lubang pada tubuh sel inang.

B. Tahapan Injeksi

Dalam tahapan kedua ini, DNA dari virus akan di injeksi ke dalam sel inang. Dan proses injeksi DNA ini terbagi menjadi:

  • Penambatan lempeng Ujung
  • Kontraksi sarung
  • Penusukan pasak berongga ke dalam sel bakteri

Saat proses injeksi DNA berlangsung, asam nukleat akan masuk ke dalam sel bakteri. Sedangkan selubung protein dari virus akan tetap berada di luar sel bakteri. Apabila sudah kosong, selubung protein tersebut pun akan terlepas dengan sendirinya dan tidak akan berguna lagi.

C. Tahap Sintesis

Proses sintesis yang dilakukan virus akan selalu membutuhkan makhluk hidup lain. Sebab virus tidak akan mampu melakukan sintesis secara mandiri.  Setelah melalui tahap injeksi, yaitu memasukkan asam nukleat ke dalam sel inang, sel atau bakteri tersebut pun akan mengalami perubahan yang besar dalam sistem metabolismenya. Virus akan menghasilkan enzim penghancur, dan akan mulai bekerja dengan menghancurkan DNA bakteri. Dari proses penghancuran DNA bakteri ini, mengakibatkan sintesis DNA bakteri pun terhenti. Saat sintesis DNA bakteri terhenti, DNA virus pun akan menggantikan posisi DNA bakteri, dan mengambil alih kehidupan bakteri atau sel tersebut. Lalu, dengan memanfaatkan DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus pun memperbanyak dirinya, dengan melakukan replikasi diri berulang kali, hingga jumlahnya menjadi sangat banyak. Proses sintesis dari DNA virus dan protein terjadi di atas kerugian proses sintesis bakteri yang telah rusak. Setelah itu, DNA virus pun akan mengendalikan sintesis DNA dan protein, yang akan diubah menjadi kapsid virus. 

D. Tahap Perakitan

Dalam tahap keempat ini, kapsid virus yang baru saja dibentuk, masih dalam keadaan terpisah antara kepala, ekor, dan serabut ekor. Kemudian, masing-masing bagian ini ( kepala, ekor, dan serabut ekor ) akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid yang sempurna. Setelah kapsid terbentuk dengan sempurna, bagian kepala dari kapsid ini akan diisi  dengan DNA virus. Dan akan menghasilkan virus sebanyak 100 hingga 200 buah. 

E. Tahap Litik

Setelah dinding sel bakteri dilunakkan dengan enzim lisozim, dinding sel bakteri tersebut pun akan pecah dan melepaskan virus-virus baru. Kumpulan virus baru yang dilepaskan, akan mencari sel sel inang baru sebagai tempat reproduksi atau tempat memperbanyak diri. Periode waktu dari 5 tahapan ini dan jumlah virus yang dilepaskan sangat erat kaitannya dengan jenis virus, bakteri, maupun kondisi lingkungannya.

Cara Reproduksi Virus Part 2 – Ilmu Pengetahuan

Mungkin itu saja penjelasan kita kali ini mengenai cara reproduksi virus part 2. Karena uraian yang kami sampaikan belum lengkap, penjelasan akan kita lanjutkan para artikel cara reproduksi virus part 3. Semoga bermanfaat.

By : Ilmu Pengetahuan

DAFTAR PUSTAKA

Buku Biologi 1 untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Penulis : Ari Sulistyorini, Editing : Hadiat. 

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009